<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-3022497434294946353</id><updated>2011-11-23T09:00:46.225-08:00</updated><category term='kajian hadits'/><category term='Muhasabah'/><category term='Tauhid'/><category term='umum'/><category term='hakikat'/><category term='Dakwah'/><category term='Ibadah'/><category term='Aqidah'/><category term='Fiqih'/><category term='Dunia Islam'/><category term='Remaja'/><category term='akhlaq'/><category term='himmah aliyah'/><category term='Sirah'/><category term='Info'/><category term='artikel bebas'/><category term='Biografi'/><category term='biografi ulama'/><category term='Tarbiyah'/><title type='text'>DPC Wahdah Islamiyah Baubau</title><subtitle type='html'>Menebar Dakwah Salaf</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://wahdahbaus.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3022497434294946353/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wahdahbaus.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3022497434294946353/posts/default?start-index=101&amp;max-results=100'/><author><name>Wahdah Baubau</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15405677071714657436</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/-aBl-7r7sHsg/Te31dc9cmfI/AAAAAAAAADE/IlpFzINeVE8/s220/165630_1416119181437_1786339031_795827_7721175_n.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>111</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3022497434294946353.post-2607031334963828542</id><published>2011-11-23T08:57:00.000-08:00</published><updated>2011-11-23T09:00:46.238-08:00</updated><title type='text'>Segala puji bagi Allah Azza wa Jalla serta shalawat dan salam senantiasa tercurahkan atas Nabi dan Rasul yang paling mulia, nabi kita Muhammad shallal</title><content type='html'>&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Segala puji bagi Allah Azza wa Jalla serta shalawat dan salam senantiasa tercurahkan atas Nabi dan Rasul yang paling mulia, nabi kita Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam beserta keluarga dan para sahabat beliau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amma ba'du: Dengan senang hati,kami kembali memperkenalkan kepada kalian salah satu tempat yang menjadi salah satu syi'ar dari syi'ar-syi'ar masjidil haram, serta salah satu tanda kebesaran Allah yang jelas yaitu Maqom Ibrahim 'alaihissalam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MENGENAL MAQOM IBRAHIM&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Maqom (tempat berdiri) merupakan sebuah batu yang dahulu Nabi Ibrahim alaihissalam berpijak diatasnya tatkala membangun ka'bah, yaitu ketika bangunan ka'bah meninggi sehingga beliau mendapatkan kesulitan untuk mengangkat batu keatasnya. Dalam shohih Al Bukhary dari Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhuma berkata : Maka Nabi Ibrahimpun mulai membangun ka'bah dan Nabi Ismail membantu mengangkatkan batu baginya sambil mereka berdua berdoa :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا إِنَّكَ أَنتَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ ﴿١٢٧﴾&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya : "Ya Tuhan kami, terimalah daripada kami (amalan kami), sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui" (QS. Al Baqarah : 127).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sehingga tatklala bangunan ka'bah meninggi dan syaikh (Nabi Ibrahim) telah merasa lemah untuk mengangkat batu, maka beliapun berdiri diatas maqam, dan Ismail membantu mengangkatkan batu baginya".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Dan pada batu ini (maqom) terdapat jejak kedua kaki Nabi Ibrahim alaihissalam dan itu merupakan salah satu tanda dari kekuasaan Allah azza wa jalla, didalamnya terdapat peringatan dan 'ibrah (pelajaran) bagi orang-orang yang beriman. Allah azza wajalla berfirman :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;فِيهِ آيَاتٌ بَيِّـنَاتٌ مَّقَامُ إِبْرَاهِيمَ ﴿٩٧﴾&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya : "Padanya terdapat tanda-tanda yang nyata (diantaranya) Maqom Ibrahim" (QS. Ali Imran : 97).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Hal ini disebabkan karena amalan ini –pembangunan ka'bah- merupakan diantara amalan yang paling dicintai oleh Allah dan paling agung disisiNya. Mujahid bin Jabr rahimahullah berkata tentang firman Allah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;فِيهِ آيَاتٌ بَيِّـنَاتٌ مَّقَامُ إِبْرَاهِيمَ ﴿٩٧﴾&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya : "Padanya terdapat tanda-tanda yang nyata (diantaranya) maqa Ibrahim (Ali Imran : 97).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Yakni bahwa jejak kakinya yang terdapat pada maqom adalah tanda-tanda kekuasaan Allah yang jelas (dikeluarkan oleh Ath-Thobary dalam tafsirnya).Dan maqom ini terletak disebelah timur ka'bah, dihadapan pintu ka'bah yang agung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KEUTAMAAN DAN KEISTIMEWAANNYA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Maqom Ibrahim adalah batu permata yang berasal dari surga, Al Hakim telah meriwayatkan hadis tentang ini dan menshohihkannya, serta Ibnu Khuzaimah dan Ibnu Hibban juga telah mengeluarkan dalam kedua kitab shohih mereka dari 'Abdullah bin Amar bin Al Ash radhiyallahu 'anhuma, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya : "Rukun (hajar aswad) dan Maqom Ibrahim adalah 2 batu permata diantara batu-batu permata surga, cahaya keduanya telah dipadamkan oleh Allah, dan seandainya bukan karena hal itu, maka keduanya akan menerangi antara timur dan barat".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Maqom juga merupakan salah satu tempat syiar dalam ibadah haji dan umrah. Allah ta'ala berfirman :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَإِذْ جَعَلْنَا الْبَيْتَ مَثَابَةً لِّلنَّاسِ ﴿١٢٥﴾&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya : "Dan jadikanlah sebahagian maqam ibrahim tempat sholat". (QS. Al Baqarah : 125)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Dan diantara keistimewaan maqom, adalah penjagaan Allah atasnya dari penodaian tangan-tangan kaum musyrikin untuk menyembahnya, padahal bersamaan dengan itu mereka mengagungkan bebatuan.Karena penjagaan Allah tersebut,maka kaum jahiliahpun tidak menjadikan maqom itu sebagai sesembahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan bagi Allah dalam hal ini meiliki hikmah yang agung, agar Islam tidak diklaim sebagai agama yang membenarkan pengagungan terhadap sesembahan yang dahulu diagung-agungkan oleh kaum Jahiliyah berupa patung-patung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Hukum-hukum yang Berkaitan dengan Maqom&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Disyariatkan bagi orang yang tawaf di Ka'bah untuk shalat Sunat 2 rakaat setelah selesai melakukan thawaf, yang mana ia menjadikan maqom antara dirinya dan ka'bah, berdasarkan firman Allah ta'ala :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَإِذْ جَعَلْنَا الْبَيْتَ مَثَابَةً لِّلنَّاسِ ﴿١٢٥﴾&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya : "Dan jadikanlah sebahagian maqam Ibrahim tanpa shalat" (Al-Baqarah : 125)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan dalam hadits Muttaqfaq 'Alaihi dari Abdulah bin Umar radhiyallahu 'anhuma berkata: Nabi shallallahu 'alaihi wasallam mendatangi ka'bah, lalu bertawaf tujuh putaran, dan shalat 2 rakaat dibelakang maqom (Ibrahim)"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan dalam hadits Jabir tentang tatacara haji beliau shallallahu 'alaihi wasallam Jabir berkata : "Kemudian beliau (Rasulullah) mendatangi maqom Ibrahim, lalu membaca : (wattakhadzu min maqoomi ibraahim musholla( Lalu ia menjadikan maqom antara dirinya dan ka'bah (dikeluarkan oleh Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Dan juga disyariatkan dalam shalat sunat 2 rakaat tawaf tersebut, untuk membaca surat Al Fatihah dan Al Kafirun pada rakaat pertama dan surat AlFatihah dan AlIkhlas pada rakaat kedua, karena telah disebutkan dalam lanjutan hadits Jabir yang baru saja disebutkan ("Bahwasanya beliau membaca pada 2 rakaat (thawaf) tersebut dengan "QULHUWALLAHU AHAD" dan "QULYAA AYYUHALKAAFIRUN)", Dikeluarkan oleh Muslim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Dan diantara sunnah yang dilalaikan oleh kebanyakan para jamaah haji dan umrah adalah sebelum shalat 2 rakaat membaca : (wattakhadzu min maqoomi ibraahim musholla) sebagaimana yang ada dalam hadits Jabir tentang sifat haji Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, yang didalamnya disebutkan bahwa beliau bergegas ke Maqom Ibrahim seusai Thawaf, lalu membaca : (wattakhadzu min maqoomi ibraahim musholla). Dua rakaat thawaf ini disyariatkan setiap seusai dari tiap thawaf (7 putaran) dan dalam waktu kapanpun dari malam dan sianghari berdasarkan hadits Jubair bin Muthim radhiyallahu 'anhu berkata : Rasulullah bersabda :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya : "Wahai Bani 'Abdimanaf, janganlah kalian melarang seorangpun yang bertawaf di Ka'bah dan yang shalat (dalam masjidilharam) pada saat kapanpun dari waktu malam atau siang (Dikeluarkan oleh Imam Ahmad, An-Nasa'i, Abu Dawud, dan At-Tirmidzi dan menshohihkannya).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Pelanggaran-pelanggaran syar'i yang berkaitan dengan Maqom&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diantaranya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Mengusap-usap maqom Ibrahim untuk bertabarruk (meminta berkah) dengannya, dan meyakini bahwa ia dapat memberikan manfaat dan menghilangkan mudharat. Semua hal ini tidak dibolehkan bahkan merupakan perantara yang dapat menjurus pada kesyirikan, dosa yang paling besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Berdiri setelah shalat sunat 2 rakaat Thawaf untuk berdoa, karena belum ada keterangan dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam yang bersabda :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya : "Ambillah dariku tata cara ibadah haji kalian" (HR. Al Bukhari dalam shohihnya)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Menghadap ke arah Maqom tanpa menghaap ke arah ka'bah, dan hal ini tidak dibolehkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Saling berdesak-desakan dengan amnusia agar bisa shalat sunat di belakang Maqom dengan berkeyakinan bahwa itu wajib baginya. Ini adalah sebab kesalahan, karena 2 rakaat Thawaf boleh dilakukan di tempat mana saja khususnya ketika sailng desak-desakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan Umar telah melaksanakan 2 rakaat tawaf ini di suatu tempat bernama Dzi-Tuwa sebagaimana ditulis Imam Bukhari rahimahullah dalam kitab shohihnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Terakhir, kami memohon kepada Allah agar kita semua diberikan taufiq, dan keistiqomahan dalam beribadah kepadaNya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Wa Akhiru Da'wana 'Anil Hamdulillahi Robbil 'Alamin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber :www.darul-anshor.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3022497434294946353-2607031334963828542?l=wahdahbaus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wahdahbaus.blogspot.com/feeds/2607031334963828542/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wahdahbaus.blogspot.com/2011/11/segala-puji-bagi-allah-azza-wa-jalla.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3022497434294946353/posts/default/2607031334963828542'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3022497434294946353/posts/default/2607031334963828542'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wahdahbaus.blogspot.com/2011/11/segala-puji-bagi-allah-azza-wa-jalla.html' title='Segala puji bagi Allah Azza wa Jalla serta shalawat dan salam senantiasa tercurahkan atas Nabi dan Rasul yang paling mulia, nabi kita Muhammad shallal'/><author><name>Wahdah Baubau</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15405677071714657436</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/-aBl-7r7sHsg/Te31dc9cmfI/AAAAAAAAADE/IlpFzINeVE8/s220/165630_1416119181437_1786339031_795827_7721175_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3022497434294946353.post-8663848038137266022</id><published>2011-11-05T06:28:00.000-07:00</published><updated>2011-11-05T06:30:52.247-07:00</updated><title type='text'>Berkurban dan Jiwa Kepemimpinan</title><content type='html'>(Opini Harian Fajar,Rabu 2 November 2011)&lt;br /&gt;Oleh: Rahmat Abd. Rahman (Ketua MUI Kota Makassar)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kasus separatisme dan kontrak karya PT. Freeport Indonesia di Tanah Papua menyentak kita semua. Keadilan masyarakat terusik dengan perilaku pengelola negara yang tidak mencerminkan keberpihakan kepada penduduk lokal, kekayaan potensi alam di sana tidak dibarengi dengan kebijakan yang menyejahterakan masyarakat Papua, kecuali hanya segelintir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Hasil kekayaan ini lebih banyak dinikmati oleh orang-orang di luar daerah, bahkan di luar negeri, sehingga masyarakat Papua dengan berbagai latar belakangnya tetap merasakan kehidupan yang berbeda dengan daerah lain di Indonesia, pra sejahtera.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya mendapat kesempatan berkunjung ke PT. Freeport Indonesia pada tahun 2004 lalu, atas undangan Himpunan Masyarakat Muslim PT. Freeport Indonesia buat membawakan kutbah Iduladha dan kegiatan dakwah lainnya. Saya bertemu dengan karyawan-karyawan muslim dari berbagai daerah dan menyampaikan tausiyah di beberapa masjid dalam lingkungan perusahaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya diajak oleh salah seorang karyawan buat melihat lokasi tambang di daerah Grasberg yang hanya dapat dicapai dengan kereta gantung karena ketinggiannya. Lokasi itu sangat kaya dengan berbagai jenis bahan tambang, ada emas, perak, tembaga dan nikel yang kelihatan dengan jelas dari struktur gunung-gunung yang dikeruk buat diolah. Ironisnya, saya juga melihat dalam perjalanan menuju Masjid Darussa’adah di mil 68, sekelompok penduduk lokal yang mendulang sisa-sisa emas di sungai pembuangan dari perusahaan dan belakangan saya ketahui dari penjelasan salah seorang pegawai, adalah perbuatan terlarang karena mengandung zat-zat kimia dan membahayakan kesehatan mereka. Kondisi di Kota Timika -yang saya kitari ketika hendak pulang ke Makassar- juga tidak sesejahtera kompleks perumahan di lingkungan perusahaan yang dilengkapi dengan fasilitas pendidikan dan perbelanjaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jiwa Kepemimpinan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekurangadilan yang dirasakan oleh masyarakat adalah akibat dari hilang atau lemahnya jiwa kepemimpinan yang ada di tengah bangsa ini. Kebijakan pengelola negara yang kadang kurang tepat dan krisis keteladanan di segala bidang menjadi indikasi utama persoalan ini. Rasanya tidak mudah pada saat ini untuk mendapatkan seratus orang tokoh di tengah bangsa ini, yang dapat dijadikan panutan bagi masyarakat di semua lini dalam kehidupan, padahal salah satu prasyarat berkembangnya suatu bangsa dan peradaban adalah melimpahnya tokoh pemimpin pada seluruh bidang kehidupan, sehingga masyarakat dapat memiliki referensi (rujukan) keteladanan pada masing-masing tokoh tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bercermin pada sejarah perjuangan Rasulullah, Muhammad saw. dalam melakukan perubahan, maka di antara langkah strategis yang beliau lakukan adalah membangun jiwa kepemimpinan di dalam diri para sahabat ra. Rasulullah saw. menanamkan sifat tauhid (mengesakan Allah swt) ke dalam jiwa setiap sahabat dengan dakwah dan teladan yang baik. Sifat tauhid menjadi pondasi dari bangunan jiwa kepemimpinan yang kuat, karena dapat memberikan kepada seorang manusia kemerdekaan penuh dari penghambaan dan ketundukan kepada sesama makhluk, sehingga dia tidak takut kecuali hanya kepada Allah swt., tidak tunduk kecuali hanya kepada aturan yang datang dari Allah swt. atau yang sesuai dengannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jiwa kepemimpinan yang kuat menjadikan penguasa suatu bangsa sejajar dengan penguasa bangsa lain atau bahkan lebih mulia, sehingga tidak mudah didikte oleh bangsa manapun kecuali jika sejalan dengan keinginan Allah. Jiwa kepemimpinan menjadikan seseorang sebagai qudwah (teladan) bagi sesama umat manusia di dalam kehidupan. Keteladanan sikap dan perilaku yang sesuai dengan perkataan, merupakan nilai moral yang dibutuhkan oleh suatu bangsa untuk maju dan disegani. Tumbuhnya kepercayaan dalam diri setiap anggota masyarakat terhadap pemimpinnya disebabkan oleh sifat keteladanannya, sehingga menjadi dasar terhadap pelaksanaan segala kebijakan yang bertujuan membangun kesejahteraan mereka.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jiwa kepemimpinan juga menjadikan suatu bangsa dapat membangun peradaban yang tinggi dan mampu bertahan dengan peradaban itu. Tidaklah peradaban bangsa-bangsa besar pada zaman dahulu dapat terbangun dan bertahan kecuali karena mereka memiliki jiwa kepemimpinan yang kuat. Kekuasaan masing-masing bangsa terbentuk menjadi suatu kekaisaran (imperium) yang memiliki wilayah begitu luas, demikian pula umat Islam yang memiliki wilayah pemerintahan sangat luas dan pengendalian yang kuat terhadap wilayah-wilayah tersebut, khususnya pada masa pemerintahankhulafa’ rasyidun. Pemerintah Islam pada zaman itu berhasil membangun peradaban dunia yang berlandaskan pada ajaran Alquran, berkat jiwa kepemimpinan para khalifahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkurban&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkurban dengan menyembelih seekor hewan ternak dilakukan oleh Rasulullah saw. atas perintah Allah swt.: “Maka dirikanlah salat karena Tuhanmu dan berkurbanlah”. QS. al-Kautsar/108: 2. Rasulullah saw. menyembelih 100 ekor onta sebagai dam dan kurban pada pelaksanaan ibadah haji wada’ (perpisahan). Syariat ini dilanjutkan oleh umat Islam hingga saat ini, setiap selesai pelaksanaan salat Idul Adha, maka kaum muslim beramai-ramai menyembelih hewan kurban yang telah mereka siapkan sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkurban bagi kaum muslim seharusnya bukan sekadar bergembira merayakan hari besar ini, namun selayaknya mengambil hikmah dan pelajaran darinya. Berkurban menjadi wujud kesyukuran atas karunia Allah swt. berupa harta dan kehidupan yang layak, segala nikmat wajib untuk disyukuri dan wujudnya adalah dengan melaksanakan ibadah yang diperintahkan oleh Sang Pemberi nikmat. Berkurban juga dimaknai dengan latihan pengorbanan untuk menjadi pribadi yang kuat, khususnya mendidik jiwa kepemimpinan. Di dalam Bahasa Arab, kosa kata udhiyah (kurban) berakar kata yang sama dengan pengorbanan (tadhiyah), menunjukkan bahwa makna yang menyatukan antara keduanya adalah melakukan sesuatu buat mencapai kondisi jiwa yang tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkurban menjadi bagian dari pengorbanan dengan harta benda di jalan Allah swt. yang disebutkan sebanyak kurang lebih 10 kali di dalam Alquran bersanding bersama pengorbanan dengan nyawa. Pengorbanan dengan harta benda buat membersihkan diri dari sifat kikir dan melatih diri untuk menjadi pemimpin yang mau berkorban buat orang banyak secara tulus, memiliki empati kepada sesama umat manusia dan membangkitkan semangat berbagi dengan masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alquran mengingatkan kepada setiap yang hendak berkurban, bahwa yang akan sampai kepada Allah swt. dari hewan yang disembelih adalah nilai ketakwaan pelakunya (QS. al-Hajj/22: 37). Ketakwaan ini diukur dengan sifat keikhlasan dan pengorbanan yang ada dalam diri seorang yang berkurban, semakin kuat dorongan ketakwaannya maka semakin tinggi pula nilainya di sisi Allah swt. Ketakwaan juga menjadi ukuran pencapaian suatu proses latihan pengorbanan, olehnya itu jiwa kepemimpinan yang hendak dibangun dari ibadah kurban juga mengacu kepada nilai-nilai ketakwaan. Selamat berkurban dan selamat hari raya Idul Adha&lt;br /&gt;www.wahdah.co.id&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3022497434294946353-8663848038137266022?l=wahdahbaus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wahdahbaus.blogspot.com/feeds/8663848038137266022/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wahdahbaus.blogspot.com/2011/11/berkurban-dan-jiwa-kepemimpinan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3022497434294946353/posts/default/8663848038137266022'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3022497434294946353/posts/default/8663848038137266022'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wahdahbaus.blogspot.com/2011/11/berkurban-dan-jiwa-kepemimpinan.html' title='Berkurban dan Jiwa Kepemimpinan'/><author><name>Wahdah Baubau</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15405677071714657436</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/-aBl-7r7sHsg/Te31dc9cmfI/AAAAAAAAADE/IlpFzINeVE8/s220/165630_1416119181437_1786339031_795827_7721175_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3022497434294946353.post-4778171797136675297</id><published>2011-10-13T19:04:00.000-07:00</published><updated>2011-10-13T19:27:59.634-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Fiqih'/><title type='text'>Adab Shalat Berjamaah di Masjid</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-3sNLz9I9JAs/TpecdpXQShI/AAAAAAAAADk/7AgRsJXcRnM/s1600/shalat.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 125px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-3sNLz9I9JAs/TpecdpXQShI/AAAAAAAAADk/7AgRsJXcRnM/s200/shalat.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5663167089575217682" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Shalat berjamaah di masjid merupakan salah satu amal yang mulia. Agar ibadah ini semakin sempurna, ada beberapa adab dan petunjuk Nabi &lt;span style="font-style:italic;"&gt;shalallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/span&gt; yang tidak boleh diabaikan. Berikut di antara beberapa adab yang perlu diperhatikan seorang muslim ketika hendak melakukan shalat berjamaah di masjid :&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;[&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;MemilihPakaian yang Bagus]&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hendaknya kita memilih pakaian yang bagus saat pergi ke masjid. Allah tidak hanya memerintahkan kita untuk sekedar memakai pakaian yang menutup aurat, akan tetapi memerintahkan pula untuk memperbagus pakaian, lebih-lebih lagi ketika akan pergi ke masjid. Allah Ta’ala berfirman&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;يَا بَنِي آدَمَ خُذُواْ زِينَتَكُمْ عِندَ كُلِّ مَسْجِدٍ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Hai anak adam, pakailah pakaianmu yang indah di setiap (memasuki) masjid&lt;/span&gt;.” (Al A’raf: 31).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari ayat ini dapat diambil pelajaran bahwa kita dianjurkan untuk berhias ketika shalat, lebih-lebih ketika hari jumat dan hari raya. Termasuk dalam hal ini memakai parfum bagi laki-laki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun sekarang banyak kita jumpai kaum muslimin yang ketika pergi ke masjid hanya mengenakan pakaian seadanya padahal ia memiliki pakaian yang bagus. Bahkan tidak sedikit yang mengenakan pakaian yang penuh gambar atau berisi tulisan-tulisan kejahilan. Akibatnya, mau tidak mau orang yang ada dibelakangnya akan melihat dan membacanya sehingga mengganggu konsentrasi dan kekhusyukan shalat.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;[Berwudhu dari Rumah]&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum pergi ke masjid, hendaknya berwudhu sejak dari rumah, sebagaimana diterangkan oleh Nabi &lt;span style="font-style:italic;"&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;مَنْ تَطَهَّرَ فِي بَيْتِهِ ثُمَّ مَشَى إِلَى بَيْتٍ مِنْ بُيُوتِ اللهِ لِيَقْضِيَ فَرِيضَةً مِنْ فَرَائِضِ اللهِ كَانَتْ خَطْوَتَاهُ إِحْدَاهُمَا تَحُطُّ خَطِيئَةً وَالْأُخْرَى تَرْفَعُ دَرَجَةً&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Barangsiapa yang bersuci dari rumahnya kemudian berjalan ke salah satu rumah dari rumah-rumah Allah (masjid) untuk menunaikan salah satu dari kewajiban-kewajiban yang Allah wajibkan, maka kedua langkahnya salah satunya akan menghapus dosa dan langkah yang lainnya akan mengangkat derajatnya&lt;/span&gt;.” (HR. Muslim 1553)&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;[Membaca Doa Menuju Masjid]&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat keluar dari rumah, Rasulullah &lt;span style="font-style:italic;"&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/span&gt; mengajarkan kita untuk mengucapkan doa. Dari Anas bin Malik, bahwa Nabi &lt;span style="font-style:italic;"&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/span&gt; bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;إِذَا خَرَجَ الرَّجُلُ مِنْ بَيْتِهِ فَقَالَ بِسْمِ اللَّهِ تَوَكَّلْتُ عَلَى اللَّهِ لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ قَالَ يُقَالُ حِينَئِذٍ هُدِيتَ وَكُفِيتَ وَوُقِيتَ فَتَتَنَحَّى لَهُ الشَّيَاطِينُ فَيَقُولُ لَهُ شَيْطَانٌ آخَرُ كَيْفَ لَكَ بِرَجُلٍ قَدْ هُدِيَ وَكُفِيَ وَوُقِيَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Jika seorang laki-laki keluar dari rumahnya lalu mengucapkan:  “Bismillahi tawakkaltu ‘alallaahi, laa haula wa laa quuwata illa billah” (Dengan nama Allah aku bertawakal kepada Allah, tidak ada daya dan kekuatan kecuali dengan izin Allah). ‘ Beliau bersabda, “Maka pada saat itu akan dikatakan kepadanya, ‘Kamu telah mendapat petunjuk, telah diberi kecukupan, dan mendapat penjagaan’, hingga setan-setan menjauh darinya. Lalu setan yang lainnya berkata kepadanya (setan yang akan menggodanya, pent.), “Bagaimana (engkau akan mengoda) seorang laki-laki yang telah mendapat petunjuk, kecukupan, dan penjagaan&lt;/span&gt;.” (HR. Abu Daud no. 595, At-Tirmizi no. 3487)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika hendak menuju masjid, dianjurkan membaca :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;اللَّهُمَّ اجْعَلْ فِي قَلْبِي نُورًا وَفِي بَصَرِي نُورًا وَفِي سَمْعِي نُورًا وَعَنْ يَمِينِي نُورًا وَعَنْ يَسَارِي نُورًا وَفَوْقِي نُورًا وَتَحْتِي نُورًا وَأَمَامِي نُورًا وَخَلْفِي نُورًا وَاجْعَلْ لِي نُورًا&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Allahummaj’al fii qolbi nuura wa fii bashari nuura wa fii sam’i nuura wa ‘an yamiinihi nuura wa ‘an yasaarii nuura wa fauqi nuura wa tahti nuura wa amaami nuura wa khalfi nuura waj’al lii nuura (Ya Allah jadikanlah cahaya dalam hatiku, cahaya dalam penglihatanku, cahaya dalam pendengaranku, cahaya dari kananku, cahaya dari kiriku, cahaya dari belakangku, dan jadikanlah untukku cahaya&lt;/span&gt;” (H.R Muslim 763)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;[Berdoa Ketika Masuk Masjid]&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah sampai di masjid, hendaknya masuk masjid dengan mendahulukan kaki kanan sambil membaca doa masuk masjid. Bacaan doa masuk masjid sebagaimana terdapat dalam hadits Abu Sa’id &lt;span style="font-style:italic;"&gt;radhiyallahu ‘anhu&lt;/span&gt;:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;إِذَا دَخَلَ أَحَدُكُمُ الْمَسْجِدَ فَلْيَقُلِ اللَّهُمَّ افْتَحْ لِى أَبْوَابَ رَحْمَتِكَ. وَإِذَا خَرَجَ فَلْيَقُلِ اللَّهُمَّ إِنِّى أَسْأَلُكَ مِنْ فَضْلِكَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Jika salah seorang di antara kalian memasuki masjid, maka ucapkanlah, ‘Allahummaftahlii abwaaba rahmatik’ (Ya Allah, bukakanlah pintu-pintu rahmat-Mu). Jika keluar dari masjid, ucapkanlah: ‘Allahumma inni as-aluka min fadhlik’ (Ya Allah, aku memohon pada-Mu di antara karunia-Mu)&lt;/span&gt;.” (HR. Muslim 713)&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[Tidak Lewat di Depan Orang yang Sedang Shalat]&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harap diperhatikan ketika kita berjalan di dalam masjid, jangan sampai melewati di depan orang yang sedang shalat. Hendaklah orang yang lewat di depan orang yang shalat takut akan dosa yang diperbuatnya. Rasulullah &lt;span style="font-style:italic;"&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam &lt;/span&gt; bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;لَوْ يَعْلَمُ الْمَارُّ بَيْنَ يَدَي الْمُصَلِّي مَاذَا عَلَيْهِ، لَكَانَ أَنْ يَقِفَ أَرْبَعِيْنَ، خَيْرًا لَهُ مِنْ أَنْ يَمُرَّ بَيْنَ يَدَيْهِ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Seandainya orang yang lewat di depan orang yang shalat  mengetahui (dosa) yang ditanggungnya, niscaya ia memilih untuk berhenti selama 40 ( tahun), itu lebih baik baginya daripada lewat di depan orang yangsedang  shalat&lt;/span&gt;.” (HR. Bukhari 510 dan Muslim 1132)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang terlarang adalah lewat di depan orang yang shalat sendirian atau di depan imam. Adapun jika lewat di depan makmum maka tidak mengapa. Hal ini didasari oleh perbuatan Ibnu Abbas ketika beliau menginjak usia baligh. Beliau pernah lewat di sela-sela shaf jamaa’ah yang diimami oleh Rasulullah &lt;span style="font-style:italic;"&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/span&gt; dengan menunggangi keledai betina, lalu turun melepaskan keledainya  baru kemudian beliau bergabung dalam shaf. Dan tidak ada seorangpun yang mengingkari perbuatan tersebut (Lihat dalam riwayat Bukhari 76 dan  Muslim 504). Namun demikian, sebaiknya memilih jalan lain agar tidak lewat di depan shaf makmum.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;[Melaksanakan Shalat Dua Rakaat Sebelum Duduk]&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di antara adab ketika memasuki masjid adalah melaksanakan shalat dua rakaat sebelum duduk. Shalat ini diistilahkan para ulama dengan shalat tahiyatul masjid. Rasulullah &lt;span style="font-style:italic;"&gt;shallallhu ‘alaihi wa sallam&lt;/span&gt; bersabda :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; إِذَا دَخَلَ أَحَدُكُمْ الْمَسْجِدَ فَلْيَرْكَعْ رَكْعَتَيْنِ قَبْلَ أَنْ يَجْلِ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Jika salah seorang dari kalian masuk masjid, maka hendaklah dia shalat dua rakaat sebelum dia duduk.” (H.R. Bukhari 537 dan Muslim 714)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Syariat ini berlaku untuk laki-laki maupun wanita. Hanya saja para ulama mengecualikan darinya khatib jumat, dimana tidak ada satupun dalil yang menunjukkan bahwa Nabi shallallahu’alaihi wa sallam shalat tahiyatul masjid sebelum khutbah. Akan tetapi beliau datang dan langsung naik ke mimbar. Syariat ini juga berlaku untuk semua masjid, termasuk masjidil haram. Yang dimaksud dengan tahiyatul masjid adalah shalat dua rakaat sebelum duduk di dalam masjid. Tujuan ini sudah tercapai dengan shalat apa saja yang dikerjakan sebelum duduk. Oleh karena itu, shalat sunnah wudhu, shalat sunnah rawatib, bahkan shalat wajib, semuanya merupakan tahiyatul masjid jika dikerjakan sebelum duduk. Merupakan suatu hal yang keliru jika tahiyatul masjid diniatkan tersendiri, karena pada hakikatnya tidak ada dalam hadits ada shalat yang namanya ‘tahiyatul masjid’, akan tetapi ini hanyalah penamaan ulama untuk shalat dua rakaat sebelum duduk. Karenanya jika seorang masuk masjid setelah adzan lalu shalat qabliah atau sunnah wudhu, maka itulah tahiyatul masjid baginya. Tahiyatul masjid disyariatkan pada setiap waktu seseorang itu masuk masjid dan ingin duduk di dalamnya. Termasuk di dalamnya waktu-waktu yang terlarang untuk shalat, menurut sebagian pendapat kalangan ulama.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;[Menghadap Sutrah Ketika Shalat]&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang dimaksud denagan sutrah adalah pembatas dalam shalat, bisa berupa tembok, tiang, orang yang sedang duduk/sholat, tongkat, tas, dll. Sutrah disyariatkan bagi imam dan bagi orang yang shalat sendirian. Dalil yang menunjukkan disyariatkannya shalat menghadap sutrah terdapat dalam sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;إِذَا صَلَّى أَحَدُكُمْ فَلْيُصَلِّ إِلَى سُتْرَةٍ وَلْيَدْنُ مِنْهَا&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Apabila salah seorang di antara kalian shalat, hendaknya ia shalat dengan menghadap sutrah dan mendekatlah padanya&lt;/span&gt;” (HR. Abu Daud 698. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih sebagaimana dalam Shahihul Jaami’ 651)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagian ulama berpendapat bahwa hukum memasang sutrah adalah wajib karena adanya perintah dari Nabi &lt;span style="font-style:italic;"&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/span&gt;. Dalam shalat berjamaah yang menghadap sutrah adalah imam, dan sutrah bagi imam juga merupakan sutrah bagi makmum yang dibelakangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hendaklah orang yang shalat menolak/mencegah apa pun yang lewat di depannya, baik orang dewasa maupun anak-anak. Rasulullah &lt;span style="font-style:italic;"&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/span&gt; bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;إِذَا صَلَّى أَحَدُكُمْ إِلَى شَيْءٍ يَسْتُرُهُ مِنَ النَّاسِ، فَأَرَادَ أَحَدٌ أَنْ يَجْتَازَ بَيْنَ يَدَيْهِ، فَلْيَدْفَعْ فِي نَحْرِهِ، فَإِنْ أَبَى فَلْيُقَاتِلْهُ، فَإِنّمّا هُوَ شَيْطَانٌ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Apabila salah seorang dari kalian shalat menghadap sesuatu yang menutupinya dari manusia (menghadap sutrah), lalu ada seseorang ingin melintas di hadapannya, hendaklah ia menghalanginya pada lehernya. Kalau orang itu enggan untuk minggir (tetap memaksa lewat) perangilah (tahanlah dengan kuat) karena ia hanyalah setan.” (HR. Bukhari 509 dan Muslim 1129)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;[Menjawab Panggilan Adzan]&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika mendengar adzan, dianjurkan untuk menjawab adzan. Rasulullah &lt;span style="font-style:italic;"&gt;shallallahu ‘alihi wa sallam&lt;/span&gt; bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;إِذَا سَمِعْتُمُ النِّدَاءَ فَقُوْلُوْا مِثْلَ مَا يَقُوْلُ الْمُؤَذِّنُ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Apabila kalian mendengar adzan maka ucapkanlah seperti yang sedang diucapkan muadzin&lt;/span&gt;.” (HR. Bukhari 611 dan Muslim 846)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika muadzin sampai pada pengucapan hay’alatani yaitu kalimat{ حَيَّ عَلَى الصَّلَاةِ,  حَيَّ عَلَى الْفَلَاحِ} disenangi baginya untuk menjawab dengan hauqalah yaitu kalimat { لاَ حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللهِ } sebagaimana ditunjukkan dalam sebuah hadits, Rasulullah &lt;span style="font-style:italic;"&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/span&gt;  bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;إِذَا قَالَ الْمُؤَذِّنُ: اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ، فَقَالَ أَحَدُكُمُ: اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ؛ ثُمَّ قَالَ: أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ، فَقاَلَ: أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ؛ ثُمَّ قَالَ: أَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللهِ، فَقَالَ: أَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللهِ؛ ثُمَّ قَالَ: حَيَّ عَلَى الصَّلَاةِ، قَالَ: لاَ حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللهِ؛ ثُمَّ قَالَ: حَيَّ عَلَى الْفَلَاحِ، قَالَ: لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلاَّ بِاللهِ؛ ثُمَّ قَالَ: اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ، قَالَ: اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ؛ ثُمَّ قَالَ: لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ، قَالَ: لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ؛ مِنْ قَلْبِهِ دَخَلَ الْجَنَّةَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Apabila muadzin mengatakan, “Allahu Akbar Allahu Akbar”, maka hendaklah  kalian yang mendengar menjawab, “Allahu Akbar Allahu Akbar.” Kemudian muadzin mengatakan, “Asyhadu An Laa Ilaaha Illallah”, maka dijawab, “Asyhadu An Laa Ilaaha Illallah.” Muadzin mengatakan setelah itu, “Asyhadu Anna Muhammadan Rasulullah”, maka maka dijawab, “Asyhadu Anna Muhammadan Rasulullah.” Saat muadzin mengatakan, “Hayya ‘Alash Shalah”, maka maka dijawab “Laa Haula wala Quwwata illa billah.” Saat muadzin mengatakan, “Hayya ‘Alal Falah”, maka maka dijawab “Laa Haula wala Quwwata illa billah.” Kemudian muadzin berkata, “Allahu Akbar Allahu Akbar”, maka dijawab, “Allahu Akbar Allahu Akbar.” Dan muadzin berkata, “Laa Ilaaha illallah”, maka dijawab, “La Ilaaha illallah” Bila yang menjawab adzan ini mengatakannya dengan keyakinan hatinya niscaya ia pasti masuk surga&lt;/span&gt;.” (HR. Muslim. 848)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika selesai mendengarkan adzan, dianjurkan membaca doa yang diajarkan Nabi &lt;span style="font-style:italic;"&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/span&gt; dalam hadits berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;مَنْ قَالَ حِينَ يَسْمَعُ النِّدَاءَ اللَّهُمَّ رَبَّ هَذِهِ الدَّعْوَةِ التَّامَّةِ وَالصَّلَاةِ الْقَائِمَةِ آتِ مُحَمَّدًا الْوَسِيلَةَ وَالْفَضِيلَةَ وَابْعَثْهُ مَقَامًا مَحْمُودًا الَّذِي وَعَدْتَهُ حَلَّتْ لَهُ شَفَاعَتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Barangsiapa yang setelah mendengar adzan membaca doa : Allahumma Robba hadzihid da’wattit taammah was shalatil qaaimah, aati muhammadanil wasiilata wal fadhiilah wab’atshu maqaamam mahmuudanil ladzi wa ‘adtahu “(Ya Allah pemilik panggilan yang sempurna ini dan shalat yang didirikan berilah Muhammad wasilah dan keutamaan dan bangkitkanlah dia pada tempat yang terpuji yang telah Engkau janjikan padanya) melainkan dia akan mendapatkan syafaatku pada hari kiamat&lt;/span&gt;.” (HR. Bukhari 94)&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;[Tidak Keluar dari Masjid Tanpa Uddzur]&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kita berada di dalam masjid dan adzan sudah dikumandangkan, maka tidak boleh keluar dari masjid sampai selesai dtunaikannya shalat wajib, kecuali jika ada udzur. Hal ini sebagaiamana dikisahkan dalam sebuah riwayat dari Abu as Sya’tsaa &lt;span style="font-style:italic;"&gt;radhiyallahu’anhu&lt;/span&gt;, beliau berkata :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;كُنَّا قُعُودًا فِي الْمَسْجِدِ مَعَ أَبِي هُرَيْرَةَ فَأَذَّنَ الْمُؤَذِّنُ فَقَامَ رَجُلٌ مِنْ الْمَسْجِدِ يَمْشِي فَأَتْبَعَهُ أَبُو هُرَيْرَةَ بَصَرَهُ حَتَّى خَرَجَ مِنْ الْمَسْجِدِ فَقَالَ أَبُو هُرَيْرَةَ أَمَّا هَذَا فَقَدْ عَصَى أَبَا الْقَاسِمِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;br /&gt; “Kami pernah duduk bersama Abu Hurairah dalam sebuah masjid. Kamudian muadzin mengumandangkan adzan. Lalu ada seorang laki-laki yang berdiri kemudian keluar masjid. Abu Hurairah melihat hal tersebut kemudian beliau berkata : “ Perbuatan orang tersebut termasuk bermaksiat terhadap Abul Qasim (Nabi Muhammad) shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/span&gt;” (H.R Muslim 655)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Nawawi menjelaskan bahwa berdasarkan hadits di atas dibenci keluar dari masjid setelah ditunaikannya adzan sampai sholat wajib selesai ditunaikan, kecuali jika ada udzur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak boleh keluar dari masjid setelah dikumandangkan adzan kecuali  ada udzur seperti mau ke kamar kecil, berwudhu, , mandi, atau keperluan mendesak lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;[Memanfaatkan Waktu Antara Adzan dan Iqomah]&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hendakanya kita memanfaatkan waktu antara adzan dan iqomah dengan amalan yang bermanfaat seperti shalat sunnah qabliyah, membaca al quran, berdizikir, atau berdoa. Waktu ini  merupakan waktu yang dianjurkan untuk berdoa, berdasarkan sabda Rasulullah &lt;span style="font-style:italic;"&gt;shallallahu’alaihi wa sallam&lt;/span&gt;:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;الدعاء لا يرد بين الأذان والإقامة&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Doa di antara adzan dan iqamah tidak tertolak&lt;/span&gt;” (HR. Tirmidzi, 212, ia berkata: “Hasan Shahih”)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Boleh juga diisi dengan membaca quran atau mengulang-ulang hafalan al quran asalkan tidak dengan suara keras agar tidak mengganggu orang yang berdzikir atau sedang shalat sunnah. Rasulullah &lt;span style="font-style:italic;"&gt;shallallahu’alaihi wa sallam &lt;/span&gt;bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;لا إن كلكم مناج ربه فلا يؤذين بعضكم بعضا ولا يرفع بعضكم على بعض في القراءة أو قال في الصلاة&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;“Ketahuilah, kalian semua sedang bermunajat kepada Allah, maka janganlah saling mengganggu satu sama lain. Janganlah kalian mengeraskan suara dalam membaca Al Qur’an,’ atau beliau berkata, ‘Dalam shalat&lt;/span&gt;’,” (HR. Abu Daud.1332, Ahmad, 430, dishahihkan oleh Ibnu Hajar Al Asqalani di Nata-ijul Afkar, 2/16).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak selayaknya seseorang justru mengisi waktu-waktu ini dengan obrolan-obrolan yang tidak bermanfaat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[Jika Iqamah Telah Dikumandangkan]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ قَالَ إِذَا أُقِيمَتْ الصَّلَاةُ فَلَا صَلَاةَ إِلَّا الْمَكْتُوبَةُ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Dari Abu Hurairah dari Nabi &lt;span style="font-style:italic;"&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam &lt;/span&gt;bersabda : “ Jika shalat wajib telah dilaksanakan, maka tidak beleh ada shalat lain selain shalat wajib” (H.R Muslim 710)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan hadits di atas, jika seseorang sedang shalat sunnah kemudian iqamah telah dikumandangkan, maka tidak perlu melanjutkan shalat sunnah tersebut dan langsung ikut shalat wajib bersama imam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;[Raihlah Shaf yang Utama]&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di antara kesempurnaan shalat berjamaah adalah sebisa mungkin menempati shaf yang utama. Bagi laki-laki yang paling depan, adapun bagi wanita yang paling belakang. Imam Muslim meriwayatkan dari Abu Hurairah berkata, Rasulullah &lt;span style="font-style:italic;"&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam &lt;/span&gt;bersabda,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;خَيْرُ صُفُوفِ الِرجَالِ أَوِّلُهَا وَشَرُّهَا آخِرُهَا وَخَيْرُ صُفُوفِ النِسَاءِ آخِرُهَا وَشَرُّهَا أَوَّلُهَا&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Sebaik-baik shaf laki-laki adalah yang pertama dan seburuk-buruknya adalah yang terakhir. Sebaik-baik shaf wanita adalah yang terakhir dan seburuk-buruknya adalah yang pertama&lt;/span&gt;.” (H.R.Muslim 440)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi &lt;span style="font-style:italic;"&gt;shalallahu ‘alaihi wa sallam &lt;/span&gt;juga pernah bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;لَوْ يَعْلَمُوْنَ مَا فِي الصَّفِّ الْمُقَدَّمِ لاَسْتَهَمُوْا&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Seandainya mereka mengetahui keutamaan (pahala) yang diperoleh dalam shaf yang pertama, niscaya mereka akan mengundi untuk mendapatkannya&lt;/span&gt;.” (HR. Bukhari 721 dan Muslim 437)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;[Merapikan Barisan Shalat]&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkara yang harus diperhatikan dengan serius dan tidak boleh diremehkan adalah permasalahan lurus dan rapatnya shaf (barisan dalam shalat). Masih banyak kita dapati di sebagian masjid, barisan shaf yang tidak rapat dan lurus&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dijelaskan di dalam hadits dari sahabat Abu Abdillah Nu’man bin Basyir, beliau berkata, aku mendengar Rasulullah &lt;span style="font-style:italic;"&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/span&gt; bersabda :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;لَتُسَوُّنَّ سُفُوْفَكُمْ أَوْ لَيُخَالِفَنَّ اللهُ بَيْنَ وُجُوْهِكُمْ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; “&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Hendaknya kalian bersungguh- sungguh meluruskan shaf-shaf kalian atau Allah sungguh-sungguh akan memperselisihkan di antara wajah-wajah kalian&lt;/span&gt;” (HR. Bukhari 717 dan Muslim 436)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;[Jangan Mendahului Gerakan Imam]&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam shalat dijadikan sebagai pemimpin dan wajib diikuti dalam shalat, sebagaimana dijelaskan dalam hadits Abu Hurairah &lt;span style="font-style:italic;"&gt;radhiyallahu ‘anhu&lt;/span&gt; :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;إِنَّمَا جُعِلَ الْإِمَامُ لِيُؤْتَمَّ بِهِ فَلَا تَخْتَلِفُوا عَلَيْهِ فَإِذَا رَكَعَ فَارْكَعُوا وَإِذَا قَالَ سَمِعَ اللَّهُ لِمَنْ حَمِدَهُ فَقُولُوا رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ وَإِذَا سَجَدَ فَاسْجُدُوا وَإِذَا صَلَّى جَالِسًا فَصَلُّوا جُلُوسًا أَجْمَعُونَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Sesungguhnya imam hanya untuk diikuti, maka janganlah menyelisihnya. Apabila ia ruku’, maka ruku’lah. Dan bila ia mengatakan ‘sami’allahu liman hamidah’, maka katakanlah,’Rabbana walakal hamdu’. Apabila ia sujud, maka sujudlah. Dan bila ia shalat dengan duduk, maka shalatlah kalian dengan duduk semuanya&lt;/span&gt;“. (H.R. Bukhari 734)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah memberikan ancaman keras bagi seseorang yang mendahului imam, seperti disebutkan dalam hadits berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;َ أَمَا يَخْشَى الَّذِي يَرْفَعُ رَأْسَهُ قَبْلَ الْإِمَامِ أَنْ يُحَوِّلَ اللَّهُ رَأْسَهُ رَأْسَ حِمَار&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Tidakkah orang yang mengangkat kepalanya sebelum imam takut jika Allah akan mengubah kepalanya menjadi kepala  keledai? &lt;/span&gt;“(H.R Bukhari 691)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;[Berdoa Ketika Keluar Masjid]&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Abu Humaid atau dari Abu Usaid dia berkata: Rasulullah &lt;span style="font-style:italic;"&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam &lt;/span&gt;bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;إِذَا دَخَلَ أَحَدُكُمْ الْمَسْجِدَ فَلْيَقُلْ اللَّهُمَّ افْتَحْ لِي أَبْوَابَ رَحْمَتِكَ وَإِذَا خَرَجَ فَلْيَقُلْ اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ مِنْ فَضْلِكَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Jika salah seorang di antara kalian masuk masjid, maka hendaknya dia membaca, “Allahummaftahli abwaaba rahmatika” (Ya Allah, bukalah pintu-pintu rahmat-Mu). Dan apabila keluar, hendaknya dia mengucapkan, “Allahumma inni as-aluka min fadhlika (Ya Allah, aku meminta kurnia-Mu&lt;/span&gt;).” (HR. Muslim. 