Social Icons

Pages

Sabtu, 05 Desember 2009

Keutamaan Bacaan Istighfar

Seorang pria mendatangi imam masjid Nabawi di kota Madinah, Saudi Arabia. Kepada sang imam, pria tersebut mengatakan bahwa ia telah beberapa tahun menikah namun belum juga dikarunia keturunan oleh Allah subhanahu wa ta’ala.

Berbagai terapi medis dan alternatif telah dijalaninya bersama istri tercinta agar segera memperoleh momongan. Tetapi semua usaha (ikhtiar) tersebut belum membuahkan hasil. Pria tersebut mengharapkan agar sang imam berkenan untuk mendoakannya agar Allah subhanahu wata’ala segera memberinya keturunan.

Sang imam pun bersedia untuk mendoakan pria tersebut. Namun beliau juga meminta pria itu agar tetap berdoa serta rajin membaca istighfar. Sang pria yang belum dikaruniai anak itu menuruti nasehat sang imam. Ia semakin rajin berdoa serta banyak membaca istighfar. Beberapa pekan kemudian pria itu mendatangi sang imam dengan wajah berseri-seri dan mengatakan kalau istrinya telah positif hamil.

Berita menggembirakan tersebut kemudian sampai kepada sejumlah dokter ahli kandungan di negara pengekspor minyak itu. Mereka pun mengadakan penelitian khusus untuk mengetahui hubungan antara bacaan istighfar dengan kesuburan sistem reproduksi seseorang. Setelah beberapa lama mengadakan penelitian, para ahli kandungan Saudi Arabia berhasil mendapatkan jawabannya. Ternyata semakin sering seorang pria membaca istighfar secara lengkap (astaghfirullahaladzim), maka tulang belakangnya akan semakin kuat. Dalam tinjauan medis, kekuatan tulang belakang seorang pria akan mempengaruhi berhasil-tidaknya proses ‘pembuahan’.

Subhanallah, kisah nyata tersebut semakin menguatkan kita bahwa segala perintah-Nya senantiasa mengandung hikmah dan manfaat bagi kita sendiri. Allah subhanahu wata’ala memerintahkan kita untuk senantiasa beristighfar, bahkan tidak kurang dari 99 ayat di dalam Al Qur’an yang berisi perintah maupun penjelasan tentang istighfar. Dengan beristighfar, berarti kita bertaubat atas segala dosa yang kita lakukan. Dan sesungguhnya Allah subahanu wata’ala sangat gembira apabila ada hamba-Nya yang bertaubat. Kegembiraan Allah subhanahu wata’ala direalisasikan dalam bentuk ampunan (QS An Nisaa’ : 110).

Selain memberikan ampunan, ada berbagai keutamaan lain yang Dia berikan bagi hamba-Nya yang beristighfar. Sebagian kecil keutamaan itu dapat kita baca dalam salah satu ayat suci-Nya : “Beristighfar (mohonlah ampunan) kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun, niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, dan membanyakkan harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai.” (QS. Nuh : 10-12).
Para mufassir (ahli tafsir Al Qur’an) mengatakan bahwa yang dimaksud ‘kebun-kebun’ dalam ayat di atas adalah harta benda yang banyak. Dengan demikian, seseorang yang rajin beristighfar akan dikaruniai harta yang banyak dan berkah. Allah subhanahu wata’ala pun akan selalu memberikan jalan keluar atas segala kesulitan yang kita hadapi apabila kita senantiasa membaca istighfar dalam berbagai aktivitas keseharian kita. Hal tersebut dinyatakan Rasulullah Muhammad shallallahu ‘alaihi wassalam : “Barangsiapa senantiasa membaca istighfar, maka Allah akan menjadikan baginya dari tiap-tiap kesulitan suatu jalan keluar, dan dari setiap kesusahan suatu jalan keluar, serta Dia memberinya rezeki dari arah yang tidak diduga-duga.” (HR. Muslim).

Sebagai umat Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wassalam, marilah kita jadikan bulan suci Ramadhan ini sebagai momentum untuk semakin banyak berdzikir, terutama membaca bacaan istighfar. Marilah kita raih berbagai keutamaan istighfar bagi kebahagiaan kita di dunia maupun di akhirat kelak. Dan mudah-mudahan dengan istighfar yang senantiasa kita ucapkan, segala musibah / problematika yang menimpa umat Islam dan bangsa Indonesia dapat segera diganti dengan berbagai nikmat dari-Nya. Wallahua’lam.(Muhammad Nurhidayat)

WI akan Lepas Alumni Tadrib Du’at Angk. VIII

(Live Via Radio Streaming)


Insya Allah, Dewan Pimpinan Pusat Wahdah Islamiyah (DPP WI) akan melepas alumni Tadribut du’at angkatan VIII secara resmi dalam sebuah tablig akbar, Ahad/6 Desember 2009 di Masjid Darul Hikmah WI. Sebanyak 23 orang alumni tadribut du’at ini akan ditugaskan berdakwah di daerah binaan/cabang WI di seluruh Indonesia.