713)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika kelauar masjid dmulai dengan kaki kiri terlebih dahulu.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;[Jika Wanita Hendak Pergi ke Masjid]&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tempat shalat yang paling baik bagi seorang wanita adalah di dalam rumhanya. Allah &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Ta’ala&lt;/span&gt; berfirman :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَقَرْنَ فِي بُيُوتِكُنَّ وَلَا تَبَرَّجْنَ تَبَرُّجَ الْجَاهِلِيَّةِ الْأُولَى&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang Jahiliyah yang dahulu&lt;/span&gt;” (Al Ahzab :33)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Shalatnya seorang wanita di rumahnya lebih baik daripada di masjid. Rasulullah &lt;span style="font-style:italic;"&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/span&gt; bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;لاَ تَمْنَعُوا نِسَاءَكُمُ الْمَسَاجِدَ وَبُيُوتُهُنَّ خَيْرٌ لَهُنَّ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Jangan kalian larang istri-istri kalian untuk pergi ke masjid, tetapi rumah-rumah mereka lebih baik bagi mereka&lt;/span&gt;”. (HR. Abu Daud dan dihasankan di dalam kitab Irwa Al Ghalil 515)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun demikian, tidak terlarang bagi seorang wanitaa untuk pergi ke masjid. Jika seorang wanita hendak pergi ke masjid, ada beberapa adab khusus yang perlu diperhatikan :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Meminta izin kepada suami atau mahramnya&lt;br /&gt;    Tidak menimbulkan fitnah&lt;br /&gt;    Menutup aurat secara lengkap&lt;br /&gt;    Tidak berhias dan memakai parfum&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Musa &lt;span style="font-style:italic;"&gt;radhiyallahu‘anhu&lt;/span&gt; meriwayatkan bahwa Nabi Muhammad &lt;span style="font-style:italic;"&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/span&gt; bersabda:&lt;br /&gt;« كُلُّ عَيْنٍ زَانِيَةٌ وَالْمَرْأَةُ إِذَا اسْتَعْطَرَتْ فَمَرَّتْ بِالْمَجْلِسِ فَهِىَ كَذَا وَكَذَا يَعْنِى زَانِيَةً ».&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Setiap mata berzina dan seorang wanita jika memakai minyak wangi lalu lewat di sebuah majelis (perkumpulan), maka dia adalah wanita yang begini, begini, yaitu seorang wanita pezina&lt;/span&gt;”. (HR. Tirmidzi dan dishahihkan di dalam kitab Shahih At Targhib wa At Tarhib 2019)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah di antara beberapa adab yang perlu diperhatikan ketika hendak shalat berjamaah di masjid. Semoga penjelasan ini dapat menjadi tambahan ilmu yang bermanfaat. Wallahu a’lam.[1]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penulis: Adika Mianoki&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artikel www.muslim.or.id&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[1]  Tulisan ini banyak mengambil faedah dari Kitab Shahih Fiqih Sunnah karya Syaikh Abu Malik dal Al Wajiiz fii Fiqhis Sunnah wal Kitaabil ‘Aziiz karya Syaikh Dr. ‘Abdul ‘Adzim Badawi  serta beberapa tambahan dari sumber lain.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3022497434294946353-4778171797136675297?l=wahdahbaus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wahdahbaus.blogspot.com/feeds/4778171797136675297/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wahdahbaus.blogspot.com/2011/10/adab-shalat-berjamaah-di-masjid.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3022497434294946353/posts/default/4778171797136675297'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3022497434294946353/posts/default/4778171797136675297'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wahdahbaus.blogspot.com/2011/10/adab-shalat-berjamaah-di-masjid.html' title='Adab Shalat Berjamaah di Masjid'/><author><name>Wahdah Baubau</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15405677071714657436</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/-aBl-7r7sHsg/Te31dc9cmfI/AAAAAAAAADE/IlpFzINeVE8/s220/165630_1416119181437_1786339031_795827_7721175_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-3sNLz9I9JAs/TpecdpXQShI/AAAAAAAAADk/7AgRsJXcRnM/s72-c/shalat.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3022497434294946353.post-2616033002262415148</id><published>2011-09-27T07:03:00.000-07:00</published><updated>2011-09-27T07:08:20.734-07:00</updated><title type='text'>KHUTBAH JUMAT</title><content type='html'>Menjaga Diri Dan Keluarga dari Api Neraka&lt;br /&gt;Oleh: Mariyanto Nurshamsul, SKM, M.Kes&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;إِنَّ الْحَمْدَ لله نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهْ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيْئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ, وَأَشْهَدُ أَنَّ لاَ إِلَهَ إِلاَّ الله وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.&lt;br /&gt;يَآ أَيُّهَا الَّذِيْنَ آَمَنُو اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَا تِهِ وَلاَ تَمُو تُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ.&lt;br /&gt;يَآ أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُواْ رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مَنْ نَفْسِ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالً كَثِيْرًا وَنِسَاءَ، وَاتَّقُوا اللهَ الَّذِي تَسَاءَ لُونَ بِهِ وَالأرْحَامِ, إِنَّ اللهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيْبًا. يَآ أَيُّهَا الَّذِيْنَ آَمَنُوا اتَّقُواْ اللهَ وَقُولُواْ قَوْلاً سَدِيْدَا, يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُو بَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيْمَا.&lt;br /&gt;أَمَّابَعْدُ: فَإِنْ أَصْدَقَ الْحَدِيثِ كِتَابُ اللهَ, وَخَيْرَ الهَدْيِ هَدْيُ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَشَّرَ الأُمُورِ مُخَدَثَا تُهَا وَكُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ وَكُلَّ ضَلاَلَةٍ فِى النَّارِ.&lt;br /&gt;اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحِسَانِ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ.&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Saudara-saudara seiman rahimakumullah.&lt;br /&gt;Marilah kita selalu mengulangi ucapan rasa syukur kepada Allah karena nikmat-nikmat-Nya yang telah tercurahkan kepada kita semua sehingga kesehatan jasmani dan rohani masih menghiasi kita. Semoga rasa syukur yang kita panjatkan ini, menjadi kunci lebih terbukanya pintu-pintu karunia-Nya. Allah Subhannahu wa Ta'ala berfirman:&lt;br /&gt;“Jika kalian bersyukur, maka akan Kami tambahkan bagimu dan jika kamu mengingkarinya, sesungguhnya siksaanKu itu sangat pedih”. (Ibrahim: 7)&lt;br /&gt;Kami peringatkan juga para jamaah dan diri ini agar senantiasa menjaga ketaqwaan, agar mengakar kuat dan kokoh di lubuk hati yang paling dalam. Sebab itulah modal yang hakiki untuk menyongsong kehidupan abadi, agar hari-hari kita nanti bahagia.&lt;br /&gt;Ikhwani fiddin rahimakumullah.&lt;br /&gt;Seorang muslim seyogyanya menjadikan kampung akhirat sebagai target utama yang harus diraih. Tidak meletakkan dunia dan gemerlapannya di lubuk hatinya, namun hanya berada di genggaman tangannya saja, sebagai batu loncatan untuk mencapai nikmat Jannah yang langgeng. Jadi, jangan sampai kita hanya duduk-duduk santai saja menanti perjalanan waktu, apalagi tertipu oleh ilusi dunia.&lt;br /&gt;Allah Subhannahu wa Ta'ala berfirman yang artinya:&lt;br /&gt;“Ketahuilah, bahwasanya kehidupan dunia hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah-megah antara kamu serta berbangga-banggaan tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanaman-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan akhirat (nanti) ada adzab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaan-Nya. Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu”.(Al-Hadid: 20)&lt;br /&gt;Ibnu Katsir berkata (dengan ringkas): “Allah Subhannahu wa Ta'ala membuat permisalan dunia sebagai keindahan yang fana dan nikmat yang akan sirna. Yaitu seperti tanaman yang tersiram hujan setelah kemarau panjang, sehingga tumbuhlah tanaman-tanaman yang menakjubkan para petani, seperti ketakjuban orang kafir terhadap dunia, namun tidak lama kemudian tanaman-tanaman tersebut menguning, dan akhirnya kering dan hancur”.&lt;br /&gt;Misal ini mengisyaratkan bahwa dunia akan hancur dan akhirat akan menggantikannya, lalu Allah pun memperingatkan tentangnya dan menganjurkan untuk berbuat baik. Di akhirat, hanya ada dua pilihan: tempat yang penuh dengan adzab pedih dan hunian yang sarat ampunan dan keridhaan Allah bagi hamba-Nya. Ayat ini diakhiri dengan penegasan tentang hakikat dunia yang akan menipu orang yang terkesan dan takjub padanya.&lt;br /&gt;Topik utama kita kali ini menekankan pentingnya pendidikan anak yang termasuk salah satu unsur keluarga, agar dia selamat dunia dan akhirat. Anak bagi orang tua merupakan buah perkawinan yang menyenangkan. Dibalik itu, anak adalah amanat yang dibebankan atas orang tua. Tidak boleh disia-siakan dan di sepelekan. Pelaksana amanah harus menjaga dengan baik kondisi titipan agar tidak rusak. Sebab orang tua kelak akan ditanya tentang tanggung jawabnya.&lt;br /&gt;Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam bersabda:&lt;br /&gt;كُلُّكُمْ رَاعٍ وَكُلُّكُمْ مَسْؤُوْلٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ&lt;br /&gt;“Setiap kalian adalah pemimpin, dan akan ditanya tentang tanggungjawabnya”.(Hadits shahih, Riwayat Ahmad, Al-Bukhari, Muslim, dan At-Tirmidzi, dari Ibnu Umar)&lt;br /&gt;Anak terlahir dalam keadaan fitrah. Kewajiban orang tua merawatnya agar tidak menyimpang dari jalan yang lurus, dan selamat dari api neraka. Selain itu, anak yang shalih akan menjadi modal investasi bagi kedua orang tuanya.&lt;br /&gt;Allah Subhannahu wa Ta'ala berfirman yang artinya:&lt;br /&gt;“Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka, yang bahan bakarnya dari manusia dan batu, penjaganya malaikat yang kasar, keras, lagi tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan”.(At-Tahrim: 6)&lt;br /&gt;Ali Radhiallaahu anhu berkata dalam menafsiri ayat ini: “Didik dan ajarilah mereka”. Adh-Dhahak dan Muqatil berujar: “Wajib atas seorang Muslim untuk mendidik keluarganya seperti kerabat, budak perempuan dan budak laki-lakinya tentang perintah dan larangan Allah”.&lt;br /&gt;Hadirin jamaah Jum’at yang dimuliakan Allah.&lt;br /&gt;Maka, mulai sekarang hendaknya para orang tua sadar terhadap kewajiban mereka untuk mendidik anak-anak mereka agar menjadi hamba Allah yang taat. Memilihkan pendidikan anak yang kondusif untuk perkembangan iman dan otaknya. Bukannya membiarkan anak-anak mereka begitu saja tanpa pengawasan terhadap bacaan yang mereka gemari, apa saja yang suka mereka saksikan dan aktivitas yang mereka gandrungi. Kelalaian dalam hal ini, berarti penyia-nyiaan terhadap amanat Allah.&lt;br /&gt;Ingatlah akibat yang akan menimpa kita dan keluarga kita yang tersia-siakan pendidikan agamanya! Nerakalah balasan yang pantas bagi orang-orang yang melalaikan kewajibannya. Termasuk anak kita yang malang.!!!&lt;br /&gt;Sesungguhnya neraka itu terlalu dalam dasarnya untuk diukur, tiada daya dan upaya bagi mereka untuk meloloskan diri dari siksanya. Kehinaan dan kerendahanlah yang selalu menghiasi roman muka mereka. Keadaan seperti ini tak akan kunjung putus, jika tidak ada sedikitpun iman dalam dada mereka. Alangkah besarnya kerugian mereka. Begitu banyak penderitaan yang harus mereka pikul. Inilah kerugian nyata dan hakiki, ketika orang tercampakkan ke dalam lubang neraka Jahanam.&lt;br /&gt;Untuk menegaskan tentang kedahsyatan siksa neraka, kami kutip firman Allah Subhannahu wa Ta'ala :&lt;br /&gt;“Setiap kulit mereka hangus, kami ganti kulit mereka dengan kulit yang lain supaya mereka merasakan adzab”. (An-Nisaa’: 56).&lt;br /&gt;Dan juga sabda Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam yang menunjukkan tentang siksaan neraka yang paling ringan, yaitu siksa yang ditimpakan atas Abu Thalib yang artinya:&lt;br /&gt;Dari Ibnu Abbas Radhiallaahu anhu, Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam bersabda:&lt;br /&gt;“Penduduk neraka yang paling ringan adzabnya adalah Abu Thalib. Dia memakai 2 terompah dari api neraka (yang berakibat) otaknya mendidih karenanya”. (HR. Muttafaqun ‘Alaih).&lt;br /&gt;Dengan penjelasan di atas, kita sudah sedikit banyak paham tentang tempat kembalinya orang yang mendurhakai Allah.&lt;br /&gt;فَاسْتَبِقُوا الْخَيْرَاتِ أَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا وَاسْتَغْفِرُا اللهَ اِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّخِيْمَ.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khutbah Kedua&lt;br /&gt;إِنَّ الْحَمْدَ لله نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهْ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ الله وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ صَلَّى اللهُ عَلَيْهَ وَسَلَّمْ تَسْلِمًا. أَمَّا بَعْدُ:&lt;br /&gt;Dari mimbar ini kami ingatkan kembali, marilah kita mulai dengan memberikan perhatian yang besar terhadap Tarbiyatul Aulad, yaitu proses pendidikan anak kita.&lt;br /&gt;Al-Qur’an telah mengulas tentang sejarah seorang ayah yang mendidik anaknya untuk mengenal kebaikan. Itulah Luqman, yang dimuliakan Allah Subhannahu wa Ta'ala dengan pencantuman perkataannya ketika mendidik keturunannya dalam Al-Qur’an. Secara luas itu termaktub dalam surat (QS. Luqman 12-19).&lt;br /&gt;Dalam surat tersebut, Luqman memulai mengajari anaknya dengan penanaman kalimat tauhid yang hakikatnya memurnikan ibadah hanya untuk Allah saja, dilanjutkan dengan kewajiban berbakti dan taat kepada orang tua selama tidak menyalahi syariat. Wasiat berikutnya adalah berkaitan dengan penyemaian keyakinan tentang hari pembalasan, penjelasan kewajiban menegakkan shalat. Setelah itu amar ma’ruf dan nahi mungkar yang berperan sebagai faktor penting untuk memperbaiki umat, tak lupa beliau singgung, beserta sikap sabar dalam pelaksanaannya. Berikutnya beliau mengalihkan perhatiannya menuju adab-adab keseharian yang tinggi. Di antaranya larangan memalingkan wajah ketika berkomunikasi dengan orang lain, sebab ini berindikasi jelek, yaitu cerminan sikap takabur. Beliau juga melarang anaknya berjalan dengan congkak dan sewenang-wenang di muka bumi sebab Allah Ta'ala tidak menyukai orang-orang yang sombong. Beliau juga mengarahkan anaknya untuk berjalan dengan sedang tidak terlalu lambat ataupun terlalu cepat. Sedang nasehat yang terakhir berkaitan erat dengan perintah untuk merendahkan suara, tidak berlebih-lebihan dalam berbicara.&lt;br /&gt;Demikianlah wasiat Luqman terhadap anaknya, yang sarat dengan mutiara yang sangat agung dan berfaedah bagi buah hatinya untuk meniti jalan kehidupan yang dipenuhi duri, agar bisa sampai ke akhirat dengan selamat.Cukuplah kiranya kisah tadi sebagai suri tauladan bagi para pemimpin keluarga. Memenuhi kebutuhan sandang dan pangan yang memang penting. Namun ingat, kebutuhan seorang anak terhadap ilmu dan pengetahuan lebih urgen (mendesak).&lt;br /&gt;Jamaah Jum’at yang berbahagia.&lt;br /&gt;Orang tua wajib memenuhi kebutuhan ruhani sang anak, jangan sampai gersang dari pancaran ilmu dien. Perkara ini jauh lebih penting dari sekedar pemenuhan kebutuhan jasmani karena berhubungan erat dengan keselamatannya di dunia dan akhirat. Hal itu dapat terealisir dengan pendidikan yang berkesinambungan di dalam maupun di luar rumah. Masalahnya, model pendidikan yang ada saat ini hanya menelorkan generasi-generasi yang materialistis, gila dunia. Karena itu kita harus menengok dan menggali metode-metode pendidikan yang dipakai Salafus Shalih yang ternyata telah terbukti dengan membuahkan insan-insan yang cemerlang bagi umat ini.!&lt;br /&gt;إِنَّ اللهَ وَمَلآَئِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِي يَآ أَيُّهَا الَّذِيْنَ آَمَنُواْ صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمَا. اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ إِنَّكَ حَمِدٌ مَجِيْدٌ.&lt;br /&gt;رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلإِخْوَانِنَا الَّذِيْنَ سَبَقُونَا بِالإِيْمَانِ وَلاَ تَجْعَلْ فِي قُلُوبِنَا غِلاًّ لِلَّذِيْنَ ءَامَنُوْا رَبَّنَآ إِنَّكَ رَءُوفُ رَّحِيْمٌ، رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا وَإِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ الْخَاسِرِيْنَ، رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِوَالِدِيْنَا وَاْرحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانَا صِغَارًا. رَبَّنَآ ءَاتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الأَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3022497434294946353-2616033002262415148?l=wahdahbaus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wahdahbaus.blogspot.com/feeds/2616033002262415148/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wahdahbaus.blogspot.com/2011/09/menjaga-diri-dan-keluarga-dari-api.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3022497434294946353/posts/default/2616033002262415148'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3022497434294946353/posts/default/2616033002262415148'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wahdahbaus.blogspot.com/2011/09/menjaga-diri-dan-keluarga-dari-api.html' title='KHUTBAH JUMAT'/><author><name>Wahdah Baubau</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15405677071714657436</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/-aBl-7r7sHsg/Te31dc9cmfI/AAAAAAAAADE/IlpFzINeVE8/s220/165630_1416119181437_1786339031_795827_7721175_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3022497434294946353.post-8230956361832255999</id><published>2011-08-31T19:15:00.000-07:00</published><updated>2011-08-31T19:18:07.913-07:00</updated><title type='text'>Keutamaan Puasa Enam Hari Syawal</title><content type='html'>Abu Ayyub al-Anshari radhiallaahu 'anhu meriwayatkan, Nabi shallallaahu 'alaihi wa sallam bersabda, "Barangsiapa berpuasa penuh di bulan Ramadhan lalu menyambungnya dengan (puasa) enam hari di bulan Syawal, maka (pahalanya) seperti ia berpuasa selama satu tahun." (HR. Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Ahmad dan an-Nasa'i, meriwayatkan dari Tsauban, Nabi shallallaahu 'alaihi wa sallam bersabda, "Puasa Ramadhan ganjarannya sebanding dengan (puasa) sepuluh bulan, sedangkan puasa enam hari (di bulan Syawal, pahalanya) sebanding dengan (puasa) dua bulan, maka bagaikan berpuasa selama setahun penuh." (HR. Ibnu Khuzaimah dan Ibnu Hubban dalam "Shahih" mereka)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Abu Hurairah radhallaahu 'anhu, Nabi Shallallaahu 'alaihi wa sallam bersabda, "Barangsiapa berpuasa Ramadhan lantas disambung dengan enam hari di bulan Syawal, maka ia bagaikan telah berpuasa selama setahun." (HR. al-Bazzar)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pahala puasa Ramadhan yang dilanjutkan dengan puasa enam hari di bulan Syawal menyamai pahala puasa enam hari penuh, karena setiap hasanah (kebaikan) diganjar sepuluh kali kelipatannya, sebagaimana telah disinggung dalam hadits Tsauban di muka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membiasakan puasa setelah Ramadhan memiliki banyak manfa'at, di antaranya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Puasa enam hari di bulan Syawal setelah Ramadhan, merupakan pelengkap dan penyempurna pahala dari puasa setahun penuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Puasa Syawal dan Sya'ban bagaikan shalat sunnah rawathib, berfungsi sebagai penyempurna dari kekurangan, karena pada hari Kiamat nanti perbuatan-perbuatan fardhu akan disempurnakan (dilengkapi) dengan perbuatan-perbuatan sunnah. Sebagaimana keterangan yang datang dari Nabi Shallallaahu 'alaihi wa sallam di berbagai riwayat. Mayoritas puasa fardhu yang dilakukan kaum muslimin memiliki kekurangan dan ketidaksempurnaan, maka hal itu membutuhkan sesuatu yang menutupi dan menyempurnakannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Membiasakan puasa setelah Ramadhan menandakan diterimanya puasa Ramadhan, karena apabila Allah Ta'ala menerima amal seseorang hamba, pasti Dia menolongnya dalam meningkatkan perbuatan baik setelahnya. Sebagian orang bijak mengatakan, "Pahala amal kebaikan adalah kebaikan yang ada sesudahnya." Oleh karena itu barangsiapa mengerjakan kebaikan kemudian melanjutkannya dengan kebaikan lain, maka hal itu merupakan tanda atas terkabulnya amal pertama. Demikian pula sebaliknya, jika seseorang melakukan sesuatu kebaikan lalu diikuti dengan yang buruk, maka hal itu merupakan tanda tertolaknya amal yang pertama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Puasa Ramadhan -sebagaimana disebutkan di muka- dapat mendatangkan maghfirah atas dosa-dosa masa lalu. Orang yang berpuasa Ramadhan akan mendapatkan pahalanya pada hari Raya Iedul Fithri yang merupakan hari pembagian hadiah, maka membiasakan puasa setelah Iedul Fithri merupakan bentuk rasa syukur atas nikmat ini. Dan sungguh tak ada nikmat yang lebih agung dari pengampunan dosa-dosa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;oleh karena itu termasuk sebagian ungkapan rasa syukur seorang hamba atas pertolongan dan ampuan yang telah dianugerahkan kepadanya adalah dengan berpuasa setelah Ramadhan. Tetapi jika ia justru mengggantinya dengan perbuatan maksiat, maka ia termasuk kelompok orang yang membalas kenikmatan dengan kekufuran. Apabila ia berniat pada saat melakukan puasa untuk kembali melakukan maksiat lagi, maka puasanya tidak akan terkabul, ia bagaikan orang yang membangun sebuah bangunan megah lantas menghancurkannya kembali. Allah Ta'ala berfirman, "Dan janganlah kamu seperti seorang perempuan yang menguraikan benangnya yang sudah dipintal dengan kuat menjadi cerai berai lagi." (QS. an-Nahl: 92)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Dan di antara manfa'at puasa enam hari di bulan Syawal adalah amal-amal yang dikerjakan seorang hamba untuk mendekatkan diri kepada Tuhannya pada bulan Ramadhan tidak terputus dengan berlalunya bulan mulia ini, selama ia masih hidup. Orang yang setelah Ramadhan berpuasa bagaikan orang yang cepat-cepat kembali dari pelariannya, yakni orang yang baru lari dari peperangan fi sabilillah lantas kembali lagi. Sebab tidak sedikit manusia yang berbahagia dengan berlalunya Ramadhan, sebab mereka merasa berat, jenuh dan lama berpuasa Ramadhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barangsiapa yang mereka demikian maka sulit baginya untuk bersegera kembali melaksanakan puasa, padahal orang yang bersegera kembali melaksanakan puasa setelah Iedul Fithri merupakan bukti kecintaannya terhadap ibadah puasa, ia tidak merasa bosan dan berat apalagi benci.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang ulama Salaf ditanya tentang kaum yang bersungguh-sungguh dalam ibadahnya di bulan Ramadhan tetapi jika Ramadhan berlalu mereka tidak bersungguh-sungguh lagi, beliau berkomentar, "Seburuk-buruk kaum adalah yang tidak mengenal Allah Ta'ala secara benar kecuali di bulan Ramadhan saja, padahal orang shalih adalah yang beribadah dengan sungguh-sungguh di sepanjang tahun."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu sebaiknya orang yang memiliki hutang puasa Ramadhan memulai membayarnya di bulan Syawal, karena hal itu akan mempercepat proses pembebasan dirinya dari tanggungan hutangnya. Kemudian dilanjutkan dengan enam hari puasa Syawal. Dengan demikian telah melakukan puasa Ramadhan dan mengikutinya dengan enam hari di bulan Syawal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketahuilah amal perbuatan seorang mukmin itu tidak ada batasnya hingga maut menjemputnya. Allah Ta.a'a berfirman, "Dan sembahlah Tuhan-mu sampai datang kepadamu yang diyakini (ajal)." (QS. al-Hijr: 99)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan perlu diingat pula bahwa shalat-shalat dan puasa serta shadaqah yang dipergunakan seorang hamba untuk mendekatkan diri kepada Allah Ta'ala pada bulan Ramadhan adalah disyari'atkan sepanjang tahun, karena hal itu mengandung berbagai macam manfaat, diantaranya; ia sebagai pelengkap dari kekuarangan yang terdapat pada fardhu, merupakan salah satu faktor yang mendatangkan mahabbah (kecintaan) Allah kepada Hamba-Nya, sebab terkabulnya doa, demikian pula sebagai sebab dihapuskannya dosa dan dilipatgandakannya pahala kebaikan dan ditinggikannya kedudukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya kepada Allah tempat memohon pertolongan, shalawat dan salam semoga tercurahkan selalu keharibaan Nabi, segenap keluar dan sahabat beliau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: Risalah Ramadhan, Abdullah bin Jarullah bin Ibrahim al-Jarullah.-alsofwah.or.id-/ al wahdah.ci.id&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3022497434294946353-8230956361832255999?l=wahdahbaus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wahdahbaus.blogspot.com/feeds/8230956361832255999/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wahdahbaus.blogspot.com/2011/08/keutamaan-puasa-enam-hari-syawal.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3022497434294946353/posts/default/8230956361832255999'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3022497434294946353/posts/default/8230956361832255999'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wahdahbaus.blogspot.com/2011/08/keutamaan-puasa-enam-hari-syawal.html' title='Keutamaan Puasa Enam Hari Syawal'/><author><name>Wahdah Baubau</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15405677071714657436</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/-aBl-7r7sHsg/Te31dc9cmfI/AAAAAAAAADE/IlpFzINeVE8/s220/165630_1416119181437_1786339031_795827_7721175_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3022497434294946353.post-66742539430566846</id><published>2011-08-31T18:57:00.000-07:00</published><updated>2011-08-31T19:05:35.924-07:00</updated><title type='text'>Apa Sesudah Ramadhan?</title><content type='html'>Kita telah berpisah dengan bulan Ramadhan, bulan yang penuh berkah. Berpisah dengan siangnya yang begitu indah dan malamnya yang begitu harum semerbak.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita berpisah dengan bulan Qur’an, bulan ketakwaan, kesabaran, Jihad, magfirah dan bulan pembebasan dari api neraka. Maka faedah apa yang sudah kita raih dari sekian banyak buah-buah Ramadhan yang begitu agung dan naungan-Nya yang begitu luas?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah dalam jiwa kita telah terwujud ketakwaan sehingga kita keluar dari madrasah Ramadhan dengan predikat orang-orang yang bertaqwa? Dan apakah kita senantiasa sabar dalam ketaatan dan menjauhi ma’siat? Apakah kita telah mentarbiyah (mendidik) jiwa kita untuk melakukan berbagai bentuk jihad? Apakah kita telah berjihad melawan hawa nafsu dan mampu mengalahkannya ? Ataukah kita berhasil dikalahkan oleh kebiasaan-kebiasaan dan prilaku-prilaku buruk? Apakah kita telah berusaha sekuat tenaga untuk meraih rahmat, Magfirah-Nya dan pembebasan-Nya dari api neraka? Apakah….Apakah….Apakah…? Begitu banyak pertanyaan yang menyelimuti hati seorang muslim sejati yang senantiasa mengoreksi dirinya dan menjawabnya dengan jujur dan terus terang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ramadhan adalah madrasah imaniyah tempat persinggahan ruh untuk mempersiapkan bekal di sisa –sisa kehidupan kita di dunia. Maka kapan lagi seseorang akan mengambil bimbingan, pelajaran dan manfaat, untuk merubah kehidupannya jika ia tidak melakukannya pada bulan suci ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bulan Ramadhan merupakan madrasah untuk mengadakan perubahan amalan, perilaku, kebiasaan dan akhlaq yang bertentangan dengan syariat Allah Azza Wa Jalla. Allah berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;إِنَّ اللَّهَ لاَ يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّى يُغَيِّرُوا مَا بِأَنفُسِهِمْ الرعد :92&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri” (QS. Ar Ra’du : 92)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku yang tercinta ….. Saudariku muslimah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika anda termasuk orang-orang yang mampu meraih faedah-faedah Ramadhan dan anda mewujudkan ketakwaan pada diri anda, berpuasa dengan benar, mengerjakan qiamullail dengan khusyu’ dan bersungguh-sungguh melawan hawa nafsu maka hal tersebut dapat kita syukuri serta kita memohon kepada Allah Azza Wa Jalla agar sikap tersebut konsisten sampai kembalinya ruh kehadirat-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka hati-hatilah dan jangan sekali-kali termasuk orang-orang yang dimaksud dalam surat An Nahl ayat 92, Allah  Azza Wa Jalla berfirman :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; وَلاَ تَكُونُوا كَالَّتِي نَقَضَتْ غَزْلَهَا  النحل :92&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan janganlah kamu seperti seorang perempuan yang menguraikan benangnya yang sudah di pintal”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah anda telah melihat seorang wanita yang memintal benang untuk dibuat sebuah baju kemudian ketika ia senang melihat baju tersebut ia menguraikan kembali pintalan-pintalan tersebut tanpa sebab! Maka apa komentar orang-orang terhadap perbuatan tersebut ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti inilah halnya seseorang yang kembali ke jalan kemaksiatan, kefasikan, kesesatan, kegelapan dan melepaskan ketaatannya kepada Allah serta tidak lagi beramal sholeh setelah selesainya Ramadhan setelah ia merasakan nikmatnya letaatan dan ketakwaan, nikmatnya berdo’a kepada-Nya ia kembali pada pahitnya dan sengsaranya kemaksiatan dan kegelapan !!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkata Syekh Shalih Fauzan “Sesungguhnya kebanyakan dari manusia waktu-waktunya berlalu dengan sia-sia sesudah ied dengan begadang, tarian-tarian daerah, bermain yang melalaikan, sehingga mungkin saja mereka meninggalkan shalat-shalat pada waktunya atau shalat berjama’ah, seakan-akan mereka dengan perbuatan itu ingin menghapuskan pengaruh Ramadhan pada jiwa-jiwa mereka jika mempunyai pengaruh, lalu memperbarui kehidupannya bersama syaithan yang jarang bermuamalah dengannya pada bulan Ramadhan”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka alangkah nistanya sekelompok manusia yang mengenal Allah hanya di bulan Ramadhan. Imam Wuhabi bin Al Ward pernah melewati sekelompok manusia yang sedang asyik bermain pada hari ied, kemudian ia berkata kepada mereka :”Sungguh mengherankan kalian itu, kalau memang Allah telah menerima puasa kalian apakah semacam ini cara kalian bersyukur dan jika Allah tak menerima amalan puasa kalian apakah semacam ini cara kalian takut”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudara-saudaraku tercinta…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada  beberapa indikasi yang menunjukkan terjerumusnya manusia dalam hal tersebut diantaranya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Orang-orang sudah tidak lagi memperhatikan shalat berjamaah yang bisa kita lihat pada hari pertama di hari raya dimana pada saat Ramadhan masjid dan mushalla selalu padat dengan para jama’ah shalat tarawih yang itu hukumnya sunnah tetapi setelah itu jama’ah mulai berkurang pada shalat lima waktu yang hukumnya wajib dan hal ini bisa menjadikan orang menjadi kafir jika meninggalkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Menyebarnya kembali nyanyian, film-film, berhias dan menyingkap wajah (bagi wanita) dan bercampurnya pria dan wanita (bukan mahram) di tempat-tempat rekreasi serta pergi ke tempat-tempat hiburan pria dan wanita untuk pacaran dan lain-lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Melancong ke beberapa negara untuk kemaksiatan dimana orang-orang baik secara kolegial maupun individu berbondong-bondong mendatangi biro-biro perjalanan untuk memperoleh tiket ke luar negeri dengan tujuan negara-negara non Islam yang penuh dengan kekufuran, kemaksiatan, kerusakan moral dan lainnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini merupakan salah satu tanda tidak diterimanya amal –naudzubillahi- karena hakekat seseorang berpuasa adalah ia bahagia di hari ‘Iedul fitri, bertahmid dan bersyukur kepada Allah atas kesempurnaan puasanya. Di waktu yang sama ia menangis karena khawatir Allah tidak menerima ibadah puasanya. Sebagaimana dulu para salafus shalih menangis selama 6 bulan setelah Ramadhan untuk memohon kepada Allah Azza Wa Jalla supaya ibadah puasanya diterima di sisi-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diantara indikasi diterimanya amalan ibadah seorang hamba adalah keadaannya menjadi lebih baik dari sebelumnya dalam hal ketaatan dan ketundukannya terhadap syari’at-syari’at Islam. Allah berfirman :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; وَإِذْ تـَأَذَّنَ رَبـُّكُمْ لَئِنْ شَكَرْتُمْ َلأَزِيدَنــَّكُمْ    إبراهيم :7&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;“Dan (ingatlah juga) tatkala Tuhanmu memaklumkan : “Sesungguhnya jika kamu bersyukur pasti Aku akan menambah (nikmat) kepadamu” (QS. Ibrahim :7)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya bertambahnya kebaikan baik zhohir maupun batin yang berupa bertambahnya keimanan dan amal sholeh. Oleh karena itu seandainya seorang hamba memiliki kesungguhan dalam mensyukuri nikmat-nikmat Allah maka kebaikan dan ketaatannya terhadap syariat-syariat-Nya akan meningkat dan mampu menjauhi kemaksiatan. Sebagaimana telah di katakan oleh para salafusshaleh : ”Syukur adalah meninggalkan kemaksiatan”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap seorang hamba harus senantiasa taat kepada Allah Azza Wa Jalla dan komitmen dengan syari’at-syari’at-Nya serta istiqomah dengan agama-Nya. Allah berfirman :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; وَاعْبُدْ رَبَّكَ حَتَّى يَأْتِيَكَ الْيَقِيْنُ   الحجر :99&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan sembahlah Tuhanmu sampai datang kepadamu yang diyakini (ajal)” (QS. Al Hijr:99)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan bersikap seperti rubah yang beribadah kepada Allah Azza Wa JAlla sebulan kemudian bermaksiat di bulan yang lain atau beribadah kepada-Nya di suatu tempat tapi bermaksiat di tempat yang lain atau ! Namun hendaknya ia memahami bahwa Tuhan Pemilik Ramadhan adalah juga Tuhan Pemilik bulan-bulan lain dan Ia Pemilik semua waktu dan tempat, agar senantiasa berada di jalan-Nya yang lurus sampai ia kembali kehadirat-Nya dalam keadaan diridhai oleh-Nya. Allah Azza Wa Jalla berfirman :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  فَاسْتَقِيْمُوْا إِلَيْهِ وَاسْتَغْفِرُوْهُ  فصلت : 6&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Maka tetaplah pada jalan yang lurus menuju kepada-Nya dan mohonlah ampunan kepada-Nya”(QS. Fushshilat :6)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam bersabda :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; قُلْ آمَنْتُ بِاللهِ ثُمَّ اسْتَقِمْ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Katakan aku beriman kepada Allah kemudian beristiqomahlah” (HR. Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau seandainya puasa Ramadhan telah selesai masih ada puasa-puasa sunnah lainnya seperti puasa enam hari di bulan Syawwal, puasa hari Senin dan Kamis, puasa di tengah bulan (tanggal 13,14 dan 15 bulan hijriyah), puasa ‘Asyuro dan Arofah dan lainnya. Kalau qiyamur Ramadhan sudah berakhir maka masih ada qiyamullail yang disyariatkan dilakukan setiap malam.Dan seandainya shodaqoh dan zakat fitri di bulan Ramadhan sudah ditunaikan, masih ada zakat wajib lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah hakekat amalan sholeh yang bisa dilakukan sepanjang masa. Untuk itulah bersungguh-sungguhlah wahai Saudaraku  seiman untuk senantiasa taat kepada Allah Azza Wa Jalla dan jauhilah kemalasan dan kelesuan dan jika anda enggan melaksanakan amalan-amalan sunnah maka jangan sekali-kali meninggalkan dan melalaikan kewajibanmu seperti shalat lima waktu yang harus dilakukan tepat pada waktunya dan dengan berjama’ah dan jangan sekali-kali terjerumus kepada kemaksiatan dengan berkata-kata, makan, minum, melihat dan mendengarkan hal-hal yang diharamkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demi Allah beristiqamahlah dan qomitmenlah pada agama-Nya di sepanjang masa karena engkau tidak tahu kedatangan malaikat maut. Jangan sampai ia datang dan engkau dalam keadaan maksiat kepada Allah Azza Wa Jalla. Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam bersabda :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوْبِ ثَبـــِّتْ قَلْبِيْ عَلَى دِيْنِكَ &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ya Allah, Pembolak-balik hati, tetapkanlah hatiku pada agamamu”(HR. Ahmad)-Al Fikrah-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-Mustafa Ahmad-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maraji’: Madza ba’da Ramadhan, Riyadh bin Abdurrahman Al Haqiil&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3022497434294946353-66742539430566846?l=wahdahbaus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wahdahbaus.blogspot.com/feeds/66742539430566846/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wahdahbaus.blogspot.com/2011/08/dewan-syariah-1-syawal-1432-h-jatuh.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3022497434294946353/posts/default/66742539430566846'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3022497434294946353/posts/default/66742539430566846'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wahdahbaus.blogspot.com/2011/08/dewan-syariah-1-syawal-1432-h-jatuh.html' title='Apa Sesudah Ramadhan?'/><author><name>Wahdah Baubau</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15405677071714657436</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/-aBl-7r7sHsg/Te31dc9cmfI/AAAAAAAAADE/IlpFzINeVE8/s220/165630_1416119181437_1786339031_795827_7721175_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3022497434294946353.post-6481646164173837502</id><published>2011-08-27T04:12:00.000-07:00</published><updated>2011-08-27T04:14:02.241-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Muhasabah'/><title type='text'>Anak Para Kader PKS Berlomba-Lomba Menjadi Hafidz Al-Qur’an</title><content type='html'>dakwatuna.com – “Dik, lagi apa?” tanya Ust Asfuri pada seorang bocah di Masjid Al Hikmah Mampang Jakarta di bulan Ramadhan 2 tahun yang lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Lagi dengerin tilawah Pak” jawab si bocah sambil mengutak-ngatik HP di serambi dekat pagar masjid lantai 2.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Siapa namamu?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Abdurrahman” jawabnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Anak siapa, Dik?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ust Musyafa”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dah berapa juz hafalannya?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“14 juz”.&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan kini Abdurrahman telah menjadi hafidz Al Qur’an. Dialog di atas adalah gambaran bagaimana seorang bocah yang dua tahun lalu baru hafal 14 Juz, tahun ini sudah hafal 30 juz. Menurut Ust Musyaffa Ahmad Rahim yang merupakan fungsionaris PKS kepada redaksi dakwatuna.com, anaknya telah dinyatakan lulus seleksi Hifdzul Qur’an 30 juz sehingga berhak untuk ikut khataman dan akan mendapat sanad, insya Allah. Beliau berharap anaknya supaya menjadi Ahlul Qur’an.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah di atas baru sekelumit kisah seorang anak kader PKS yang menjadi hafidz Al Qur’an. Dan ternyata hafidz Al Qur’an seperti menjadi impian dan cita-cita banyak anak kader PKS lainnya. Sebelumnya kita sudah mengetahui beberapa contoh lain yang anak-anaknya menjadi Hafidz Al-Qur’an. Di antaranya keluarga H Mutamimul Ula dan Wirianingsih yang ke-10 anaknya menjadi penghapal Al-Qur’an. Dari kesepuluh putranya, empat putranya hafal 30 juz, ada yang hafal 29 juz, 15 juz, 13 juz, sembilan juz, dan dua juz bagi dua putranya yang masih duduk di bangku SDIT Mampang Jakarta Selatan. Selain itu juga anak dari Budi Dharmawan dan Almarhumah Yoyoh Yusroh juga merupakan Hafidz Al-Qur’an.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan kini, sebut saja salah satunya di daerah kota Bekasi. Pada saat pengurus setempat menggelar Mukerda PKS Kota Bekasi Mei 2011, mereka memberikan penghargaan kepada 19 anak kader PKS se-kota Bekasi yang telah menyelesaikan hafalan (hafidz) Al-Quran lengkap sebanyak 30 juz. Subhanallah! Dari data yang kami terima, lima anak di antara mereka berasal dari Pondok Gede, yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Ahmad putra dari Ust. Dede D&lt;br /&gt;    Ahmad Usamah putra dari Ust. Martri Agoeng&lt;br /&gt;    Ghifari putra dari Ust. Arifinto&lt;br /&gt;    Hasan putra dari Ust. Dede D&lt;br /&gt;    Salsabila putri dari Ust. Abdurrahman Tamin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut salah satu pengurus PKS Pondok Gede, ke-19 anak itu hanya yang menerima penghargaan. Dan 1-2 bulan setelah itu, di Pondok Gede saja bertambah 2 anak kader PKS lagi yang menyelesaikan 30 Juz. Subhanallah wal hamdulillah. (hdn)&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3022497434294946353-6481646164173837502?l=wahdahbaus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wahdahbaus.blogspot.com/feeds/6481646164173837502/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wahdahbaus.blogspot.com/2011/08/anak-para-kader-pks-berlomba-lomba.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3022497434294946353/posts/default/6481646164173837502'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3022497434294946353/posts/default/6481646164173837502'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wahdahbaus.blogspot.com/2011/08/anak-para-kader-pks-berlomba-lomba.html' title='Anak Para Kader PKS Berlomba-Lomba Menjadi Hafidz Al-Qur’an'/><author><name>Wahdah Baubau</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15405677071714657436</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/-aBl-7r7sHsg/Te31dc9cmfI/AAAAAAAAADE/IlpFzINeVE8/s220/165630_1416119181437_1786339031_795827_7721175_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3022497434294946353.post-7681703418465995512</id><published>2011-08-13T07:21:00.000-07:00</published><updated>2011-08-13T07:30:51.773-07:00</updated><title type='text'>DPC WAHDAH ISLAMIYAH BAUBAU TANGANI PESANTREN RAMADHAN SMK KESEHATAN BAUBAU</title><content type='html'>&lt;br /&gt;Mengawali bulan ramadhan, hampir semua sekolah sekota Baubau menyelenggarakan pesantren ramadhan sebagai bagian dari kegiatan yang tidak terpisahkan dari kegiatan sekolah, demikian juga di Sekolah Menengah kejuruan (SMK) Kesehatan Yayasan Kesehatan nasional Kota baubau menyelenggarakan PESANTREN RAMADHAN&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Kegiatan ini dilaksanakan mulai hari kamis tanggal 04 ramadhan hingga 06 ramadhan, selama 3 hari pelaksanaan kegiatan ini dilaksanakan di SMK Kesehatan Kota Baubau, sebagai sebuah kehormatan besar yang diperoleh oleh DPC Wahdah Islamiyah baubau diberikan amanah untuk mengelola kegiatan ini secara keseluruhan sehingga semua pemateri adalah dari Wahdah Islamiyah Baubau.&lt;br /&gt;Kesempatan ini dimanfaatkan secara maksimal oleh ustas - ustas Wahdah Baubau yang dengan semangat dakwah yang kuat mengisi semua materi - materi penting&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3022497434294946353-7681703418465995512?l=wahdahbaus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wahdahbaus.blogspot.com/feeds/7681703418465995512/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wahdahbaus.blogspot.com/2011/08/dpc-wahdah-islamiyah-baubau-tangani.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3022497434294946353/posts/default/7681703418465995512'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3022497434294946353/posts/default/7681703418465995512'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wahdahbaus.blogspot.com/2011/08/dpc-wahdah-islamiyah-baubau-tangani.html' title='DPC WAHDAH ISLAMIYAH BAUBAU TANGANI PESANTREN RAMADHAN SMK KESEHATAN BAUBAU'/><author><name>Wahdah Baubau</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15405677071714657436</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/-aBl-7r7sHsg/Te31dc9cmfI/AAAAAAAAADE/IlpFzINeVE8/s220/165630_1416119181437_1786339031_795827_7721175_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3022497434294946353.post-1460133318851450297</id><published>2011-07-30T15:32:00.000-07:00</published><updated>2011-07-30T15:33:31.385-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Fiqih'/><title type='text'>Ringkasan Fiqh Shiyam Ramadhan</title><content type='html'>PENGERTIAN PUASA: Menahan diri dari perkara-perkara tertentu dengan niat, dari terbit fajar kedua/subuh hingga terbenam total matahari.&lt;br /&gt;HIKMAH PUASA, antara lain:&lt;br /&gt;a.    Melatih sifat jujur dan amanah, sebab puasa adalah rahasia antara hamba dengan Allah subhanahu wata’ala&lt;br /&gt;b.    Melatih sifat sabar dan pengendalian diri, sebab puasa melemahkan jalan syaitan&lt;br /&gt;c.    Membiasakan zuhud terhadap dunia&lt;br /&gt;d.    Menumbuhkan kasih sayang kepada orang-orang miskin&lt;br /&gt;e.    Memberi manfaat kesehatan&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ORANG YANG WAJIB PUASA:&lt;br /&gt;Islam, baligh, berakal (waras), mampu, muqim, sehat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ADAB-ADAB PUASA:&lt;br /&gt;1.    Makan sahur&lt;br /&gt;2.    Makan sahur dengan kurma&lt;br /&gt;3.    Menunda makan sahur hingga akhir waktu&lt;br /&gt;4.    Menyegerakan berbuka&lt;br /&gt;5.    Berbuka dengan ruthab (kurma segar), atau tamr (kurma kering), atau air putih&lt;br /&gt;6.    Do’a ketika sedang puasa dan setelah berbuka&lt;br /&gt;7.    Menjaga diri dari segala bentuk maksiat dan dosa&lt;br /&gt;8.    Shadaqah&lt;br /&gt;9.    Membaca Al Qur’an&lt;br /&gt;10. Bersungguh-sungguh dan meningkatkan ibadah pada sepuluh terakhir Ramadhan&lt;br /&gt;11.    I’tikaf&lt;br /&gt;12.    Siwak&lt;br /&gt;13.    Tidak berlebih-lebihan dalam berkumur atau membasuh hidung ketika berwudhu’&lt;br /&gt;14.    Tidak mendahului Ramadhan dengan puasa nafilah satu atau dua hari&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;RUKUN-RUKUN PUASA:&lt;br /&gt;1.    Niat. Untuk puasa wajib, harus niat sebelum masuk waktu shalat subuh&lt;br /&gt;2.    Tidak melakukan hal-hal yang membatalkan puasa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PEMBATAL-PEMBATAL PUASA:&lt;br /&gt;1.    Riddah (keluar dari agama Islam)&lt;br /&gt;2.    Makan dan minum dengan sengaja&lt;br /&gt;3.    Jima’&lt;br /&gt;4.    Keluarnya mani dengan sengaja&lt;br /&gt;5.    Keluarnya darah haid atau nifas&lt;br /&gt;6.    Obat atau suntikan yang dapat mengganti fungsi makanan, termasuk transfusi darah&lt;br /&gt;7.    Muntah dengan sengaja&lt;br /&gt;8.    Keluarnya darah dalam jumlah banyak secara sengaja: hijamah, donor darah, dll&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BUKAN PEMBATAL PUASA:&lt;br /&gt;1.    Celak mata&lt;br /&gt;2.    Obat tetes mata atau hidung atau telinga&lt;br /&gt;3.    Parfum dan wangi-wangian&lt;br /&gt;4.    Suntikan pengobatan&lt;br /&gt;5.    Keluarnya madzi&lt;br /&gt;6.    Debu atau lalat terbang yang masuk ke tenggorokan dan tertelan&lt;br /&gt;7.    Obat hirup&lt;br /&gt;8.    Obat kumur&lt;br /&gt;9.    Obat pada luka&lt;br /&gt;10.  Menelan air liur atau dahak biasa&lt;br /&gt;11.  Keluar sedikit darah, seperti luka atau pemeriksaan golongan darah&lt;br /&gt;12.  Pembatal-pembatal puasa yang dilakukan tanpa sengaja&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ORANG-ORANG YANG TIDAK BERPUASA:&lt;br /&gt;A.   Kewajibannya adalah qadha’ (mengganti dengan puasa setelah Ramadhan sejumlah hari-hari yang dia tinggalkan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.    Orang sakit sementara yang ada kemungkinan sembuh&lt;br /&gt;2.    Pingsan&lt;br /&gt;3.    Musafir&lt;br /&gt;4.    Haidh&lt;br /&gt;5.    Nifas&lt;br /&gt;6.    Orang yang sengaja membatalkan puasa karena uzdur syar’i&lt;br /&gt;7.    Wanita menyusui yang tidak puasa karena khawatir terhadap kondisi dirinya atau kondisi dirinya bersama bayinya (ket: ketetapan tidak mampu dapat lewat pengalaman atau pengamatan langsung kondisi ibu atau keterangan dokter terpercaya)&lt;br /&gt;8.    Wanita hamil yang meninggalkan puasa karena khawatir terhadap kondisi dirinya atau kondisi dirinya bersama janinnya (ket: sda.)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B.    Kewajibannya adalah ith’aam (mengganti dengan memberi makan satu orang miskin sejumlah hari-hari yang dia tinggalkan)&lt;br /&gt;1.    Orang lanjut usia&lt;br /&gt;2.    Orang sakit permanen yang kecil kemungkinan untuk sembuh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C.    Kewajibannya adalah qadha’ dan ith’aam sekaligus&lt;br /&gt;1.    Wanita menyusui yang tidak puasa karena khawatir terhadap kondisi bayinya (ket: sda.)&lt;br /&gt;2.    Wanita hamil yang tidak puasa karena khawatir terhadap kondisi janinnya (ket: sda.)&lt;br /&gt;D.    Kewajibannya adalah tobat dan kaffarah (memerdekakan budak atau puasa dua bulan berturut-turut atau ith’aam 60 orang miskin): jima’&lt;br /&gt;E.    Tidak berdosa: puasa anak kecil yang mumayyiz tapi belum baligh (dewasa)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BEBERAPA KASUS:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.    Yang afdhal bagi musafir yang tidak menemui kesulitan apapun dalam melaksanakan puasa adalah yang lebih mudah bagi dirinya, antara puasa dan meninggalkannya dengan qadha’&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.    Sopir atau pelaut:&lt;br /&gt;(a)    Bagi bujangan atau orang yang membawa serta keluarganya, dia wajib puasa. Karena perjalanannya tidak terputus&lt;br /&gt;(b)    Bagi orang yang memiliki keluarga tapi tidak dibawanya serta, dia boleh puasa dan boleh juga tidak dengan qadha’ (Fatwa Syekh Abdul ‘Aziz b. Baz)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.    Obat penunda haidh boleh digunakan, tapi tidak dianjurkan. Hal ini mengingat tidak sepinya obat-obatan kimiawi umumnya dari efek negatif bagi kesehatan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.    Orang yang bangun subuh dalam keadaan junub, tidak mengapa menunda mandi hingga masuk waktu shalat subuh. Dengan tetap melaksanakan shalat subuh berjamaah di mesjid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5.    Orang mimpi basah di siang hari tidak batal puasanya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6.    Orang yang udzurnya hilang di tengah hari puasa, melanjutkan puasanya. Contoh: suci dari haidh, masuk Islam, mukim setelah safar, dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7.    Qadha’ yang tertunda hingga melewati Ramadhan berikutnya:&lt;br /&gt;(a)    Bila dengan udzur, cukup diganti dengan qadha’ saja&lt;br /&gt;(b)    Tanpa udzur syar’I, disamping qadha’ juga ith’aam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8.    Satu-satunya puasa yang ahli waris dianjurkan untuk mempuasakan orang yang telah meninggal adalah puasa nadzar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9.    Satu kali niat untuk satu bulan cukup untuk puasa Ramadhan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SALAH PAHAM DALAM RAMADHAN: al. imsak atau berpuasa sebelum masuk waktu shalat subuh&lt;br /&gt;Wallahu ta’ala a’laa wa a’lam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maraji’:&lt;br /&gt;Abdullah b. Abdul Rahman Al Bassam, Taudhihul Ahkam min Bulughil Maram.&lt;br /&gt;Shalih b. Fauzan Al Fauzan, Al Mulakkhashul Fiqhiy.&lt;br /&gt;As Sayyid Sabiq, Fiqhus Sunnah.&lt;br /&gt;Hai’ah Kibaril ‘Ulama bil Mamakatil ‘Arabiyatis Su’udiyyah, Al Buhuts Al ‘Imiyyah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ilham Jaya Abdurrauf&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3022497434294946353-1460133318851450297?l=wahdahbaus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wahdahbaus.blogspot.com/feeds/1460133318851450297/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wahdahbaus.blogspot.com/2011/07/ringkasan-fiqh-shiyam-ramadhan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3022497434294946353/posts/default/1460133318851450297'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3022497434294946353/posts/default/1460133318851450297'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wahdahbaus.blogspot.com/2011/07/ringkasan-fiqh-shiyam-ramadhan.html' title='Ringkasan Fiqh Shiyam Ramadhan'/><author><name>Wahdah Baubau</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15405677071714657436</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/-aBl-7r7sHsg/Te31dc9cmfI/AAAAAAAAADE/IlpFzINeVE8/s220/165630_1416119181437_1786339031_795827_7721175_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3022497434294946353.post-7036366611792138765</id><published>2011-07-16T15:40:00.000-07:00</published><updated>2011-07-16T16:09:51.184-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kajian hadits'/><title type='text'>Yang laris tapi keliru di bulan Sya'ban (Hadits-hadits lemah dan palsu seputar bulan Sya'ban)</title><content type='html'>Di tengah masyarakat kita beredar banyak hadits-hadits lemah dan palsu seputar keutamaan ibadah pada bulan Sya’ban. Hadits-hadits tersebut menyebar lewat berbagai cara. Mulai dari ceramah para khathib, tulisan di buku, majalah, situs, blog, jejaring sosial, hingga sms. Berikut ini kami tuliskan contoh kecil dari sebagian hadits lemah dan palsu tersebut  agar diketahui bersama oleh kaum muslimin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh: Muhib Al Majdi / Arrahmah.com&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadits-hadits tentang puasa sunah di bulan Sya’ban&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadits pertama&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; عن عائشة، عن رسول الله  صلى الله عليه وسلم  :”شعبان شهري و رمضان شهر الله وشعبان المطهر ورمضان المكفر” .&lt;br /&gt;موضوع –  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Aisyah dari Rasulullah SAW bersabda, “Sya’ban adalah bulanku dan Ramadhan adalah bulan Allah. Sya’ban adalah (bulan) yang mensucikan dan Ramadhan adalah bulan yang menghapuskan (dosa-dosa).”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini adalah hadits palsu. Imam Al-‘Ajluni berkata: Hadits ini diriwayatkan oleh Ad-Dailami dari Aisyah secara marfu’. Ibnu Al-Ghars berkata: Guru kami berkata hadits ini dha’if. (Kasyful Khufa’ wa Muzilul Ilbas, juz 2 hlm. 13 no. 1551).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Al-Munawi berkata dalam Faidhul Qadir Syarh Jami’ Shaghir :Di dalam sanadnya ada Hasan bin Yahya Al-Khusyani. Imam Adz-Dzahabi berkata:Imam Ad-Daruquthni mengatakan ia perawi yang matruk (ditinggalkan haditsnya, yaitu tertuduh memalsukan hadits).Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani melemahkannya dalam Dha’if Jami’ Shaghir no. 3402.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadits ini juga diriwayatkan oleh Ibnu ‘Asakir dalam Tarikh Dimasyqa dan Ad-Dailami dari Aisyah secara marfu’ dengan lafal: ”Bulan Ramadhan adalah bulan Allah dan bulan Sya’ban adalah bulanku. Sya’ban adalah (bulan) yang mensucikan dan Ramadhan adalah (bulan) yang menghapuskan (dosa-dosa).” Sanadnya sangat lemah sebagaimana dijelaskan oleh syaikh Al-Albani dalam Dha’if Jai’ Shaghir no. 34119.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadits kedua&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وروي عن أنس، عن رسول الله  صلى الله عليه وسلم : “رجب شهر الله وشعبان شهري ورمضان شهر أمتي”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Anas dari Rasulullah SAW bersabda: “Rajab adalah bulan Allah, Sya’ban adalah bulanku, dan Ramadhan adalah bulan umatku.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini adalah hadits palsu. Imam Al-‘Ajluni berkata: “Diriwayatkan oleh Ad-Dailami dan lainnya dari Anas secara marfu’. Namun Imam Ibnu Jauzi menyebutkannya dalam kitab Al-Maudhu’uat (hadits-hadits palsu), demikian pula al-hafizh Ibnu Hajar Al-Asqalani dalam bukunya Tabyinul ‘Ajab fi maa Warada fi Rajab.” (Kasyful Khafa’ juz 2 hlm. 510 no. 1358).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadits ketiga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وسئل النبي  صلى الله عليه وسلم  أي الصوم أفضل بعد رمضان قال : “شعبان لتعظيم رمضان” قال في أي الصدقة أفضل ؟ قال : ” صدقة في رمضان “&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi SAW ditanya tentang puasa yang paling utama setelah puasa Ramadhan, maka beliau SAW menjawab, “(Puasa) Sya’ban karena untuk mengagungkan (puasa) Ramadhan.” Beliau SAW juga ditanya tentang sedekah yang paling utama, maka beliau SAW menjawab, “Sedekah di bulan Ramadhan.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dinyatakan lemah oleh syaikh Al-Albani dalam Dha’if At-Targhib wat Tarhib no. 618.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وفي رواية : عن أنس مرفوعاً : “أفضل الصيام بعد رمضان شعبان”. –&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam riwayat lain dari Anas secara marfu’ dengan laafal: ”Puasa yang paling utama setelah puasa Ramadhan adalah puasa Sya’ban.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Hafizh Ibnu Hajar Al-Asqalani dalam Fathul Bari Syarh Shahih Bukhari juz 4 hlm. 152-154 mengatakan: “Sanadnya dha’if.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadits keempat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;عن أنس : “إنما سمي شعبان لأنه يتشعب فيه خير كثير للصائم فيه حتى يدخل الجنة”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diriwayatkan dari Anas berkata:”Bulan ini disebut Sya’ban karena di dalamnya kebaikan bercabang demikian banyak bagi orang yang berpuasa sunnah segingga ia masuk surga.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini adalah hadits palsu. Diriwayatkan oleh Al-‘Iraqi dalam Tarikh Qazwin dengan lafal di atas dan Abu Syaikh bin Hibban dengan lafal: “Tahukah kalian kenapa bulan ini disebut Sya’ban?…” Syaikh Al-Albani menyatakan hadits ini palsu dalam Dha’if Jami’ Shaghir no. 2061.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadits kelima&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; وعن زيد العمي عن يزيد الرقاشي عن يروي بن مالك قال قال النبي  صلى الله عليه وسلم  : “خيرة الله من الشهور شهر رجب وهو شهر الله من عظم شهر رجب فقد عظم أمر الله ومن عظم أمر الله أدخله جنات النعيم وأوجب له ، وشعبان شهري فمن عظم شعبان فقد عظم أمري ومن عظم أمري كنت له فرطا وذخرا يوم القيامة ، وشهر رمضان شهر أمتي فمن عظم شهر رمضان وعظم حرمته ولم ينتهكه وصام نهاره وقام ليله وحفظ جوارحه خرج من رمضان وليس عليه ذنب يطلبه الله به” . منكر –&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Zaid al ’ama dari Yazid Ar-Raqasyi dari Yarwi bin Malik berkata: Nabi SAW bersabda: ”Bulan Allah yang paling baik adalah bulan Rajab karena ia adalah bulan Allah. Barangsiapa mengagungkan bulan Rajab berarti ia telah mengagungkan perkara Allah.Dan barangsiapa mengagungkan perkara Allah maka Allah akan memasukkannya ke dalam surga yang penuh kenikmatan dan hal itu pasti baginya. Sya’ban adalah bulanku, maka barangsiapa mengagungkan bulanku berarti telah mengagungkan perkaraku. Dan barangsiapa mengagungkan perkaraku maka aku menjadi pendahulu dan simpanan pahala baginya pada hari kiamat. Adapun bulan Ramadhan adalah bulan umatku. Barangsiapa mengagungkan bulan Ramadhan, memuliakan kehormatannya tanpa melanggarnya, berpuasa di siang harinya, shalat (tahajud dan witir) pada malam harinya dan menjaga anggota badannya (dari perbuatan dosa) maka ia keluar dari bulan Ramadhan tanpa memiliki sedikit pun dosa yang akan dimintai pertanggung jawaban oleh Allah.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diriwayatkan oleh Al-Baihaqi dalam Syu’abul Iman juz 3 hlm. 374 no. 3813. Imam Ahmad bin Hambal berkata: Sanad hadits ini sangat mungkar (lemah sekali).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadits keenam  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;عن أنس : “أفضل الصوم بعد رمضان شعبان لتعظيم رمضان و أفضل الصدقة صدقة في رمضان.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Anas berkata: “Puasa yang paling utama setelah puasa Ramadhan adalah puasa Sya’ban untuk memuliakan Ramadhan dan sedekah yang paling utama adalah sedekah di bulan Ramadhan.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Al-Munawi berkata: Hadits ini diriwayatkan oleh At-Tirmidzi dan ia menganggapnya hadits gharib, dan juga diriwayatkan oleh Al-Baihaqi. Keduanya meriwayatkan dari jalur Shadaqah bin Musa dari Tsabit dari Anas. Imam Adz-Dzahabi dalam kitab Al-Muhadzab mengatakan: Para ulama menyatakan Shadaqah (bin Musa) adalah perawi yang lemah.” Syaikh Al-Albani juga melemahkannya dalam Dha’if Jamii’ Shaghir no. 1023.&lt;br /&gt;Hadits-hadits Lemah dan Palsu tentang Keutamaan Malam Nishfu Sya’ban&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di antaranya adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadits pertama&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Aisyah bahwasanya Rasulullah SAW bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;” أتاني جبريل عليه السلام فقال هذه ليلة النصف من شعبان , ولله فيها عتقاء من نار بعدد شعور غنم بني كلب لا ينظر الله فيها إلى مشرك ولا إلى مشاحن ولا إلى قاطع رحم ولا إلى مسبل ولا إلى عاق لوالديه ولا إلى مدمن خمر ” . ضعيف جداً -&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi SAW bersabda: “Malaikat Jibril mendatangiku dan berkata: Ini adalah malam nishfu (pertengahan) Sya’ban, pada malam ini Allah membebaskan dari neraka (manusia) sejumlah bulu kambing suku Kalb. Pada malam ini pula Allah tidak mau melihat kepada orang msyrik, orang yang bermusuhan (dengan sesama muslim), orang yang memutuskan tali kekerabatan, orang yang memanjangkan kainnya melebihi mata kaki, orang yang durhaka kepada kedua orang tuanya, dan pecandu minuman keras.” Hadits ini lemah sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam riwayat lain dengan lafal sbb:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;عن عائشة : “إذا كان ليلة النصف من شعبان يغفر الله من الذنوب أكثر من عدد شعر غنم كلب”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadits dari Aisyah dengan lafal: Jika malam nishfu (pertengahan) Sya’ban maka Allah mengampuni dosa-dosa lebih banyak dari jumlah bulu kambing suku Kalb (sebuah suku Arab ‘Aribah di negeri Syam).” Syaikh Al-Albani menyatakan sanadnya lemah dalam Dha’if Jami’ Shaghir no. 654.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam riwayat yang lain dengan lafal:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;إن الله تعالى ينـزل ليلة النصف من شعبان إلى سماء الدنيا فيغفر لأكثر من عدد شعر غنم كلب&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sesungguhnya Allah SWT turun pada malam nishfu Sya’ban ke langit dunia maka Allah mengampuni (hamba-Nya) lebih banyak dari jumlah bulu kambing suku Kalb.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini adalah hadits palsu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Al-Munawi dalam Faidhul Qadir berkata: Hadits ini diriwayatkan oleh imam Ahmad dan Tirmidzi dalam kitab shaum, juga Al-Baihaqi dalam kitab ash-shalat dari jalur Hajaj bin Arthah dari Yahya bin Abi Katsir dari Urwah dari Aisyah. Imam Tirmidzi berkata: Hadits ini tidak dikenal kecuali dari jalur Hajaj. Aku telah mendengar imam Muhammad (bin Ismail) yaitu imam Al-Bukhari melemahkan hadits ini  dengan mengatakan: Yahya tidak mendengar hadits ini dari Urwah dan Hajaj tidak mendengarnya dari Yahya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadits ini juga diriwayatkan oleh Ibnu Majah dengan sanad yang sama sehingga nilainya juga hadits palsu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Ad-Daruquthni berkata: Sanadnya mudhtarib (goncang) tidak shahih. Imam Al-‘Iraqi berkata: Imam Al-Bukhari melemahkan hadits ini karena sanadnya terputus pada dua tempat dan ia menyatakan tidak ada satu pun sanad hadits ini yang shahih. Imam Ibnu Dihyah berkata: Tidak ada satu pun hadits tentang malam nishfu Sya’ban yang shahih dan tidak ada seorang pun perawi yang jujur meriwayatkan hadits tentang shalat sunah (malam nishfu Sya’ban). Hal itu hanya diada-adakan oleh orang yang mempermainkan syariat nabi Muhammad SAW dan senang memakai pakaian Majusi.” (Dha’if Jami’ Shaghir no. 1761).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadits kedua&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;عن أبي أمامة : “خمس ليال لا ترد فيهن الدعوة  :  أول ليلة من رجب و ليلة النصف من شعبان و ليلة الجمعة و ليلة الفطر و ليلة النحر”. موضوع&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Abu Umamah bahwasanya Rasulullah SAW bersabda: Lima malam yang pada saat tersebut doa tidak akan ditolak oleh Allah; malam pertama bulan Rajab, malam nishfu Sya’ban, malam Jum’at, malam idul Fitri, dan malam idul Adha.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini adalah hadits palsu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Al-Munawi dalam Faidhul Qadir menulis: “Hadits ini diriwayatkan oleh Ibnu ‘Asakir dan Ad-Dailami dari jalur Abu Umamah. Juga diriwayatkan oleh Al-Baihaqi, Ibnu Nashir, dan Al-‘Askari dari jalur Ibnu Umar. Al-Hafizh Ibnu Hajar Al-Asqalani berkata: Semua jalur hadits ini cacat.”Syaikh Al-Albani menyatakan hadits ini palsu dalam Dha’if Jami’ Shaghir no. 2852.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadits ketiga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;عن علي عن رسول الله  صلى الله عليه وسلم  : “إذا كانت ليلة نصف شعبان فقوموا ليلها ،وصوموا يومها ؛فإن الله تبارك وتعالى ينـزل فيها لغروب الشمس إلى السماء الدنيا فيقول : ألا من مستغفرٍ فأغفر له ؟ ألا من مسترزقٍ فأرزقه ؟ ألا من مبتلى فأعافيه ؟ ألا سائل فأعطيه  ؟  ألا كذا ألا كذا ؟حتى يطلع الفجر”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Ali bin Abi Thalib berkata: Rasulullah SAW bersabda: Jika malam nishfu Sya’ban maka hendaklah kalian shalat malam dan berpuasa di siang harinya karena sesungguhnya Allah SWT turun ke langit dunia pada malam itu sejak matahari tenggelam. Allah berfirman: Adakah orang yang meminta ampunan sehingga Aku pasti mengampuninya? Adakah orang yang meminta rizki sehingga Aku pasti memberinya rizki? Adakah orang yang terkena musibah sehingga Aku pasti menyembuhkannya? Adakah orang yang meminta sehingga Aku pasti akan memberinya? Adakah orang yang begini? Adakah orang yang begitu? Demikianlah sampai terbit fajar.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadits ini diriwayatkan oleh Ibnu Majah. Ini adalah hadits palsu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Hafizh Al-Bushiri dalam Misbahuz Zujajah fi Zawaid Ibni Majah menulis: Sanadnya lemah karena kelemahan Ibnu Abi Sabrah, nama lengkapnya adalah Abu Bakar bin Abdullah bin Muhammad bin Abi Sabrah.Imam Ahmad bin Hambal dan Yahya bin Ma’in berkata: Ia adalah seorang pemalsu hadits.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syaikh Al-Albani menyatakan hadits ini palsu dalam Dha’if Jami’ Shaghir no. 652 dan Dha’if Targhib wat Tarhib no. 623.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadits Keempat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“في ليلة النصف من شعبان يوحي الله إلى ملك الموت يقبض كل نفس يريد قبضها في تلك السنة”  ..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Pada malam nishfu Sya’ban, Allah mewahyukan kepada malaikat maut untuk mencabut nyawa setiap jiwa yang hendak dicabutnya pada tahun tersebut.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadits ini diriwayatkan oleh Ad-Dainuri dalam Al-Mujalasah dengan sanad dha’if, karena sanadnya terputus, yaitu perawi Rasyid bin Sa’ad meriwayatkan secara mursal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dinyatakan lemah oleh syaikh Al-Albani dalam Dha’if Jami’ Shaghir no. 4019 dan Dha’if Targhib wat Tarhib no. 620.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadits kelima&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وفي رواية عن أبي موسى: “إن الله تعالى ليطلع في ليلة النصف من شعبان فيغفر لجميع خلقه إلا لمشرك أو مشاحن” .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Abu Musa Al-Asy’ari bahwasanya Rasulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya Allah memeriksa hamba-hamba-Nya pada malam nishfu Sya’’ban maka Allah mengampuni semua hamba-Nya kecuali orang musyrik atau orang yang bermusuhan.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadits ini diriwayatkan oleh Ibnu Majah dengan sanad sangat lemah. Al-Hafizh Al-Bushiri berkata dalam Misbahuz Zujajah fi Zawaid Ibni Majah: Sanadnya lemah karena kelemahan perawi Abdullah bin Lahi’ah dan tadlis perawi Walid bin Muslim. Imam Al-Mundziri juga menyebutkan kelemahan lain, yaitu perawi Dhahak bin Abdurrahman bin ‘Arzab tidak bertemu dengan Abu Musa Al-‘Asy’ari. (Sunan Ibnu Majah juz 2 hlm. 86 – cet. Dar Ibni Haitsam)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak ada shaum sunnah setelah nishfu Sya’ban&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;لا صيام بعد النصف من شعبان حتى يدخل رمضان&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Abu Hurairah bahwasanya Rasulullah SAW bersabda: “Tidak ada puasa sunnah setelah pertengahan Sya’ban sampai masuk bulan Ramadhan.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan dalam riwayat lain:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;إذا انتصف شعبان فلا تصوموا حتى يكون رمضان&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Jika telah lewat pertengahan Sya’ban maka janganlah kalian berpuasa sampai datang Ramadhan.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadits ini diriwayatkkan oleh Abu Daud, At-Tirmidzi, An-Nasai, Ibnu Majah dan Ahmad. Imam Abdurrahman bin Mahdi, Yahya bin Ma’in, Ahmad bin Hambal, Abu Zur’ah Ar-Razi dan lainnya menyatakan bahwa hadits ini munkar (sangat lemah).  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga Allah memuliakan kita dengan amalan-amalan sunnah yang di ajarkan oleh Rasulullah saw, dan menjauhkan kita dari hal-hal baru dalam dien ini atau lebih dikenal sebagai bidaah. Semoga Allah membukkan mata dan hati kita dengan menerima kebenaran dan al haq tanpa ragu untuk meninggalkan kebatilan dan kerancuan, Insya Alah, Allahumma Amien.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3022497434294946353-7036366611792138765?l=wahdahbaus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wahdahbaus.blogspot.com/feeds/7036366611792138765/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wahdahbaus.blogspot.com/2011/07/yang-laris-tapi-keliru-di-bulan-syaban.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3022497434294946353/posts/default/7036366611792138765'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3022497434294946353/posts/default/7036366611792138765'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wahdahbaus.blogspot.com/2011/07/yang-laris-tapi-keliru-di-bulan-syaban.html' title='Yang laris tapi keliru di bulan Sya&apos;ban (Hadits-hadits lemah dan palsu seputar bulan Sya&apos;ban)'/><author><name>Wahdah Baubau</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15405677071714657436</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/-aBl-7r7sHsg/Te31dc9cmfI/AAAAAAAAADE/IlpFzINeVE8/s220/165630_1416119181437_1786339031_795827_7721175_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3022497434294946353.post-9172740118656612030</id><published>2011-07-01T01:35:00.001-07:00</published><updated>2011-07-16T16:20:07.421-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel bebas'/><title type='text'>Khilafah Islam: Antara Cita-cita dan Fakta</title><content type='html'>http://www.hidayatullah.com/&lt;br /&gt;Oleh: Asrir Sutanmaradjo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepekan ini, Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) mengadakan acara Konferensi Rajab di berbagai kota. Namun satu yang pasti, acara itu adalah sebuah kampenye memperjuangkan tegaknya khilafah Islam, sebuah cita-cita yang menarik.&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum ini, dalam sebuah kesempatan, juru bicara HTI, M Ismail Yusanto mengatakan alasannya kampanye seperti ini, yakni; berusaha keras menegakkan kembali institusi pelaksana syari’ah Islam yakni Khilafah islamiyah, tanpa perang (fisik).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wacana penegakan Khilafah Islamiyah telah berlangsung lama dan cukup sengit. Bagi kalangan HTI, sebagaimana tercermin dengan tulisan Mujianto di Media Ummat, Edisi 59, 20 Mei-2 Juni 2011, berjudul “Perlawanan Tak Kenal Padam”, tegaknya khilafah adalah janji Allah swt dan RasulNya, serta merupakan keniscayaan faktual.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara pihak lain menyatakan bahwa al-Quran dan Sunnah tidak pernah berbicara tentang Negara Islam dan khilafah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya, penerapan syari’at adalah suatu hal. Dan penegakkan khilafah adalah suatu hal lain. Tak pernah ada kesemaan persepsi, pemahaman terhadap kedua hal tersebut. Ada yang setuju, mendukung, dan ada pula yang menolak, menantang. Selalu saja ada yang menolak, menantang formalisasi syari’at Islam, terutama dari para pendukung sinkretisme (talbis), sekularisme, pluralism dan liberalism (SePilis).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tahun 40-an, Haji Agus Salim dalam Majalah Pedoman Masyarakat telah menolak, isu penegakkan kembali Khilafah Islamiyah. Kala itu, Agus Salim menulis tentang kedudukan Khalifah di dalam Islam. Bagi Haji Agus Salim, berdasarkan data historis mengungkapkan, kekuasaan kekhalifahan itu berdasarkan kekuatan senjata. Kekhalifahan Ali bin Abi Thalib tak disepakati oleh seluruh umat Islam. Tak ada hubungan yang tegas antarra agama dengan urusan khalifah (negara). Menurutnya, kekhalifahan itu sudah berakhir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Unsur Kekhilafahan terdiri dari piranti lunak (software) berupa Quran dan Sunnah Rasulullah saw, serta piranti keras (hardware) berupa Khalifah dan aparat Kekhalifahan. Meskipun sama-sama berpegang merujuk, mengacu pada al-Quran dan Sunnah, namun tetap saja muncul perbedaan pemahaman, persepsi. Sengketa antara kelompok Ali dan kelompok Mu’awiyah, antara firqah-firqah, antara madzhab-madzhab, antara aliran-aliran mengindikasikan bahwa unsur piranti keras dalam kekhilafahan tak pernah solid dan selalu terjadi perbedaan. Dengan kata lain, bahwa khilafah dalam perjalanan sejarahnya tak pernah memberikan jaminan sebagai satu-satunya solusi, sistem terbaik. Namun begitu, dari sudut pandang cita (idea), khilafah tetap saja sebagai solusi, sistem yang paling ideal, meskipun dari sudut faktual (aplikasi, implementasi, penerapan) tetap saja memunculkan pertanyaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbagai macam teori, gagasan, konsep telah diusung untuk mengembalikan kejayaan Khilafah yang diruntuhkan oleh konspirasi lawan pada 8 Maret 1924, namun impian hanya tinggal tetap jadi impian, dambaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khilafah vs Khilafiyah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti kita saksikan, kondisi umat Islam saat ini ibarat “buih” yang sangat memprihatinkan. Umat seolah tertidur pulas. Masih belum bangun dari tidur panjangnya. Semua sistem yang mengatur umat Islam secara umum dzalim, tidak memiliki visi dan misi positif yang menguntungkan Islam. Hanya menjalankan keputusan musuh dan menjadi budak lawan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para pemimpin telah merampas hak-hak rakyat dan bekerjasama dengan&lt;br /&gt;pihak asing untuk menguras kekayaan negeri mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayangnya, mayoritas umat ini tak memahami, tak menyadari masalah yang menimpa mereka. Diperlukan dakwah yang dapat dicerna akal dengan hikmah untuk menyadarkan umat, bahwa aset-asetnya telah dijajah dan dieksploitasi oleh negara-negara mperialis Barat dengan Amerika Serikat sebagai pemimpinnya. Umat perlu disadarkan, bahwa semenjak dua abad slam, kekayaan umat dirampas musuh, kehormatannya dilecehkan, kemerdekaannya dikekang. Umat perlu disadarkan agar tak memiliki jalan kompromi dengan keadaan, agar tak mendekati dan menjilat penguasa, agar tak berkompromi dalam masalah akidah, agar tak memilih jalan demokrasi sekuler, agar tak bermesaan dengan musuh demi imbalan duniawi. (Fahmi Suwaidi : ”Strategi Aqaidah Mejebak Amerika”, 2008:105-107).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Genarasi seperti “buih” seperti ini memerlukan pembinaan, penggembelengan secara serius melalui jama’ah d dalam masjid. Inilah&lt;br /&gt;yang dipesankan, diserukan olah Khalifah Abu Bakar Shiddiq: ”Senantiasa kumpul di Masjid. Mencari petunjuk dari Qur:an. Menta’ati disiplin.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, pertanyaannya, apakah semua ini selesai dalam sekejab dengan adanya Khilafah Islamiyah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam bukunya “Islam dan Khilafah”, Dr Muhammad Dhyiya’ad-Din ar-Rais (Guru Besar Sejarah Islam di Universitas Kairo), mengajukan gagasan lembaga Persekutuan Negara-Negara Muslim sebagai bentuk (model) kekhilafahan yang sesuai dengan masa kini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekhilafahan pada masa modern ini haruslan memiliki bentuk yang&lt;br /&gt;dinamis dan seirama dengan kemajuan, baik politik maupun kosntitusional&lt;br /&gt;yang muncul di masa kini. Bentuk kekhilafahan modern tidak terpusat&lt;br /&gt;pada satu tangan, melainkan berada dalam suatu sistem persatuan,&lt;br /&gt;demokratis, bercorak musyawarah dan persekutuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para pejuang Islam hingga lahirnya HTI, bisa diibaratkan Tim Kesebelasan Sepakbola. Semua punya keinginan untuk tegaknya kembali syari’at Islam (HTI menyebutnya khilafah Islamiyah). Hanya saja, gagasan seperti itu akan sia-sia tanpa makna tanpa dibareng dengan perangakat pendidikan di berbagai bidang dan berbagai level.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sama halnya, ingin mempopulerkan konsep perbankan syariah, di tengah negara dan masyarakat yang masih terkagum-kagum dengan bank konvesional. Karena itulah cukup lama Majelis Ulama Indonesia (MUI) dengan sabar kapan harus mengeluarkan fatwa haram bunga bank.&lt;br /&gt;Selama masyarakat –khususnya para pakar ekonominya masih tergila-gila sistem keuangan ribawi—sia-sia rasanya masyarakat dan publik diajak kembali ke perbankan syariah. Di sinilah letak penting pendidikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sama hal nya sekarang ini. Di mana masyarakat belum paham membedakan antara khilafiyah (masalah yang berhubungan dengan perbedaan pendapat) dan khilafah (persatuan Islam di bawah satu orang pemimpin berdasarkan syariat, red), maka penegakan Khilafah Islamiyah sesungguhnya masih butuh nafas panjang, bahkan bisa ratusan tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fakta menunjukkan, bahwa akibat pendidikan dan ketidakpaman pada Islam, kondisi umat Islam kini belum siap dengan Daulah Islamiyah dan Khilafah. Seorang pejabat bahkan tak mampu membedakan antara Negara Islam dengan Syariat Islam. Fenomena seperti ini, sesungguhnya berada di semua lini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu, keinginan penegakan Khilafah Islamiyah hanya menjadi sia-sia selama umat ini belum dibangunkan dari tidur panjangnya dan selama umat ini belum disadarkan akan derita yang menimanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penegakan Khilafah Islamiyah tak cukup hanya berteriak di jalanan dan di shoot media. Lantas siapa yang dan “menggarap” (mendakwahi, red) para politisi, para jenderal, hakim-hakim, pengacara?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapa pula yang akan “menggarap” budayawan LSM dan pengamat agama?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu, harusnya saat ini adalah saat melakukan pendidikan. Bahkan disiapkan semenjak dini, hingga kelak mereka akan menjadi para jenderal, pakar, hakim dll. Tanpa melakukan itu, maka, kaum "buta Islam" itu lah yang kelak  yang akan menjadi penghalang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, di antara kaum Muslim harus ada saling kerjasama. Harus ada kesediaan untuk berbagai “bermain” bola. Siapa yang akan berada di barisan pertahanan, siapa pula yang akan berperan sebagai gelandang, back dan penjaga gawanya. Satu sama lain harus ada kesediaan saling berbagi bola di bawah komando seorang kapten, bukan jalan sendiri-sendiri seperti saat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam khilafah tak ada terminologi asing dan pribumi. Bahkan istilah asing adalah asing dalam khilafah. Yang ada hanyalah istilah lawan dan kawan, Islam atau Kafir. Rasa-rasanya tak ada salahnya jika kita belajar dari lawan dan dari musuh. Bagaimana strategi, taktik, teknik perjuangan Zionis Yahudi sampai&lt;br /&gt;berhasil mempengaruhi Amerika, Inggeris, Rusia, Prancis, sampai berhasil mendirikan Negara Israel yang tangguh.*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penulis pemerhati masalah keislaman, tinggal di Bekasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Red: Panji Islam&lt;br /&gt;http://www.hidayatullah.com/read/17792/01/07/2011/khilafah-islam%3A-antara-cita-cita-dan-fakta.html&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3022497434294946353-9172740118656612030?l=wahdahbaus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wahdahbaus.blogspot.com/feeds/9172740118656612030/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wahdahbaus.blogspot.com/2011/07/khilafah-islam-antara-cita-cita-dan.html#comment-form' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3022497434294946353/posts/default/9172740118656612030'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3022497434294946353/posts/default/9172740118656612030'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wahdahbaus.blogspot.com/2011/07/khilafah-islam-antara-cita-cita-dan.html' title='Khilafah Islam: Antara Cita-cita dan Fakta'/><author><name>Wahdah Baubau</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15405677071714657436</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/-aBl-7r7sHsg/Te31dc9cmfI/AAAAAAAAADE/IlpFzINeVE8/s220/165630_1416119181437_1786339031_795827_7721175_n.jpg'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3022497434294946353.post-1210545322167017691</id><published>2011-06-07T02:52:00.000-07:00</published><updated>2011-06-07T02:54:57.955-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel bebas'/><title type='text'>Kesederhanaan, kunci keberhasilan</title><content type='html'>Kesederhanaan merupakan kunci keberhasilan sebuah kerja panjang. Dengan berpikir serta bekerja secara sederhana, manusia akan mampu menyelesaikan sebuah program hidup jangka panjang yang melelahkan. Hal ini tidak lain kerana kesederhanaan akan melahirkan konsistensi dan keistiqomahan dalam beramal.&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau anda mengikuti perkembangan berita nasional beberapa tahun belakangan ini, anda akan menemukan beberapa kasus kapal laut tenggelam di perairan republik tercinta kita. Kalau anda cermati lebih detail, anda akan menemukan fakta bahwa faktor utama terjadinya kasus-kasus tersebut, adalah over load atau kelebihan muatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Saat masih berlabuh di dermaga, penanggung jawab perjalanan dengan sengaja menaikan muatan barang melebihi kapasitas, dengan asumsi bahwa perjalanan akan lancar tanpa badai. Namun,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; di tengah perjalanan ternyata prediksi tadi salah total. Cuaca tiba-tiba berubah menjadi tidak bersahabat dan ombak-ombak ganas pun menerkam kapal tanpa ampun. Kemudian terjadilah peristiwa-peristiwa naas tersebut. Padahal, kalau saja penanggung jawab perjalanan mematuhi aturan kapasitas maksimal tadi, tentu kapal akan bisa bertahan dalam cuaca apapun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atau mungkin juga sekali dua kali kapal yang over load berhasil selamat sampai tujuan. Lantas keberhasilan yang sekali dua kali ini membuat penanggung jawab tadi menciptakan standar operasi baru dengan mengacuhkan batas kapasitas angkut maksimum kapal. Namun yang namanya mesin, bila dipaksa kerja di luar batas kemampuan tentu akan berdampak pada menurunya kapabilitas mesin itu sendiri. Dengan kinerja mesin telah menurun, kapal tidak mampu lagi bertahan ketika menghadapi kondisi kritis akibat amukan samudra.   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah refleksi kecil tentang pentingnya kesederhanan. Hilangnya sikap sederhana dalam berpikir dan beramal berdampak negatif bagi kelangsungan sebuah pekerjaan. Andai penanggung jawab perjalanan tadi berpikir sederhana, tidak muluk-muluk dan bekerja sesuai dengan batas kemampuan, tentu kelangsungan hidup kapal tadi bisa dipertahankan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal serupa juga berlaku dalam perjalanan religius seorang muslim. Kesederhanaan merupakan unsur vital yang sangat diperlukan guna menjamin kelestarian amal saleh. Laksana kapal laut tadi, jiwa raga manusia memiliki batas kemampuan maksimal dalam beramal. Apabila jiwa raga ini dipaksa beramal diluar kapasitas, nasibnya tidak akan jauh berbeda dengan kapal-kapal tadi. Mungkin saja sekali atau dua kali dia sanggup beramal melebihi batas kapasitas. Namun itu tidak akan berlangsung  lama, karena fluktuasi (pasang surut) keimanan manusia, perlahan tapi pasti, akan segera mengikis semangatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berapa banyak kita saksikan seseorang yang dahulu memenuhi hari-harinya dengan segudang aktivitas ibadah, namun tidak lama kemudian amalan itu mati seketika, terhenti, dan seolah tak pernah ada.  Tidak sedikit kita mendapati seorang pelajar (tholibul ‘ilmi) menyibukan diri setiap waktu dengan rentetan aktivitas ilmiah,  tapi sayang semua itu berhenti tiba-tiba tanpa bekas. Atau dai yang memeriahkan hari-harinya dengan sederet kegiatan dakwah, tetapi kemudian hilang, tenggelam, dan nyaris tak terdengar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Faktor pemicu terbesar munculnya berbagai fenomena di atas adalah hilangnya kesederhanan dalam berpikir dan bertindak. Rosulullah -sholallahu ‘alaihi wasalam- menyinggung hal ini dalam hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah,  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  « إنَّ الدِّينَ يُسْرٌ، وَلَنْ يُشَادَّ الدِّيْنُ إلا غَلَبَهُ، فَسَدِّدُوا وَقَارِبُوا وَأبْشِرُوا، وَاسْتَعِينُوا بِالغَدْوَةِ وَالرَّوْحَةِ وَشَيءٍ مِنَ الدُّلْجَةِ » . رواه البخاري .   وفي رواية لَهُ: «القَصْدَ القَصْدَ تَبْلُغُوا».&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  «إنَّ الدِّينَ يُسْرٌ ، وَلَنْ يُشَادَّ الدِّيْنُ إلا غَلَبَهُ»&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;maknanya, “Agama ini mudah. Siapapun yang mempersulit diri dalam menjalankan agama ini, pasti akan kalah.” Penggalan sabda beliau ini mengisyaratkan bahwa kesuksesan dalam mengimplementasikan agama Allah ta'ala dalam setiap sendi kehidupan, hanya dapat diraih oleh pribadi yang berpikir dan bekerja dengan penuh kesederhanaan. Sebaliknya, kegagalan akan senantiasa menyeratai pribadi yang  “ngoyo” (bahasa jawa) alias mempersulit diri.