Tablig Akbar yang akan menampilkan Ketua Umum DPP WI, Ust. Muh. Zaitun Rasmin, Lc, sebagai pemateri, juga dirangkaikan dengan Sosialisasi program Satu Kader Satu (SKS) tahap II WI. Program ini diharapkan dapat memacu akselerasi kader WI secara kuantitas, terutama untuk mencapai visi WI 2015.

Selain itu, WI juga akan mensosialisasikan program Sedekah seribu sehari (S3), yang telah diluncurkan pada Mukernas VI WI Nopember lalu. Program ini merupakan suatu program strategis WI, yang bertujuan mengumpulkan dana untuk kemanusiaan, pembiayaan kebutuhan dakwah WI secara umum.

Acara ini Insya Allah akan disiarkan langsung via Radio Streaming Internet, bisa diakses ditiga website:www.suarawahdah.com, www.wahdah.or.id, www.wimakassar.org


Minggu, 01 November 2009

Wahdah Gelar Silaturahmi Dai Nasional

Sebanyak 300 Dai Wahdah Islamiyah dari seluruh Cabang dan Daerah Binaan (Dabin) berkumpul di Makassar mengikuti Silaturahmi Nasional (Silatnas) Dai dan Murabbi (Pembina), di lantai 2 Masjid Darul Hikmah Kantor DPP WI, Jl.Antang Raya No.48.



Silatnas ini merupakan rangkaian acara Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) VI WI. Peserta yang ikut dalam acara ini tergabung dalam Korps Da’i dan Murabbi (KDM) pada masing-masing Cabang Wahdah, sebagian besar diantaranya merupakan Para Dai alumni Sekolah Tinggi Ilmu Islam dan Bahasa Arab (Stiba) Wahdah dan Alumni Tadribud Duat (Pendidikan Dai) yang telah disebar ke berbagai daerah.

Menurut Ketua Departemen Pengembangan Daerah (DPD) WI Ust.Iskandar Kato bahwa selain sebagai ajang silaturahmi para Dai, diharapkan acara ini dapat memberikan penyegaran, Penguatan serta persamaan persepsi Dai dalam Dakwah pembinaan. Dan yang lebih penting lagi menurut penanggung jawab acara ini, bahwa silatnas ini sebagai tempat sharing dalam masalah problematika dakwah dan solusinya serta strategi percepatan pencapaian visi 2015. Ada empat materi yang diberikan dalam acara ini, Materi terakhir tentang Problem Solving Dakwah diisi khusus oleh Ketua Umum DPP, Ust.Muhammmad Zaitun Rasmin, Lc

Sebelum acara silatnas, Kamis, 29 Oktober 2009 digelar juga Daurah Qadah (Daurah Kepemimpinan) bagi para pimpinan Cabang dan Dabin. Daurah Qada ini dalam rangka peningkatan dari sisi manajerial kelembagaaan dan perencanaan SDM di daerah masing-masing yang merupakan variable pencapaian visi misi.


REKOMENDASI MUKERNAS VI WAHDAH ISLAMIYAH

LAMPIRAN KETETAPAN MUKTAMAR VI WAHDAH ISLAMIYAH

NOMOR : 009/TAP/MUKERNAS VI – WI/1430

REKOMENDASI MUKERNAS VI WAHDAH ISLAMIYAH




1. Menyikapi berbagai fenomena musibah yang tak kunjung hentinya menimpa bangsa Indonesia yang disebabkan oleh menyebarnya berbagai macam kedurhakaan kepada Allah Azza wa Jalla berupa kesyirikan, penentangan kepada syari’at Allah dan sunnah Rasulullah saw, serta berbagai kemaksiatan yang dilakukan secara terang-terangan ataupun tersembunyi, maka Mukernas VI menyerukan kepada seluruh komponen bangsa Indonesia untuk segera bertaubat kepada Allah SWT. dan menghimbau pemerintah Indonesia untuk bersikap tegas dalam menindak pelaku berbagai bentuk kejahatan dan kemungkaran yang dapat mengakibatkan kehancuran masa depan bangsa dan datangnya bala bencana yang lebih dahsyat dari Allah SWT.