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan sok kuat dengan mengatakan, “Ana insya Allah bisa konsisten memaksakan diri dalam amal salih.” Sahabat Abdullah bin ‘Amr bin A’sh jauh lebih salih dan lebih bersemangat dalam beramal salih dibandingkan “amatiran” macam kita. Namun begitu, beliau sempat menyesal pernah memaksakan diri dalam berpuasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begini ceritanya. Suatu hari beliau pernah berazam untuk mengerjakan puasa sepanjang tahun,  dan mendirikan shalat sepanjang malam seumur hidup. Saat kabar itu sampai ke telinga Rasulullah -Sholallahu 'alaihi wassalam-, beliau pun menyuruhnya untuk mengahadap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Apa benar engkau berazam untuk mengerjakan puasa sepanjang tahun,  dan mendirikan shalat sepanjang malam seumur hidup ?”, tanya Rasulullah -Sholallahu 'alaihi wassalam- kepada Abdullah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Benar, wahai Rasulullah. Aku memang berazam demikian.” Jawab Abdullah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Engkau tidak akan mampu melakukannya. Berpuasalah, tapi jangan tinggalkan berbuka. Shalatlah tahajud, tapi jangan tinggalkan tidur. Berpuasalah sebanyak tiga hari setiap bulannya. Setiap kebaikan itu  akan dilipat gandakan pahalanya sebanyak sepuluh kali lipat, jadi pahala puasa itu sama dengan puasa sepanjang tahun.”, nasehat Rasulullah -Sholallahu 'alaihi wassalam- kepada beliau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun beliau berkata, “Tapi, aku masih mampu berpuasa lebih banyak dari itu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kalau begitu, berpuasalah sehari lalu berbukalah dua hari.”, ujar Rasulullah -Sholallahu 'alaihi wassalam-.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tapi, aku masih mampu berpuasa lebih banyak dari itu.”, tawar beliau untuk kedua kalinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kalau begitu, berpuasalah sehari lalu berbukalah sehari. Itulah puasanya nabi Daud dan itulah puasa yang paling utama.”, jawab Rasulullah -Sholallahu 'alaihi wassalam-.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tapi, aku masih mampu berpuasa lebih banyak dari itu.”, tawar beliau untuk ketiga kalinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tidak ada yang lebih utama selain puasa nabi Daud.” Jawab Rasulullah -Sholallahu 'alaihi wassalam-. (HR. Bukari dan Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun di penghujung umur, saat kapabilitas fisik menurun drastis, kinerja organ-organ tubuh  semakin butuh akan asupan gizi, dan puasa terasa menjadi sangat berat dan sulit, beliau menyesal karena telah mempersulit diri dengan puasa yang berat itu dan berangan-angan andai saja dahulu beliau menerima nasehat Rasulullah -Sholallahu 'alaihi wassalam- yang pertama atau yang kedua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Ibnu Sa’ad meriwayatkan dari bahwa ketika lanjut usia, Abdullah berujar, “Andai saja aku dulu menerima keringanan yang diberikan Rasulullah -Sholallahu 'alaihi wassalam-.” (Thobaqot ibnu Sa’ad)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  « سَدِّدُوا وَقَارِبُوا »&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maknanya, “Berusahalah untuk selalu mengikuti kebenaran dan berupayalah untuk senantiasa mengerjakan amal salih sesempurna mungkin.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah -Sholallahu 'alaihi wassalam- menganjurkan kepada kita bahwa Kalaulah memang kita tidak mampu mengerjakan amalan yang paling sempurna, minimal kita telah berusaha untuk sempurna. Setelah itu, beliau menghibur kita dengan sabdanya,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  « وَأبْشِرُوا »&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maknanya, “Dan berbahagialah.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbahagialah dengan pahala amal salih yang biarpun sedikit namun berkesinambungan.  Dalam penggalan hadits ini tersirat isyarat bahwasanya seseorang yang berusaha mengerjakan amal salih sesempurna mungkin namun belum mampu mencapai tingkatan sempurna, bukan berarti kesempurnaan pahalanya berkurang. Bahkan sebaliknya, mungkin saja melalui usaha kerasnya dalam  beramal sesempurna mungkin, dia memperolah pahala sebagaimana layaknya orang yang mencampai kesempurnaan amal. (Tathriz Riyadhu Shalihin)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  « وَاسْتَعِينُوا بِالغَدْوَةِ وَالرَّوْحَةِ وَشَيءٍ مِنَ الدُّلْجَةِ »&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“الغَدْوَةِ  ” dalam terminologi bahasa Arab bermakna “bepergian di awal siang”. Sedangkan “الرَّوْحَةِ  ” bermakna “bepergian di penghujung siang”. Adapun “الدُّلْجَةِ  ” maknanya “bepergian di malam hari”. Terjemahan tekstual hadits tersebut adalah, “Manfaatkanlah pagi dan siang hari untuk bepergian sambil sesekali melakukannya di malam hari.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, itu hanyalah kiasan. Makna sebenarnya sebagaimana yang dijelaskan oleh Syaikh Ibnu Baz, “Ketika suasana hati terasa baik, manfaatkanlah moment itu untuk meningkatkan amal salih. Dengan kalimat kiasan di atas, Rosulullah -sholallahu ‘alaihi wasalam- seolah-olah  tengah memberi arahan kepada para musafir serta memperingatkan mereka akan momen-momen yang tepat untuk melakukan perjalanan, yaitu di awal dan penghujung siang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang musafir tentu tidak akan mampu menghabiskan seluruh waktu siang dan malam hari untuk berjalan. Mungkin saja dia mampu melakukannya selama satu atau dua hari, namun setelah itu ia akan berhenti total karena keletihan. Oleh karena itu, Rosulullah -sholallahu ‘alaihi wasalam- mengingatkan agar mereka memanfaatkan momen-momen ini semaksimal mungkin. Adapun malam hari, terasa sangat berat untuk menempuh perjalanan, oleh karenanya beliau memerintahkan untuk melakukannya sesekali saja. Dengan strategi seperti ini, kontinuitas perjalanan dapat dipertahankan sehingga mereka mencapai tujuan tanpa menghadapi resiko kelelahan dengan yang terlalu tinggi.” (Lihat: Komentar Syaikh Ibnu Baz untuk Fathul Bari)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada hal unik dari kalimat kiasan Rosulullah -sholallahu ‘alaihi wasalam- ini. Beliau mengibaratkan dunia yang kita tempati sebagai sebuah arena menempuh perjalanan menuju akhirat, dan kita semua adalah para musafir yang harus menaklukan arena ini dengan terus menerus beramal salih hingga ajal menyapa. Beliau menasehati kita agar memanfaatkan momen-momen tertentu dimana keimanan kita dalam kondisi prima – yang beliau kiaskan sebagai waktu di awal dan penghujung hari - untuk meningkatkan amal salih, serta memperbaiki kualitasnya, karena di momen-momen inilah ibadah terasa sangat manis dan nikmat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun pada momen-momen tertentu, saat rasa malas tengah menguasai hati – yang beliau kiaskan sebagai waktu malam – kita disarankan untuk tidak terlalu memaksakan diri dalam memperbanyak ibadah. Sebaliknya, kita disarankan untuk rehat sejenak agar jiwa ini kembali bugar. Ini semua tidak lain agar amal salih yang kita kerjakan berkesinambungan. Maka dari itulah, saat Rosulullah -sholallahu ‘alaihi wasalam- ditanya tentang amal salih macam apa yang paling Allah ta'ala sukai, beliau menjawab,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  « أَدْوَمُهَا وَإِنْ قَلَّ »&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Artinya, “Yang paling berkesinambungan, sekalipun hanya sedikit.” (HR. Bukhari)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kapal dengan kapasitas angkut barang yang tidak terlalu banyak namun konsisten dan terus beroperasi hingga puluhan tahun, tentu lebih dicintai pemiliknya dibanding kapal yang mampu mengangkut muatan di atas standar opersai namun setelah beberapa bulan karam di telan samudra. Pun begitu amal salih. Sedikit namun berkesinambungan lebih bermakna dibandingkan banyak tapi sementara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: www.penadakwah.com&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3022497434294946353-1210545322167017691?l=wahdahbaus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wahdahbaus.blogspot.com/feeds/1210545322167017691/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wahdahbaus.blogspot.com/2011/06/kesederhanaan-kunci-keberhasilan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3022497434294946353/posts/default/1210545322167017691'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3022497434294946353/posts/default/1210545322167017691'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wahdahbaus.blogspot.com/2011/06/kesederhanaan-kunci-keberhasilan.html' title='Kesederhanaan, kunci keberhasilan'/><author><name>Wahdah Baubau</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15405677071714657436</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/-aBl-7r7sHsg/Te31dc9cmfI/AAAAAAAAADE/IlpFzINeVE8/s220/165630_1416119181437_1786339031_795827_7721175_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3022497434294946353.post-5193547645088493216</id><published>2011-05-20T23:40:00.000-07:00</published><updated>2011-05-21T00:01:31.695-07:00</updated><title type='text'>Wahai Pemuda, Jangan Layu Sebelum Berbuah!</title><content type='html'>Sering di usia produktif, dorongan kuat untuk beramal saleh berbanding lurus dengan dorongan melanggar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SEMUA manusia di dunia ini secara fisik tunduk kepada fenomena penciptaan-Nya. Ia akan meniti fase shobi (bayi), thifl (balita), murahiq (pemuda), kuhulah (dewasa), dan syaikh (tua). Makhluk-makhluk-Nya itu selalu bertasbih kepada Allah Swt dengan bahasanya sendiri. Tetapi, usia paling menentukan arah kehidupan seseorang adalah fase murahaqa (puber) dan kuhulah (produktif) antara usia  15-35 tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Ada sebuah ungkapan ahli hikmah: “Siapa yang tumbuh, berkembang pada masa mudanya di atas, akhlak, orientasi (ittijah), kepribadian (syakhshiyyah), karakter, bakat (syakilah) khusus, maka rambutnya akan memutih (al masyiibu) dalam keadaan ia memiliki tradisi (daabu), akhlak seperti itu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ahli sastra Arab dahulu pernah menjelaskan impian orang tua yang ingin kembali pada masa muda. Tetapi, itu suatu kemustahilan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;اَلاَ لَيْتَ الشَّباَب يَعْود يَوماً . سأُخْبِره بِماَ فَعَلَ الْمَشيْب&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Alangkah indahnya jika masa muda kembali lagi hari ini. Aku akan memberitahukan kepada khalayak (ramai) tentang apa yang dilakukan oleh orang yang sudah pikun dan beruban”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Marilah kita hitung usia produktif dalam logika kehidupan manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umumnya umat Rasulullah Saw berusia antara 60-70 tahun (HR. Ahmad). Seumpama kita ditakdirkan berumur 63 tahun seperti uswah, qudwah (panutan) kita, 13 tahun pertama tentu tidak masuk perhitungan, berarti tidak bisa kita nilai. Kita belum baligh. Jadi, usia kita yang bisa dihitung 47 tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika dalam sehari tidur belasan jam. Yang tersisa setiap hari 2/3. Tinggallah seputar 16 jam. Dalam aktivitas tidur tersebut tidak ada catatan amal. Untuk ukuran ini saja, dari 47 tahun, yang tertinggal 2/3-nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lantas, sebagian besar ke mana? Orang itu produktif pada usia puber atau pada usia tua? Pertanyaan itu perlu kita jawab secara serius. Supaya aktivitas kita bisa dihisab oleh Allah Swt.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semakin sering kita berhasil menghadapi godaan pada usia muda, seperti itulah ending kita pada masa tua (syaikhukhah). Sebaliknya, semakin sering kita kalah dalam mengantisipasi ujian, seperti itulah akhir kehidupan kita. Pertarungan yang paling berat dan keras adalah pada usia muda. Kalau diibaratkan seperti matahari, maka usia muda adalah ketika sinar matahari berada persis di tengah-tengah kita. Betapa teriknya pada siang bolong itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah sebabnya Allah Swt memberikan penghargaan kepada pemuda yang tumbuh dalam keadaan beribadah kepada Allah Swt (syaabun nasya-a fi ‘ibadatillah). Bahkan Allah Swt memberikan perlindungan di padang Mahsyar, ketika tiada naungan kecuali naungan-Nya. Karena pada usia produktif tersebut dorongan kuat untuk beramal saleh berbanding lurus dengan dorongan melanggar. Maka, mengelola masa muda agar tunduk kepada karakter keagamaan merupakan perjuangan yang berliku, licin, dan mendaki. Hanya pemuda yang mendapat rahmat dari-Nya yang berhasil melewati godaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;أَللَّهُمَّ اجْعَلْ خَيْرَ عُمْرِيْ أَخِرَهُ وَ خَيْرَ عَمَلِيْ خَوَاتِيْمَهُ وَ خَيْرَ أَيَّامِيْ يَوْمَ أَلْقاَكَ فِيْهِ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;“Ya Allah, jadikanlah usiaku yang paling baik adalah pada penghujungnya, dan amalku yang terbaik adalah pungkasannya, dan hari-hariku yang terbaik adalah hari-hari saya bertemu dengan-MU.” [al Hadits].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara sunnatullah keberhasilan masa tua kita ditentukan oleh perjuangan yang tak kenal menyerah di masa muda. Keberhasilan mustahil diperoleh dengan gratis (majjanan), tanpa melewati proses ujian. Ibarat anak sekolah, untuk naik kelas harus mengikuti ujian. Jika kita kurang terampil mengelola masa muda dengan menggali potensi thalabul ‘ilmi (ijtihad), taqarrub ilallah (mujahadah), jihad fii sabilillah (jihad), secara maksimal kelak akan kita pertanggungjawabkan di Mahkamah Ilahi (‘an syabaabihi fiimaa ablaahu).        &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ali bin Abi Thalib mengatakan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  مَنْ ساَءَ خُلُقُهُ عَذَّبَ نَفْسَهُ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Barangsiapa jelek akhlaknya (ketika pemuda), ia akan tersiksa ketika tua.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengikuti Siklus Ibadah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa kita perlu shalat lima waktu sehari semalam. Kita ibarat membuat kolam renang di depan rumah, setiap kali azan berkumandang kita segera membersihkan lumpur yang menempel dalam diri kita. Sehingga tidak tersisa sisi gelap dalam pikiran dan hati kita, demikianlah sabda Rasulullah Saw.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;demikian sabda Nabi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah Swt membuat perencanaan ibadah, agar kita selalu terjaga. Ibadah yaumiyyah, harian (shalat lima waktu), usbuiyyah, mingguan (shalat Jum’at, puasa Senin Kamis, puasa tiga hari dalam sebulan), syahriyyah, bulanan (puasa Ramadan), sanawiyyah, tahunan (shalat idul fithr dan idul qurban), marrotan fil umr, sekali seumur hidup (ibadah haji ke Baitullah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka, kita perlu membuat standarisasi dalam beribadah. Ada empat kegiatan ubudiyah yang perlu kita lakukan dengan istiqomah (konsisten) dan mudawamah wal istimror (secara berkesinambungan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama       : Shalat fardhu secara berjamaah di masjid&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua         : Shalat sunnah rawatib ba’diyah dan qabliyah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga        : Membaca al Quran satu juz sehari&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keempat       : Ditambah dengan ibadah bulanan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muhasabah     : Seminggu sekali&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibadah harian yang perlu dipertahankan untuk menjaga stamina ritme spiritual. Ibadah wajib kita lakukan untuk mendekatkan diri kepada Allah Swt (taqarrub). Ibadah sunnah kita lakukan, untuk membangun kecintaan secara timbal balik antara kita dengan Allah Swt. Jika kita sudah dicintai, aktifitas kita merupakan jelmaan dari kehendak-kehendak-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Supaya kita dekat dengan diri kita sendiri, kita perlu muhasabah usbuiyyah (intropeksi mingguan). Hati kita mengalami gerakan yang tidak berhenti. Dan itu harus selalu dikontrol. Jika kita sudah mencapai kenaikan grafik amal, dan kekurangan kita bisa kita hitung. Berarti kita dalam posisi ideal. Terjaga dari dosa, hanya Rasulullah Saw.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bangkit Dari Keterpurukan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kita terjatuh melakukan dosa, kita segera bangkit. Setiap langkah menuju dosa harus kita persempit ruangnya. Karena, dosa kecil yang kita remehkan, akan mengajak kepada dosa-dosa kecil berikutnya. Dosa itu beranak pinak, berkembang biak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langkah-langkah untuk bangkit, sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama: Istighfar (memohon ampun kepada Allah Swt). Bukan sekedar memperbanyak istighfar, sekalipun itu berpahala. Yang paling penting adalah dengan istighfar kita selalu menyadari seharusnya makin hari kekurangan, bau tidak sedap dalam diri kita semakin tertutupi (hilang).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, beramal. Setiap kali melakukan kejahatan, susullah dengan amal saleh. (ittaqillah haitsumaa kunta wa atbi’issayyiata al hasanata tamhuhaa). Kebaikan itu bisa menghapus dosa. Jika kita senang melakukan satu kebaikan, akan mengajak kepada kebaikan berikutnya. Misalnya, jika kita suka ke masjid, maka dengan sendirinya kita akan termotivasi untuk melakukan berbagai amal saleh di situ. Sholat fardhu, sholat sunnah, membaca Al-Quran, zikir dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah Saw bersabda : “Jika engkau melihat seorang laki-laki terbiasa ke masjid, saksikanlah sesungguhnya ia seorang beriman.” [al Hadits].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian pula jika kita senang melangkahkan kaki menuju ke tempat maksiat, maka akan mengerakkan untuk berbuat dosa berikutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kita sedang bersemangat dalam beribadah, lakukanlah sebanyak mungkin yang Anda mampu. Jika grafik ibadah menurun, minimal pertahankan yang wajib. Hati kita elastis, fluktuatif. Kita memiliki saat maju dan saat mundur. Dengan cara di atas kita bisa mengelola naik turunnya hati kita dengan baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terakhir: Berdoa kepada Allah Saw, semoga kita tetap teguh dalam agama-Nya. Ya muqollibal qulub tsabbit qolbii ‘alaa diinik (Wahai Yang Membolak Balikkan hati, tetapkanlah hatiku diatas agama-MU).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber: www.wahdah.or.id&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3022497434294946353-5193547645088493216?l=wahdahbaus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wahdahbaus.blogspot.com/feeds/5193547645088493216/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wahdahbaus.blogspot.com/2011/05/wahai-pemuda-jangan-layu-sebelum.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3022497434294946353/posts/default/5193547645088493216'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3022497434294946353/posts/default/5193547645088493216'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wahdahbaus.blogspot.com/2011/05/wahai-pemuda-jangan-layu-sebelum.html' title='Wahai Pemuda, Jangan Layu Sebelum Berbuah!'/><author><name>Wahdah Baubau</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15405677071714657436</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/-aBl-7r7sHsg/Te31dc9cmfI/AAAAAAAAADE/IlpFzINeVE8/s220/165630_1416119181437_1786339031_795827_7721175_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3022497434294946353.post-5160111916278097699</id><published>2011-04-30T17:45:00.000-07:00</published><updated>2011-04-30T18:02:38.357-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='hakikat'/><title type='text'>Islam Bukan Sekedar Agama</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-7bXT_497zrA/TbywQNslzcI/AAAAAAAAAC0/vb6VQzOT2CQ/s1600/milc.png"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 229px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-7bXT_497zrA/TbywQNslzcI/AAAAAAAAAC0/vb6VQzOT2CQ/s320/milc.png" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5601545829143137730" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Oleh: Abu Nabiela&lt;br /&gt;Akhir” ini telah berkembang sebuah pandangan sementara di kalangan pemikir dan cendekiawan muslim kita di indonesia, yaitu pandangan bahwa satuan-satuan ajaran formal Islam, tidak lebih dari sekedar pencerminan atau refleksi dari tujuan-tujuan utama Islam bahwa jilbab, bahwa memelihara dan membiarkan jenggot tumbuh, bahwa memendekkan celana di atas mata kaki, bahwa ucapan assalaamu alaikum warahmatullahi wabarakaatuh, bahwa hukum-hukum waris, yang memberi bagian kepada anak laki-laki dua kali lebih banyak dari bagian yang diberikan kepada anak wanita, dan ajaran-ajaran formal Islam yang lain, adalah tidak lebih dari sekedar pencerminan dan refleksi dari tujuan-tujuan utama yang ingin dicapai oleh Islam yang dalam studi Islam disebut dengan al maqaashid al khamsah/maqaashid as syari’ah/al ushul al khamsah, yaitu cita-cita Islam untuk memelihara Agama, memelihara jiwa, memelihara harta, memelihara keturunan, dan memelihara kehormatan.&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Lebih lanjut, kalangan ini berpendapat bahwa; kalau begitu, jilbab bisa saja diganti, bahwa ucapan assalaamu alaikum warahmatullahi wabarakaatuh, bisa saja berubah, atau adzan yang selama ini kita kumandangkan dengan bahasa Arab, bisa saja diganti bahasanya, atau hukum warisan yang ditetapkan oleh Allah subahanahu wata’ala di dalam al-qur’an bisa saja kita amandemen, menuju ke bentuk-bentuk formal yang lain, karena, bukan bentuk-bentuk itu tadi yang penting akan tetapi, bagaimana merealisasikan tujuan-tujuan Islam yang kita sebutkan tadi, &lt;br /&gt;Sidang jama’ah jumat yang dimuliakan oleh Allah subhanahu wata’ala;&lt;br /&gt;Sepintas, tampaknya pandangan ini kelihatannya logis dan rasional, akan tetapi, apabila kita berusaha untuk melihat lebih jauh, kita akan temukan bahwa ide ini telah menabrak prinsip-prinsip yang sangat mendasar di dalam ajaran agama kita. &lt;br /&gt;Diantaranya adalah, jawaban atas sebuah pertanyaan yang kritis, “apakah perbedaan antara Islam dengan agama-agama yang lain?” apa perbedaan antara Islam dengan filsafat-filsafat yang lain/ideologi-ideologi/ajaran-ajaran yang lain?, &lt;br /&gt;Kalau Islam menyuruh kepada keadilan, kalau Islam menghormati hak-hak wanita, kalau Islam menghargai hak-hak publik, kalau islam mengakui persamaan antara sesama manusia, “kalau begitu, apa bedanya dengan agama-agama yang lain?”...filsafat-filsafat yang lain, ideologi-ideologi yang lain, ajaran-ajaran yang lain.&lt;br /&gt;Bukankah semua agama menyuruh kepada keadilan, bukankah seluruh agama menyuruh kepada kasih-sayang, bukankah semua agama memandang seluruh manusia itu sama, bukankah semua agama memerintahkan kepada umatnya untuk berbuat baik...&lt;br /&gt;Jawabannya adalah karena islam memiliki satu karakter yang tidak dimiliki oleh ajaran apapun buatan manusia, yaitu bahwa Islam adalah agama yang sempurna, Islam tidak Cuma mengajarkan kepada umatnya tentang adil, akan tetapi juga menerangkan kepada mereka, apa dan bagaimana keadilan itu, Islam tidak Cuma mengajarkan kepada umatnya untuk menghormati dan menghargai sesama manusia, akan tetapi, Islam juga mengajarkan apa dan bagaimana cara menghargai orang lain, &lt;br /&gt;Islam tidak Cuma menyuruk kepada konsep TUHAN, akan tetapi, Islam juga mengajarkan; siapa namanya TUHAN?, dan apa sifat-sifatnya....&lt;br /&gt;Prinsip inilah yang membuat Islam unik, spesifik, yang membuat ia berbeda dengan agama-agama yang lain, ajaran-ajaran yang lain, ideologi-ideologi yang lain, dan filsafat-filsafat yang lain, &lt;br /&gt;Islam menyuruh kepada keadilan dan menegaskan bahwa keadilan adalah; memberi bagian warisan kepada anak laki-laki dua kali bagian dibanding yang diberikan kepada anak wanita. Islam menyuruh kepada menghormati dan menyambung silaturrahiim, seraya menegaskan bahwa caranya adalah menebarkan salam. &lt;br /&gt;Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda; &lt;br /&gt;yang artinya;“Kalian tidak akan bisa masuk surga kecuali jika kalian beriman, dan kalian tidak akan mencapai derajat keimanan kecuali jika kalian saling mencintai, sukakah kalian saya tunjukkan suatu amal yang apabila kalian lakukan maka niscaya kalian akan saling mencintai, sebarkanlah salam diantara kalian.”&lt;br /&gt;Islam tidak Cuma mengajarkan konsep tentang TUHAN, akan tetapi, Islam menjelaskan bahwasanya; “Laa Ilaaha Illallah” tiada sesembahan yang haq kecuali Allah subhanahu wata’ala. Dan bahwasanya tuhan-tuhan yang lain adalah tuhan-tuhan yang bathil. Lebih, jauh bahkan Islam menerangkan; siapakah Allah? Dimanakah Allah? Apakah sifat-sifat Allah? Apa-apa saja nama Allah subhanahu wata’ala. &lt;br /&gt;Lebih jauh lagi Islam menerangkan bagaimana cara kita untuk tunduk, bermunajat, untuk sujud di hadapan Allah subhanahu wata’ala. &lt;br /&gt;Ringkasnya Islam tidak Cuma mengajarkan tentang maqaashidu asy syarii’ah, akan tetapi Islam juga merinci bagaimana implementasi dari maqaashidu asy syarii’ah tersebut. &lt;br /&gt;Islam tidak Cuma mengajarkan kepada kita tentang semangat al-qur’an tentang spirit Islam, tentang nilai-nilai Islam yang global, akan tetapi, Islam juga memperinci hal-hal yang kita sebutkan tadi. &lt;br /&gt;Dan itulah keistimewaan Islam, ....&lt;br /&gt;Lebih jauh lagi, apabila kita menyadari bahwa konsep-konsep universal yang belakangan ini didengung-dengungkan adalah sesuatu yang sangat abstrak  ketika kita berbicara tentang “demokrasi” apakah demokrasi itu? Ketika kitaa berbicara tentang kepentingan rakyat, rakyat siapakah yang dimaksud? Ketika kita berbicara tentang keadilan, siapakah yang mampu mendefenisikan keadilan? &lt;br /&gt;Demikianlah, Islam tidak Cuma datang dengan konsep-konsep besar, akan tetapi juga memperincinya, Allah subhanahu wata’ala berfirman;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu Jadi agama bagimu. “[al maaidah:3]&lt;br /&gt;ALHAMDULILLAHI ALA ihsaanih, was syukru lahu ‘ala taufiiqihi wamtinaanih, wa asyhadu anllaa ilaaha illaallah wahdahu laa syariika lahu, ta’zhiiman lisya’nih, wa asyhadu anna muhammadan abduhu warasuuluh ad daa’iy ilaa ridwaanih, wa ‘ala aalihi washahbihi wa ikhwaanih.&lt;br /&gt;Prinsip yang kedua yang telah ditabrak oleh ide ini adalah bahwa Islam sama sekali tidak mengenal pemisahan/dikotomi antara lahir dan batin, islam tidak mengenal antara Islam subtansial dan islam historis, atau Islam formal, Islam memandang bahwa manusia adalah makhluk yang utuh lahir dan batin. &lt;br /&gt;Oleh karena itu Islam tidak memperkenankan seseorang yang meminum minuman keras kemudian mengatakan bahwasanya yang lahirnya adalah bir akan tetapi batinnya adalah kecap. &lt;br /&gt;Islam tidak memperkenankan wanita yang enggan untuk berhijab, yang tidak mau memakai jilbab, dengan mengatakan bahwa cukup hati saya saja yang berjilbab, &lt;br /&gt;Sebagaimana Islam tidak membenarkan seorang hamba yang ruk’ sujud di mihrab akan tetapi hatinya terpaut kepada selain Allah subahanhu wata’ala. &lt;br /&gt;Yang dituntut oleh Islam adalah ketundukan lahir dan batin. Ketundukan cara maupun tujuan. Ketundukan substansial maupun formal, &lt;br /&gt;Allah subahanhu wata’ala berfirman; &lt;br /&gt;yang artinya;Katakanlah: "Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah Aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu." Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.[Ali Imran:31]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mukmin dan tidak (pula) bagi perempuan yang mukmin, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. dan Barangsiapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya Maka sungguhlah Dia telah sesat, sesat yang nyata."[Al Ahzab:36]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu. kemudian jika kamu berlainan Pendapat tentang sesuatu, Maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Quran) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya."&lt;br /&gt;[An Nisa:59]&lt;br /&gt;dikutip dari sebuah khutbah jumat oleh ust.Ilham Jaya Lc dengan beberapa perubahan&lt;br /&gt;Wallahu 'Alam bisshawaab&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3022497434294946353-5160111916278097699?l=wahdahbaus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wahdahbaus.blogspot.com/feeds/5160111916278097699/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wahdahbaus.blogspot.com/2011/04/islam-bukan-sekedar-agama.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3022497434294946353/posts/default/5160111916278097699'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3022497434294946353/posts/default/5160111916278097699'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wahdahbaus.blogspot.com/2011/04/islam-bukan-sekedar-agama.html' title='Islam Bukan Sekedar Agama'/><author><name>Wahdah Baubau</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15405677071714657436</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/-aBl-7r7sHsg/Te31dc9cmfI/AAAAAAAAADE/IlpFzINeVE8/s220/165630_1416119181437_1786339031_795827_7721175_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-7bXT_497zrA/TbywQNslzcI/AAAAAAAAAC0/vb6VQzOT2CQ/s72-c/milc.png' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3022497434294946353.post-3659605907568659451</id><published>2011-04-24T08:36:00.000-07:00</published><updated>2011-04-24T08:38:08.168-07:00</updated><title type='text'>DPC Wahdah Islamiyah Gelar Sunatan Masal</title><content type='html'>&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;DPC Wahdah Islamiyah Gelar Sunatan Masal&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari Ahad tanggal 24 Mei 2011 M bertepatan dengan 20 Jumadil Awal 1432 H Alhamdulillah telah dilaksanakan Sunatan Masal di Pondok Pesantren Al Marhamah Kaisabu Kota Baubau dimana kegiatan ini dilaksanakan atas kerjasama DPC Wahdah Islamiyah Baubau dan Dinas Kesehatan Kota Baubau.  Pondok Pesantren Al Marhamah Kaisabu Kota baubau adalah Pondok Pesantren yang memiliki hubungan yang baik dengan Wahdah Islamiyah Baubau dimana pengasuh pondok pesantren ini adalah salah seorang kader Wahdah Islamiyah.&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Jumlah peserta yang ikut disunat pada kegiatan ini adalah sebanyak 16 orang yakni para santri  dan beberapa orang yang ikut disunat yang berasal dari masyarakat sekitar Pondok Pesantren Al Marhamah, tenaga kesehatan yang turut berperan aktif dalam kegiatan ini adalah seorang dokter umum kader Wahdah Islamiyah Baubau, 9 orang perawat kader dan simpatisan.&lt;br /&gt;Dengan dilaksanakannya kegiatan ini membuat para santri dan pengelola pondok pesantren bersyukur kepada Allah Azza Wajall karena sesungguhnya hal sangat membantu para santri yang tidak memiliki dana untuk di khitan di institusi kesahatan (Puskesmas, Rumah Sakit atau klinik) karena kegiatan ini dilaksanakan secara Cuma-Cuma/gratis. (infokom Dpc WI Baubau)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3022497434294946353-3659605907568659451?l=wahdahbaus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wahdahbaus.blogspot.com/feeds/3659605907568659451/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wahdahbaus.blogspot.com/2011/04/dpc-wahdah-islamiyah-gelar-sunatan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3022497434294946353/posts/default/3659605907568659451'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3022497434294946353/posts/default/3659605907568659451'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wahdahbaus.blogspot.com/2011/04/dpc-wahdah-islamiyah-gelar-sunatan.html' title='DPC Wahdah Islamiyah Gelar Sunatan Masal'/><author><name>Wahdah Baubau</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15405677071714657436</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/-aBl-7r7sHsg/Te31dc9cmfI/AAAAAAAAADE/IlpFzINeVE8/s220/165630_1416119181437_1786339031_795827_7721175_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3022497434294946353.post-6083508666527989936</id><published>2011-04-15T22:13:00.000-07:00</published><updated>2011-04-15T22:16:34.490-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Muhasabah'/><title type='text'>Fenomena Azab Allah Melalui Ulat Bulu</title><content type='html'>Sebulan terakhir ini, masyarakat Indonesia khususnya wilayah Jawa Timur dikejutkan dengan ‘hujan’ ribuan ulat bulu yang datang tiba-tiba. Ulat-ulat yang terkenal membuat kulit gatal itu menyerang hampir seluruh dedaunan di pohon mangga, dan pohon buahan lain. Inikah sebagian dari tanda azab Allah untuk masyarakat Indonesia?&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Awalnya, serangan ulat bulu terjadi di Probolinggo Jawa Timur. Daerah yang terkenal dengan tanaman mangga ini nyaris tidak lagi bisa memanen buah mangga karena sebagian besar daun pohon-pohonnya gundul dimakan ulat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menariknya, menurut peneliti dari Institut Pertanian Bogor atau IPB, penelitian mereka menunjukkan bahwa ulat tersebut merupakan jenis baru yang belum pernah ada di kabupaten tersebut. Jenis ulat bulu yang tergolong baru itu adalah lymantria marginanta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain menyebabkan gatal-gatal pada kulit, serangan ulat ini membuat mangga tidak berbuah, setidaknya tertunda. Daun mangga pun menjadi gundul dan tidak mampu melakukan fotosintesis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Serangan tidak hanya untuk sekitar Probolinggo. Karena kupu-kupu dari metamorfosis ulat ini bisa terbang kemana saja. Satu induk kupu-kupu betinanya bisa bertelur hingga tiga ratus butir. Bayangkan jika bertebaran ribuan kupu-kupu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyebaran ulat ini terus meluas, mulai di sebagian Jawa Tengah bahkan sampai ke Bali. Setidaknya, sudah ada tiga daerah di Bali yang sejak tujuh hari lalu sudah terserang ulat bulu. Tiga daerah tersebut adalah Buleleng, Sawan, dan Gerokgak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Misteriusnya serangan ulat bulu ini seperti mengingatkan bangsa ini dengan suatu hal: apakah ini pertanda fenomena azab Allah kepada bangsa ini? Atau, hanya sekadar fenomena alam biasa.(eramuslim)  &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3022497434294946353-6083508666527989936?l=wahdahbaus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wahdahbaus.blogspot.com/feeds/6083508666527989936/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wahdahbaus.blogspot.com/2011/04/fenomena-azab-allah-melalui-ulat-bulu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3022497434294946353/posts/default/6083508666527989936'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3022497434294946353/posts/default/6083508666527989936'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wahdahbaus.blogspot.com/2011/04/fenomena-azab-allah-melalui-ulat-bulu.html' title='Fenomena Azab Allah Melalui Ulat Bulu'/><author><name>Wahdah Baubau</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15405677071714657436</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/-aBl-7r7sHsg/Te31dc9cmfI/AAAAAAAAADE/IlpFzINeVE8/s220/165630_1416119181437_1786339031_795827_7721175_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3022497434294946353.post-451265962965680126</id><published>2011-04-15T22:10:00.000-07:00</published><updated>2011-04-15T22:13:05.029-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='hakikat'/><title type='text'>Diskriminasi Media: Antara Ciketing dan Pembakaran Masjid</title><content type='html'>SEBUAH pepatah  mengatakan “jika Anda ingin menguasai dunia maka kuasai informasi.” Pepatah itu boleh jadi benar. Dewasa ini  media massa memiliki fungsi strategis dalam kontrol sosial masyarakat. Tak dipungkiri pula bahwa media massa punya andil besar dalam mempengaruhi kebijakan sang pengampu kebijakan sebuah negwri, termasuk di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena pemberitaan media pula, banyak kasus yang terjadi di tengah-tengah masyarakat membuat pihak berwenang segera bertindak cepat untuk menyelesaikan persoalan. Di sisi lain, disadari atau tidak, media juga telah menjadi alat untuk mengalihkan perhatian masyarakat atas isu yang mengancam kekuasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Media yang baik tentu adalah media yang bersikap objektif, adil, dan tidak diskriminatif terhadap sebuah golongan masyarakat di dalam pemberitaannya. Selain itu media tersebut harus mampu merekontruksi masyarakat dan Negara untuk menuju kebaikan. Dalam konteks keindonesian, untuk menuju Indonesia yang lebih baik dan berkeadilan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun sayang, sulit kita temukan media yang adil (dalam pengertian adil melihat kebenaran/al-haq). Terkadang hal itu belum dapat terpenuhi sepenuhnya oleh media-media umum cetak maupun elektronik di Indonesia saat ini. Khususnya  menyangkut permasalahan Islam dan kaum Muslim di negeri ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hatta, media massa besar dan berjuluk nasional pun, kadang juga tak berlaku adil jika menyangkut Islam. Istilah “obyektif” yang sering digunakan para wartawan dan pekerja pers, adalah “obyektif” yang hanya menguntungkan pihaknya. Ujungnya, tetap saja subyektif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Media-media asing, yang sering dipuji --bahkan menjadi rujukan media nasional—bahkan sering berlaku sangat tidak adil, bila menyangkut Islam. Baru-baru ini, Radio Nederland memuat pandangan aktifis liberal dan penganut feminisme, yang dikenal bukan orang ahli dalam urusan fikih (hukum Islam) dan tidak credible dalam masalah hukum Islam. Namun anehnya, dua orang aktivis feminisme itu sering-sering dikutip dan dijadikan nara sumber untuk membahas hal-hal yang berkaitan dengan hukum Islam. Termasuk hukum aliran sesat atau hukum menggunakan jilbab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kasus seperti ini bukan satu-dua kali, media-media asing sudah sering melakukannya. Jika tidak karena ada agenda tersembunyi, mengapa mereka terlalu memaksa meminta komentar-komentar orang-orang yang dikenal tak paham dan tidak ahli masalah hukum Islam?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Indonesia telah ribuan pakar bidang syariah dan hukum Islam. Banyak dari mereka lulusan universitas terkenal, dari Madinah, Mesir, Sudah, Libya, Yaman, Malaysia bahkan dari Indonesia sendiri. Tapi mengapa media lebih memilih aktivis liberal yang dikenal bukan ahli fikih? Jawabnya, boleh jadi mereka memiliki agenda tersembunyi (hidden agenda).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Antara Ciketing dan Kasus Medan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;September 2010, rakyat Indonesia dikejutkan kasus penganiayaan yang menimpa jemaat HKBP. Jemaat yang tengah berjalan menuju lokasi kebaktian di tanah lapang Desa Ciketing dikabarkan dianiaya oleh sejumlah orang tidak dikenal.  Kasus ini dimuat media massa nasional dan menjadi buruan TV.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa media, langsung mengarahkan ke salah satu ormas Islam. Semua beramai-ramai mengarahkan stigma bahawa “salah satu anggota ormas Islam menusuk pendeta”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak lama, LSM, tokoh masyarakat, ormas, politisi hingga pejabat negara mengeluarkan kecaman dan meminta tindakan tegas. Bahkan dalam waktu tak lama, polisi langsung mencokong salah satu tokoh ormas Islam Bekasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ajaibnya, hasil pengusutan menunjukkan, pelaku bukan anggaota ormas Islam, melainkan seorang pengamen. Apakah media meralat tuduhan yang sebelumnya diarahkan pada salah satu ormas Islam? TIDAK. Apakah kemudian LSM juga mengutuk pengamen? JUGA TIDAK. Stigma sudah diluncurkan dan tak bisa ditarik lagi. Sementara orang-orang sekaliber sutradara Hanung juga percaya stigma seperti itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang terjadi di Medan serta beberapa tempat lain adalah salah contoh dari sekian banyak contoh. Bahwa telah terjadi pembakaran dan pengrusakan terhadap rumah-rumah Allah, namun nyaris tanpa pemberitaan dari media massa. Hal ini bertolak belakang jika kejadian sama menimpa tempat ibadah lain, maka ramai-ramai umat Islam yang akan langsung dikambing hitamkan. Gegap gempita pemberitaannya pun begitu terasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jum'at, 15 April 2011, kemarin,  PAHAM (Pusat Advokasi Hukum dan Hak Asasi Manusia) Indonesia sebagaimana dikutip hidayatullah.com, merilis adaya aksi anarkis terhadap beberapa Masjid di Sumatera. Tindakan anarkis terjadi di beberapa tempat suci umat Islam. Di antaranya;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Pembakaran dan pengrusakan Masjid Nur Hikmah di Dusun Lima Desa Aek Loba Kecamatan Aek Kuasan, Kabupaten Asahan.&lt;br /&gt;2. Pembakaran dan pengrusakan Masjid Taqwa di Kelurahan Aek Loba, Kecamatan Aek Kuasan, Kabupaten Asahan.&lt;br /&gt;3. Pembongkaran Masjid Al IKhlas di Jl. Timur No. 23, Kelurahan Perintis, Kecamatan Medan Timur, Kota Medan.&lt;br /&gt;4. Pembakaran rumah, pengrusakan masjid dan penganiayaan massif di Jl. Kp Melayu, Selambo, Dusun Tiga, Desa Amplas, Kecamatan Percutseituan, Kabupaten Deli Serdang, Medan.&lt;br /&gt;5. Pembakarn Masjid Fii Sabilillah di Jl. Lintas Tobasa, Lumban Lowu, Kabupaten Toba Samosir, Toba Samosir.&lt;br /&gt;6. Pembakaran Masjid Besitang, Desa Selamet, Kecamatan Besitang, Kabupaten Langkat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melalui Direktur PAHAM Indonesia, Nasrulloh Nasution, SH, lembaga advokasi ini  mendorong pemerintah dan pihak terkait agar mengambil tindakan untuk menghindari gesekan dan bentrok antar umat beragama. PAHAM juga  meminta kepada KOMNAS HAM untuk melakukan investigasi terhadap peristiwa pembakaran dan pengrusakan masjid di Sumatera Utara karena diduga kuat tindakan tersebut telah melanggar hak asasi manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya hanya ingin tahu. Di mana suara pemerintah? Suara LSM dan media-media nasional kita? JUGA TIDAK ADA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adalah Dr Ariel Cohen, dalam The Heritage Foundation (2003), merekomendasinya pada pemerintah AS begini;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“AS harus menyediakan dukungan pada media lokal untuk membeberkan contoh-contoh negatif dari aplikasi syariah, seperti potong tangan untuk kejahatan ringan atau kepemilikan alkohol di Chechnya, keadaan Afghanistan di bawah Taliban atau Saudi Arabia, dan tempat lainnya. Perlu juga diekspose perang sipil yang dituduhkan kepada gerakan Islam di Aljazair.” (Hizb ut-Tahrir: An Emerging Threat to US Interests in Central Asia).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal senada direkomendasikan Cheryl Benard, dari Rand Corporation, think-thank neo-conservative AS yang banyak mendukung kebijakan Gedung Putih. Menurutnya, ada beberapa ide yang harus terus-menerus diangkat untuk menjelekkan citra Islam. Di antaranya; perihal demokrasi dan HAM, poligami, sanksi kriminal, keadilan Islam, isu minoritas, pakaian wanita, dan kebolehan suami untuk memukul istri. (Civil Democratic Islam, Partners, Resources, and Strategies, The Rand Corporation, halaman 1-24).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Negara-negara kapitalis ini rela menghabiskan dana puluhan juta dolar AS untuk melakukan propaganda negatif. (Lihat: David E Kaplan, ”Hearts, Minds, and Dollars”).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Intinya, apapun tentang Islam, Amerika dan Barat tak akan tinggal diam. Mereka tak akan segan-segan menghabiskan biaya besar untuk mendelegitimasi, mendekonstruksi nilai Islam dengan stigma-stigma.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah hal itu juga terjadi pada media-media nasional di Indonesia? Belum ada bukti tertulis seperti pengakuan Cohen atau Cheryl Benard. Namun setidaknya fakta itu ada dan bisa dirasakan setiap hari dan setiap saat di sekeliling kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lantas,  di mana istilah obyektif dan adil yang sering digunakan menjadi nilai-nilai pijakan media itu? Anda tahu jawabannya.(Ali Mustofa, Direktur Rise Media Surakarta/hdytlh) &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3022497434294946353-451265962965680126?l=wahdahbaus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wahdahbaus.blogspot.com/feeds/451265962965680126/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wahdahbaus.blogspot.com/2011/04/diskriminasi-media-antara-ciketing-dan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3022497434294946353/posts/default/451265962965680126'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3022497434294946353/posts/default/451265962965680126'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wahdahbaus.blogspot.com/2011/04/diskriminasi-media-antara-ciketing-dan.html' title='Diskriminasi Media: Antara Ciketing dan Pembakaran Masjid'/><author><name>Wahdah Baubau</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15405677071714657436</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/-aBl-7r7sHsg/Te31dc9cmfI/AAAAAAAAADE/IlpFzINeVE8/s220/165630_1416119181437_1786339031_795827_7721175_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3022497434294946353.post-1423222508170283961</id><published>2011-04-13T07:17:00.000-07:00</published><updated>2011-04-13T07:32:50.864-07:00</updated><title type='text'>SUDAH TERUJIKAH IMAN KITA</title><content type='html'>Oleh: Abu Fikriyah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهْ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ الله وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنِ اهْتَدَى بِهُدَاهُ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ.&lt;br /&gt;يَا أَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُمْ مُّسْلِمُوْنَ.&lt;br /&gt;يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوْا رَبَّكُمُ الَّذِيْ خَلَقَكُمْ مِّنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيْرًا وَنِسَآءً وَاتَّقُوا اللهَ الَّذِيْ تَسَآءَلُوْنَ بِهِ وَاْلأَرْحَامَ إِنَّ اللهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيْبًا.&lt;br /&gt;يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللهَ وَقُوْلُوْا قَوْلاً سَدِيْدًا. يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوْبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللهَ وَرَسُوْلَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيْمًا. أَمَّابَعْدُ؛&lt;br /&gt;فَإِنْ خَيْرَ الْحَدِيثِ كِتَابُ اللهَ، وَخَيْرَ الهَدْيِ هَدْيُ مُحَمَّدٍ صَلَّى الله عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَشَّرَ الأُمُورِ مُحْدَثَاتُهَا وَكُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ وَكُلَّ ضَلاَلَةٍ فِي النَّارِ.&lt;br /&gt;Pada kesempatan ini, marilah kita merenungkan salah satu firman Allah dalam surat Al-‘Ankabut ayat 2 dan 3:&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: “Kami telah beriman”, sedang mereka tidak diuji lagi? Dan sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta.&lt;br /&gt;Ayat ini menjelaskan kepada kita bahwa salah satu konsekuensi pernyataan iman kita, adalah kita harus siap menghadapi ujian yang diberikan Allah Subhannahu wa Ta'ala kepada kita, untuk membuktikan sejauh mana kebenaran dan kesungguhan kita dalam menyatakan iman, apakah iman kita itu betul-betul bersumber dari keyakinan dan kemantapan hati, atau sekedar ikut-ikutan serta tidak tahu arah dan tujuan, atau pernyataan iman kita didorong oleh kepentingan sesaat, ingin mendapatkan kemenangan dan tidak mau menghadapi kesulitan seperti yang digambarkan Allah Subhannahu wa Ta'ala dalam surat Al-Ankabut ayat 10:&lt;br /&gt;Dan di antara manusia ada orang yang berkata: “Kami beriman kepada Allah”, maka apabila ia disakiti (karena ia beriman) kepada Allah, ia menganggap fitnah manusia itu sebagai azab Allah. Dan sungguh jika datang pertolongan dari Tuhanmu, mereka pasti akan berkata: “Sesungguh-nya kami adalah besertamu.” Bukankah Allah lebih mengetahui apa yang ada dalam dada semua manusia”?&lt;br /&gt;Bila kita sudah menyatakan iman dan kita mengharapkan manisnya buah iman yang kita miliki yaitu Surga sebagaimana yang dijanjikan oleh Allah Subhannahu wa Ta'ala :&lt;br /&gt; “Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal shalih, bagi mereka adalah Surga Firdaus menjadi tempat tingga”l. (Al-Kahfi 107).&lt;br /&gt;Maka marilah kita bersiap-siap untuk menghadapi ujian berat yang akan diberikan Allah kepada kita, dan bersabarlah kala ujian itu datang kepada kita. Allah memberikan sindiran kepada kita, yang ingin masuk Surga tanpa melewati ujian yang berat.&lt;br /&gt;Apakah kalian mengira akan masuk Surga sedangkan belum datang kepada kalian (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kalian? Mereka ditimpa malapetaka dan keseng-saraan, serta digoncangkan (dengan bermacam-macam cobaan) sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersama-nya: “Bilakah datangnya pertolongan Allah?” Ingatlah, sesungguh-nya pertolongan Allah itu amat dekat”. (Al-Baqarah 214).&lt;br /&gt;Rasulullah Shallallaahu alaihi wa salam mengisahkan betapa beratnya perjuangan orang-orang dulu dalam perjuangan mereka mempertahankan iman mereka, sebagaimana dituturkan kepada shahabat Khabbab Ibnul Arats Radhiallaahu anhu.&lt;br /&gt;لَقَدْ كَانَ مَنْ قَبْلَكُمْ لَيُمْشَطُ بِمِشَاطِ الْحَدِيْدِ مَا دُوْنَ عِظَامِهِ مِنْ لَحْمٍ أَوْ عَصَبٍ مَا يَصْرِفُهُ ذَلِكَ عَنْ دِيْنِهِ وَيُوْضَعُ الْمِنْشَارُ عَلَى مِفْرَقِ رَأْسِهِ فَيَشُقُّ بِاثْنَيْنِ مَا يَصْرِفُهُ ذَلِكَ عَنْ دِيْنِهِ. (رواه البخاري).&lt;br /&gt;... Sungguh telah terjadi kepada orang-orang sebelum kalian, ada yang di sisir dengan sisir besi (sehingga) terkelupas daging dari tulang-tulangnya, akan tetapi itu tidak memalingkannya dari agamanya, dan ada pula yang diletakkan di atas kepalanya gergaji sampai terbelah dua, namun itu tidak memalingkannya dari agamanya... (HR. Al-Bukhari, Shahih Al-Bukhari dengan Fathul Bari, cet. Dar Ar-Royyan, Juz 7 hal. 202).&lt;br /&gt;Cobalah kita renungkan, apa yang telah kita lakukan untuk membuktikan keimanan kita? cobaan apa yang telah kita alami dalam mempertahankan iman kita? Apa yang telah kita korbankan untuk memperjuangkan aqidah dan iman kita? Bila kita memper-hatikan perjuangan Rasulullah Shallallaahu alaihi wa salam dan orang-orang terdahulu dalam mempertahankan iman mereka, dan betapa pengorbanan mereka dalam memperjuangkan iman mereka, mereka rela mengorbankan harta mereka, tenaga mereka, pikiran mereka, bahkan nyawapun mereka korbankan untuk itu. Rasanya iman kita ini belum seberapanya atau bahkan tidak ada artinya bila dibandingkan dengan iman mereka. Apakah kita tidak malu meminta balasan yang besar dari Allah sementara pengorbanan kita sedikit pun belum ada?&lt;br /&gt;Ujian yang diberikan oleh Allah kepada manusia adalah berbeda-beda. &lt;br /&gt;Dan ujian dari Allah bermacam-macam bentuknya, setidak-nya ada empat macam ujian yang telah dialami oleh para pendahulu kita:&lt;br /&gt;Yang pertama: Ujian yang berbentuk perintah untuk dilaksanakan, seperti perintah Allah kepada Nabi Ibrahim Alaihissalam untuk menyembelih putranya yang sangat ia cintai. Ini adalah satu perintah yang betul-betul berat dan mungkin tidak masuk akal, bagaimana seorang bapak harus menyembelih anaknya yang sangat dicintai, padahal anaknya itu tidak melakukan kesalahan apapun. Sungguh ini ujian yang sangat berat sehingga Allah sendiri mengatakan:&lt;br /&gt;Sesungguhnya ini benar-benar suatu ujian yang nyata. (Ash-Shaffat 106).&lt;br /&gt;Dan di sini kita melihat bagaimana kualitas iman Nabi Ibrahim Alaihissalam yang benar-benar sudah tahan uji, sehingga dengan segala ketabahan dan kesabarannya perintah yang sangat berat itupun dijalankan.&lt;br /&gt;Apa yang dilakukan oleh Nabi Ibrahim Shallallaahu alaihi wa salam dan puteranya adalah pelajaran yang sangat berat itupun dijalankannya.&lt;br /&gt;Apa yang dilakukan oleh Nabi Ibrahim dan puteranya adalah pelajaran yang sangat berharga bagi kita, dan sangat perlu kita tauladani, karena sebagaimana kita rasakan dalam kehidupan kita, banyak sekali perintah Allah yang dianggap berat bagi kita, dan dengan berbagai alasan kita berusaha untuk tidak melaksanakannya. Sebagai contoh, Allah telah memerintahkan kepada para wanita Muslimah untuk mengenakan jilbab (pakaian yang menutup seluruh aurat) secara tegas untuk membedakan antara wanita Muslimah dan wanita musyrikah sebagaimana firmanNya:&lt;br /&gt;Hai Nabi katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang Mumin” “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka”. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Al-Ahzab, 59).&lt;br /&gt;Namun kita lihat sekarang masih banyak wanita Muslimah di Indonesia khususnya tidak mau memakai jilbab dengan berbagai alasan, ada yang menganggap kampungan, tidak modis, atau beranggapan bahwa jilbab adalah bagian dari budaya bangsa Arab. Ini pertanda bahwa iman mereka belum lulus ujian. Padahal Rasulullah Shallallaahu alaihi wa salam memberikan ancaman kepada para wanita yang tidak mau memakai jilbab dalam sabdanya:&lt;br /&gt;صِنْفَانِ مِنْ أَهْلِ النَّارِ لَمْ أَرَهُمَا؛ قَوْمٌ مَعَهُمْ سِيَاطٌ كَأَذْنَابِ الْبَقَرِ يَضْرِبُوْنَ بِهَا النَّاسَ، وَنِسَاءٌ كَاسِيَاتٌ عَارِيَاتٌ مُمِيْلاَتٌ مَائِلاَتٌ رُؤُوْسُهُنَّ كَأَسْنِمَةِ الْبُخْتِ الْمَائِلَةِ لاَ يَدْخُلْنَ الْجَنَّةَ وَلاَ يَجِدْنَ رِيْحَهَا. (رواه مسلم).&lt;br /&gt;“Dua golongan dari ahli Neraka yang belum aku lihat, satu kaum yang membawa cambuk seperti ekor sapi, yang dengan cambuk itu mereka memukul manusia, dan wanita yang memakai baju tetapi telanjang berlenggak-lenggok menarik perhatian, kepala-kepala mereka seperti punuk unta, mereka tidak akan masuk Surga dan tidak akan mencium wanginya”. (HR. Muslim, Shahih Muslim dengan Syarh An-Nawawi cet. Dar Ar-Rayyan, juz 14 hal. 109-110).&lt;br /&gt;Yang kedua: Ujian yang berbentuk larangan untuk ditinggalkan seperti halnya yang terjadi pada Nabi Yusuf Alaihissalam yang diuji dengan seorang perempuan cantik, istri seorang pembesar di Mesir yang mengajaknya berzina, dan kesempatan itu sudah sangat terbuka, ketika keduanya sudah tinggal berdua di rumah dan si perempuan itu telah mengunci seluruh pintu rumah. Namun Nabi Yusuf Alaihissalam membuktikan kualitas imannya, ia berhasil meloloskan diri dari godaan perempuan itu, padahal sebagaimana pemuda umumnya ia mempunyai hasrat kepada wanita. Ini artinya ia telah lulus dari ujian atas imannya.&lt;br /&gt;Sikap Nabi Yusuf Alaihissalam ini perlu kita ikuti, terutama oleh para pemuda Muslim di zaman sekarang, di saat pintu-pintu kemaksiatan terbuka lebar, pelacuran merebak di mana-mana, minuman keras dan obat-obat terlarang sudah merambah berbagai lapisan masyarakat, sampai-sampai anak-anak yang masih duduk di bangku sekolah dasar pun sudah ada yang kecanduan. Perzinahan sudah seakan menjadi barang biasa bagi para pemuda, sehingga tak heran bila menurut sebuah penelitian, bahwa di kota-kota besar seperti Jakarta dan Surabaya enam dari sepuluh remaja putri sudah tidak perawan lagi. Di antara akibatnya setiap tahun sekitar dua juta bayi dibunuh dengan cara aborsi, atau dibunuh beberapa saat setelah si bayi lahir. Keadaan seperti itu diperparah dengan semakin banyaknya media cetak yang berlomba-lomba memamerkan aurat wanita, juga media elektronik dengan acara-acara yang sengaja dirancang untuk membangkitkan gairah seksual para remaja. Pada saat seperti inilah sikap Nabi Yusuf Alaihissalam perlu ditanamkan dalam dada para pemuda Muslim. Para pemuda Muslim harus selalu siap siaga menghadapi godaan demi godaan yang akan menjerumuskan dirinya ke jurang kemaksiatan. Rasulullah Shallallaahu alaihi wa salam telah menjanjikan kepada siapa saja yang menolak ajakan untuk berbuat maksiat, ia akan diberi perlindungan di hari Kiamat nanti sebagaimana sabdanya:&lt;br /&gt;سَبْعَةٌ يُظِلُّهُمُ اللهُ فِيْ ظِلِّهِ يَوْمَ لاَ ظِلَّ إِلاَّ ظِلُّهُ ... وَرَجُلٌ طَلَبَتْهُ امْرَأَةٌ ذَاتُ مَنْصِبٍ وَجَمَالٍ فَقَالَ إِنِّيْ أَخَافُ اللهَ ... (متفق عليه).&lt;br /&gt;“Tujuh (orang yang akan dilindungi Allah dalam lindungan-Nya pada hari tidak ada perlindungan selain perlindunganNya, .. dan seorang laki-laki yang diajak oleh seorang perempuan terhormat dan cantik, lalu ia berkata aku takut kepada Allah…” (HR. Al-Bukhari Muslim, Shahih Al-Bukhari dengan Fathul Bari cet. Daar Ar-Rayyan, juz 3 hal. 344 dan Shahih Muslim dengan Syarh An-Nawawi cet. Dar Ar-Rayaan, juz 7 hal. 120-121).&lt;br /&gt;Yang ketiga: Ujian yang berbentuk musibah seperti terkena penyakit, ditinggalkan orang yang dicintai dan sebagainya. Sebagai contoh, Nabi Ayyub Alaihissalam yang diuji oleh Allah dengan penyakit yang sangat buruk sehingga tidak ada sebesar lubang jarum pun dalam badannya yang selamat dari penyakit itu selain hatinya, seluruh hartanya telah habis tidak tersisa sedikitpun untuk biaya pengobatan penyakitnya dan untuk nafkah dirinya, seluruh kerabatnya meninggalkannya, tinggal ia dan isterinya yang setia menemaninya dan mencarikan nafkah untuknya. Musibah ini berjalan selama delapan belas tahun, sampai pada saat yang sangat sulit sekali baginya ia memelas sambil berdo’a kepada Allah:&lt;br /&gt;“Dan ingatlah akan hamba Kami Ayuub ketika ia menyeru Tuhan-nya;” Sesungguhnya aku diganggu syaitan dengan kepayahan dan siksaan”. (Tafsir Ibnu Katsir, Juz 4 hal. 51).&lt;br /&gt;Dan ketika itu Allah memerintahkan Nabi Ayyub Alaihissalam untuk menghantamkan kakinya ke tanah, kemudian keluarlah mata air dan Allah menyuruhnya untuk meminum dari air itu, maka hilanglah seluruh penyakit yang ada di bagian dalam dan luar tubuhnya. (Tafsir Ibnu Katsir, Juz 4 hal. 52). Begitulah ujian Allah kepada NabiNya, masa delapan belas tahun ditinggalkan oleh sanak saudara merupakan perjalanan hidup yang sangat berat, namun di sini Nabi Ayub Alaihissalam membuktikan ketangguhan imannya, tidak sedikitpun ia merasa menderita dan tidak terbetik pada dirinya untuk menanggalkan imannya. Iman seperti ini jelas tidak dimiliki oleh banyak saudara kita yang tega menjual iman dan menukar aqidahnya dengan sekantong beras dan sebungkus sarimi, karena tidak tahan menghadapi kesulitan hidup yang mungkin tidak seberapa bila dibandingkan dengan apa yang dialami oleh Nabi Ayyub Alaihissalam ini.&lt;br /&gt;Yang keempat: Ujian lewat tangan orang-orang kafir dan orang-orang yang tidak menyenangi Islam. Apa yang dialami oleh Nabi Muhammad Shallallaahu alaihi wa salam dan para sahabatnya terutama ketika masih berada di Mekkah kiranya cukup menjadi pelajaran bagi kita, betapa keimanan itu diuji dengan berbagai cobaan berat yang menuntut pengorbanan harta benda bahkan nyawa. Di antaranya apa yang dialami oleh Rasulullah n di akhir tahun ketujuh kenabian, ketika orang-orang Quraisy bersepakat untuk memutuskan hubungan apapun dengan Rasulullah Shallallaahu alaihi wa salam beserta Bani Abdul Muththolib dan Bani Hasyim yang melindunginya, kecuali jika kedua suku itu bersedia menyerahkan Rasulullah Shallallaahu alaihi wa salam untuk dibunuh. Rasulullah Shallallaahu alaihi wa salam bersama orang-orang yang membelanya terkurung selama tiga tahun, mereka mengalami kelaparan dan penderitaan yang hebat. (DR. Akram Dhiya Al-‘Umari, As-Sirah An-Nabawiyyah Ash-Shahihah, Juz 1 hal. 182).&lt;br /&gt;Juga apa yang dialami oleh para shahabat tidak kalah beratnya, seperti apa yang dialami oleh Yasir z dan istrinya Sumayyah dua orang pertama yang meninggal di jalan dakwah selama periode Mekkah. Juga Bilal Ibnu Rabah Radhiallaahu anhu yang dipaksa memakai baju besi kemudian dijemur di padang pasir di bawah sengatan matahari, kemudian diarak oleh anak-anak kecil mengelilingi kota Mekkah dan Bilal Radhiallaahu anhu hanya mengucapkan “Ahad, Ahad” (DR. Akram Dhiya Al-Umari, As-Siroh An-Nabawiyyah Ash-Shahihah, Juz 1 hal. 154-155).&lt;br /&gt;Dan masih banyak kisah-kisah lain yang menunjukkan betapa pengorbanan dan penderitaan mereka dalam perjuangan mempertahankan iman mereka. Namun penderitaan itu tidak sedikit pun mengendorkan semangat Rasulullah dan para shahabatnya untuk terus berdakwah dan menyebarkan Islam.&lt;br /&gt;Musibah yang dialami oleh saudara-saudara kita umat Islam di berbagai tempat sekarang akibat kedengkian orang-orang kafir, adalah ujian dari Allah kepada umat Islam di sana, sekaligus sebagai pelajaran berharga bagi umat Islam di daerah-daerah lain. Umat Islam di Indonesia khususnya sedang diuji sejauh mana ketahanan iman mereka menghadapi serangan orang-orang yang membenci Islam dan kaum Muslimin. Sungguh menyakitkan memang di satu negeri yang mayoritas penduduknya Muslim terjadi pembantaian terhadap kaum Muslimin, sekian ribu nyawa telah melayang, bukan karena mereka memberontak pemerintah atau menyerang pemeluk agama lain, tapi hanya karena mereka mengatakan: ( Laa ilaaha illallaahu ) لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ, tidak jauh berbeda dengan apa yang dikisahkan Allah dalam surat Al-Buruj ayat 4 sampai 8:&lt;br /&gt; “Binasa dan terlaknatlah orang-orang yang membuat parit, yang berapi (dinyalakan dengan) kayu bakar, ketika mereka duduk di sekitarnya, sedang mereka menyaksikan apa yang mereka perbuat terhadap orang-orang yang beriman. Dan mereka tidak menyiksa orang-orang Mukmin itu melainkan karena orang-orang Mukmin itu beriman kepada Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Terpuji”.&lt;br /&gt;Peristiwa seperti inipun mungkin akan terulang kembali selama dunia ini masih tegak, selama pertarungan haq dan bathil belum berakhir, sampai pada saat yang telah ditentukan oleh Allah.&lt;br /&gt;Kita berdo’a mudah-mudahan saudara-saudara kita yang gugur dalam mempertahankan aqidah dan iman mereka, dicatat sebagai para syuhada di sisi Allah. Amin. Dan semoga umat Islam yang berada di daerah lain, bisa mengambil pelajaran dari berbagai peristiwa, sehingga mereka tidak lengah menghadapi orang-orang kafir dan selalu berpegang teguh kepada ajaran Allah serta selalu siap sedia untuk berkorban dalam mempertahankan dan meninggikannya, karena dengan demikianlah pertolongan Allah akan datang kepada kita, firman Allah.&lt;br /&gt;“Hai orang-orang yang beriman, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu”. (Muhammad: 7).&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3022497434294946353-1423222508170283961?l=wahdahbaus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wahdahbaus.blogspot.com/feeds/1423222508170283961/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wahdahbaus.blogspot.com/2011/04/sudah-terujikah-iman-kita.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3022497434294946353/posts/default/1423222508170283961'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3022497434294946353/posts/default/1423222508170283961'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wahdahbaus.blogspot.com/2011/04/sudah-terujikah-iman-kita.html' title='SUDAH TERUJIKAH IMAN KITA'/><author><name>Wahdah Baubau</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15405677071714657436</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/-aBl-7r7sHsg/Te31dc9cmfI/AAAAAAAAADE/IlpFzINeVE8/s220/165630_1416119181437_1786339031_795827_7721175_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3022497434294946353.post-5890406764363014026</id><published>2011-04-02T07:05:00.002-07:00</published><updated>2011-04-02T07:07:12.923-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sirah'/><title type='text'>The Battle Of “Khandaq”  (Kisah perjuangan Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam dan para shahabatnya dalam mempertahankan kota Madinah)</title><content type='html'>Pendahuluan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Madinah, malam itu suasana kota sangat mencekam. Pasukan koalisi yang terdiri dari suku Quraisy, Yahudi, dan beberapa kabilah Arab sedang mengepung kota Madinah. Sudah beberapa hari lamanya pengepungan berlangsung namun belum membuahkan hasil. Pasukan kaum musyrikin tidak dapat merangsek masuk ke dalam kota karena terhalang oleh Khandaq atau parit yang telah dipersiapkan kaum muslimin sebelumnya untuk menyambut kedatangan mereka. Baik pihak penyerang maupun yang diserang, sama-sama sedang turun mentalnya melihat situasi yang tidak ada&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; kepastiannya ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di bawah gelapnya malam yang menyelimuti Madinah, di tengah dinginnya udara gurun pasir –hawa dingin disertai badai angin yang mendadak berhembus kencang- terlihat seorang laki-laki sedang berjalan seorang diri mencoba menyusup ke kamp pasukan musuh. Dengan sikap penuh kehati-hatian dan ketenangan, ditambah gelapnya malam, ia berhasil masuk ke kerumunan pasukan musuh tanpa seorang pun dari tentara kaum musyrikin yang menyadari keberadaannya. Dialah Hudzaifah bin al-Yaman, seorang shahabat Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam yang di kemudian hari dicatat dalam sejarah sebagai Spionase atau mata-mata tangguh pada era pemerintahan pertama Islam di bawah panji Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam. Malam itu beliau menjalankan satu misi intelijen yang sangat berbahaya: menyusup ke kamp musuh dan memonitori keadaan pasukan kaum musyrikin, kemudian kembali lagi ke Madinah untuk melaporkan hasilnya kepada Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam tanpa diketahui pihak lawan sama sekali!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hudzaifah bin al-Yaman akhirnya berhasil masuk ke jantung pasukan musuh. Setelah berjalan tanpa diketahui oleh seorangpun identitas aslinya, beliau akhirnya mendapati posisi Abu Sufyan, salah satu tokoh pasukan musyrikin, sedang membuat api unggun dikelilingi oleh para pengikutnya, yang jika ada penyusup mendekat, langsung dapat diketahui oleh mereka. Namun di luar dugaan Hudzaifah, tiba-tiba panglima pasukan kafir Quraisy itu mengeluarkan instruksi kepada kaum Quraisy untuk mengecek setiap orang yang ada disamping kanan dan kirinya, “Wahai kaum Quraisy, hendaklah setiap orang dari kalian mengecek, siapa gerangan orang yang ada didekatnya!” Posisi Hudzaifah dalam bahaya. Jika ketahuan, nyawanya-lah yang akan menjadi bayarannya (Al-Masyath, 2006).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perang Ahzab&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Sepenggal cerita di atas hanyalah sekelumit dari kejadian di perang Ahzab. Disebut Ahzab, karena pasukan penyerang terdiri dari gabungan beberapa kelompok kabilah bangsa Arab, yang mana kelompok dalam bahasa Arab disebut Hizb, sedangkan Ahzab adalah bentuk jamak dari kata Hizb. Pertempuran ini juga fenomenal dengan nama perang Khandaq yang berarti parit. Disebut demikian karena untuk pertama kalinya dalam sejarah peperangan di jazirah Arab, strategi parit digunakan oleh bangsa Arab yang di pimpin oleh Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam untuk menahan gempuran pasukan kaum musyrikin yang memiliki keunggulan dalam segi kuantitas pasukan yang luar biasa besarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perang Khandaq itu terjadi pada tahun kelima hijriyah, tepatnya pada bulan Syawal. Banyak tulisan yang mengisahkan tentang terjadinya perang ini, hanya saja disini penulis mencoba mengisahkannya kembali dengan sedikit penyempurnaan pada tulisan-tulisan yang telah ada. Selamat menikmati!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yahudi, Biang Keladi Di Balik Perang Ahzab&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tengah padang pasir yang tandus, di bawah langit yang tak bertiang, terlihat segerombolan orang Yahudi berjumlah 20 orang bersama para dedengkot Bani Nadhir bergerak menuju Mekkah. Dalam lubuk hati mereka, tersimpan rasa dendam yang amat membara terhadap Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam dan kaum muslimin, terutama setelah mereka diasingkan oleh Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam ke khaibar. Kaum Yahudi itu sangat jengkel terhadap pesatnya perkembangan Islam di Madinah. Dari situ mulailah mereka merencanakan sebuah konspirasi terhadap kaum muslimin, kemudian mempersiapkan berbagai peralatan perang untuk menyerang Madinah dengan suatu serangan yang mematikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbicara tentang kemampuan provokasi dan sabotase, sepertinya tidak ada yang menandingi bangsa Yahudi dalam hal ini, dari dulu hingga sekarang. Merasa tidak akan mampu menyerang Madinah seorang diri, mereka dengan licik menyusun sebuah rencana keji untuk mengajak kabilah-kabilah yang ada di jazirah Arab untuk menggempur kota Madinah dengan sebuah kekuatan militer yang besar. Maka berangkatlah dua puluh orang tokoh Yahudi dan pemuka dari Bani Nadhir menuju Quraisy di Makkah, guna memprovokasi mereka agar mau berkoalisi menyerang Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam dan Madinah bersama-sama. Karena faktor rasa sakit hati yang masih membekas di hati para pemimpin Quraisy setelah kekalahan mereka yang memalukan di perang Badar, ditambah iming-iming janji kemenangan yang diobral oleh para tokoh Yahudi, maka orang-orang Quraisy menerima tawaran itu. Mereka melihat tawaran dari kaum Yahudi itu sebagai sebuah kesempatan emas untuk mengembalikan pamor mereka yang turun pasca perang Badar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak cukup memprovokasi suku Quraisy untuk ikut angkat senjata menyerang Madinah, delegasi Yahudi itu kemudian menuju suku Ghathafan, untuk turut mengajak mereka masuk dalam koalisi besar mereka dalam misi menyerang Madinah. Demikianlah akhirnya para pemuka Yahudi itu berhasil menyatukan kelompok-kelompok orang kafir untuk menyerang Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam dan kaum Muslimin secara keseluruhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya terbentuklah suatu kekuatan militer yang luar biasa besar, yang belum pernah terjadi dalam sejarah pertempuran di jazirah Arab. Pada waktu yang ditentukan, keluarlah pasukan koalisi ini secara serentak. Dari selatan, suku Quraisy dan Kinanah serta para sekutu mereka dengan jumlah empat ribu prajurit beserta perlengkapan perang mereka. Sesampai di daerah yang bernama Marr azh-Zhahran mereka dikejutkan dengan bergabungnya suku Bani Sulaim. Sedangkan dari timur, keluarlah kabilah-kabilah dari suku Ghathafan, yaitu Bani Firazah yang dipimpin oleh Uyainah bin Hisn, Bani Murrah yang dipimpin oleh al-Harist bin Auf, dan Bani Asyja’ yang dikomandoi oleh Mis’ar bin Rakhilah, serta ikut juga Bani Asad dan lainnya. Maka bergeraklah pasukan gabungan ini menuju kota Madinah untuk menuju pos masing-masing sesuai dengan kesepakatan sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selang beberapa hari saja, berkumpullah di sekitar kota Madinah pasukan yang sangat besar jumlahnya, mencapai sepuluh ribu prajurit, jumlah itu barangkali melebihi jumlah seluruh penduduk Madinah, mulai dari wanita, anak-anak, pemuda dan orang tua. Seandainya pasukan koalisi ini melakukan serangan secara mendadak ke Madinah, tentu akan mengakibatkan dampak yang sangat berbahaya melebihi apa yang terbayangkan bagi eksistensi kaum muslimin, bahkan mungkin bisa menghancurkan kaum muslimin hingga ke akar-akarnya dan membantai sebagian dari mereka (Al-Mubarakfuri, 2005).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasukan Gabungan, Taktik Andalan Hingga Zaman Ini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perang merupakan sebuah bagian yang tidak bisa dilepaskan dari sejarah peradaban manusia di bumi ini, dari dahulu hingga sekarang. Meskipun orang sadar dan tahu bahwa ia dapat menimbulkan banyak kerugian pada semua pihak termasuk yang memulai perang. Banyak faktor yang dapat memicu terjadinya peperangan di muka bumi ini. Namun, biasanya perang, menurut Sayyidiman, terjadi karena ada suatu bangsa yang tidak puas dengan sikap bangsa lain. Ketika jalan diplomasi mengalami kebuntuan, maka perang adalah jalan terakhir untuk mencapai keinginan (Pengantar ilmu perang, 2008).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hal ini, orang-orang kafir itu sangat tidak puas dengan pesatnya perkembangan Islam di Madinah yang dipimpin oleh Nabi Muhammad bin Abdullah shallallahu alaihi wa sallam. Berbagai macam cara telah ditempuh untuk menghentikan dakwah beliau; mulai dari memfitnah, mengucilkan, hingga mengiming-iminginya dengan harta, tahta, wanita, dan jabatan. Namun semua usaha itu nihil hasilnya (lihat: Rizqullah, 2006). Maka peranglah jalan keluar satu-satunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada galibya, pihak penyerang memiliki kekuatan militer yang lebih besar daripada pihak yang akan diserangnya. Karena mustahil serangan dimulai oleh pihak yang kemampuan militernya di bawah pihak yang akan diserang. Hanya saja, jika kekuatan dua kubu itu berimbang atau kekuatan penyerang lebih kecil dari yang akan diserang, ia akan mencari teman guna melakukan penyerangan bersama-bersama atau yang dikenal dengan serangan gabungan. Pada umumnya, cara yang dipakai adalah teknik provokasi atau menghasut pihak lain untuk ikut angkat senjata, tentunya dengan berbagai macam cara agar ia bersedia turut menggempur musuhnya. Masih segar dalam ingatan kita, ketika negeri paman sam membombardir habis negeri Iraq. Meskipun AS punya kekuatan militer yang super power, namun rupanya ia tetap riskan jika harus berperang sendirian. Maka ia pun mengajak negara-negara sekutunya untuk turut bersama-sama menggempur Iraq. Selain agar perang cepat selesai dalam waktu singkat karena kekuatannya yang lebih besar, pasukan gabungan AS ini juga akan memiliki kekuatan politik yang lebih besar dihadapan dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkaitan dengan peristiwa perang Khandaq kali ini, bangsa Yahudi sukses mengompori kabilah-kabilah di jazirah Arab untuk menggempur secara bersama-sama Rasulullah dan pengikutnya di Madinah. Mereka sadar, menyerang seorang diri tidaklah akan berhasil. Karena itu, taktik serangan gabungan inilah yang mereka terapkan di kesempatan itu. Hal ini menunjukkan akan kejeniusan bangsa Yahudi dan kemampuannya dalam melakukan diplomasi dalam memprovokasi bangsa lain. Pun di zaman modern ini, metode serangan gabungan masih saja dipakai dalam beberapa peperangan yang terjadi pada tahun-tahun belakangan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Intelijen Nabi Shallallahu Alaihi Wa Sallam Berhasil Mengendus Gelagat Tidak Beres Kaum Musyrikin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Madinah, sebuah kota di jazirah Arab, dahulu daerah ini dikenal dengan nama Yatsrib. Semenjak hijrahnya Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam ke wilayah ini, kota ini dikenal dengan julukan Madinatur Rosul atau "Kota Nabi". Denyut nadi kehidupan masyarakatnya mengalami peningkatan yang signifikan sejak diterapkannya syariat Islam. Peningkatan itu terjadi dalam semua lini kehidupan, karena risalah Islam bukan terbatas hanya mengatur masalah hubungan antara hamba dengan Tuhannya, namun juga mengatur segala sendi kehidupan manusia, baik politik, ekonomi, sosial, budaya dan lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari segi HANKAM (pertahanan dan keamanan), kepemimpinan di Madinah oleh Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam adalah kepemimpinan yang tangguh. Beliau sangat memahami keadaan yang sebenarnya dan tidak tinggal diam begitu saja. Tetapi mengirimkan intelijen untuk mengawasi tindak-tanduk kaum musyrikin. Dampak yang bisa ditimbulkan adalah agar dapat mengambil keputusan yang tepat ketika harus menghadapinya. Oleh sebab itu, sebelum pasukan gabungan tersebut bergerak meninggalkan tempat, berita tentang mereka dan rencana penyerbuan yang sangat berbahaya ini sudah sampai ke telinga para pemimpin di Madinah (Al-Mubarakfuri, 2005).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu berita itu sampai, bergegaslah Rasulullah memanggil para shahabatnya guna mengadakan musyawarah tingkat tinggi membahas strategi pertahanan kota Madinah dalam jangka ke depan. Terkhusus dalam menghadapi agresi militer pasukan gabungan kaum musyrikin yang berjumlah besar itu. Setelah berdiskusi antara para pemimpin dan pakar perang, mereka sepakat mengambil strategi yang diusulkan oleh Salman al-Farisi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salman berkata, “Wahai Rasulullah, dahulu kami di negeri Persia, apabila dikepung (musuh), kami membuat parit di sekitar kami (untuk mempartahankan diri dari gempuran lawan dan menahan laju serangan).” Usulan itu merupakan strategi yang sangat jitu dan belum pernah dikenal oleh bangsa Arab sebelumnya. Sehingga manakala diterapkan, tentunya akan memberikan kejutan yang besar kepada pihak musuh, mengingat bangsa Arab belum mengenal dan memahami bagaimana cara menghadapi taktik ini sebelumnya (Al-Mubarakfuri, 2005).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disini, kita dapat melihat bagaimana sikap sejati seorang pemimpin ketika dihadapkan pada suatu permasalahan yang pelik. Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam, yang ketika itu menjabat sebagai pemimpin kaum muslimin di Madinah tidak langsung membuat keputusan sendiri, melainkan memanggil para shahabatnya untuk memusyawarahkan persoalan ini bersama-sama. Musyawarah adalah salah satu ajaran Islam dalam memecahkan permasalahan yang terjadi di tengah masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari-Hari Yang Melelahkan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan segera, dimulailah proyek pembangunan konsep pertahanan parit itu, secepat mungkin. Sebelum tentara gabungan kaum musyrikin itu sampai Madinah. Daripada itu Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam mempercayakan kepada setiap sepuluh orang, untuk menggali parit seluas empat puluh hasta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kaum Muslimin mengerjakan penggalian parit itu dengan penuh semangat dan etos kerja yang tinggi. Sementara itu, Rasulullah tidak hanya memberikan motivasi kepada para shahabat, namun juga turut menyingsingkan lengan baju dan turun langsung bersama mereka menggali parit. Bukhari meriwayatkan dalam kitab "Shahih"nya: dari Sahl bin Sa’ad, dia mengisahkan peristiwa itu, “Kami bersama Rasulullah di dalam parit. Sementara mereka menggali, kami memindahkan tanah galian, sedangkan Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam berdoa:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah, tiada kehidupan kecuali di akhirat. Maka ampunilah orang-orang Muhajirin dan Anshar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Anas berkata, “ (Ketika) Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam beranjak menuju parit, beliau mendapati kaum Muhajirin dan Anshar sedang menggali parit di pagi hari yang dingin, karena mereka tidak mempunyai hamba sahaya yang bisa mereka pekerjakan untuk itu. Begitu menyaksikan keadaan mereka yang keletihan dan kelaparan, beliau pun lantas berdoa:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah, sesungguhnya kehidupan yang kekal adalah kampung akhirat, maka ampunilah kaum Anshar dan Muhajirin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daripada itu, kaum Muslimin mengerjakan penggalian parit itu dengan penuh semangat, meskipun perut mereka dihinggapi rasa lapar yang sangat. Sungguh keadaan yang memilukan hati. Berikut ini Anas mengisahkan kondisi mereka saat itu, “(Suatu hari para penggali parit) mendapat kiriman segenggam gandum. Gandum itu kemudian dimasak dengan minyak yang sudah kadaluarsa. Lalu dihidangkan untuk semua pekerja yang sedang lapar. Padahal makanan itu sendiri tidak enak rasanya dan tidak sedap aromanya” (Al-Mubarakfuri, 2005).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullahpun Turut Merasakannya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Thalhah bercerita, “Kami mengadu kepada Rasulullah tentang rasa lapar yang kami alami. Lalu kami perlihatkan perut kami yang kami ganjal dengan sebuah batu. Tiba-tiba Rasulullah pun memperlihatkan perutnya yang telah diganjal dengan dua buah batu” (Al-Mubarakfuri, 2005).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mu’zijat Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada masa-masa penggalian parit itu, banyak sekali tanda-tanda kenabian yang tampak. Seperti yang dialami oleh Jabir bin Abdullah. Suatu hari ia mendapati kondisi Nabi shallallahu alaihi wa sallam dalam keadaan rasa lapar yang sangat. Maka segera si Jabir menyembelih seekor kambing. Sementara istrinya menggiling satu sha’ (=± 2,5 kg) gandum. Kemudian ia meminta Rasulullah agar bersedia datang secara diam-diam ke rumahnya bersama dengan beberapa orang sahabat saja; khawatir makanan yang ada tidak mencukupi. Namun, justru, Nabi shallallahu alaihi wa sallam malah mengajak seluruh penggali parit yang jumlahnya mencapai seribu orang. Anehnya, mereka semua bisa memakan suguhan itu hingga kenyang. Terlebih lagi, masih tersisa sepanci daging dalam keadaan tertutup seperti belum terjamah. Begitu pula adonan roti itu masih tetap utuh seperti semula.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lain lagi cerita saudara perempuan Nu’man bin Basyir. Ketika itu, ia membawa sekeranjang kurma ke lokasi penggalian parit untuk dimakan oleh ayah dan pamannya saja. Namun, di saat berjalan, ia berpapasan dengan Rasulullah yang kemudian meminta darinya beberapa buah butir kurma. Tiba-tiba kurma itu beliau letakkan di atas bajunya seraya memanggil seluruh penggali parit. Maka serta merta mereka semua berdatangan untuk memakan kurma tersebut. Tapi anehnya, seakan-akan kurma itu tidak ada habis-habisnya. Bahkan ketika semua penggali parit itu telah beranjak dari sisi beliau, kurma itu masih berjatuhan dari ujung bajunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kali ini, keanehan yang terjadi jauh lebih dahsyat dari dua hal di atas. Yakni seperti apa yang di riwayatkan oleh Bukhari dari Jabir. Ia mengisahkan, “Ketika kami sedang menggali parit dalam perang khandaq, kami menemukan tanah yang sangat keras. Serta merta kami mengadukannya kepada Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam. Tiba-tiba saja beliau berkata, “Aku akan turun (ke dalam parit).” Lalu beliau berdiri. Sementara perutnya diganjal dengan batu. Sedangkan kami sudah tiga hari tidak merasakan makanan. Kemudian beliau mengambil cangkul, lalu menghantamkannya ke tanah keras itu. Di tangan beliau, tanah itu berubah menjadi lunak bagaikan pasir.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut ini Al-Bara’ menegaskan, “Ketika perang Khandaq, kami menemukan sebuah batu besar yang keras di salah satu parit yang tidak bisa dipecahkan dengan cangkul. Lalu kami mengadukan hal itu kepada Rasulullah. Maka beliaupun datang sambil membawa cangkul kemudian mengucapkan, "Bismillah". Selanjutnya langsung memukul batu itu dengan sekali pukulan. Kemudian mengucapkan, "Allahu Akbar, telah diberikan kepadaku kunci-kunci kerajaan Syam. Demi Allah, saat ini aku benar-benar melihat istana-istananya yang (penuh dengan gemerlapan)." Kemudian beliau memukul tanah itu untuk yang kedua kalinya. Maka terpecahlah sisi yang lainnya. Lalu beliaupun bersabda, "Allahu Akbar, telah diberikan kepadaku negeri Persia. Demi Allah, aku benar-benar melihat istana kerajaannya yang penuh dengan gemerlapan sekarang ini." Lantas beliau memukul tanah itu untuk yang ketiga kalinya seraya mengucapkan, "Allahu Akbar". Maka terpecahlah bagian yang tersisa dari batu itu. Kemudian beliau bersabda, "Allahu Akbar, aku benar-benar diberi kunci-kunci kerajaan Yaman. Demi Allah, aku benar-benar melihat pintu-pintu Shan’a dari tempatku ini” (Al-Mubarakfuri, 2005).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kondisi geografis kota Madinah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kota Madinah dikelilingi oleh perbukitan, gunung-gunung, dan perkebunan kurma dari segala penjuru kecuali dari arah utara. Dilihat dari sisi geografis yang sedemikian rupa, kota Madinah sangat diuntungkan dari segi pertahanan. Nabi shallallahu alaihi wa sallam sangat mengetahui bahwa agresi militer dan penyerangan oleh pihak musuh hanya akan terjadi dari arah utara saja. Maka beliaupun memutuskan untuk menggali parit di sebelah utara kota Madinah itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkaitan dengan itu, kaum Muslimin mengerjakan penggalian parit itu sepanjang hari. Meraka baru pulang ke rumah masing-masing pada sore harinya. Dengan demikian, penggalian parit itu bisa selesai sesuai dengan apa yang direncanakan. Yakni, sebelum pasukan gabungan kaum musyrikin itu sampai ke perbatasan Madinah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Detik-Detik Yang Menegangkan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suku Quraisy bergerak dengan kekuatan tempur empat ribu prajurit plus peralatan perang mereka. Ketika mendekati Madinah, mereka mengambil posisi di muara air Rumat yang terletak antara Al-Jarf dan Zaghabah. Sedang suku Ghatafan dan sekutunya dari penduduk Nejed mengerahkan kekuatan sekitar enam ribu tentara. Mereka bermarkas di bagian bawah lembah Naqma di sisi gunung Uhud.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, Rasulullah berangkat menuju ke medan pertempuran dengan kekuatan infanteri sebanyak tiga ribu tentara Muslimin. Kemudian mengambil posisi tempur di gunung Sila’, dan menjadikannya sebagai benteng pertahanan. Sedangkan posisi parit berada di antara mereka dan orang kafir. Sebelum berangkat ke medan tempur, beliau mengangkat Ibnu Ummi Maktum sebagai pemimpin sementara Madinah, seraya memerintahkan para wanita dan anak-anak untuk berlindung di tempat khusus di benteng-benteng Madinah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Panji perang kaum Muhajirin dipegang oleh Zaid bin Haritsah, sedangkan panji perang kaum Anshar berada di tangan Sa’ad bin Ubadah. Sedangkan Abbad bin Bisyr menjadi pasukan khusus pengaman sang panglima perang kaum Muslimin, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam. Ia dan beberapa orang shahabat dari kalangan Anshar, mengemban tugas khusus untuk menjaga beliau (Al-Masyath, 2006).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Parit Pertahanan Sukses Membendung Serangan Pasukan Gabungan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syahdan, ketika tentara kaum Musyrikin bergerak dengan penuh keyakinan dapat menaklukkan Madinah, serta mengakhiri perjalanan dakwah Nabi Muhammad. “Kali ini habis sudah riwayat Muhammad dan ajarannya”, kira-kira begitulah jalan pikiran yang terngingang-ngiang dalam kepala mereka sepanjang perjalanan menuju Madinah. Maklum, dengan kekuatan infanteri sebanyak sepuluh ribu orang, hasil koalisi pelbagai pihak yang ingin menghentikan aktivitas dakwah Rasulullah itu, rasanya hampir mustahil serangan gabungan ini bisa ditahan, apalagi dipatahkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diluar dugaan, betapa terkejutnya Abu Sufyan beserta ribuan pasukannya ketika sampai di perbatasan. Mereka melihat suatu hal yang belum pernah terbayangkan sebelumnya. Sebuah parit membentang lebar menghalangi jalan mereka untuk bisa meneruskan perjalanan menyerang kaum Muslimin dan menaklukkan Madinah. Di sisi lain, barisan pasukan pemanah kaum Muslimin terlihat berjaga-jaga dan dalam keadaan posisi siap tembak. Ketika mata pasukan pemanah itu menangkap gerakan tentara kaum Musyrikin yang mencoba mendekati parit, seketika itu juga anak panah akan langsung melesat dari busurnya menghujani target. Hal ini mengakibatkan pasukan musuh hanya mampu mengepung dari jarak agak jauh saja. Mereka tidak bisa mendekati parit itu, apalagi sampai melewatinya. Terlebih-lebih menimbuni parit tersebut dengan tanah; sehingga mereka bisa membuat jalan yang memungkinkan bagi pasukannya untuk melewatinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhasil, orang-orang musyrik itu hanya bisa mengelilingi parit itu sambil menggerutu, karena tidak dapat berbuat sesuatu apapun menghadapi stretegi perang yang belum pernah mereka kenal sebelumnya. Kaum Musyrikin mengelilingi parit itu sambil mencari-mencari titik lemah, untuk mereka jadikan sebagai pintu masuk ke Madinah. Namun mereka sama sekali tidak berani terlalu dekat dengan parit itu. Karena hal itu hanya akan menjadikan diri mereka sebagai santapan empuk bagi para pasukan pemanah yang senantiasa berjaga-jaga di seberang parit (al-Mubarakfuri, 2005).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, Pasukan kavaleri (penunggang kuda) Quraisy, merasa benci bila harus berdiam diri di sekitar parit tanpa membuahkan hasil sama sekali dari pengepunga itu. Karena hal semacam ini bukan sifat mereka. Maka bergeraklah sebagian dari mereka, sebut saja Amr Ibnu Abdu Wud, Ikrimah bin Abi Jahl, Dhirar bin al-Khatthab dan beberapa orang lainnya. Mereka ini bermaksud menuju galian parit yang sempit dan bisa diseberangi. Mereka melompat dan mengelilingi tanah yang lembab (berair) di antara parit dan pecahan tanah dengan kuda mereka. Spontan, beberapa orang shahabat Nabi menghadang gerakan mereka. Sehingga mereka mengambil alih celah yang dilewati pasukan berkuda milik Musyrikin itu. Si Amr berteriak, “Siapa yang berani berduel (melawanku)?” Maka tampillah Ali bin Abi Thalib menjawab tantangan itu. Sebelum duel terjadi, sempat terjadi dialog di antara mereka berdua. Di antaranya, “Demi Allah, aku tidak ingin bertarung denganmu”, ujar Amr. Lantas Ali bin Abi Thalib pun menimpali, “Namun, sungguh, Demi Allah, aku ingin sekali membunuhmu”. Mendengar hal itu, emosi Amr pun terbakar. Segera ia turun dari kuda lalu mengusirnya dengan memukul wajahnya. Baru kemudian menemui Ali bin Abi Thalib. Maka terjadilah duel sengit di antara keduanya, yang akhirnya dimenangkan oleh Ali. Begitupun semua petarung dari Quraisy itu akhirnya kalah. Sehingga mereka keluar dari parit tempat terjadinya pertarungan itu dan melarikan diri dalam keadaan ketakutan. Sampai-sampai Ikrimah lari meninggalkan tombaknya begitu melihat kekalahan temannya, si Amr (Ibnu Hisyam, 2007).