2. Menghimbau kepada pemerintah agar memberikan otoritas yang lebih luas kepada para ulama dalam mengatur urusan agama Islam di Indonesia. Menjadikan fatwa-fatwa Majelis Ulama Indonesia sebagai referensi dalam membuat kebijakan Negara.

3. Menghimbau pada pemerintah agar sungguh-sungguh melarang dan mengambil tindakan tegas kepada semua aliran agama yang nyata-nyata bertentangan dengan keyakinan masyarakat Muslim Indonesia yang beraqidah Ahlussunnah waljamaah, seperti Syiah, Ahmadiyah, Islam jamaah dan berbagai paham lainnya yang bertentangan dengan aqidah Islam.

4. Meminta kepada Meneg Kominfo yang baru agar secara serius dan bertahap menutup semua situs-situs porno yang merusak moral generasi muda bangsa.

5. Menghimbau kepada Kepolisian Republik Indonesia dan aparat hukum lainnya untuk dapat meningkatkan pemberantasan narkoba dengan menangkap dan menghukum seberat-beratnya pembuat, pengedar dan pemakainya, dan kepada pemerintah Republik Indonesia dalam hal ini Badan Narkotika Nasional bersama Departemen dan lembaga terkait secara besama-sama dapat menemukan solusi yang tepat guna pencegahan dan pengawasan pengedaran dan penggunaan narkoba.

6. Mengutuk keras agresi Israel ke Palestina dan memprotes keras kebijakan Amerika Serikat yang diskriminatif terhadap bangsa-bangsa Timur Tengah, menyerukan kepada negara-negara Islam (OKI) dan umat Islam sedunia untuk melakukan tekanan kepada Israel dan Amerika Serikat, termasuk tekanan terhadap PBB yang mandul dan tidak dapat melaksanakan perannya sebagai Badan Dunia menyangkut kebijakan dan sikap terhadap persoalan-persoalan yang terjadi di negara-negara Islam terutama di kawasan Timur Tengah.

7. Mendorong pemerintah untuk melakukan regulasi terhadap kebijakan ekonomi untuk membangun ekonomi Islam dalam seluruh institusi ekonomi Islam seperti; perbankan, pegadaian, koperasi syariah, asuransi, dll. Begitu pula menghimbau kepada ummat Islam untuk mendukung gerakan ekonomi Islam dalam rangka menjauhkan diri dari sistem ekonomi ribawi

8. Meminta ketegasan kepada pihak pemerintah untuk memberantas tindak pidana korupsi dengan memberdayakan lembaga-lembaga pemberantasan korupsi secara maksimal dan konsisten.

Ditetapkan di Makassar, 13 Dzulqa’dah 1430H

01 November 2009M

PIMPINAN SIDANG PLENO

TENTANG REKOMENDASI




H. RAHMAT ABDURRAHMAN, LC IR. H. IDRIS PARAKKASI, MM
Ketua Sektretaris

Wahdah Islamiyah Tetap Konsisten di Jalur Dakwah dan Tarbiyah

(Klarifikasi Wahdah Islamiyah Terhadap Pemberitaan di Harian Tribun/Ahad/1/11/09)


Tentang pemberitaan Harian Tribun, yang mengutip pernyataan Ketua Umum Wahdah Islamiyah, (WI), Ust. Muh. Zaitun Rasmin, Lc Harian Tribun/Ahad/1/11/09 yang mengatakan bahwa WI siap membentuk partai politik sama sekali tidak benar. Di depan seluruh peserta Mukernas WI VI, Ust. Zaitun menegaskan, bahwa WI sebagai sebuah ormas Islam tetap fokus dan konsisten dalam dakwah dan pembinaan umat, serta tidak akan terjun atau terlibat di jalur politik praktis, apalagi mendirikan partai politik.


Saat ini, WI juga fokus untuk mencapai visi 2015, yakni menjadi ormas Islam yang eksis diseluruh ibukota propinsi di seluruh Indonesia, yang ditandai dengan terbentuknya Dewan Pimpinan Cabang (DPC), serta memiliki 100 pesantren tahfidz di seluruh Indonesia.

Ke depan, WI akan bekerja keras agar visi misi tercapai, apalagi saai ini tantangan dakwah kian berat. Sehingga, kerja keras, dan kerjasama dengan seluruh komponen masyarakat, pemerintah, serta ormas Islam lainnya, amat diperlukan WI berharap dengan tercapainya visi misi tersebut dapat mewujudkan umat yang rahmatan lil alamin yang bermartabat.