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usaha kaum Musyrikin yang berhari-hari mengepung dan mencoba melewati parit itu, juga diimbangi usaha pasukan Muslimin mempertahankannya berhari-hari lamanya, hanya saja karena faktor adanya parit yang menghalangi kedua kubu, tidaklah memungkinkan terjadinya perang terbuka, melainkan hanya saling memanah saja. Dalam pertempuran saling memanah ini, telah jatuh korban jiwa dari kedua belah pihak, enam orang dari pasukan kaum Muslimin, dan sepuluh orang dari kaum Musyrikin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkaitan dengan hal di atas, Sa’d bin Muadz terkena tembakan panah lawan, sehingga urat lengannya putus. Pemanahnya adalah seorang laki-laki dari Quraisy yang dikenal dengan nama Hiban bin Al-Irqah. Maka Sa’d pun berdoa, “Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui bahwa tidak ada yang paling aku cintai melainkan memerangi kaum yang telah mendustakan Rasul-Mu dan mengusirnya dari kampung halamannya. Ya Allah, aku berharap Engkau berkenan menghentikan perang antara kami dan mereka. Jika perang ini masih terus akan berlangsung, panjangkanlah umurku sehingga aku berkesempatan berperang melawan mereka. Namun, jika engkau telah berkenan menghentikan perang ini, maka wafatkanlah aku di dalam perang ini.” Lalu ia berkata di akhir doanya, “Janganlah Engkau matikan aku sebelum aku merasa senang bisa memerangi Bani Quraizhah” (Al-Mubarakfuri, 2005).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aksi Sabotase Yahudi Berikutnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ditengah berkecamuknya pertempuran antara pasukan kaum Muslimin dan Musyrikin, ular-ular Yahudi kembali melancarkan serangan berbisanya ke tubuh kaum Muslimin. Mereka hendak mengacaukan barisan pertahanan kota Madinah dengan cara menghasut Bani Quraizhah agar mau membelot dari pakta pertahanan yang telah mereka sepakati sebelumnya dengan Rasulullah, dan bersedia ikut bersama-sama pasukan gabungan kaum Musyrikin memerangi beliau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka berangkatlah salah satu dedengkot provokator Bani Nadhir, Huyay bin Akhtab, ke perkampungan yang dihuni oleh Bani Quraizhah, untuk meyakinkan mereka agar mau masuk ke dalam barisan koalisi. Si Huyay mendatangi rumah Ka’ab bin Asad al-Quradhi, seorang pemuka Bani Nadhir, yang mempunyai wewenang dalam mengadakan kesepakatan dan perjanjian bagi mereka. Sebelumnya, antara pihak Bani Nadhir dengan Rasulullah telah terjadi perjanjian, untuk saling membantu apabila ada musuh yang menyerang salah satu pihak dari keduanya. Si Huyay pun mengetuk pintu rumah Ka’ab. Di luar dugaan, ternyata si Ka’ab justru menutupnya kembali. Karena terus menerus didesak, akhirnya Ka’ab pun membuka pintu untuknya. Lantas si Huyaypun berkata, “Wahai Ka’ab, aku mendatangimu dengan membawa kejayaan dunia dan lautan luas, aku memberimu kabar tentang kedatangan suku Quraisy bersama para pemimpinnya, sekarang mereka semua bermarkas di berkas aliran air di bukit Rumat. Begitu juga suku Ghatafan bersama para pemimpinnya, berkumpul di ujung Naqma dan sisi gunung Uhud. Mereka semua telah berjanji dan bersepakat denganku, untuk tidak meninggalkan tempat mereka, sampai mereka bisa menghancurkan Muhammad beserta para pengikutnya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun Ka’ab meragukan tawaran itu seraya menukas, “Demi Allah, engkau datang kepadaku membawa kehinaan seumur hidup dan awan kering. Engkau datang dengan kilatan yang menggelegar, namun tidak berisi apa-apa. Celakalah engkau wahai Huyay! Biarkan aku tetap seperti kondisi sekarang, karena sesungguhnya aku melihat kejujuran dan kesetiaan pada diri Muhammad.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun Huyay terus saja membujuknya, hingga akhirnya Ka’ab luluh dan menerima ajakan si Huyay untuk membelot dari kesepakatan yang dibuatnya dengan Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam, dan ikut serta memerangi Rasulullah, dengan syarat Huyay mau berjanji setia kepadanya dengan nama Allah. “Seandainya suku Quraisy dan Ghathafan pulang tanpa berhasil mencapai tujuan mereka menghabisi Muhammad, maka bawalah aku masuk kedalam benteng pertahananmu, sehingga apa yang menimpamu menimpaku juga,” begitu ucap Ka'ab. Dengan demikian Ka’ab bin Asad, sesepuh Bani Quraizhah, melanggar janjinya, dan terlepaslah semua kesepakatannya dengan kaum Muslimin. Selanjutnya ia menjadi sekutu orang-orang Musyrik dalam memerangi kaum Muslimin (Al-Mubarakfuri, 2005).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Intelijen dan peperangan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam setiap peperangan, baik di zaman dahulu hingga zaman yang serba canggih seperti sekarang ini, operasi intelijen selalu dilibatkan dalam mendukung kesuksesan sebuah pertempuran. Salah satu tujuan operasi intelijen adalah membaca kekuatan dan pergerakan pasukan lawan. Sehingga apabila kekuatan lawan sudah terbaca, tinggal mangambil tindakan antisipasi yang tepat untuk menghadapinya. Diantara cara yang dipakai untuk mendapatkan informasi berharga ini, dilakukan dengan cara menyusupkan mata-mata atau agen rahasia langsung ke dalam pihak musuh. Umumnya agen yang disusupkan ini sudah sangat terlatih sedemikan rupa hingga tidak ada seorangpun dari pihak lawan yang mengetahui identitasnya yang sebenarnya. Ketika pertempuran berkecamuk di antara dua pihak yang saling berperang, informasi intelijen sangat ditunggu oleh setiap komandan pasukan perang masing-masing, sebelum akhirnya membuat keputusan, apa tindakan yang akan dilakukan selanjutnya. Rupanya prinsip intelijen ini, sudah di terapkan jauh-jauh sebelum badan intelijen modern yang kita kenal sekarang ini dibentuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Shafiyah binti Abdul Muthalib berada di atas benteng Hassan bin Tsabit, sementara itu Hassan sedang berada di dalam bersama kaum wanita dan anak-anak, tiba-tiba terlihat seorang Yahudi sedang mengitari benteng mereka. Rupanya Bani Quraizhah telah memutuskan perjanjian yang telah disepakati antara mereka dan Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam, dan hendak memerangi kaum Muslimin. Sementara itu, tidak ada yang menjaga para wanita dan anak-anak itu, karena Rasulullah dan kaum Muslimin sedang sibuk menghalau musuh di sisi lain dari Madinah. Sehingga apabila ada musuh yang menyerang dari arah tempat Shafiyyah berlindung, pasukan Muslimin tidak dapat menolong mereka. Melihat gelagat tidak beres itu, Shafiyyah lantas melaporkannya kepada Hassan bin Tsabit, “Wahai Hassan, orang Yahudi itu sedang mengawasi benteng kita seperti yang engkau lihat. Demi Allah, aku khawatir jika dia memberitahukan kelemahan kita kepada orang-orang Yahudi di belakang kita. Sementara Rasulullah dan kaum Muslimin tidak bisa menolong kita jika ada yang menyerang, oleh karan itu turunlah wahai Hassan dan bunuhlah ia”. Namun Hassan justru menjawab, “Demi Allah, engkau tahu bahwa aku tidak bisa melakukannya.” Akhirnya, karena Hassan tidak sanggup untuk membunuhnya, maka bibi Rasulullah itu mengambil tindakan yang cukup heroik dan berani turun tangan mengatasi masalah ini. Ia lantas mengencangkan ikat pinggang, kemudian mengambil potongan tiang, lalu turun dari benteng dan menuju posisi mata-mata Yahudi itu berada. Si Yahudi yang tidak menyadari apa yang akan dilakukan oleh seorang wanita yang mendekatinya itu, akhirnya tewas, setelah Shafiyyah datang dan ‘menghadiahi’ intel Yahudi itu beberapa pukulan yang menyebabkannya meregang nyawa (Ibnu Hisyam, 2007).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aksi luar biasa yang dilakukan oleh bibi Rasulullah itu benar-benar memberikan pengaruh yang sangat besar bagi keselamatan kaum wanita dan anak-anak, serta pertahanan kota Madinah. Mengetahui mata-mata mereka tidak kembali, alias tewas, para Yahudi itu menyangka bahwa benteng-benteng kaum Muslimin itu selalu dalam penjagaan. Padahal, realitanya tidak terjaga sama sekali. Pada akhirnya, mereka tidak berani mengirimkan mata-mata untuk yang ke dua kalinya, karena khawatir akan bernasib sama dengan yang pertama itu. Bahkan untuk mengerahkan pasukan dari sisi itupun mereka tidak berani, karena menyangka pos itu selalu dijaga ketat oleh pasukan Muslimin. Di sisi lain, Shafiyyah, bibi Rasulullah itu juga telah memainkan pola intelijen modern yang dimainkan oleh dunia intelijen saat ini. Ketika diketahui ada mata-mata yang masuk dan berusaha melakukan Spionase, maka tindakan yang harus segera diambil adalah menyingkirkannya dengan cara apapun, termasuk membunuhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Panglima Perang Yang Tangguh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya berita tentang pengkhianatan itupun sampai ke telinga Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam dan kaum Muslimin. Namun, beliau tidak terburu-buru untuk mengambil tindakan. Beliau menunggu sampai betul-betul tahu persis informasi yang sebenarnya, agar tidak mengambil keputusan yang salah. Untuk itu, Rasulullah mengutus mata-matanya yang bertugas mengecek kevalidan informasi ini seraya berpesan, “Berangkatlah sehingga kalian bisa mengetahui apakah benar berita yang sampai kepada kita tentang (pengkhiantan) kaum Yahudi itu atau tidak. Jika benar, berilah aku isyarat saja. Sehingga aku bisa mengetahui dan jangan disebarkan ke semua orang. Karena hal itu akan mematahkan semangat mereka. Namun, jika mereka tetap menepati kesepakatan bersama, maka sebarkanlah berita itu kepada semua orang.” Ketika Sahabat yang mendapat tugas spionase ini mendekati perkampungan Bani Quraizhah, mereka mendapati orang-orang Yahudi itu dalam keadaan sangat buruk sekali. Di mana mereka dengan terang-terangan mencaci Nabi shallallahu alaihi wa sallam, dan menunjukkan sikap permusuhan. “Siapa itu Rasulullah? Tidak ada perjanjian antara kami dan Muhammad,” begitu kira-kira perkataan yang keluar dari mulut mereka saat itu, yang berhasil didengar oleh mata-mata Rasulullah. Segera, para shahabat itu kembali dan melaporkan hal ini kepada Nabi shallallahu alaihi wa sallam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun Nabi dan sebagian kaum Muslimin berusaha menyembunyikan kenyataan yang sebenarnya itu, tetapi akhirnya diketahui juga oleh semua orang. Karena hal itu terlihat sangat jelas, maka tampaklah di hadapan mereka sebuah bencana yang sangat menakutkan (Al-Mubarakfuri, 2005).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah ini, merupakan kondisi tersulit yang pernah dialami kaum Muslimin saat itu. Karena tidak ada lagi penghalang antara mereka dan Bani Quraizhah; apabila Bani Quraizhah itu ingin menyerang dari belakang. Sementara di hadapan mereka ada pasukan raksasa yang belum berhasil mereka usir dari sekitar parit. Daripada itu, tempat persembunyian anak-anak dan istri kaum Muslimin sangat dekat sekali dengan perkampungan Bani Quraizhah, yang telah berkhianat itu, tanpa adanya penjagaan dan perlindungan yang memadai. “Betul-betul kondisi yang teramat sulit,” begitulah komentar salah seorang sejarawan Islam asal Mesir, Muhammad bin Afifi al-Bajuri atau yang lebih dikenal dengan Syekh Khudhori bek, dalam bukunya “Nurul Yaqin fi Siroti Sayyidil Mursalin” (Dar Ibnu Hazm, 2000).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kondisi mereka kala itu persis seperti yang digambarkan Allah dalam Surat Al-Ahzab ayat 10-11, yang artinya: “Yaitu ketika mereka datang kepada kalian dari atas atau dari bawah kalian, dan ketika tidak tetap lagi penglihatan (kalian) dan hati kalian naik menyesak sampai ke tenggorokan dan kalian menyangka terhadap Allah dengan berbagai prasangka, di situlah diuji orang-orang Mukmin dan diguncangkan hatinya dengan goncangan yang sangat.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada saat itu juga, tampaklah sifat-sifat kemunafikan dari sebagian orang munafik. “Muhammad telah menjanjikan kepada kita, bahwa kita akan memperoleh kekayaan dari istana Kisra (raja Persia) dan Qaishar (kaisar Romawi). Sementara hari ini, tidak ada seorang pun yang merasa aman meskipun sekadar untuk pergi membuang hajatnya,” demikian ujar mereka dengan penuh waswas. Disamping itu juga ada seorang yang berkata di depan kaumnya, “Rumah kami akan menjadi sasaran musuh, maka izinkanlah kami untuk pulang ke kampung halaman kami, karena kampung halaman kami berada di luar Madinah”. Sampai-sampai Bani Salamah sudah merasa gagal terlebih dahulu. Saat itulah Allah menurunkan ayat kepada mereka;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan ingatlah ketika orang-orang munafik dan orang-orang berpenyakit dalam hatinya berkata, ‘Allah dan RasulNya tidak menjanjikan kepada kami melainkan tipu daya,’ dan ingatlah ketika segolongan di antara mereka berkata, ‘Hai penduduk Yatsrib (Madinah), tidak ada tempat bagi kalian, maka kembalilah kalian,’ Dan sebagian dari mereka meminta izin kepada Nabi (untuk pulang) dengan berkata, ‘sesungguhnya rumah-rumah kami terbuka (tidak ada penjaga).’ Dan rumah-rumah itu sekali-kali tidak terbuka, mereka tidak lain hanyalah hendak lari” (QS. Al-Ahzab: 12-13).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam ketika mendengar berita pengkhianatan Bani Quraizhah itu, menyempatkan diri untuk berbaring dan berdiam cukup lama. Sehingga kondisi yang dialami kaum Muslimin itu semakin menjadi-jadi. Lalu beliau bangkit seraya memotivasi, “Allahu Akbar, wahai kaum Muslimin, optimislah kalian dengan kemenangan dan pertolongan Allah.” Kemudian beliau merancang strategi yang bisa mengeluarkan mereka dari kondisi yang sangat pelik ini. Yakni dengan mengutus beberapa penjaga ke dalam kota Madinah, sehingga anak-anak dan para wanita tidak tertimpa suatu serangan secara tiba-tiba. Namun, untuk itu dibutuhkan keberanian yang teguh untuk sanggup memecah-belah pasukan lawan. Dan untuk mewujudkan target itu, beliau harus berdamai dengan dua orang pemimpin Bani Ghathafan, yaitu Uyainah bin Hisn dan Harits bin Auf. Dengan memberi keduanya sepertiga buah-buahan dari kota Madinah, agar mereka berdua mau pulang membawa pasukannya meninggalkan arena pertempuran. Sehingga kaum Muslimin bisa berkonsentrasi untuk memberikan kekalahan telak kepada kaum Quraisy yang tak henti-hentinya selalu menguji kekuatan dan ketangguhan kaum Muslimin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kaum Anshar atau yang sebelumnya dikenal sebagai suku Aus dan Khazraj, dikenal sejarah sebagai kaum Arab yang pemberani dalam hal pertempuran. Cepat dalam melakukan penetrasi pertempuran, dan pantang mundur, itulah ciri khas mereka. Sebagaimana yang dijelaskan oleh Dr. Al-Amin Muhammad, dosen sejarah di fakultas Dakwah, Universitas Islam Madinah. Suku Aus dan Khazraj memiliki keberanian yang jarang dimiliki oleh kabilah-kabilah Arab pada umumnya. Bahkan tersebut dalam sebuah riwayat: jika mereka hendak berduel dengan musuhnya, mereka terlebih dahulu mengajak musuhnya untuk masuk ke suatu tempat kemudian menguncinya. Di situlah mereka akan bertanding hingga titik darah penghabisan. Sungguh luar biasa! Maka tidak salah, apabila suku Aus dan Khazraj mendapat kehormatan dari Allah, sebagai Anshor Rosulullah (penolong Rasulullah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum menjalankan taktik ini, Nabi shallallahu alaihi wa sallam terlebih dahulu bermusyawarah dengan Sa’d bin Muadz dan Sa’d bin Ubadah. “Wahai Rasulullah, jika apa yang kau putuskan itu perintah dari Allah, maka kami akan patuh dan taat”, begitu jawaban keduanya. Lalu melanjutkan, “Namun, jika itu merupakan sesuatu yang engkau lakukan untuk kepentingan (meringankan beban) kami, kami tidak membutuhkannya. Sebab (ketika) kami dan mereka dulu masih dalam (keadaan) musyrik dan menyembah patung, mereka tidak tergiur oleh buah-buahan kami, kecuali apa yang dihidangkan dan lewat jual-beli. Maka ketika Allah memuliakan kami dengan Islam dan memberi kami petunjuk kepadanya, lalu kami dimuliakan dengan kebersamaanmu, relakah kami memberikan harta kami kepada mereka? Demi Allah, kami tidak akan memberikan kepada mereka kecuali pedang!” Dan akhirnya Rasulullahpun sependapat dengan keduanya. Lantas beliaupun berujar, “Aku melakukan itu untuk kepentingan kalian. Karena aku melihat bangsa Arab telah bersatu untuk menyerang kalian” (Al-Mubarakfuri, 2005).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertolongan Yang Ditunggu-Tunggu Akhirnya Tiba&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tengah pengepungan yang masih berlangsung, tanpa ada kepastian sampai kapan keadaan yang menyesakkan dada kaum Muslimin ini akan terjadi. Tiba-tiba seorang laki-laki dari suku Ghathafan yang bernama Nu’aim bin Mas’ud al-Asyja’i datang menghadap Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam seraya berkata, “Wahai Rasulullah, sesungguhnya saya telah masuk Islam. Sedangkan kaumku tidak mengetahui akan keislamanku. Maka perintahkanlah apa saja yang harus saya lakukan.” Nabipun menukas, “Engkau ini hanya seorang diri. Berbuatlah semampumu agar suku Ghatafan itu tidak menolong kaum Quraisy. Karena perang itu adalah tipu daya.” Saat itu juga, ia pergi menuju Bani Quraizhah –karena masih ada tali kekerabatan antara dirinya dengan mereka pada masa Jahiliyah dulu- dengan misi memecah belah kekuatan pasukan musyrikin. “Kalian tahu akan kecintaanku kepada kalian, khususnya antara sukuku dengan suku kalian,” ujar Nu’aim mencoba meyakinkan Bani Quraizhah. Spontan merekapun menjawab, “Engkau benar!” Lalu Nu’aim melanjutkan, “Sesungguhnya orang-orang Quraisy itu tidak sama dengan kalian. Negeri ini adalah negeri kalian. Di sinilah tempat harta, anak, dan istri kalian tinggal. Di mana kalian tidak bisa berpindah darinya ke daerah yang lainnya. Kaum Quraisy dan Ghathafan itu datang kemari untuk menyerang Muhammad dan pengikutnya. Sedangkan kalian telah membantu Quraisy dan Ghatafan untuk menyerangnya. Padahal negeri, harta, dan istri mereka tidak bersama mereka. Maka jika mereka mendapatkan kesempatan untuk mewujudkan cita-cita yang mereka inginkan, mereka akan memanfaatkannya. Namun, jika tidak, mereka akan pulang ke negeri mereka dan meninggalkan Muhammad dan kalian. Sehingga Muhammad bisa membalas perbuatan kalian atasnya.” Tanpa disadari, akhirnya suku Quraizhah itu termakan umpan yang dilempar oleh Nu’aim kepada mereka, yang tidak lain adalah sebuah tipuan perang. Serta merta mereka pun menjawab, “Apa yang harus kami perbuat wahai Nu’aim?” Nu’aim pun menjawab, “Janganlah berperang bersama mereka sebelum mereka memberikan jaminan kepada kalian.” “Pendapatmu sungguh benar,” sahut mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sukses mengecoh Bani Quraizhah, selanjutnya Nu’aim berangkat menemui orang-orang Quraisy guna melancarkan aksi tipu dayanya. Ia terlebih dahulu meyakinkan suku Quraisy sebagaimana yang ia lakukan sebelumnya. “Bukankah kalian tahu betapa sayang dan tulusnya saranku kepada kalian?” kata Nu’aim membuka perbincangannya. Lalu dijawab oleh orang-orang Quraisy, “Tentu.” Kemudian ia melanjutkan, “Sesungguhnya orang-orang Yahudi itu merasa menyesal atas pengkhianatan mereka terhadap Muhammad dan shahabatnya. Dan mereka telah berulang kali mengabarkan kepada Muhammad, bahwasanya mereka akan menerima harta jaminan dari kalian, yang akan mereka bayarkan kepada Muhammad. Lalu setelah itu, mereka akan kembali loyal kepadanya untuk menyerang kalian. Maka jika mereka (orang-orang Yahudi) meminta jaminan itu, janganlah kalian berikan kepada mereka.” Kemudian dia pergi ke Bani Ghathafan, dan dia mengatakan hal yang sama kepada mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada malam sabtu bulan Syawal tahun kelima hijriyah, orang-orang Quraisy yang telah termakan umpan tanpa sadar itu mengirim utusan kepada orang-orang Yahudi. Utusan itu berkata, “Kami tidak bisa lagi diam berlama-lama di sini. Kaki dan sepatu kami telah rusak. Segeralah bergabung bersama kami sehingga kita bisa menghabisi Muhammad.” Lalu orang-orang Yahudi itupun mengirim utusan untuk menyampaikan pesan balasan kepada Quraisy, "Bahwa hari ini adalah hari sabtu. Dan kalian sudah mengetahui apa yang menimpa orang-orang sebelum kami ketika mereka melanggar larangan di hari sabtu. Disamping itu, kami tidak akan berperang bersama kalian, kecuali jika kalian mengirim harta jaminan kepada kami.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika utusan itu datang dengan membawa berita itu, orang-orang Quraisy dan Ghathafan berkata, “Demi Allah, (ternyata) Nu’aim benar.” Lalu mereka balik mengirim utusan kepada orang-orang Yahudi untuk menyampaikan pesan, "Demi Allah, kami tidak akan mengirim apapun kepada kalian. Keluarlah bersama kami sehingga kita bisa menyerang Muhammad." Mendengar hal itu, Bani Quraizhahpun berkata, “Demi Allah, (ternyata) Nu’aim benar.” Siasat propaganda yang dijalankan Nu’aim sukses besar. Akibatnya, kedua kelompok itu akhirnya saling acuh tak acuh. Perpecahan pun terjadi di antara barisan mereka, yang berimbas pada melemahnya semangat juang mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, kaum Muslimin tak henti-hentinya memanjatkan doa kepada Allah, “Ya Allah, tutupilah kelemahan kami dan berilah kami rasa aman.” Rasulullah juga turut berdoa untuk kehancuran pasukan gabungan itu. Beliau berdoa, “Ya Allah yang menurunkan kitab, yang cepat perhitungan-Nya, hancurkanlah pasukan sekutu itu. Ya Allah hancurkan dan cerai-beraikan mereka.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah Maha Mendengar, tidak menyia-nyiakan doa kekasih-Nya dan kaum Muslimin. Tidak berapa lama setelah terjadi perpecahan di dalam barisan kaum Musyrikin, serta semangat untuk saling mengkhianati mewarnai mereka, Allah mengirimkan kepada mereka pasukan-Nya yang berupa angin kencang. Angin itu menghancurkan mereka. Sampai-sampai tidak tersisa satu tempatpun kecuali diterbangkannya. Bahkan tali-tali kemah mereka juga ikut terlepas karena kuatnya angin yang berhembus. Akibatnya, mereka tidak merasa tenang lagi, maka rasa takut dan cemas pun menghinggapi hati mereka (Al-Mubarakfuri, 2005).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Misi Intelijen Hudzaifah Bin Yaman&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hal ini, pihak yang kalah adalah kelompok yang terlebih dahulu meninggalkan arena pertempuran. Sedangkan pemenangnya adalah kelompok yang tetap teguh dalam posisinya. Dalam posisi seperti ini, informasi intelijen tentang kondisi pihak lawan, baik itu fisik maupun mental, hingga manuver apa yang akan dilakukannya selanjutnya, sangatlah dibutuhkan, guna memutuskan, langkah apa yang selanjutnya akan di ambil. Berkaitan dengan itu, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam sebagai panglima perang pasukan Muslimin, mau tidak mau harus mengirim seorang shahabat terbaiknya untuk memata-matai pergerakan pasukan koalisi. Lalu siapakah gerangan orang yang mampu melakukan misi berbahaya ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah bertanya kepada para shahabatnya, “Adakah salah seorang di antara kalian yang berani melihat kondisi musuh sekarang? Semoga Allah mengumpulkannya denganku pada hari kiamat kelak.” Ditanyai seperti itu, para shahabatnya terdiam tak seorangpun yang menjawabnya. Lalu beliau ulangi lagi pertanyaannya itu hingga tiga kali. Namun, tetap saja tak ada yang menjawab. Akhirnya Rasulullah memanggil seorang dari mereka untuk menjalankan misi berbahaya ini. “Berdirilah wahai Hudzaifah, informasikan kepada kami kondisi musuh (saat ini)”, begitu perintahnya kepada Hudzaifah bin al-Yaman. Kelak, si Hudzaifah ini dikenang dalam sejarah sebagai seorang intel tangguh di era Islam. Begitu mendapat perintah, segera si Hudzaifah bangkit dan berjalan mencoba menyusup masuk ke kamp musuh. Namun, sebelum ia menjalankan tugas, Rasulullah berpesan agar ia tidak berbuat apapun yang dapat mengejutkan pasukan musuh. Karena misi Hudzaifah hanyalah memata-matai, tidak lebih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu Hudzaifahpun berjalan dengan ekstra hati-hati menuju kamp musuh. Ia diuntungkan oleh gelapnya malam, sehingga musuh tidak mengenalinya. Pun ketika ia memasuki kamp musuh, tak seorangpun dari mereka yang menaruh curiga terhadapnya. Hudzaifah berjalan seakan-akan ia salah seorang dari pasukan musuh. Betul-betul rapi dan tidak membuat orang curiga. Akhirnya, ia mendapati posisi Abu Sufyan, salah seorang tokoh pasukan musuh, sedang menghangatkan badannya di dekat api unggun. Melihat hal itu, spontan Hudzaifah tidak menyia-nyiakan kesempatan emas untuk membunuhnya. Ia letakkan anak panahnya di busurnya dan hendak membunuhnya dengan sebuah lesatan panah saja. Tetapi, buru-buru niat itu ia urungkan, setelah teringat pesan Rasulullah kepadanya itu. Di lain pihak, ternyata Abu Sufyan nampaknya hendak memberikan suatu briefing penting kepada pasukannya. Namun, untuk berjaga-jaga agar jangan sampai ada mata-mata yang mengawasinya, ia mengeluarkan sebuah instruksi cerdik yang tidak diduga sebelumnya oleh Hudzaifah, “Wahai kaum Quraisy, hendaklah setiap orang dari kalian saling mengecek siapa gerangan orang yang ada didekatnya!” Mendengar hal itu, Hudzaifah tidak kalah pintar, secara spontan ia pegang tangan orang yang ada di dekatnya seraya bertanya, “Siapa engkau?” Karena kaget, orang disampingnya itu langsung menjawab, “Fulan bin fulan!” Dengan demikian, amanlah posisi Hudzaifah. Tak seorangpun yang mengecek identitas aslinya, karena ia yang terlebih dahulu bertanya sebelum sempat di tanya. Setelah dirasa cukup aman, Abu Sufyan berkata bahwa ia sudah tidak kuat lagi bertahan, dan akan kembali ke Mekah saja. Diantara salah satu perkataannya, “(…) Sungguh, onta-onta kita telah binasa, dan Bani Quraizhahpun telah meninggalkan kita. Ditambah lagi angin kencang yang menghantam kita seperti yang kalian lihat sendiri. Maka sekarang kembalilah (ke Mekah), karena aku akan pergi sekarang!" Selesai berkata seperti itu, Abu Sufyan segera menuju ontanya dan melepaskan ikatannya, lalu duduk di atasnya. Kemudian ia memecut ontanya dan berjalan pulang menuju Mekah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hudzaifahpun segera bangkit kembali menuju markas kaum Muslimin di Madinah untuk menyambaikan berita ini kepada Rasulullah. Sebagaimana yang ia lakukan ketika masuk, kali inipun ia tetap tenang dan hati-hati agar tidak menimbulkan kecurigaan pada diri orang-orang Musyrikin itu. Begitu mendengar kabar ini, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam sangat gembira dan senang. Kemudian beliau mengucapkan puji dan syukur ke Hadirat Allah atas kabar gembira ini. Dengan kembalinya Abu Sufyan beserta pasukannya itu, berarti selesai sudah penderitaan berat kaum Muslimin dalam menghadapi pasukan gabungan ini (periksa: Ra'fat Basya, 2007; Rizkullah, 2003).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PR Terakhir Kaum Muslimin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembalinya Abu Sufyan beserta pasukannya ke Mekah, bukan berarti kaum Muslimin bisa beristirahat dengan tenang dan tidur nyenyak setelah itu. Masih ada satu PR lagi yang harus diselesaikan. Pada hari Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam pulang ke Madinah, Malaikat Jibril mendatanginya, yaitu ketika beliau sedang mandi di rumah Ummu Salamah pada waktu Dhuhur. Jibril bertanya, “Apakah kamu telah meletakkan senjata? Sungguh, para malaikat belum meletakkan senjata mereka. Kepulanganmu ini tidak lain kecuali untuk mengejar musuh. Pergilah beserta para shahabatmu menuju Bani Quraizhah. Aku juga ingin turut serta di hadapanmu untuk menggoncangkan benteng pertahanan Bani Quraizhah itu, dan memasukkan rasa takut ke hati mereka.” Selanjutnya, Jibril pun berangkat bersama pasukan malaikat (Al-Mubarakfuri, 2005).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka, berangkatlah Rasulullah bersama tiga ribu prajurit untuk memberi pelajaran kepada Bani Quraizhah yang telah mengkhianati perjanjian dan turut membantu pihak musuh dalam memerangi kaum Muslimin. Sesampainya di benteng, beliau dan pasukannya segera mengepungnya, sehingga membuat para penduduk Bani Quraizhah merasa ketakutan yang luar biasa. Menghadapi serbuan kaum Muslimin, tak ada yang bisa diperbuat oleh Bani Quraizhah itu melainkan bertahan di balik benteng mereka itu. Kaum Muslimin terus mengepung mereka hingga dua puluh lima hari lamanya (Khudhori bek, 2000). Setelah sekian hari lamanya bertahan di benteng itu, kondisi mental Bani Quraizhah semakin runtuh, dan ketakutan makin menyusup ke dalam dada mereka. Puncak dari keruntuhan mental mereka itu adalah manakala Ali bin Abi Thalib dan Zubair bin Awwam maju ke hadapan. Lantas si Ali berteriak lantang, “Wahai pasukan Iman, demi Allah, aku akan merasakan apa yang dirasakan oleh Hamzah, atau aku membuka benteng ini!” Seketika itu juga mereka menyerah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya, Rasulullah memerintahkan untuk menangkapi seluruh kaum laki-laki dan memborgol tangan mereka, serta menawan anak-anak dan wanita. Sebagai balasan setimpal atas pengkhianatan keji mereka itu, digalilah parit-parit di pasar Madinah, kemudian dipenggallah kepala mereka di parit itu secara bergiliran. Sebuah hukuman yang sangat adil dan pantas, mengingat pengkhianatan Bani Quraizhah. Disamping itu, Bani Quraizhah juga mengumpulkan sekitar seribu lima ratus pedang, dua ribu tombak, tiga ratus baju besi, tiga ratus perisai dan topi perang, guna memerangi kaum Muslimin (Al-Mubarakfuri, 2005).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak berselang lama setelah perang ini, seorang shahabat Rasulullah, Sa’d bin Mu’adz, akhirnya menghirup nafas terakhirnya, setelah menderita luka serius di badannya akibat terkena serangan musuh, ketika turut mempertahankan kota Madinah dari serangan pasukan koalisi. Rasulullah mengabarkan, “Arsy Allah yang Maha Penyayang bergetar karena kematian Sa’d bi Mu’adz.” Ketika jenazah Sa’d diusung, orang-orang munafik berkata, “Alangkah ringannya jenazah Sa’d ini”. Maka Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam berujar, “Sesungguhnya para malaikat juga turut membawanya”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyerangan terhadap Bani Quraizhah terjadi pada bulan Dzulqa’dah tahun kelima Hijriyah. Pengepungan itu berlangsung selama dua puluh lima malam. Tidak jauh berbeda dengan perang Khandaq yang terjadi di tahun yang sama, yaitu pada bulan Syawwal. Sementara itu, pasukan musuh mengepung Rasulullah dan kaum Muslimin selama sebulan atau kurang beberapa hari. Pengepungan itu dimulai dari bulan Syawwal hingga bulan Dzulqo’dah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkaitan dengan semua hal di atas, perang Khandaq bukanlah pertempuran yang mengakibatkan kerugian besar di kedua belah pihak, melainkan perang urat saraf semata. Di mana tak ada pertempuran sengit sama sekali. Namun, perang Khandaq merupakan pertempuran yang sangat menentukan sepanjang sejarah Islam, yang melahirkan perpecahan di barisan kaum Musyrikin. Dari situ bisa diambil kesimpulan bahwa kekuatan apapun yang berkembang di Arab dewasa itu tidak akan mampu memusnahkan kekuatan kecil yang sedang tumbuh di Madinah. Karena bangsa Arab itu tidak akan mampu mendatangkan pasukan yang lebih kuat dari apa yang mereka datangkan pada saat pertempuran Khandaq. Oleh sebab itu, ketika Allah mengusir pasukan sekutu itu, Rasulullah berkata, “Sekarang giliran kita yang menyerang mereka, bukan mereka yang menyerang kita, dan kita yang akan mendatangi mereka” (Al-Mubarakfuri, 2005). Selesai!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PUSTAKA RUJUKAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suryohadiprojo, Sayidiman. 2008. Pengantar Ilmu Perang. Jakarta: Pustaka Intermasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Mubarakfuri, Shafiyyurrahman. 2005. Ar-Rachiq al-Makhtum. Riyadh: Dar Al-Minhaj.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasya, Abdurrahman Raf’at. 2007. Shuwar min hayatis shohabah. Cairo: Islamic Literatur House.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnu Hisyam, Abu Muhammad Abdulmalik. 2007. Siroh Ibnu Hisyam. Beirut: Dar Al-Ma’rifah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Umari, Akrom Dhiya’. 2009. As-Siroh an-Nabawiyyah as-Shohihah. Riyadh: Maktabah Obekan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ahmad, Mahdi Rizqullah. 1424 H. As-Siroh an-Nabawiyyah. Riyadh: Dar Imam ad-Dakwah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Masyath, Hasan bin Muhammad. 2006. Inaroh Duja fi Maghoozi Khoiril Waro. Jeddah: Dar al-Minhaj.&lt;br /&gt;Al-Bajuri, Muhammad bin Afifi. 2000. Nurul Yaqin fi Siroti Sayyidil Murasalin. Beirut: Dar Ibnu Hazm.&lt;br /&gt;sumber:penadakwah.com&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3022497434294946353-5890406764363014026?l=wahdahbaus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wahdahbaus.blogspot.com/feeds/5890406764363014026/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wahdahbaus.blogspot.com/2011/04/battle-of-khandaq-kisah-perjuangan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3022497434294946353/posts/default/5890406764363014026'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3022497434294946353/posts/default/5890406764363014026'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wahdahbaus.blogspot.com/2011/04/battle-of-khandaq-kisah-perjuangan.html' title='The Battle Of “Khandaq”  (Kisah perjuangan Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam dan para shahabatnya dalam mempertahankan kota Madinah)'/><author><name>Wahdah Baubau</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15405677071714657436</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/-aBl-7r7sHsg/Te31dc9cmfI/AAAAAAAAADE/IlpFzINeVE8/s220/165630_1416119181437_1786339031_795827_7721175_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3022497434294946353.post-890120663523334536</id><published>2011-04-02T07:01:00.001-07:00</published><updated>2011-04-02T07:05:14.692-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='hakikat'/><title type='text'>Antara Pancasila dan Ahmadiyah</title><content type='html'>Rakyat Indonesia mengenal Pancasila sebagai pedoman hidup bersama di tanah air. Simbol negara yang satu ini amatlah disakralkan sehingga penggunaannya ada etika dan aturan mainnya. Masih segar dalam ingatan kita pada musim piala AFF yang baru saja usai. Bagaimana seorang pengacara menuntut PSSI ke meja hijau gara-gara tuduhan pelecehan simbol negara, karena PSSI menggunakan lambang Pancasila di kaos Timnas. Sepele memang.&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Sekarang, bagaimana kalau ada seseorang yang mengotak atik lambang Garuda Pancasila. Misalnya saja: burung Garuda diganti dengan burung merpati atau burung pipit. Atau kepala sang garuda yang sedang memandang dengan gagah dan tajam diganti dengan gambar kepala burung garuda yang sedang ngakak tertawa. Atau sila pertama dari Pancasila yang berbunyi Ketuhanan Yang Maha Esa, diganti dengan Kesetanan Yang Luar Biasa. Lantas, orang iseng ini menyusupkan ‘hasil karyanya’ tersebut ke buku-buku kurikulum pendidikan PPKN dari SD sampai SMA. Kira-kira apa yang terjadi?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adalah hal yang wajar apabila aparat negara dari Presiden, Mendiknas, para guru, kaum nasionalis sampai TNI langsung ‘kebakaran jenggot’ jika mengetahui hal tersebut. Presiden mungkin akan langsung memerintahkan intelijennya untuk mencari pelakunya. Ia lalu akan ditangkap oleh polisi. Dipenjara. Disidang. Lalu dijatuhi hukuman seberat-beratnya oleh majelis hakim. Dan buku-buku PPKN yang telah tercemar ulah jahilnya ini tentu saja akan langsung ditarik dari peredaran dan dibakar. Mengapa? Karena ia telah melecehkan simbol negara. Dan pihak yang paling tersinggung adalah polisi dan tentara. Disebabkan mereka telah dididik untuk menjadi seorang pancasialis sejati. Jadi, jika tiba-tiba simbol yang sangat mereka hormati tersebut dilecehkan, adalah wajar apabila militer menjadi geram.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lantas, sekarang bagaimana kalau ada pihak-pihak -seperti kelompok kafir Ahmadiyah- yang berani ‘mengobok-obok’ pokok-pokok ajaran Islam? Seperti salah satu ajaran inti Islam yang menyatakan bahwa: Muhammad bin Abdullah S.A.W. adalah Nabi dan utusan Allah terakhir, diingkari, lalu ada pihak yang menggantinya dengan: Nabi Muhammad bukanlah penutup para Nabi, masih ada Nabi lain selain beliau yaitu Mirza Ghulam Ahmad. Lalu orang sesat ini menyebarkan ajarannya melalui ceramah-ceramah, buku-buku, dll, lalu kira-kira, bagaimana reaksi umat Islam? Adalah hal yang wajar sekali apabila umat Islam marah besar. Pengajian-pengajian Ahmadiyah dibubarkan paksa, buku-buku mereka yang beredar dipasaran ditarik lalu dimusnahkan, pemerintah lalu didesak untuk membekukan kegiatan mereka di Indonesia, memperingatkan masyarakat akan kesesatan Ahmadiyah, adalah reaksi yang wajar dari umat Islam. Kalau diibaratkan, reaksi umat Islam mungkin persis seperti kasus seorang suami yang mati-matian yang membela kehormatan anak putri atau istrinya yang hendak diperkosa seseorang. Dalam kasus ini, umat Islam tentu tidak bisa tinggal diam menyaksikan keyakinan sucinya sedang dinodai oleh pihak-pihak tertentu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan Samakan Monyet Dengan Manusia dong...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Minggu 6 Februari, terjadi bentrok berdarah antara pengikut Ahmadiyah dengan warga setempat yang mayoritas muslim di Pandeglang, banten. Tiga orang kafir pengikut Ahmadiyah dilaporkan tewas dan lainnya luka-luka berat, setelah diserang warga yang umumnya merasa terusik dengan keberadaan mereka. Berdasarkan data yang dihimpun oleh salah satu koran terkenal di Indonesia yakni Jawa Pos; bentrokan ternyata bukan dimulai oleh warga setempat. Melainkan disebabkan oleh ulah nekat pengikut Ahmadiyah yang duluan ‘nantangin’ warga muslim setempat. Ibarat ada orang yang ngelemparin kepala singa yang lagi tidur pulas dengan batu, sang singa lalu marah dan menerkam orang yang telah kurang ajar mengganggu ketenteramannya. Nah... Warga tentu saja tersulut emosinya, lalu terjadilah bentrokan yang berakhir dengan jatuhnya korban tewas dan luka dari pihak Ahmadiyah. Jadi, dalam kasus ini, bukan warga yang duluan memulai. Warga hanya mengambil tindakan counter attack atau tindakan balasan terhadap sikap petantang-petenteng pengikut Ahmadiyah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasca kejadian tersebut, jubir Ahmadiyah langsung bereaksi di salah satu stasiun televesi nasional. Ia bersuara kalau Ahmadiyah bukan aliran sesat, melainkan hanya sedikit berbeda pada beberapa masalah keagamaan, dan kesamaannya dengan umat muslim lainnya masih banyak; seperti sama-sama mengakui kenabian Nabi Muhammad, sama-sama mengerjakan shalat, sama-sama membaca shalawat, dll. Karena kesamaan-kesamaan seperti inilah, ia menolak kalau Ahmadiyah disebut sebagai kelompok diluar Islam. Begitu menurutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepertinya, jubir Ahmadiyah ini kurang paham tentang masalah perbedaan dalam masalah pokok dengan perbedaan dalam masalah furuiyyah. Adanya persamaan antara dua hal yang berbeda, belum bisa dijadikan hujjah kalau dua hal tersebut sama. Seperti manusia dengan monyet; sama-sama punya dua mata, dua tangan, dua kaki, wajah, telinga, hidung, mulut, dll, tapi bisakah kita katakan kalau manusia itu monyet dan monyet itu manusia? Hanya orang yang tidak waras saja yang berpendapat demikian. Mengapa? Karena meskipun memiliki banyak persamaan, namun asal-usul manusia dengan monyet itu berbeda. Manusia berasal dari anak keturunan Nabi Adam dan Siti hawa, sedangkan monyet ya berasal dari monyet. jadi, meskipun persamaannya banyak, tetap saja manusia adalah manusia, monyet adalah monyet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pun begitu dalam kasus Islam dan Ahmadiyah, perbedaan yang terjadi antara keduanya sudah dalam ranah akidah. Islam meyakini bahwa Nabi Muhammad S.A.W. adalah Nabi dan Rasul terakhir yang diutus oleh Allah, sedangkan Ahmadiyah meyakini ada Nabi lagi setelah beliau, yaitu Mirza Ghulam Ahmad. Dan masih banyak lagi perbedaan dalam masalah pokok antara Islam dan Ahmadiyah. Penting diingat, bahwa liga muslim sedunia sudah memvonis kalau ajaran Ahmadiyah sesat-menyesatkan dan diluar Islam. Dan siapapun orang muslim yang mengikuti ajaran Ahmadiyah, maka orang itu telah kafir, murtad dan keluar dari agama Islam. Jadi, bukan MUI saja yang memfatwakan kalau Ahmadiyah itu sesat. Nah...&lt;br /&gt;sumber:penadakwah.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3022497434294946353-890120663523334536?l=wahdahbaus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wahdahbaus.blogspot.com/feeds/890120663523334536/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wahdahbaus.blogspot.com/2011/04/antara-pancasila-dan-ahmadiyah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3022497434294946353/posts/default/890120663523334536'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3022497434294946353/posts/default/890120663523334536'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wahdahbaus.blogspot.com/2011/04/antara-pancasila-dan-ahmadiyah.html' title='Antara Pancasila dan Ahmadiyah'/><author><name>Wahdah Baubau</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15405677071714657436</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/-aBl-7r7sHsg/Te31dc9cmfI/AAAAAAAAADE/IlpFzINeVE8/s220/165630_1416119181437_1786339031_795827_7721175_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3022497434294946353.post-1610952553716665654</id><published>2011-04-02T06:55:00.000-07:00</published><updated>2011-04-02T06:57:54.512-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='akhlaq'/><title type='text'>Kejahatan Calon-Calon Da’i</title><content type='html'>Pernah mendengar istilah “kode etik”?. Kode etik (atau yang dalam bahasa arab dikenal dengan “adab”) merupakan norma dan asas yg diterima oleh kelompok tertentu sbg landasan tingkah laku. Contohnya dalam dunia kesehatan, dikenal istilah kode etik kedokteran, yaitu norma dan asas yg berlaku bagi para dokter sbg landasan dalam menjalankan profesinya. Dalam dunia pers juga dikenal istilah kode etik jurnalistik, yaitu aturan tata susila kewartawanan yg mengatur sikap, tingkah laku, dan tata krama jurnalisasi.&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam dunia profesionalitas, salah satu penyebab seseorang dikatakan sebagai penjahat adalah ketika dia melakukan tindakan yang melenceng dari kode etik dan merugikan orang lain. Contohnya, seorang dokter yang melakukan praktek asal-asalan (mal praktek) disebut sebagai “penjahat kesehatan”, karena dia telah melanggar kode etik dunia kedokteran. Seorang wartawan yang menyiarkan berita bohong disebut sebagai “penjahat pers”, kerena dia telah melanggar  kode etik dunia jurnalistik. Alhasil, penyematan predikat “penjahat” tidak terbatas pada maling ayam, pencuri jemuran, koruptor, berandal jalanan, atau yang serumpun dengan mereka, tapi lebih luas lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana bidang-bidang profesionalitas lainnya, dunia pendidikan – terlebih lagi pendidikan tinggi (kemahasiswaan) – juga memiliki kode etik pendidikan. Salah satu kode etik (adab) yang menjadi konsensus (kesepakatan) tak tertulis bagi seluruh metode pendidikan , baik klasik maupun modern, keislaman maupun non islam, adalah; untuk mencapai kematangan intelektual, setiap peserta didik harus gemar membaca.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua orang, baik muslim maupun non muslim, baik yang jenius maupun bodoh, sependapat bahwa membaca merupakan pintu ilmu yang pertama dan utama. Sejenius apapun insan, tidak mungkin mencapai tingkat kematangan intelektual tanpa memiliki kegemaran membaca.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mahasiswa yang sedang meniti tahapan menuju intelektualitas (atau bahasa mudahnya “tholabul ilmi”)  tapi malas membaca, berarti dia telah melanggar kode etik ini. Oleh sebab itu,  pantas kalau diberi predikat “penjahat intelektual”, sebagaimana orang lain yang melanggar kode etik profesionalitas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berlebihan? Terlalu mengada-ada?  Menurut saya tidak… coba perhatikan alasan-alasan berikut…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, dengan menyandang gelar mahasiswa (tholibul ilmi) berarti dia telah menisbahkan diri kepada dunia intelektual, dunia keilmuan, sebuah dunia yang identik dengan proses pencapaian kemapanan ilmiah, kemampuan menganalisa, dan kearifan dalam memberikan solusi. Kalau membaca saja malas, dari mana bisa mencapai semua itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini merupakan pelanggaran berat terhadap prosedur pencapaian kematangan intelektualitas. Mirip dengan seorang wartawan yang mengaku memperoleh berita dengan cara wawancara, padahal dia tidak mewawancarai siapapun.  Dia telah melanggar prosedur resmi jurnalistik dalam memperoleh berita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, gelar kesarjanaan semacam Lc, BA, dan lain-lain merupakan pengakuan resmi dihadapan khalayak ramai bahwa dia telah berhasil menempuh proses pencapaian kematangan intelektual. Kalau kenyataannya dia malas membaca, maka gelar-gelar tersebut tak lebih dari icon-icon imitasi belaka, alias ASPAL (Asli tapi Palsu). Sebab, orang yang malas membaca sudah pasti tidak akan pernah mencapai kematangan intelektual. Secara tidak langsung, dia telah melakukan kebohongan publik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, kelak dikemudian hari, orang-orang semacam ini akan sangat rentan terjerumus dalam “mal fatwa” (berfatwa asal-asalan tanpa ilmu). Saat terjun di masyarakat nanti, mau tidak mau orang akan menganggap mereka mapan dalam bidangnya. Oleh karena itu, dia akan dimintai fatwa atau pendapat untuk mencari solusi bagi setiap problem yang ada hubungannya dengan kemampuan akademiknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada saat dia dihadapkan dengan problem yang tidak mereka pahami, padahal itu merupakan bagian dari bidang akademiknya, dia akan malu untuk mengatakan tidak tahu. Jadi, untuk menjaga wibawanya dihadapan masyarakat ada cara;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara yang pertama, dia akan memberikan mengalihkan topik pembicaraan alias ngoceh ngalor-ngidul tanpa memberikan solusi, dan bahkan terkadang memberikan statement yang aneh-aneh, itu dilakukan agar orang menyangka bahwa wawasannya luas. Cara kedua, dia akan berfatwa asa-asalan (mal fatwa), supaya mukanya tidak jatuh dihadapan orang lain. Ini jelas merugikan masyarakat yang tertipu dengan gelar kesarjanaannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keempat,  dengan gelar yang dia peroleh, dia bisa mendaftar di lembaga pendidikan manapun. Celakanya, di dunia pendidikan nantinya sarjana-sarjana semacam ini hanya akan menurunkan grafik kualitas intelektual peserta didik. Yang namanya pohon pisang hanya akan melahirkan tunas pisang, tidak mungkin melahirkan tunas kelapa. Begitu pula tenaga pendidik, mereka yang berkapasitas keilmuan rendah hanya akan melahirkan peserta didik dengan kualitas rendah pula. Dalam hal ini  setidaknya ada tiga pihak yang dirugikan; peserta didik itu sendiri, wali murid yang telah mempercayakan anaknya untuk dididik, dan lembaga pendidikan yang tertipu dengan gelar kesarjanaannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelima,  adanya potensi pembunuhan karakter terhadap penyeru kebenaran saat terjadi perselisihan. Contohnya, saat terjadi perbedaan pendapat  antara seorang ustadz bergelar Lc dengan tamatan pondok pesantren biasa. Si ustadz ketika kuliah dahulu terjangkiti penyakit malas membaca, sehingga kemampuan ilmiah dan analisanya sangatlah minim, oleh karena itu dia mengambil pendapat yang marjuh (lemah). Sedangkan tamatan pondok ini rajin membaca, sehingga memiliki kekuatan ilmiah dan analisa melebihi si ustadz Lc tadi, oleh karena itu dia memilih pendapat yang rojih (kuat).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, pada saat publik menghadapi kontroversi semacam inilah gelar pendidikan memainkan peran. Mayoritas masyarakat awam pasti akan segera mengikuti si ustadz Lc tadi, karena tertipu dengan huruf  “L” dan huruf  “c” yang tersemat indah di belakang namanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keenam, menimbulkan kekecewaan masyarakat. Masyarakat menaruh harapan besar kepada para mahasiswa (tholibul ilmi). Mereka yang telah melampaui proses pematangan intelektual, seharusnya bisa berbuat banyak. Namun, akibat malas membaca, dia tidak memiliki banyak perbendaharaan ilmu yang bisa ia persembahkan. Sebagaimana pepatah Arab “فاقد الشيئ لا يعطي    ”, yang maknanya; “orang yang tidak memiliki apa-apa tidak mungkin bisa memberi”. Gelar seindah apapun tidak akan berguna tanpa diimbangi kualitas ilmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketujuh, lemahnya imunitas intelektual dalam menangkal syubhat. Hal ini sebagai dampak dari lemahnya kemapanan ilmiah akibat serangan “penyakit” malas membaca. Yang lebih mengerikan lagi, apabila syubhat ini menjangkiti masyarakat luas, sang sarjana yang diharapkan menjadi garda terdepan, tidak  mampu berbuat apa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalaupun harus menangkal  syubhat, dia menangkal dengan menonjolkan emosi seperti orang-orang awam, bukan kekuatan ilmiah layaknya orang berilmu. Padahal, seharusnya yang membedakan orang bergelar sarjana dengan orang awam adalah kekuatan otak, bukan otot.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, dengan alasan-alasan di atas, apa masih tersisa keragauan untuk menganggap “malas membaca” sebagai sebuah “kejahatan intelektual”?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya, kalau kita mengkaji hal ini dalam bingkai syariat islam, kita akan dapati bahwa agama yang hanif ini menempatkan membaca sebagai prioritas pertama dan utama dalam proses persiapan dakwah. Membaca, adalah gerbang pertama yang harus dilalui para agen reformasi massa (atau yang akrab disebut “da’i”) sebelum memulai karirnya. Coba perhatikan, yang pertama kali Allah ta’ala perintahkan saat melantik Rosulullah -sholallahu ‘alaihi wasalam- sebagai nabi bukanlah sholat, puasa, sedekah, atau haji, tapi “M-E-M-B-A-C-A”.  {     اقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِي خَلَقَ     } (Al’Alaq:1)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun entah mengapa, di akhir zaman ini banyak yang calon-calon dai yang kurang bersimpati terhadap buku, atau bahkan ada yang alergi. Sepertinya, daripada membolak-balik lembaran kertas, mereka lebih bangga melakukan olahraga jempol diatas benda-benda mungil bertuliskan Nokia E71, Blackberry, iPhone, PDA atau sebangsanya.  Mereka membaca Holy Book (kitab suci) seperti membaca koran, tapi kalau  membaca Facebook begitu “khusyu’” seakan mentadaburi ayat Al-quran. Kalau langganan akses internet tak perlu pikir panjang panjang untuk cari hutangan,  tapi kalau beli buku harus berpikir berkali-kali. Allahul musta’an.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: penadakwah.com&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3022497434294946353-1610952553716665654?l=wahdahbaus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wahdahbaus.blogspot.com/feeds/1610952553716665654/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wahdahbaus.blogspot.com/2011/04/kejahatan-calon-calon-dai.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3022497434294946353/posts/default/1610952553716665654'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3022497434294946353/posts/default/1610952553716665654'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wahdahbaus.blogspot.com/2011/04/kejahatan-calon-calon-dai.html' title='Kejahatan Calon-Calon Da’i'/><author><name>Wahdah Baubau</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15405677071714657436</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/-aBl-7r7sHsg/Te31dc9cmfI/AAAAAAAAADE/IlpFzINeVE8/s220/165630_1416119181437_1786339031_795827_7721175_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3022497434294946353.post-7757255812938440572</id><published>2011-03-21T18:40:00.000-07:00</published><updated>2011-03-21T18:45:43.493-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Dunia Islam'/><title type='text'>Kabar Dari Jepang</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://www.belajarislam.com/wp-content/uploads/2011/03/foto_tsunami_jepang-300x249.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 300px; height: 249px;" src="http://www.belajarislam.com/wp-content/uploads/2011/03/foto_tsunami_jepang-300x249.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Berikut adalah kabar yang kami terima dari Ustadz Topan Setiadipura yang berada di Jepang. Ustadz Topan Setiadipura adalah Imam Masjid di salah satu masjid di Tokyo yang bernama Masjid Asakusa (Dar El Arqam). Masjid ini ada di bawah koordinasi Islamic Circle of Japan yang mayoritas orang pakistan. Mari kita simak penuturan beliau.&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillah keadaan kami dan keluarga baik-baik saja. Di Tokyo, dampak dari gempa tidak separah di Sendai yang mengalami tsunami.&lt;br /&gt;Sementara ini di Tokyo mulai ada pemadaman bergilir, meski alhamdulillah daerah tempat tinggal kami (Higasi Asakusa, Taito-ku) tidak kebagian&lt;br /&gt;giliran pemadaman(setidaknya dari jadwal yang sementara di edarkan pemerintah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini memang kondisi tidak normal, makanan dan minuman yang biasanya mudah didapat di toko (seperti AlfaMart di Indo) kosong, karena warga sudah mepersiapkan diri untuk pasokan beberapa hari. Plus berita-berita tidak jelas (tidak resmi dari pemerintah / lembaga pemerintah terkait) tentang kondisi/kemungkinan kedepan. Diantaranya ada berita tentang gempa susulan besar yang akan datang dalam tiga hari ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara ini di Masjid, ada rombongan pelajar dan keluarga Malaysia (12 orang,4 anak-anak) dari Ibaraki yang mengungsi karena kondisi di Ibaraki tidak ada listrik juga air bersih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelajar dan masyarakat Indonesia yang ada di Sendai sudah di evakuasi dan sekarang posisi di Balai Indonesia (Sekolah Republik Indonesia Tokyo), rencananya mereka akan dipulangkan malam ini ke Indonesia. Pemulangan ini diantaranya karena melihat pemulihan daerah Sendai akan memakan  waktu yang cukup lama, mungkin orde bulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rekan dari Wahdah, mas Ihsan (dosen Unhas,sebelumnya aktif di lembaga wakaf) yang tinggal di Toyohashi pun baik-baik saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian, semoga keadaan tidak tambah buruk kedepan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wassalamu`alaikum…&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3022497434294946353-7757255812938440572?l=wahdahbaus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wahdahbaus.blogspot.com/feeds/7757255812938440572/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wahdahbaus.blogspot.com/2011/03/kabar-dari-jepang.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3022497434294946353/posts/default/7757255812938440572'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3022497434294946353/posts/default/7757255812938440572'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wahdahbaus.blogspot.com/2011/03/kabar-dari-jepang.html' title='Kabar Dari Jepang'/><author><name>Wahdah Baubau</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15405677071714657436</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/-aBl-7r7sHsg/Te31dc9cmfI/AAAAAAAAADE/IlpFzINeVE8/s220/165630_1416119181437_1786339031_795827_7721175_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3022497434294946353.post-1298998295999309163</id><published>2011-03-09T05:28:00.000-08:00</published><updated>2011-03-09T05:30:29.409-08:00</updated><title type='text'>Hasil Keputusan Muktamar  Rabhitah Ulama al-Muslimin</title><content type='html'>Muktamar Rabithah Ulama Al-Muslimin/Muslim Scholars Association di Istanbul, Turki yang berlangsung dari tanggal 27-28 Rabi’ul awwal 1432 H. bertepatan dengan 2-3 Maret  2011 M. yang dihadiri lebih dari seratus ulama dan du’at dari 35 negara telah usai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            &lt;br /&gt;Muktamar yang mengusung tema: “ULAMA DAN KEBANGKITAN UMAT” ini membahas dan mendiskusikan berbagai topik aktual di Dunia Islam. Sejumlah keputusan dan seruan penting dari muktamar tersebut, antara lain:&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;1. Kejayaan Umat Islam pada dasarnya bertumpu pada optimalisasi peran ulama dan pemerintah. Tokoh ulama dan elit politik umat adalah penanggung jawab masalah umat sekaligus teladan masyarakatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Revitalisasi peran agama dalam kehidupan, perwujudan pan-Islam, penanaman moral, penghormatan terhadap HAM, kebebasan yang sejalan dengan tuntutan syariat, serta kepemimpinan umat adalah tugas ulama rabbani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Umat Islam sejatinya sadar terhadap tantangan besar yang dihadapinya; yang merupakan simpul yang menghambat kemajuan serta kebangkitannya. Dan jawaban terhadap tantangan itu adalah menghidupkan sunnah serta mengoptimalkan pemanfaatan ilmu dan teknologi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Rabithah mendukung reformasi yang terjadi di Tunis dan Mesir serta negeri-negeri Islam lainnya seraya mengingatkan bahwa perubahan yang hakiki berawal dari taubat kepada Allah, berpegang teguh kepada agama-Nya serta dengan menunjukkan wibawa umat yang sebenarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Rabithah mendukung upaya masyarakat Libya untuk membebaskan diri pemerintahannya yang otoriter dan lalim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Rabithah mengingatkan umat dari konspirasi global Syi’ah Shafawiyah dengan propagandanya yang menipu; baik itu di Bahrain dan negara lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Para ulama yang shalih di setiap negeri adalah referensi utama bagi umat dalam menyelesaikan masalah-masalah aktual dan kontemporer.  &lt;br /&gt;(Adaptasi: Abu Shofwan Al-Munawiy/Ilham Jaya)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3022497434294946353-1298998295999309163?l=wahdahbaus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wahdahbaus.blogspot.com/feeds/1298998295999309163/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wahdahbaus.blogspot.com/2011/03/hasil-keputusan-muktamar-rabhitah-ulama.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3022497434294946353/posts/default/1298998295999309163'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3022497434294946353/posts/default/1298998295999309163'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wahdahbaus.blogspot.com/2011/03/hasil-keputusan-muktamar-rabhitah-ulama.html' title='Hasil Keputusan Muktamar  Rabhitah Ulama al-Muslimin'/><author><name>Wahdah Baubau</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15405677071714657436</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/-aBl-7r7sHsg/Te31dc9cmfI/AAAAAAAAADE/IlpFzINeVE8/s220/165630_1416119181437_1786339031_795827_7721175_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3022497434294946353.post-3605881632211117002</id><published>2011-03-05T07:49:00.000-08:00</published><updated>2011-03-05T07:58:58.491-08:00</updated><title type='text'>Ustadz Wahdah Hadiri Pertemuan Ulama Muslimin di Istambul Turki</title><content type='html'>Ustadz Harman,Satu-Satunya Perwakilan dari Indonesia yang ikut acara&lt;br /&gt;Puncak musim dingin berkisar antara 2-6 derajat celcius, di sebuah hotel megah yang dibangun diatas pesisir pantai “MARMARA”,di Kota Tua nan indah dan bersejarah Istanbul Turki telah menjadi saksi akan kehadiran para ulama dan duat utusan dari seluruh dunia, baik yang ada di timur tengah, eropa maupun dari Asia.&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Mereka berkumpul dalam sebuah muktamar yang diadakan oleh “RABITAH ULAMA MUSLIMIN” (Ikatan Ulama Muslimin), dengan thema Muktamar “Ulama dan Kebangkitan Ummat”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nampak diantara yang hadir sekaligus memberikan kata pengantar pada acara pembukaan Syekh Al-Amin al-Haj hafidzahullah, dan beliau adalah merupakan salah seorang ulama yang berasal dari Sudan yang menjadi Ketua pada Rabithah tersebut, juga Nampak hadir Syekh Abdul Aziz bin Abdul Muhsin At-Turky Hafidzahullah yang menjabat sebagai penanggung Jawab Rabithah, begitu pula para masyayekh kibar lainnya seperti Syekh Muhammad Sidia dari Moritania, Syekh DR. Muhammad Yusri dari Mesir, DR. ‘Adnan Umamah, Syekh Muhammad Abdul Karim, Syekh DR. Mahran Mahir, Syekh DR. Alauddin Az-Zaky, DR. Nashir Al-Hunainy, DR. Ahmad Farid dari Mesir, DR. Said Abdul ‘Adzim, DR. Ali As-Salus, Syekh ‘Aqil Al-Maqtary dari Yaman, Syekh Abdullah Al-Ahdal, Syekh Abdul Majid Ar-Rimy, DR. Muhammad Al ‘Abdah dari Siria, DR. Abdullah bin Hamud At-Tuwaijri dari Saudi, Syekh DR. Sulaiman Al-‘Asyqar dari Yordania, DR. Hikmat Al-Hariry dan masih banyak lagi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para tokoh dan ulama yang berkumpul untuk membicarakan masalah-masalah ummat yang merebak akhir-akhir ini seperti masalah yang terjadi di timur tengah yang membutuhkan pencerahan dari para ahlul ilmi untuk  memberikan solusi serta arahan pada pergolakan yang terjadi di mana-mana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muktamar juga kembali mengingatkan akan pentingnya peranan para ulama rabbani yang dijadikan sebagai rujukan pada setiap masalah, dan dibutuhkannya kerjasama yang kuat untuk menjadi penyatu kaum muslimin yang dimulai dengan persatuan para ulama yang berada di atas manhaj Ahlus Sunnah Wal Jama’ah, muktamar juga mengangkat masalah-masalah yang terjadi di seluruh dunia terutama di Negara-negara Islam, baik yang di eropa yang merupakan minoritas seperti Brazil dan yang lainnya, atau di asia yang Mayoritas seperti Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam penyampaian kami tentang kondisi perkembangan Islam serta tantangan dakwah Ahlus Sunnah Wal Jama’ah, kami menyampaikan dua hal yang menjadi masalah yang paling besar di Indonesia disamping masalah-masalah yang lain yaitu Masalah Kritenisasi yang pergerakannya semakin kuat, dan  munculnya berbagai macam pemikiran dan madzhab yang membahayakan aqidah kaum muslimin seperti Syi’ah dan Ahmadiyah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu hal yang sangat menggembirakan, ternyata Ormas Wahdah Islamiyah dan tokoh-tokohnya telah banyak dikenal oleh para Masyayekh, pada acara ta’aruf dan makan malam bersama ketika kami berbicara dengan Syekh Abdul Aziz At Turky dan beliau tahu bahwa kami berasal dari Indonesia beliau langsung menanyakan kabar ust. Ilham Jaya dan ormas Wahdah Islamiyah, begitu juga Syekh Al-Amin dan Syekh Mahran yang secara khusus menanyakan kabar Ustad kita Ustadz Yusran, bahkan sempat mata syekh Al-Amin berkaca-kaca dan terharu yang teriring doa setelah kami menyampaikan apa yang pernah menimpa beliau dengan kecelakaan beberapa waktu yang lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rencananya Acara Muktamar ini akan berlangsung sampai hari Kamis yang akan ditutup dengan penyampaian hasil-hasil keputusan muktamar yang diharapkan ke depan mampu memberi pencerahan di tengah kekalutan ummat dengan fitnah akhir zaman yang semakin mengancam agama dan aqidah kaum muslimin. (Ustadz Harman Tajang, Ketua BP2TQ Wahdah Islamiyah, Alumni Universitas Internasional Khourtoum Sudan, melaporkan dari Istanbul Turki)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3022497434294946353-3605881632211117002?l=wahdahbaus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wahdahbaus.blogspot.com/feeds/3605881632211117002/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wahdahbaus.blogspot.com/2011/03/ustadz-wahdah-hadiri-pertemuan-ulama.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3022497434294946353/posts/default/3605881632211117002'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3022497434294946353/posts/default/3605881632211117002'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wahdahbaus.blogspot.com/2011/03/ustadz-wahdah-hadiri-pertemuan-ulama.html' title='Ustadz Wahdah Hadiri Pertemuan Ulama Muslimin di Istambul Turki'/><author><name>Wahdah Baubau</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15405677071714657436</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/-aBl-7r7sHsg/Te31dc9cmfI/AAAAAAAAADE/IlpFzINeVE8/s220/165630_1416119181437_1786339031_795827_7721175_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3022497434294946353.post-4121861785540405448</id><published>2011-02-27T01:30:00.001-08:00</published><updated>2011-02-27T01:40:07.225-08:00</updated><title type='text'>POSYANDU ANAK IKHWAH WAHDAH ISLAMIYAH BAUBAU</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-m1nYsO6B2jw/TWoarKQpvxI/AAAAAAAAACs/sMdxN_zFbn0/s1600/posyandu.jpeg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 224px; height: 224px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-m1nYsO6B2jw/TWoarKQpvxI/AAAAAAAAACs/sMdxN_zFbn0/s320/posyandu.jpeg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5578300417242677010" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillah Wassalatu Wassalamu ''ala Rasulillah Wa 'Ála alihi wa ashabihi ajmain, amma ba'du&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga Allah azza wajall senantiasa memberikan kekuatan dan kesehatan kepada kita semua,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillah, sebagai wujud perhatian yang serius terhadap kesehatan kader dan generasi kader (anak-anak ikhwah) DPC Wahdah Islamiyah Baubau maka pada Muskercab II yang lalu (Desember 2010,red) telah di programkan POSYANDU ANAK IKHWAH, program ini dilaksanakan pada hari ahad/27 februari 2011 dan insya Allah direncankan akan dilaksankan setiap bulannya dimana telah didukung oleh beberapa tenaga kesehatan kader wahdah islamiyah baubau yakni dokter, dokter gigi, perawat, fisioteraphis, apoteker, dan para sarjana kesehatan masyarakat&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;program ini sangat penting karena disamping ditujukan kepada anak - anak ikhwah juga untuk para orang tuanya khususnya ibunya.&lt;br /&gt;Posyandu sebenarnya merupakan program pemerintah melalui Dinas Kesehatan yang dilaksankan oleh puskesmas secara tekhnik dilapangan dan puskesmas telah membentuk pos-pos tempat pelaksanaan posyandu tersebut. untuk mempererat hubungan baik dengan puskesmas maka DPC Wahdah Islamiyah Baubau melibatan pegawai puskesmas wilayah kerjanya yang juga adalah Sekretaris Lembaga Muslimah dan tenaga kesehatan dari Rumah Sakit yang kesemuanya adalah kader Wahdah Islamiyah Baubau. Posyandu ini dirancangan sedemikian rupa sehingga diupayakan tidak bertentangan dengan syariat Allah Azza Wajall, sehingga posyandu yang dilaksanakan oleh wahdah islamiyah baubau meniadakan hal-hal yang dianggap tidak bersesuaian dengan syariat Allah azza Wajall, misalnya, anak anak dibawa/diantar oleh ibunya sehingga tidak ada campurbaur antara laki-laki dan perempuan, tidak diadakan vaksinasi/imunisasi sehingga memang posyandu ini hanya ditujukan kepada anak - anak kader wahdah islamiyah, adapun ada masyarakat yang ingin ikut maka hanya mengikuti pelayanan kesehatan dan penyuluhan saja.&lt;br /&gt;Posyandu anak ikhwah ini didalamnya juga dilaksankan program - program : penyuluhan kesehatan, konsultasi gizi keluarga, dan pelayanan kesehatan secara umum termasuk kesehatan gigi serta pemberian makanan tambahan, insya Allah program ini tidak mengganggu posyandu yang dilaksanakan oleh puskesmas wilayah kerja tempat pelaksanaan posyandu wahdah islamiyah baubau karena peserta posyandu adalah anak - anak kader wahdah islamiyah. (dpcwibaubau) &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3022497434294946353-4121861785540405448?l=wahdahbaus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wahdahbaus.blogspot.com/feeds/4121861785540405448/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wahdahbaus.blogspot.com/2011/02/posyandu-anak-ikhwa-wahdah-islamiyah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3022497434294946353/posts/default/4121861785540405448'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3022497434294946353/posts/default/4121861785540405448'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wahdahbaus.blogspot.com/2011/02/posyandu-anak-ikhwa-wahdah-islamiyah.html' title='POSYANDU ANAK IKHWAH WAHDAH ISLAMIYAH BAUBAU'/><author><name>Wahdah Baubau</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15405677071714657436</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/-aBl-7r7sHsg/Te31dc9cmfI/AAAAAAAAADE/IlpFzINeVE8/s220/165630_1416119181437_1786339031_795827_7721175_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-m1nYsO6B2jw/TWoarKQpvxI/AAAAAAAAACs/sMdxN_zFbn0/s72-c/posyandu.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3022497434294946353.post-881349815214704700</id><published>2011-02-07T08:01:00.000-08:00</published><updated>2011-02-07T08:19:59.551-08:00</updated><title type='text'>"Wanita Dengan Mahar Termahal Di Dunia"</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Berlomba-lomba dengan tingginya mahar (mas kawin) telah menjadi hal biasa dan banyak peminat. Banyak orang tua menjual putrinya kepada seseorang atas nama pernikah. Pesta pernikahan telah menjadi sarana pemborosan dan kemubadziran  luar biasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Berikut kisah yang membuat kening berkerut seakan  tak percaya bahwa hal ini benar-benar terjadi. Disuatu pesta pernikahan, diletakkan koin emas dalam gelas-gelas yang berisi minuman, kemudian diumumkan kepada khalayak undangan wanita. Para undangan pun minum dan minum. Merekla minum bukan karena haus, tetapi untuk memproleh koin emas yang telah diumumkan oleh yang punya hajat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bayangkan pemandangan itu ukhti muslimah , bagaimana mereka minum dengan semangat dan cepat seakan berlomba menghabiskan minuman dalam gelas tersebut, sesuatu yang menggelikan ini seakan mereka melihat tontonan yang sangat lucu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ukhti Fillah, saya melihatmu telah menanti  dan ingin segera mengetahui siapa pemilik mahar termahal di dunia ini. Kamu punya hak untuk itu. Inilah keteladanan dengan penuh berkah dari Allah tabaraka wata'ala&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alkisah, suami Ar-Rumaidha binti Milhan yang memiliki julukan Ummu Sulaim wafat, setelah menyelesaikan masa iddahny datanglah Yazid bin Sahal yang berkuniyah Abu Thalhah untuk melamar, tetapi Ummu Sulaiman menolak, mengapa? padahal dia adalah penunggang kuda Bani Najjar yang hebat, salah seorang pemanah ulung kota Yatsrib. Apakah kejantanannya masih kurang? Ataukah dia buruk rupa? Atau apa?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ukhti yang mulia, penyebabnya adalah dia kafir. Sementara dia mengira bahwa Ummu Sulaim menginginkan emas dan perak. Dia bertanya, "apakah engkau menginginkan emas dan perak?" Dia menjawab dengan jawaban seorang wanita yang bangga atas agamanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia berkata, "tidak. Akan tetapi, wahai Abu Thalhah, tolong saksikan dan Allah beserta Rasul-Nya juga menjadi saksi, bahwa jika engkau masuk islam, niscaya aku akan menerimamu sebagai suami tanpa emas dan perak. Cukuplah islammu itu sebagai mahar untukku."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah dialog singkat, dia berkata, "Siapa yang menunjukkanku kepada islam?" Ummu Sulaim menjawab, "Sayalah orangnya." Dia bertanya, "Caranya?". Dia berkata, "Ucapkan Kalimatul Haq. Engkau bersaksi bahwa tiada Tuhan yang berhak disembah kecuali Allah, dan bahwa Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah Rasulullah. Lalu pulanglah, hancurkan berhalamu dan buanglah!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebahagiaan terpancar di wajah Abu Thalhah. Dia berucap :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Asyhadu Allah Ilaha Illallah wa Asyhadu Anna Muhammadar Rasulullah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Thalhah telah masuk Islam. Dia membuang kegelapan dan kemusyrikan. Dia masuk ke dalam cahaya iman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'Islam' adalah mahar termahal yang diraih seorang wanita. Dialah Ummu Sulaim. Adakah mahar yang lebih mahal dari itu? Akan tetapi, apakah cerita berhenti pada Islamnya Abu Thalhah? Tidak, saudaraku yang mulia. Kamu tidak mengenal siapa Abu Thalhah ini. Apa gebrakan dan manuvernya? Dia ikut ambil bagian dalam menjunjung derajat Rabbani ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Thalhah termasuk orang  orang yang teguh bersama Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pada saat yang tersulit. Hal ini terjadi di putaran akhir perang Uhud ketika orang- orang berlari mundur dari sisi Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Yang tertinggal di sisinya hanya sebagian sahabat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam situasi seperti inilah keteguhan orang  orang besar terukur. Salah satunya adalah Abu Thalhah. Dia melindungi Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Wajahnya menghadap Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam sementara punggungnya sebagai perisai hidup melawan kaum musyrikin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang  orang musyrik menghujani Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan panah mereka. Abu Thalhah menyambutnya dengan  punggungnya. Demi menjaga keselamatan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Sehingga sebagian ulama sejarah mengatakan, "Punggung Abu Thalhah seperti Trenggiling, karena banyaknya anak panah yang menancap di punggung itu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan heran, ukhti muslimah, badan mereka lebih kuat dari badan kita, ditambah kekuatan iman dan aqidah mereka yang kokoh. Sikap ini cukuplah bagi Ummu Sulaim, karena dengan karunia Allah dialah yang mencetak seorang laki  laki sejati di tempat itu. Juga kebanggaan lain, ucapan kaum muslimin tentangnya, "Kami tidak mendengar sekalipun mahar yang lebih mulia dari mahar Ummu Sulaim."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kehormatan lain adalah seluruh kebaikan yang dilakukan Abu Thalhah. Ummu Sulaim memperoleh bagian pahalanya, tidak berkurang sedikitpun. Demi Rabb Ka’bah, pandangan yang jauh melampaui  emas dan perak. Dia bertolak dengan pikirannya mencari alam akhirat. Semoga berkah Allah dilimpahkan kepada Ummu Sulaim, pemilik mahar termahal di dunia. Sekarang siapakah saudariku yang menyamai atau paling tidak mendekati Ummu Sulaim?. Tandingannya adalah menyiapkan putranya menjadi da'I kepada Dienul Islam. (Disarikan dari buku 4 Wanita Terbaik Dunia Akhirat).-Abu Fikriyah-&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3022497434294946353-881349815214704700?l=wahdahbaus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wahdahbaus.blogspot.com/feeds/881349815214704700/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wahdahbaus.blogspot.com/2011/02/wanita-dengan-mahar-termahal-di-dunia.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3022497434294946353/posts/default/881349815214704700'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3022497434294946353/posts/default/881349815214704700'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wahdahbaus.blogspot.com/2011/02/wanita-dengan-mahar-termahal-di-dunia.html' title='&quot;Wanita Dengan Mahar Termahal Di Dunia&quot;'/><author><name>Wahdah Baubau</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15405677071714657436</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/-aBl-7r7sHsg/Te31dc9cmfI/AAAAAAAAADE/IlpFzINeVE8/s220/165630_1416119181437_1786339031_795827_7721175_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3022497434294946353.post-8106863586826488985</id><published>2011-01-26T01:59:00.000-08:00</published><updated>2011-01-26T02:03:29.837-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Dakwah'/><title type='text'>KHAWARIJ (1)</title><content type='html'>a. Pengertian khawarij&lt;br /&gt;Secara bahasa, khawarij berasal dari kata kharaja dalam bahasa arab yang berarti keluar. Para ahli bahasa mengemukakan alasannya bahwa; penamaan tersebut dikarenakan khawarij telah keluar dari kaum muslimin.&lt;br /&gt;Secara istilah, ulama kita berbeda pendapat, diantaranya;&lt;br /&gt;Pengertian pertama; khawarij adalah golongan yang keluar dari pemerintah kaum muslimin yang sah kapan dan dimanapun. Berkata asy syihristaany-rahimahullah-; setiap yang keluar dari imam(pemimpin) yang sah dimana jama’ah(umat) telah sepakat atasnya,dinamakan khaarijiy (pemberontak), baik keluarnya pada masa sahabat (yaitu keluar)dari para imam arrasyidin, atau keluar setelah masa mereka yaitu (yaitu keluar)dari para tabi’in(orang yang mengikuti sahabat) dengan baik dan para imam(pemimpin) di setiap zaman.”&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Kedua; khawarij adalah orang-orang yang keluar dari imam Ali bin Abi Thalib, al Asy’ary –rahimahullah-berkata;”dan sebab yang menyebabkan mereka dinamakan sebagai khawarij, (yaitu) keluarnya mereka dari Ali bin Abi Thalib”.&lt;br /&gt; Pengertian yang kedua adalah pengertian yang terpilih karena kebanyakan ulama sejarah golongan sesat menyebutkan demikian, dan awal pergerakan mereka adalah ketika mereka memisahkan diri dari pasukan Ali dan Muawiyah yang melakukan tahkim di saat perang shiffin lalu berlanjut pada pemberontakan dengan berperang melawan kalifah Ali dan kaum muslimin di an Nahrawan. Namun, khawarij tetap mencakup pengertian pertama yaitu semua yang mempunyai pikiran dan keyakinan yang sama dengan pendahulu mereka di zaman sahabat kapan dan dimanapun.&lt;br /&gt;a. Awal munculnya khawarij(menurut sebagian pendapat ulama)&lt;br /&gt; Awal munculnya kaum khawarij adalah pada masa pemerintahan khilafah Utsman. Mereka keluar(memberontak) dari pemerintahan Beliau. Mereka menyalahkan Utsman dalam beberapa Ijtihad(keputusan) yang diambilnya. Setelah berita dusta tentang Utsman bin Affan menyebar dan memancing emosi masyarakat awam dari daerah Bashrah, Kufah dan para orang awam dari kalangan aughaad(budak) yang datang dari Mesir. Mereka semua datang ke Madinah pada tahun 35 Hijriah. Mereka memberikan kesan bahwa mereka hendak menunaikan ibadah Haji padahal mereka mempunyai maksud terselubung yaitu untuk menggulingkan pemerintahan Utsman-semoga Allah meridhoinya-.jumlah mereka tidak kurang dari 2000 dan tidak lebih dari 6000 orang.&lt;br /&gt; Mereka masuk Madinah dan mengepung rumah Utsman. Mereka menyuruh Beliau untuk menurunkan jabatannya sebagai khalifah. Kejadian ini berlansung pada akhir bulan Dzul Qa’dah sampai hari ke 18 dari bulan Dzul Hijjah. Pada hari itulah Utsman –semoga Allah meridhoinya- dibunuh. Ketika Utsman dikepung di rumahnya, Beliau dilarang untuk shalat bahkan dilarang dari memanfaatkan air. Melihat kejadian itu, sebagian sahabat masuk kerumahnya untuk menolongnya. Mereka adalah;Hasan bin Ali, Husain bin Ali, Abdullah bin Zubair, Abu Hurairah, Muhammad bin Thalhah bin Ubaidillah, Abdullah bin Umar. Mereka semua telah menghunus pedangnya di hadapan para penentang Utsman. Akan tetapi Utsman memerintahkan mereka untuk tidak membunuh. Bahkan dalam riwayat yang lain dikatakan bahwa anak-anak para sahabat yang datang untuk menolong Utsman jumlahnya lebih dari 700. namun jumlah itu tidak berimbang dengan jumlah para penentang tersebut dimana dikatakan bahwa jumlahnya.paling sedikit 2000 orang.&lt;br /&gt; Setelah mereka mengepung Utsman, mereka pun menerobos masuk kedalam rumah dan mereka pun membunuh Beliau –semoga Allah meridhoinya- dalam keadaan Beliau meletakkan mushaf dihadapannya. Sejak peristiwa itu umat Islam terpecah belah.&lt;br /&gt; Selain keluar dari pemerintahan Utsman yang sah Mereka juga keluar dari pemerintahan Ali. Ketika umat Islam berperang di Shiffin dan bersepakat mengangkat dua juru runding, muncullah kelompok khawarij yang menentang Amirul Mukminin Ali. Mereka meninggalkan Ali dan jamaah kaum muslimin menuju suatu tempat yang yang disebut Haruuroo. Amirul mukminin menahan diri untuk tidak memerangi Mereka. Beliau berkata;”Kami wajib menunaikan hak kalian, yaitu kami tidak akan menghalangi kalian dalam harta fai’ dan tidak melarang kalian memasuki masjid.”&lt;br /&gt; Sikap Amirul Mukminin tersebut berlansung sampai Mereka menumpahkan darah dan menghalalkan harta kaum muslimin, membunuh Abdullah bin Habbaab serta merampok ternak orang-orang muslim. Ketika itu, tahulah Ali bahwa Mereka adalah golongan yang disebutkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam ketika bersabda;&lt;br /&gt;“salah seorang dari kamu sekalian akan menganggap remeh shalatnya dibandingkan dengan shalat Mereka, puasanya dibandingkan dengan puasa Mereka, dan bacaan al-Qur’annya dibandingkan dengan bacaan al-Qur’an Mereka. Mereka membaca al-Qur’an tidak melebihi kerongkongan Mereka dan keluar dari agama ini seperti keluarnya anak panah dari busur. Ciri Mereka, ditengah-tengah Mereka ada lelaki yang tangannya pendek, pada tangan itu ada segumpal daging yang berbulu.”&lt;br /&gt;Dalam riwayat lain;&lt;br /&gt;“Mereka membunuh orang-orang Islam dan membiarkan Para penyembah berhala”&lt;br /&gt; Lantas Ali berkhutbah dan memberitakan kepada umat Islam tentang apa yang pernah didengarnya dari Rasulullah. Shallallahu ‘Alaihi Wasallam Beliau berkata;”merekalah orang-orangnya, Mereka telah menumpahkan darah suci, merampok ternak-ternak umat Islam, lantas membunuh Mereka.” &lt;br /&gt; Akhirnya kedok Mereka pun terbuka dan umat Islam dapat waspada darinya.&lt;br /&gt; Hadits riwayat at Tirmidzy tentang khawarij Dari Aby Umaamah al Baahily dari Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam;”sesungguhnya mereka adalah anjing-anjing (kilaab) penghuni neraka” dan Beliau membaca ayat ini;&lt;br /&gt;Pada hari yang di waktu itu ada muka yang putih berseri, dan ada pula muka yang hitam muram. (ali Imran:106)&lt;br /&gt; Kelompok sesat ini adalah yang pertama kali muncul dalam tubuh kaum muslimin. Kelompok ini muncul karena pemahaman Mereka yang keliru terhadap al-Qur’an. sebenarnya Mereka tidak bermaksud menolak al-Qur’an tapi Mereka hanya memahami al-Qur’an dengan pemahaman yang tidak sesuai dengan makna yang terkandung di dalamnya&lt;br /&gt; Mereka pulalah yang pertama kali mengkafirkan kaum muslimin yang melakukan dosa. Alasannya-menurut Mereka - karena orang mukmin adalah orang yang berbakti dan bertakwa. jadi, siapa yang tidak berbakti dan bertakwa maka ia kafir kekal di neraka. mereka juga mengkafirkan orang-orang yang menyelisihinya dalam bid’ah-bid’ahnya dan mereka menghalalkan darah dan harta orang yang berbeda dengan keyakinannya.. Mereka sama sekali tidak memiliki sifat penyayang terhadap sesama makhluk.&lt;br /&gt; Mereka juga menuduh Para sahabat seperti Utsman dan Ali serta Para pembela(pengikutnya) sebagai orang-orang yang tidak beriman karena Mereka telah berhukum pada selain al-Qur’an.&lt;br /&gt; Kerusakan yang sangat parah terdapat dalam kelompok Kahwarij karena mereka menumpahkan darah, merampok harta dan memberontak dengan kekuatan militer.&lt;br /&gt; Saudaraku, sebenarnya sih kaum khawarij bermaksud mengikuti al-Qur’an walaupun dalam kenyataannya Mereka salah jalan. Lantas, bagaimana dengan orang-orang yang kesesatannya adalah menentang dan berpaling dari al-Qur’an sekaligus mengkafirkan umat Islam? simak aliran sesat berikutnya.&lt;br /&gt;dari Islam, atau pemerintah yang sah, atau keluarnya mereka dari jama’ah kaum &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3022497434294946353-8106863586826488985?l=wahdahbaus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wahdahbaus.blogspot.com/feeds/8106863586826488985/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wahdahbaus.blogspot.com/2011/01/khawarij-1.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3022497434294946353/posts/default/8106863586826488985'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3022497434294946353/posts/default/8106863586826488985'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wahdahbaus.blogspot.com/2011/01/khawarij-1.html' title='KHAWARIJ (1)'/><author><name>Wahdah Baubau</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15405677071714657436</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/-aBl-7r7sHsg/Te31dc9cmfI/AAAAAAAAADE/IlpFzINeVE8/s220/165630_1416119181437_1786339031_795827_7721175_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3022497434294946353.post-8154220011977177492</id><published>2011-01-26T01:45:00.000-08:00</published><updated>2011-01-26T01:53:38.501-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Muhasabah'/><title type='text'>نصيحة لأولئك الذين يحبون أن ينظر إلى صور إباحية</title><content type='html'>دخل إلى الإنترنت ..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ثم رأى ذلك الإعلان بعد أن بحث في مواقع البحث ..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ثم وجدها .. فتأملها ثم شعر بالندم فأغلقها و استغفر و عزم ألا يعود ..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ولكن .............&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;لم يتركه الشيطان و لم يجاهد صاحبنا نفسه وهنا ..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;صورة جنسية ثم صورة تليها و هكذا ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;و تطور الأمر إلى فلم ثم فلم و هكذا ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;و صاحبنا الذي كان بالأمس لا يرفع بصره في وجه امرأة حياء و كان يظن نفسه أنه بعيد عن هذه الأمور أصبح من المدمنين ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ولم تشبعه الصور و الأفلام ولم تسكن شهوته كما ظن بل أحرقته بنارها فمضى إلى طريق آخر ألا و هي العادة السرية ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ولما لم تعد تشبع تفكيره وعقله المريض اتجه إلى البحث عن الفاحشة في مواطنها حتى وقع فيها ولا حول ولا قوة إلا بالله ..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;أخي ... أليس هذا هو ما يحصل مع الكثير ؟!! إنه مسلسل تكرر مع الكثيرين و البداية&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(( صورة جنسية )) ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;أخي ... أسألك سؤالا واحدا لو أجبت عليه بنعم فافعل ما تشاء ..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;هل تعرف متى ستموت ؟؟؟؟؟؟؟؟؟&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;كيف سمحت لنفسك أن تغلبك صورة أو فلم ؟؟!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;أخي حاسب نفسك وأقلع الآن قبل أن يأتي يوم لا ينفع فيه الندم ....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ولاتكن عبدا لشهوتك منساقا وراء أذيال اليهود و النصارى .....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وإن انتفعت بهذه الرسالة فأرسلها إلى غيرك ممن تعلم حالهم ..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;اللهم اهد شباب وشابات المسلمين اللهم آمين ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;أخوكم : أبو أنس&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;http://www.saaid.net/mktarat/abahiah/16.htm&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3022497434294946353-8154220011977177492?l=wahdahbaus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wahdahbaus.blogspot.com/feeds/8154220011977177492/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wahdahbaus.blogspot.com/2011/01/blog-post.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3022497434294946353/posts/default/8154220011977177492'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3022497434294946353/posts/default/8154220011977177492'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wahdahbaus.blogspot.com/2011/01/blog-post.html' title='نصيحة لأولئك الذين يحبون أن ينظر إلى صور إباحية'/><author><name>Wahdah Baubau</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15405677071714657436</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/-aBl-7r7sHsg/Te31dc9cmfI/AAAAAAAAADE/IlpFzINeVE8/s220/165630_1416119181437_1786339031_795827_7721175_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3022497434294946353.post-4507829324232344483</id><published>2011-01-21T21:47:00.000-08:00</published><updated>2011-01-21T21:50:39.490-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Dakwah'/><title type='text'>AWAL PERPECAHAN UMAT  10 SYAWAL 37 H</title><content type='html'>Seberapa dahsyatkah sebuah perkataan bisa mengubah hidup seseorang? Yah, bahkan sebuah perkataan bisa mengubah dunia dan akhirat seseorang. Kata-kata yang haq yang dibangun di atas pondasi ilmu dan iman yang kokoh telah terbukti mampu membuka hati dan pikiran orang-orang yang berakal sehat. Namun, bagaimana halnya jika kata-kata bathil nan menyesatkan yang dibangun di atas kesalahpahaman, kedengkian dan kedangkalan ilmu menjadi santapan masyarakat awam apalagi dipoles dengan label islamy, tentu akan bersarang dengan empuknya di hati mereka dan akhirnya sistem kendali berada di tangan sang pengusung kebathilan. &lt;br /&gt;“Mereka ingin memadamkan cahaya Allah dengan mulut  mereka, tetapi Allah  menyempurnakan cahaya-Nya, walau orang-orang kafir membencinya".(Ash Shaff:8)&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt; Saudaraku, perpecahan umat memang tak terelakkan lagi dan dampaknya sudah dapat kita lihat dan rasakan bersama. namun ingatlah, kenyataan ini bukanlah melegitimasi bolehnya berpecah atau membiarkan umat larut di dalamnya. Tidak, saatnyalah kita bangkit di tengah fenomena perpecahan ini. Allah Ta’ala berfirman; Hai orang-orang mu'min, jika kamu menolong  Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu.(Muhammad:7)  yakinlah akan janji Allah; “jika kamu bersabar dan bertakwa, niscaya tipu daya mereka sedikitpun tidak mendatangkan kemudharatan kepadamu.”(Ali Imran : 120)&lt;br /&gt;  Saudaraku, ada apa dengan tanggal 10 Syawal 37 H? Hari itu adalah hari yang sangat bersejarah bagi para kaum muslimin dan musuh-musuh Islam. Waktu itu, mukmin dan munafiq telah nampak jelas dengan munculnya golongan sesat pertama dalam sejarah peradaban Islam yaitu “khawarij”. Kaum khawarij mengumumkan permusuhannya dengan Islam setelah sebelumnya mereka menyelinap masuk dan bergabung dalam komunitas kaum muslimin. Mereka akhirnya memisahkan diri dari pemerintahan khalifah Ali bin Abi Thalib yang sah atas dasar hawa nafsu, dendam, kebencian, salah paham, fanatisme kelompok dan salah manhaj. &lt;br /&gt;  Hanya dengan sebuah perkataan singkat, kaum khawarij mampu memecah belah barisan kaum muslimin dan menumpahkan darah dalam banyak peperangan dan pemberontakan melawan pemerintahan kaum muslimin yang sah. Tahukah anda apa bunyi perkataan itu?&lt;br /&gt;  Kisah secara singkat; ketika terjadi perang Shiffin antara pasukan khalifah Ali bin Abi Thalib dan Mu’awiyah bin Abi Sufyan, kedua kubu sepakat untuk mengadakan “Tahkim” oleh dua orang yaitu Abu Musa dari kubu Ali dan Amru bin al ‘Aash dari kubu Muawiyah.&lt;br /&gt;  Namun, seorang yang berpemahaman khawarij pengikut Abdullah bin Saba’(provokator terbunuhnya Utsman bin Affan) yang bernama ‘Urwah bin Jariir melakukan protes dan berkata; “apakah kalian menetapkan putusan(berhukum) pada manusia dalam agama Alllah?” perkataan ini didengar oleh banyak orang-orang pedalaman Arab dari kalangan awam yang tidak paham agama(Arab badui), orang-orang yang pernah ikut dalam pembunuhan khalifah Utsman bin Affan, dan sebagian dari pasukan Ali. Mereka yang mendengarnya berkata; menetapkan hukum hanyalah hak Allah. Perkataan ini sangat singkat, namun sungguh dampaknya sangat memilukan hati. Dengannyalah para pemimpin dari kalangan sahabat dan kaum muslimin waktu itu hingga saat ini berpecah.&lt;br /&gt;  Orang-orang yang tidak setuju dengan Tahkim tersebut memisahkan diri ke tempat yang bernama Haruuraa dan akhirnya mereka membaiat pemimpin dari kalangan mereka sendiri yang bernama Abdullah bin Wahb ar Raasiby pada tanggal 10 Syawal 37 H. &lt;br /&gt; Saudaraku, pemahaman sesat kelompok khawarij diantaranya yang paling utama adalah “Takfiir” yaitu mengkafirkan pelaku dosa atau maksiat dengan konsekuensinya yaitu; pelakunya kekal di neraka, halal hartanya, boleh dibunuh, dan boleh keluar dari pemerintahannya. Ini adalah aqidah para pendahulu khawarij dan pemahaman khawarij ini masih dianut oleh para pengikut dan sekte-sektenya sampai sekarang. Bersambung......(KHAWARIJ I)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3022497434294946353-4507829324232344483?l=wahdahbaus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wahdahbaus.blogspot.com/feeds/4507829324232344483/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wahdahbaus.blogspot.com/2011/01/awal-perpecahan-umat-tanggal-10-syawal.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3022497434294946353/posts/default/4507829324232344483'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3022497434294946353/posts/default/4507829324232344483'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wahdahbaus.blogspot.com/2011/01/awal-perpecahan-umat-tanggal-10-syawal.html' title='AWAL PERPECAHAN UMAT  10 SYAWAL 37 H'/><author><name>Wahdah Baubau</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15405677071714657436</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/-aBl-7r7sHsg/Te31dc9cmfI/AAAAAAAAADE/IlpFzINeVE8/s220/165630_1416119181437_1786339031_795827_7721175_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3022497434294946353.post-2053588619329829657</id><published>2011-01-16T02:05:00.000-08:00</published><updated>2011-01-16T02:07:28.336-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Dunia Islam'/><title type='text'>WAKTU SHALAT KOTA BAU-BAU JANUARI 2011</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_rQd1Do-iV_0/TTK_Y1a7cjI/AAAAAAAAAAU/u3px01EtKdY/s1600/SHALAT-1.jpg" imageanchor="1" style="clear:left; float:left;margin-right:1em; margin-bottom:1em"&gt;&lt;img border="0" height="192" width="320" src="http://3.bp.blogspot.com/_rQd1Do-iV_0/TTK_Y1a7cjI/AAAAAAAAAAU/u3px01EtKdY/s320/SHALAT-1.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hati ini menjadi sedih, ketika melihat negara-negara Islam semuanya tanpa kecuali, ternyata tidak melaksanakan shalat Subuh tepat pada waktunya. Mereka shalat sebelum masuk waktunya. Tentu saja sangat disayangkan. &lt;span class="fullpost"&gt; Dalam hal ini antara negara yang satu dengan yang lain berbeda dalam tingkat kesalahan seputar waktu Subuh. Berdasarkan pengamatan dan penelitian saya, saya menemukan bahwa azan Subuh dikumandangkan sebelum waktunya berkisar antara 9 hingga 28 menit. Dan sangat disayangkan lagi, Indonesia (secara umum) termasuk negara yang paling jauh dari waktu sebenarnya, yakni mengumandangkan adzan paling tidak 24 menit sebelum munculnya fajar shadiq.      &lt;br /&gt;WAKT SHALAT KOTA BAU-BAU YG KAMI AMBIL DARI SITUS; http://www.islamicfinder.org/prayerDetail.php?country=indonesia&amp;city=Baubau&amp;state=22&amp;id=7847&amp;month=&amp;year=&amp;email=&amp;home=2011-1-16&amp;lang=arabic&amp;aversion=&amp;athan=&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_rQd1Do-iV_0/TTK_zhDmtYI/AAAAAAAAAAc/n3w_J5zxNO4/s1600/SHALAT-2.jpg" imageanchor="1" style="clear:left; float:left;margin-right:1em; margin-bottom:1em"&gt;&lt;img border="0" height="192" width="320" src="http://1.bp.blogspot.com/_rQd1Do-iV_0/TTK_zhDmtYI/AAAAAAAAAAc/n3w_J5zxNO4/s320/SHALAT-2.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3022497434294946353-2053588619329829657?l=wahdahbaus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wahdahbaus.blogspot.com/feeds/2053588619329829657/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wahdahbaus.blogspot.com/2011/01/waktu-shalat-kota-bau-bau-januari-2011.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3022497434294946353/posts/default/2053588619329829657'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3022497434294946353/posts/default/2053588619329829657'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wahdahbaus.blogspot.com/2011/01/waktu-shalat-kota-bau-bau-januari-2011.html' title='WAKTU SHALAT KOTA BAU-BAU JANUARI 2011'/><author><name>Wahdah Baubau</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15405677071714657436</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/-aBl-7r7sHsg/Te31dc9cmfI/AAAAAAAAADE/IlpFzINeVE8/s220/165630_1416119181437_1786339031_795827_7721175_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_rQd1Do-iV_0/TTK_Y1a7cjI/AAAAAAAAAAU/u3px01EtKdY/s72-c/SHALAT-1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3022497434294946353.post-4819871342876363117</id><published>2011-01-07T05:04:00.000-08:00</published><updated>2011-01-07T05:06:01.894-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Dakwah'/><title type='text'>Dampak Perpecahan Bagi Umat</title><content type='html'>Oleh; Abu Nabiela eL Medina&lt;br /&gt;Tidak diragukan lagi, buah dari perpecahan adalah buah yang pahit. Semua bisa saja merasakan dampaknya jika perpecahan ini dibiarkan berlarut-larut dan tidak ada usaha untuk mempersatukan umat. disini kami akan sebutkan secara singkat akibat dari perpecahan umat, diantaranya;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;1. orang yang mengadakan perpecahan dan penyimpangan berhak mendapatkan ancaman dari Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam; “semuanya di neraka kecuali satu”.&lt;br /&gt;2. lenyapnya kekuatan dan keberanian; Allah Ta’ala berfirman; “dan janganlah kamu berbantah-bantahan, yang menyebabkan kamu menjadi gentar dan hilang kekuatanmu “(al Anfal:46). Sungguh kabar dari al-Qur’an telah menjadi kenyataan, Umat Islam menjadi lemah di hadapan musuh-musuhnya akibat dari perpecahan dan perselisihan yang berkepanjangan.&lt;br /&gt;3.  memudahkan musuh untuk menyusup dan turut campur tangan dalam urusan kaum muslimin, sehingga dengan mudah musuh menghancurkan umat Islam dari dalam.&lt;br /&gt;4. tersebarnya perselisihan, fanatisme, dan fitnah antara kaum muslimin.&lt;br /&gt;5. umat akan berpaling dari jalan Allah, dan tidak berhukum lagi dengan al-qur’an dan hadits, sebaliknya umat akan mengutamakan akal dan logika dalam berhukum.&lt;br /&gt; Salah satu contoh nyata lemahnya umat dan berhasilnya musuh memanfaatkan keadaan tersebut adalah merebaknya paham nasionalisme, kesukuan dan cinta tanah air. Paham nasionalisme telah memutus ikatan persaudaraan muslim dibawah kalimat syahadat Laa Ilaaha Illallah, Muhammadun Rasulullah. Musuh telah berhasil memetakan kaum muslimin menjadi negara-negara dan menanamkan cinta tanah air yang dikenal dengan semangat nasionalisme. Dan pada tahap yang paling mencengangkan, musuh mampu menciptkan konflik dan benih-benih api permusuhan antara negara-negara Islam yang setiap saat dapat mereka sulut dan nyalakan. Kita juga dapat melihat aksi musuh memecah belah umat dan menciptakan sekat pemisah antara kaum muslimin lewat penerapan paspor dan identitas kebangsaan, padahal umat Islam semuanya satu. &lt;br /&gt;“Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali  Allah, dan janganlah kamu bercerai berai”(Ali Imran:103)&lt;br /&gt;“Orang-orang beriman itu sesungguhnya bersaudara.”(Al Hujuraat:10)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3022497434294946353-4819871342876363117?l=wahdahbaus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wahdahbaus.blogspot.com/feeds/4819871342876363117/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wahdahbaus.blogspot.com/2011/01/dampak-perpecahan-bagi-umat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3022497434294946353/posts/default/4819871342876363117'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3022497434294946353/posts/default/4819871342876363117'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wahdahbaus.blogspot.com/2011/01/dampak-perpecahan-bagi-umat.html' title='Dampak Perpecahan Bagi Umat'/><author><name>Wahdah Baubau</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15405677071714657436</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/-aBl-7r7sHsg/Te31dc9cmfI/AAAAAAAAADE/IlpFzINeVE8/s220/165630_1416119181437_1786339031_795827_7721175_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3022497434294946353.post-3017666981581647089</id><published>2011-01-07T04:59:00.000-08:00</published><updated>2011-01-07T05:03:04.929-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Dakwah'/><title type='text'>Sebab-Sebab Perpecahan Umat</title><content type='html'>Oleh; Abu Nabiela eL Medina&lt;br /&gt;1. Memperturutkan Hawa Nafsu&lt;br /&gt; Para pelaku bid’ah dan perpecahan dalam penyimpangan yang dilakukannya selalu digerakkan ole hawa nafsunya. Semua golongan yang telah kita sebutkan dari kalangan mu’tazilah, syi’ah, rafidhah,khawarij, qadariyyah, jahmiyah,murjiah, dan cabang-cabangnya terjatuh dalam kesesatan dan penyimpangan karena memperturutkan hawa nafsu. Allah Ta’ala telah mencela pelakunya dalam firmanNya; “Terangkanlah kepadaku tentang orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai Tuhannya. Maka Apakah kamu dapat menjadi pemelihara atasnya?,”.(al Furqan:43) berkata Thaawus bin Kiysaan al Yamany-rahimahullah-;”tidaklah Allah menyebut (tentang)hawa dalam al-Qur’an kecuali mencelanya”.&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;2. Tipu daya musuh Islam&lt;br /&gt; Musuh Islam takkan pernah merasa tenang dan tidak akan menutup mata selama Islam masih tegak di muka bumi, selama kaum muslimin masih berpegang teguh pada alqur’an dan as Sunnah. Allah Ta’ala berfirman; “mereka tidak henti-hentinya memerangi kamu sampai mereka (dapat) mengembalikan kamu dari agamamu (kepada kekafiran), seandainya mereka sanggup.”(al Baqarah:217), &lt;br /&gt; Aksi musuh dalam memecah belah umat tidak terlepas dari kebencian dalam hati mereka. Sejarah Khawarij dan Syiah as Saba’iyah yang dipelopori oleh Abdullah bin Saba’ –dikenal dengan ibnu as Saudaa- penuh dengan aksi kebencian dan dendam atas persatuan kaum muslimin. Semuanya juga merupakan perpanjangan tangan dari kaum Yahudi yang terkenal dengan sebutan al maghdhuub(yang dimurkai) oleh Allah. mereka mengetahui kebenaran namun tidak menerapkannya karena sikap keras kepala dan hati yang buta dari menerima kebenaran. Dan kisah bani Israil dengan nabi-nabinya adalah bukti kuat atas kebencian mereka terhadap kebenaran hingga saat ini. Abdullah bin Saba’ seorang yahudi yang masuk Islam untuk merusak barisan kaum muslimin dari dalam. Terbunuhnya Khalifah Utsman bin Affan, Ali bin Abi Thalib dan perpecahan yang berkepanjangan adalah catatan hitam dari ibnu as saudaa. Begitupula dengan musuh yang terkenal yaitu Ibnu al Qaddaah. Dengan nama lengkap; maimuun bin dawud bin sa’id al qaddaah. Dia adalah pelopor munculnya golongan al maimuuniyyah dari kalangan Ismaailiyyah, yang lebih dikenal dengan golongan al Baathiniyyah, dalam aksinya, tokoh ini menampakkan pemahaman syiah dan menyembunyikan pemahaman az zindiqah. Sedangkan asalnya adalah Yahudi yang menerapkan ajaran filsafat dan logika. &lt;br /&gt;Sebagian salaf berkata: “Siapa yang menyembah Allah Subhanahu wa Ta’ala karena rasa cinta semata maka dia seorang zindiq. Dan siapa yang menyembah-Nya karena penuh harap semata maka dia seorang Murji`. Sedangkan yang menyembah-Nya karena rasa takut saja maka dia Khariji. Adapun yang menyembah-Nya karena cinta takut dan penuh harap maka dia seorang mukmin ahli tauhid.”&lt;br /&gt;Tokoh ini telah menimbulkan kerusakan yang besar dalam umat. dan masih banyak lagi bukti kebencian musuh yang tidak sempat kami paparkan pada pembahasan ini.&lt;br /&gt; Jadi, pelajaran yang bisa kita petik adalah kebencian musuh dari kalangan manapun; yahudi, nasrani, dan lainnya tidak akan padam sampai umat Islam mengikuti agama mereka, namun yakinlah akan janji Allah; “jika kamu bersabar dan bertakwa, niscaya tipu daya mereka sedikitpun tidak mendatangkan kemudharatan kepadamu.”(Ali Imran : 120)&lt;br /&gt;3. Kebodohan Dalam Memahami Syariat Islam&lt;br /&gt; Kebodohan adalah penyakit yang sangat berbahaya, seseorang bisa berubah menjadi musuh ketika ia salah paham atau tidak berilmu utamanya dalam masalah agama. Diantara potret kebodohan dalam syariat adalah sikap mengambil sebagiannya dan mengabaikan sebagian yang lain. &lt;br /&gt;Dalam hadits shahih, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam meperingatkan umatnya tentang bahaya kebodohan; “Sesungguhnya Allah tidak mencabut ilmu agama ini dengan serta-merta mencabutnya dari hamba-hambaNya. Akan tetapi Allah mencabut ilmu agama ini dengan mewafatkan para Ulama, sehingga ketika Allah tidak menyisakan orang yang berilmu dari kalian, maka manusia menjadikan orang-orang bodoh sebagai pemimpin mereka; lalu para pemimpin bodoh tersebut ditanya dan kemudian memberi fatwa tanpa ilmu, maka mereka menjadi sesat dan menyesatkan.”(HR. Bukhari)&lt;br /&gt; Diantara ciri khas golonngan sesat adalah memaknai dalil berdasarkan persangkaan semata tanpa mengadakan penelitian terhadap keabsahannya, atau hanya sekedar membaca dan melihat kemudian menyimpulkan. Dan sifat ini sangat berbeda dengan disiplin ilmu para ulama ahlussunnah waljama’ah. Mereka adalah orang-orang yang mendalam ilmunya karena diperoleh melalui ijtihad(usaha) dan kesungguhan. Oleh karena itu, hendaknyalah anda sebagai generasi muda pewaris risalah dakwah Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam menuntut ilmu agama dari sumber yang benar, yaitu al-qur’an dan hadits yang shahih dengan memakai metode para generasi shalih terdahulu. Karena dengan ilmulah anda dapat menepis syubhat-syubhat dan mengangkat kebodohan dalam diri anda sendiri dan orang lain.&lt;br /&gt;4. Fanatik terhadap Madzhab, kelompok dan tokoh &lt;br /&gt; Fanatik buta telah menjadi penyakit kronis yang merebak dalam tubuh kaum muslimin. Inilah penyakit yang sangat berbahaya dan paling besar perannya dalam memecah belah persatuan umat. kota-kota dan masjid-masjid di jazirah Arab adalah saksi bisu kuatnya fanatisme masyarakat Islam waktu itu, dalam suatu kota misalnya, terdapat 4 hakim berdasarkan 4 madzhab fikih yang berpengaruh waktu itu. Begitupula satu masjid mempunyai 4 mihrab(tempat Imam shalat berdiri). Setiap Mihrab mempunyai imam dan jama’ah tersendiri, sehingga setiap jamaah harus antri dalam shalat. Jika jamaah asy syafi’i telah menempati salah satu mihrab untuk shalat berjama’ah, maka jamaah yang lain dari madzhab hanafiyah, hanabilah atau malikiyah harus menunggu gilirannya sampai jamaah syafi’i selesai shalat. Bahkan, fanatisme ini merambah masalah muamalah yaitu pernikahan. Sebagian “ulama” fikih dari madzhab hanafiyah melarang pengikut madzhabnya untuk menikah dengan pengikut madzhab asy syafi’iyah. Kemudian keluarlah fatwa yang mengoreksi dan meringankan fatwa sebelumnya yang membolehkan hanafiyah menikah dengan syafi’iyah, dengan alasan bahwa yang dinikahi oleh hanafiyah(pihak laki-laki) adalah sama kedudukannya dengan ahli kitab.masalah ini pernah disebutkan oleh al Ustadz asy Syaikh Muhammad ‘Aid ‘Abbaasy dalam kitabnya yang berjudul “bid’atu at Ta’asshub al madzhaby”(bid’ah fanatik terhadap madzhab). Al Maqriizy-rahimahullah- dalam kitabnya yang berjudul “al Khuthathu”(batasan-batasan,pen-) telah menyebutkan bahwa fanatisme tersebut terjadi pada abad 9, 10 dan 11. &lt;br /&gt; Pendapat “ulama” fikih yang mengkafirkan selain dari madzhabnya adalah sebuah penyimpangan yang bernama ta’asshub(fanatisme). Pada hakikatnya mereka bukan ulama, hanya saja masyarakat awam menisbatkannya demikian. Padahal mereka adalah golongan yang menyimpang, jauh dari metode ahlussunnah waljama’ah dalam memahami fikih perbedaan pendapat. Karena fanatik yang dianjurkan adalah kepada perkataan yang benar dan bersumber dari al-Qur’an dan Sunnah serta perkataan generasi shalih terdahulu yang senantiasa meniti jalan Rasulullah shallallahu alaihi wasallam.&lt;br /&gt; Semua perkataan manusia bisa saja salah dan boleh dibantah kecuali perkataan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam. “dan Tiadalah yang diucapkannya itu (Al-Quran) menurut kemauan hawa nafsunya.  ucapannya itu tiada lain hanyalah wahyu yang diwahyukan (kepadanya).(an Najm:3-4)&lt;br /&gt;5. Jauh dari Metode menuntut Ilmu agama yang benar&lt;br /&gt; Poin ini adalah turunan dari sikap fanatik dan taklid kepada orang lain tanpa dalil yang shahih dari al-Qur’an dan Hadits. Betapa banyak orang yang tersesat karena tidak tahu cara menuntut ilmu dan sumber-sumbernya. Sebagai contoh;&lt;br /&gt;Jika seorang guru mengajar muridnya dengan menggunakan modul yang seragam, atau bahan ajar yang sama. sang guru membagikan modul tersebut lalu kemudian ia mengajukan satu pertanyaan mengenai isi modul tersebut. Tentu, 90 % jawaban murid akan sama dan benar, kenapa? Karena semua pelajaran yang dipelajari murid berasal dari satu kitab dan satu sumber. Jika kita kiaskan masalah ini kepada cara kaum muslimin mempelajari Islam, yaitu bersumber dari alqur’an dan hadits yang shahih, niscaya tidak akan terjadi perpecahan diantara kaum muslimin. &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3022497434294946353-3017666981581647089?l=wahdahbaus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wahdahbaus.blogspot.com/feeds/3017666981581647089/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wahdahbaus.blogspot.com/2011/01/sebab-sebab-perpecahan-umat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3022497434294946353/posts/default/3017666981581647089'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3022497434294946353/posts/default/3017666981581647089'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wahdahbaus.blogspot.com/2011/01/sebab-sebab-perpecahan-umat.html' title='Sebab-Sebab Perpecahan Umat'/><author><name>Wahdah Baubau</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15405677071714657436</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/-aBl-7r7sHsg/Te31dc9cmfI/AAAAAAAAADE/IlpFzINeVE8/s220/165630_1416119181437_1786339031_795827_7721175_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3022497434294946353.post-567644918831599116</id><published>2011-01-01T16:03:00.000-08:00</published><updated>2011-01-07T05:10:26.119-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='biografi ulama'/><title type='text'>IMAM BUKHARI; IMAMNYA PARA AHLI HADITS</title><content type='html'>BIOGRAFI SINGKAT IMAM BUKHORI رحمه الله&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nama Imam Bukhori, Kunniyah, dan Nasab Beliau :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nama beliau adalah : Muhammad bin Ismail bin Ibrahim bin Al Mughiroh bin Bardizbah (ada yang berpendapat Badzduzbah) Al Ju’fi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kunniyah beliau adalah : Abu Abdillah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayah beliau adalah salah seorang ulama hadits yang sangat terkenal dan Ibu beliau merupakan wanita yang taat beribadah.&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bentuk Fisik dan Akhlak Beliau :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam yang telah nampak kecerdasannya sejak belia ini seorang yang bertubuh kurus, tidak tinggi dan juga tidak pendek serta berkulit kecoklatan.&lt;br /&gt;Beliau merupakan satu dari tanda kebesaran Allah Subhanahu wa Ta’ala di muka bumi ini, dikenal masyarakat dengan kewara’annya, penyayang, dan merupakan teladan dalam berinfak. Beliau juga seorang yang banyak beribadah pada malam hari, cekatan dalam mengendarai kuda dan piawai dalam membidikkan panah.&lt;br /&gt;Kelahiran dan Asal Negeri Beliau&lt;br /&gt;Sang alim ini bukan orang Arab, beliau lahir di negeri Bukhara yang kepadanya beliau dinisbatkan sehingga dikenal dengan nama Bukhari. Negeri Bukhara sekarang lebih dikenal dengan Uzbekistan. Beliau lahir pada hari Jumat, tanggal 13 Syawal tahun 194 H.&lt;br /&gt;Perkembangan Ilmu Beliau dan Rihlah dalam Menuntut Ilmu&lt;br /&gt;Allah Azza wa Jalla telah mengaruniakan kepada beliau hati yang bersih, otak yang cerdas, dan hapalan yang sangat kuat hingga boleh dikatakan bahwa dalam usia yang sangat muda beliau telah sejajar dengan beberapa ulama di negaranya. Ketika usianya baru mencapai 16 tahun beliau sudah menghafal buku-buku Imam Abdullah bin Mubarak dan Waki’ bin Jarrah serta menguasai pendapat dan pokok-pokok pemikiran Ahli Ra’yi.&lt;br /&gt;Beliau tumbuh dalam asuhan sang Ibu. Pada tahun 210 H bersama ibu dan ditemani kakaknya Ahmad, sang imam ini menunaikan ibadah haji kemudian menetap (di Makkah) untuk menuntut ilmu hadits dan kadang-kadang berangkat ke Madinah. Di sela-sela waktu tersebut beliau mengarang beberapa kitab. Di antaranya adalah At Tarikh Al Kabir yang beliau susun di sisi kuburan Rasululah صلى الله عليه وسلم.&lt;br /&gt;Selain di Mekkah dan Medinah beliau juga telah mengadakan rihlah untuk menuntut ilmu ke berbagai negara diantaranya Syam (Damaskus dan sekitarnya), Mesir, Kufah, Bashrah dan Baghdad.&lt;br /&gt;Guru-guru beliau&lt;br /&gt;Imam Bukhari telah bertemu dan belajar dari para ulama yang sangat banyak dari berbagai belahan dunia, beliau pernah mengatakan : “Saya telah menuntut ilmu dari 1080 orang yang kesemuanya adalah ahli hadits”&lt;br /&gt;Diantara guru beliau yang terkenal :&lt;br /&gt;1. Abu ‘Ashim An Nabil, Dhahhak bin Makhlad Asy Syaibani Al Bashri (wafat 212 H)&lt;br /&gt;2. Abu Nu’aim, Fadhl bin Dukain (wafat tahun 218/219 H)&lt;br /&gt;3. Abu Raja’ Al Baghlani, Qutaibah bin Said bin Jamil Ats Tsaqafi (wafat 240 H)&lt;br /&gt;4. Abu Abdillah Nu’aim bin Hammad Al Marwazi (wafat tahun 228 H); seorang faqih dan menguasai ilmu Faraidh serta salah seorang imam ahlis sunnah yang tegas terhadap ahli bid’ah&lt;br /&gt;5. Abul Husain Ali bin Abdullah Al Madini (wafat 234 H); salah seorang imam dan ulama yang paling ahli di bidang hadits dan ‘ilal pada zamannya&lt;br /&gt;6. Abu Zakariyya Yahya bin Ma’in Al Baghdadi (wafat tahun 233 H); salah seorang hafizh dan imam yang tenar terutama dalam ilmu Al Jarh wa At Ta’dil&lt;br /&gt;7. Abu Muhammad, Ishaq bin Ibrahim Al Hanzhali, yang lebih dikenal dengan Ibnu Rahawaih (wafat 238 H); hafizh, mujtahid dan rekan Imam Ahmad. Beliaulah yang mengusulkan pertama kali untuk mengumpulkan hadits-hadits shohih dalam satu kitab.&lt;br /&gt;8. Abu Abdillah Ahmad bin Hanbal Asy Syaibani (wafat 241 H); imam Ahlis Sunnah wal Jam’ah, faqihul muhadditsin dan muhadditsul fuqaha&lt;br /&gt;9. Abu Bakar, Abdullah bin Muhammad bin Abi Syaibah Al Kufi (wafat 235 H); hafizh dan penyusun kitab Al Mushannaf&lt;br /&gt;10. Muhammad bin Yahya Adz Dzuhli An Naisaburi (wafat 258 H); seorang hafizh yang mulia, guru sekaligus rekan Imam Bukhari&lt;br /&gt;Murid-murid beliau :&lt;br /&gt;Keluasan ilmu beliau terdengar ke berbagai pelosok bumi ini sehingga tidak heran jika begitu banyak penuntut ilmu yang mendatanginya untuk talaqqi ilmu. Menurut Muhammad bin Yusuf Al Firabri jumlah murid yang mendengarkan dan meriwayatkan dari beliau kitab shohih Bukhari berjumlah 90.000 orang.&lt;br /&gt;Diantara murid beliau yang terkenal :&lt;br /&gt;1. Abul Husain Muslim bin Hajjaj An Naisaburi (wafat 261 H); penyusun kitab Shahih Muslim&lt;br /&gt;2. Abu Isa Muhammad bin Isa Tirmidzi (wafat 279 H); penyusun kitab Jami’ atau Sunan Tirmidzi dan beliau salah seorang murid yang terdekat dengan Imam Bukhari&lt;br /&gt;3. Abu Abdirrahman Ahmad bin Syuaib An Nasaai (wafat 303 H); penyusun kitab Al Mujtaba’ atau Sunan Nasaai&lt;br /&gt;4. Abu Muhammad Abdullah bin Abdirrahman Ad Darimi (wafat 255 H); penyusun kitab Sunan Darimi&lt;br /&gt;5. Abu Abdillah Muhammad bin Nashr Al Marwazi (wafat 294 H); faqih, hafizh, imam dan penulis beberapa kitab yang bermanfaat seperti Ta’zhim Qadri Ash Sholah dan Qiiyam Al Lail&lt;br /&gt;6. Abu Hatim Muhammad bin Idris Al Hanzhali Ar Rozi (wafat 277 H); hafizh dan salah seorang ulama al jarh wa at ta’diel.&lt;br /&gt;7. Abu Bakar Muhammad bin Ishaq bin Khuzaimah (wafat 311 H); imamnya para imam dan penyusun kitab Shohih Ibn Khuzaimah&lt;br /&gt;8. Abu Ishaq Ibrahim bin Ishaq Al Harbi (wafat 285 H); salah seorang tokoh ulama di zamannya yang digelari dengan Syaikhul Islam, Daraquthni pernah mengatakan bahwa beliau disamakan dengan Imam Ahmad dari sisi zuhud, ilmu dan wara’nya.&lt;br /&gt;9. Muhammad bin Yusuf Al Firabri (wafat 330 H); salah seorang yang meriwayatkan shohih Bukhari dan riwayatnya adalah riwayat yang paling dikenal&lt;br /&gt;10. Abu Ishaq Ibrahim bin Ma’qil An Nasafi (wafat 295 H); termasuk yang meriwayatkan shohih Bukhari dengan sanadnya di negeri Maghrib.&lt;br /&gt;Kadar Keilmuan Beliau&lt;br /&gt;A. Kecerdasan dan Kekuatan Hafalan Beliau&lt;br /&gt;Beliau sangat menonjol dalam kekuatan hafalan, beliau pernah mengatakan : “Aku menghafal 100.000 hadits shohih dan 200.000 hadits yang tidak shohih”.&lt;br /&gt;Hasyid bin Ismail dan seorang temannya yang lain bercerita bahwa Imam Bukhari pulang pergi bersama mereka berdua menuntut ilmu hadits waktu itu beliau (Bukhari) masih sangat muda dan tidak pernah mencatat pelajaran. Kami senantiasa mengingatkan dan mempertanyakan sikapnya itu yang terkesan kurang memperhatikan pelajaran. Hingga suatu hari beliau berkata, “Kalian berdua terlalu sering memprotes sikap saya ini, coba tunjukkan dan sebutkan hadits-hadits yang telah kalian catat”. Maka kami menunjukkan kepadanya catatan kami berdua, lalu beliau menambah 15.000 hadits yang beliau baca lewat hafalannya sehingga kami mengecek kebenaran catatan kami dengan hafalan beliau…”&lt;br /&gt;Beliau juga pernah berkata, “Mungkin saja sebuah hadits yang aku dengarkan di Bashrah nanti saya tulis di Syam dan boleh jadi sebuah hadits yang aku dengarkan di Syam nanti aku catat di Mesir”&lt;br /&gt;Abul Azhar bercerita, “Pernah 400 muhaddits berkumpul di Samarkandi dan berusaha menjatuhkan Imam Bukhari dalam kesalahan, mereka memasukkan (mengaduk) sanad Syam ke sanad Irak dan sanad Yaman ke sanad Haram akan tetapi mereka tidak sanggup menjatuhkan Imam Bukhari walaupun sekali”&lt;br /&gt;B. Fikih Beliau&lt;br /&gt;Imam ini walaupun lebih dikenal sebagai ahli hadits namun bukan berarti beliau tidak menguasai fiqh, bahkan begitu banyak pengakuan dari para ulama yang menjelaskan tingginya kedudukan beliau dalam bidang fiqh. Ya’qub Ad Dauraqi mengatakan, “Muhammad bin Ismail faqihnya ummat ini”. Al Hafizh Muhammad bin Basysyar berkata, “Beliau manusia yang paling faqih di zaman ini”. Imam Qutaibah yang merupakan salah seorang dari guru beliau yang terkenal ketika ditanya tentang hukum thalak yang diucapkan oleh seorang yang sementara mabuk, sebelum beliau menjawab datang Bukhari menemui beliau maka Imam Qutaibah berkata kepada si penanya, “Ini dia Ahmad bin Hanbal, Ishaq bin Rahawaih dan Ali bin Al Madini Allah mendatangkan mereka untukmu”, beliau berkata demikian sambil menunjuk ke Imam Bukhari; artinya beliau memandang ilmu Imam Bukhari sepadan dengan ilmu ketiga imam besar itu jika digabungkan.&lt;br /&gt;Kefakihan beliau sangat nampak dari judul-judul bab yang beliau sebutkan pada kitab shohih Al Bukhari, karena penjudulan bab merupakan hasil istinbath (pengambilan hukum) dari hadits-hadits yang disebutkan di bawahnya. Kefaqihan beliau yang sangat istimewa ini sulit dicapai oleh banyak orang sehingga terkadang sebagian judul bab yang beliau tulis seakan-akan tidak memiliki kaitan dengan hadits yang disebutkan di bawahnya kecuali setelah diperhatikan dengan saksama atau membaca penjelasan para pensyarah Shohih Bukhari utamanya Al Hafizh Ibnu Hajar Al Asqalani rahimahulloh.&lt;br /&gt;C. Ilmu Al Jarh wa At Ta’dil dan Ilmu ‘Ilal&lt;br /&gt;Ilmu ‘ilal adalah cabang ilmu hadits yang menjelaskan cacat dan kelemahan yang terdapat dalam sebuah hadits. Ilmu ini adalah ilmu yang sangat mulia namun terpelik dari seluruh cabang-cabang ilmu hadits, karenanya sangat sedikit ahli hadits yang menonjol dan menguasai dengan baik ilmu yang satu ini. Imam Bukhari merupakan salah seorang diantara ulama yang sedikit itu, olehnya itu beliau digelari oleh Imam Muslim sebagai dokter hadis karena mampu mengenal dan mendeteksi ‘ilal (penyakit dan cacat) dari hadits. Imam Tirmidzi berkata, “Aku tidak melihat seseorang di Iraq dan Khurasan yang lebih mengerti ‘ilal, tarikh, dan sanad-sanad melebihi Muhammad bin Ismail. Al Hafizh Ahmad bin Hamdun menceritakan, “Aku melihat Muhammad bin Ismail sewaktu mengantar jenazah Said bin Marwan, beliau ditanya oleh Imam Muhammad bin Yahya Adz Dzuhli tentang nama-nama dan kuniyah perowi serta ‘ilal hadits, beliau berlalu (menjawabnya) sekencang anak panah yang dilepaskan, seakan-akan membaca surat Al Ikhlas”&lt;br /&gt;Bukhari juga salah seorang ulama yang menjadi rujukan dalam ilmu al jarh wa at ta’dil. Keistimewaan yang beliau miliki karena dalam menghukumi seseorang beliau bersikap pertengahan; tidak berlebihan dan tidak pula memudahkan. Imam Bukhari dikenal sebagai sebagai seseorang yang berhati-hati dalam memilih kata-kata hingga ungkapan beliau senantiasa lembut, sangat jarang beliau mengatakan bahwa si fulan pendusta, binasa atau pun pemalsu hadits. Perowi yang paling lemah pun beliau ungkapkan dengan ibarat yang sangat halus seperti: fiihi nazhar (perlu diperiksa/perlu dikaji) atau sakatuu ‘anhu (para ulama mendiamkan orang itu).&lt;br /&gt;Semua ini beliau lakukan karena ketakutan beliau terjatuh dalam perbuatan kezhaliman terutama mengghibah orang lain, walaupun para ulama sudah sepakat bahwa menerangkan kelemahan seorang perowi tidak termasuk ghibah yang diharamkan. Imam Bukhari pernah menyatakan, “Aku berharap bertemu dengan Allah dan aku tidak dihisab karena pernah mengghibah seseorang”, beliau juga menegaskan, “Aku tidak pernah mengghibah seseorang sejak aku tahu bahwa perbuatan ghibah membahayakan pelakunya”.&lt;br /&gt;Penilaian dan Pujian Para Ulama Terhadap Beliau&lt;br /&gt;Keutamaan dan kelebihan Imam Bukhari dari sisi ilmu yang dibarengi dengan amal sholeh mengundang kekaguman dari para ulama, karenanya sangat banyak ungkapan kekaguman serta pujian yang terlontar dari para ulama baik yang merupakan guru-guru beliau, rekan-rekan beliau apatah lagi para ulama yang datang setelah beliau.&lt;br /&gt;Berikut kami kutipkan sebagian kecil dari pujian para ulama terhadap beliau:&lt;br /&gt;* Qutaibah bin Said menuturkan, “Aku telah menghadiri majelis para fuqaha (ahli fiqh), zuhhad (orang-orang yang zuhud) dan para ahli ibadah,akan tetapi sejak aku baligh belum ada yang aku dapatkan sekaliber Muhammad bin Ismail Bukhari, beliau di zamannya sama dengan kedudukan Umar bin Khaththab radhiyallohu anhu di tengah–tengah sahabat”&lt;br /&gt;* Muhammad bin Salam Al Bikandi yang juga merupakan salah seorang guru Bukhari pernah berkata kepadanya, “Periksalah kitab-kitabku apa saja yang engkau dapati dari kesalahan maka coretlah”. Beliau juga mengatakan, “Setiap Bukhari menghadiri majelisku aku grogi dan takut jika salah sementara beliau hadir di majelis”&lt;br /&gt;* Amru bin Ali Al Fallas mengatakan, “Jika ada hadits yang tidak diketahui oleh Bukhari maka berarti itu bukan hadits”&lt;br /&gt;* Yahya bin Ja’far Al Bikandi mengatakan, “Seandainya aku sanggup mengambil dari jatah umurku untuk ditambahkan ke umur Bukhari tentu aku akan melakukannya karena kematianku hanyalah kematian seorang manusia biasa adapun kematian Bukhari berarti hilangnya ilmu”. Beliau pernah mengatakan langsung kepada Bukhari, “Seandainya bukan karena keberadaanmu di sini maka aku tidak betah tinggal di Bukhara”&lt;br /&gt;* Imam Muslim berkata kepada Imam Bukhari, “Tidak ada yang membencimu kecuali orang yang dengki dan aku bersaksi bahwa tidak ada di dunia (di zaman ini) yang seperti engkau”. Imam Muslim ketika ke Bukhara dan bertemu dengan Imam Bukhari beliau mencium jidatnya dan berkata, “Biarkan aku mencium kedua kakimu wahai ustadznya para ustadz, pemimpin ahli hadits dan dokter untuk cacat dan penyakit-penyakit hadits”. Al Hafizh Abu Abdillah Muhammad bin Ya’qub berkata aku mendengar bapakku bercerita, “Aku melihat Muslim bin Hajjaj di depan Muhammad bin Ismail Bukhari bertanya sebagaimana seorang anak kecil bertanya kepada muallimnya”&lt;br /&gt;* Abu ‘Amr Al Khaffaf berkata, “Telah membacakan hadits kepada kami seorang yang bertakwa, bersih, alim yang aku tidak melihat seorang yang setara dengannya : Muhammad bin Ismail (Bukhari) dan beliau lebih mengetahui hadits ketimbang Imam Ahmad dan Ishaq bin Rahawaih, siapa yang berani mencelanya sedikitpun maka aku akan melaknat pencela itu dengan 1000 laknat&lt;br /&gt;* Al Hafizh Abdullah bin Hammad Al Aamuli –salah seorang guru dari Bukhari- bertutur, “Aku sangat suka jika aku sekadar sehelai bulu di tubuh Muhammad bin Ismail Bukhari”&lt;br /&gt;Aqidah dan Madzhab Beliau&lt;br /&gt;Imam Bukhori merupakan imam besar Ahlussunnah wal Jama’ah. Bukti tersebut dapat kita ketahui dari perkataan beliau mengenai guru-gurunya “Saya tidak mengambil hadits kecuali dari yang berkata bahwa iman adalah perkataan dan perbuatan”, tentu saja hal ini sesuai dengan aqidah ahlusunnah wal jama’ah.&lt;br /&gt;Para ulama berbeda pendapat mengenai madzhab beliau, apakah seorang Syafi’iyyah, Hanabilah atau seorang mujtahid? Dan pendapat yang rajih -benar- adalah bahwa beliau merupakan seorang mujtahid dan tidak terikat oleh madzhab fikih tertentu.&lt;br /&gt;Karya-Karya Beliau&lt;br /&gt;Beliau memiliki sumbangsih besar terhadap kaum muslimin dari hasil karya beliau رحمه الله, di antaranya adalah:&lt;br /&gt;1. Al Jami’ As Shohih ; yang lebih dikenal sebagai Shohih Al Bukhori, kitab ini berada pada posisi kedua setelah Al Qur’an dalam tingkat keshohihannya.&lt;br /&gt;2. Al Adab Al Mufrad ; kitab ini merupakan kumpulan hadits-hadits yang mengajarkan kepada kita akhlak dan adab-adab Rasulullah صلى الله عليه وسلم.&lt;br /&gt;3. Juz’u Raf’i Al Yadain; buku ini menjelaskan disyariatkannya mengangkat kedua tangan pada waktu shalat selain takbiratul ihram, buku ini telah dicetak diantaranya dengan tahqiq dari Al ‘Allamah Abu Muhammad Badi’uddinsyah Ar Rasyidy As Sanady.&lt;br /&gt;4. Juz’u Al Qiro’ah kholfa Al Imam; buku kecil ini menjelaskan diwajibkannya membaca surat Al Fatihah pada waktu shalat termasuk bagi makmum dalam seluruh shalat baik sirriyah maupun jahriyah&lt;br /&gt;5. At Tarikh Al Kabir, kitab ini berisi nama-nama para perawi yang meriwayatkan dari para sahabat, tabi’in, maupun tabi’ut tabi’in, tersusun sesuai abjad hijaiyyah&lt;br /&gt;6. At Tarikh As Shoghir, telah dicetak, berisi nama para sahabat, tabi’in, maupun tabi’ut tabi’in yang terkenal.&lt;br /&gt;7. Khalqu Af’aalil ‘Ibaad; sebuah kitab aqidah Ahlus Sunnah wal Jama’ah yang menjelaskan bahwa perbuatan makhluk hakikatnya adalah ciptaan Allah Azza wa Jalla. Kitab aqidah ini menyebutkan riwayat-riwayat dengan sanad dan sudah dicetak serta tersebar di kalangan penuntut ilmu&lt;br /&gt;Wafat beliau :&lt;br /&gt;Beliau wafat pada malam Sabtu setelah sholat Isya tepatnya saat malam ‘Iedul Fithri tahun 256 H, dalam usia 62 tahun.&lt;br /&gt;Abdul Wahid bin Adam Ath Thawawisi bercerita, “Aku melihat pada saat bermimpi, Nabi Muhammad shallallohu alaihi wa sallam sedang berdiri di suatu tempat dan ditemani beberapa sahabatnya, maka aku mengucapkan salam kepada beliau lalu beliau menjawab salamku. Aku bertanya, “Mengapa engkau berdiri di sini wahai Rasulullah?” Beliau menjawab : “Aku menunggu Muhammad bin Ismail”. Setelah beberapa hari kemudian dari mimpiku itu sampai kepadaku kabar kematian Imam Bukhari ternyata beliau telah wafat di waktu ketika aku bermimpi melihat Nabi Muhammad shallallohu alaihi wasallam”.&lt;br /&gt;Semoga Allah subhanahu wa ta’ala merahmati beliau dan membalas jasa-jasanya serta memasukkannya dan mengumpulkan kita semua di Syurga Firdaus. Aamiin.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3022497434294946353-567644918831599116?l=wahdahbaus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wahdahbaus.blogspot.com/feeds/567644918831599116/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wahdahbaus.blogspot.com/2011/01/imam-bukhari-imamnya-para-ahli-hadits.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3022497434294946353/posts/default/567644918831599116'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3022497434294946353/posts/default/567644918831599116'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wahdahbaus.blogspot.com/2011/01/imam-bukhari-imamnya-para-ahli-hadits.html' title='IMAM BUKHARI; IMAMNYA PARA AHLI HADITS'/><author><name>Wahdah Baubau</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15405677071714657436</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/-aBl-7r7sHsg/Te31dc9cmfI/AAAAAAAAADE/IlpFzINeVE8/s220/165630_1416119181437_1786339031_795827_7721175_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3022497434294946353.post-9197339181226082485</id><published>2010-12-27T07:35:00.000-08:00</published><updated>2010-12-27T07:37:10.600-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Dakwah'/><title type='text'>Golongan yang tersesat tidak semuanya keluar dari islam dan tidak semuanya kafir.</title><content type='html'>Oleh; Abu Nabiela eL Medina&lt;br /&gt; Pembahasan ini sangat penting karena kita tidak ingin saudara-saudara kita lansung berkesimpulan salah setelah membaca atau mendengar hadits perpecahan umat. Karena jumlah golongan yang disebutkan dalam hadits perpecahan sebelumnya tidaklah bermakna bahwa semuanya kafir walaupun semuanya masuk neraka. Jadi, semuanya mendapat ancaman neraka dan tidak semuanya kafir atau keluar dari Islam. Oleh sebab itu, Syaikhul Islam Ibn Taimiyah-rahimahullah-berkata;&lt;div class="fullpost"&gt;”barang siapa yang mengatakan bahwa setiap golongan dari ke 72 golongan menjadi kafir dengan kekafiran yang mengeluarkannya dari Islam, sungguh mereka telah menyelisihi al Qur’an dan as Sunnah dan ijma’ sahabat bahkan ijma ke empat imam dan imam yang lain, namun tidak ada diantara mereka yang mengkafirkan setiap dari ke 72 golongan, hanyalah mereka dikafirkan sebagiannya dengan beberapa perkataan(sebab, pen-)” &lt;br /&gt; Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah juga berkata;”walaupun termasuk dalam ke 72 golongan, namun sesungguhnya di dalam setiap golongan terdapat banyak orang yang tidak tergolong kafir, bahkan adalah orang-orang beriman yang di dalamnya ada kesesatan dan penyimpangan yang karenanya mereka berhak mendapatkan ancaman, sebagaimana pelaku maksiat dari kaum mukminin (juga)berhak atasnya. Dan Nabi Sahallallahu ‘Alaihi Wasallam tidak mengeluarkan mereka dari Islam; bahkan Beliau menjadikan mereka diantara umatnya, dan Beliau tidak pernah berkata bahwa mereka kekal di neraka”. Ini adalah kaidah agung yang penting untuk diperhatikan, karena banyak orang yang menisbatkan dirinya kepada sunnah (namun)di dalamnya mereka(melakukan) bid’ah dari jenis bid’ah Rafidhah dan Khawarij. Dan sahabat-sahabat Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam seperti Ali bin Abi Thalib, dan yang lainnya tidak mengkafirkan kaum Khawarij yang telah mereka perangi”. &lt;br /&gt; Beliau –rahimahullah- juga berkata;”barang siapa yang mengkafirkan ke 72 golongan-barang siapa yang mengkafirkan mereka secara mutlak- sungguh ia sudah menyelisihi al-Qur’an dan as Sunnah, ijma sahabat dan yang mengikuti mereka dengan baik, karena hadits 72 golongan tiidak terdapat pada ash Shahihain(bukhari-muslim), dan hadits tersebut telah dilemahkan oleh Ibnu Hazm dan lainnya, akan tetapi yang lain (ada)menghasankannya atau menshahihkannya. Hadits tersebut telah diriwayatkan oleh Ahlussunan(Abu Dawud, At tirmidzy, An Nasaa-i, Ibnu Majah) dan telah diriwayatkan dari banyak jalan, dan perkataannya Shallallahu ‘Alaihi Wasallam;”72 golongan di neraka dan satu golongan di surga” tidaklah lebih besar(ancamannya,pen-) dari firmanNya Ta’ala; “Sesungguhnya orang-orang yang memakan harta anak yatim secara zalim, sebenarnya mereka itu menelan api sepenuh perutnya dan mereka akan masuk ke dalam api yang menyala-nyala (neraka).” (an Nisaa:10), dan Allah berfirman; “dan Barangsiapa berbuat demikian dengan melanggar hak dan aniaya, Maka Kami kelak akan memasukkannya ke dalam neraka. yang demikian itu adalah mudah bagi Allah.” (an Nisaa:30)dan nash-nash(dalil-dalil) jelas yang semisal dengannya tentang masuknya orang-orang yang melakukan demikian ke dalam neraka”.&lt;br /&gt; Jadi, ancaman dalam hadits tidak bisa kita maknai bahwa orang-orang yang diancam tersebut semuanya patut masuk neraka, atau semuanya dihukumi keluar dari dari Islam. Akan tetapi, kita hukumi mereka berdasarkan keyakinan dan tingkat penyimpangannya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3022497434294946353-9197339181226082485?l=wahdahbaus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wahdahbaus.blogspot.com/feeds/9197339181226082485/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wahdahbaus.blogspot.com/2010/12/golongan-yang-tersesat-tidak-semuanya.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3022497434294946353/posts/default/9197339181226082485'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3022497434294946353/posts/default/9197339181226082485'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wahdahbaus.blogspot.com/2010/12/golongan-yang-tersesat-tidak-semuanya.html' title='Golongan yang tersesat tidak semuanya keluar dari islam dan tidak semuanya kafir.'/><author><name>Wahdah Baubau</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15405677071714657436</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/-aBl-7r7sHsg/Te31dc9cmfI/AAAAAAAAADE/IlpFzINeVE8/s220/165630_1416119181437_1786339031_795827_7721175_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3022497434294946353.post-8626637177749058390</id><published>2010-12-27T07:31:00.000-08:00</published><updated>2010-12-27T07:33:09.222-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Dakwah'/><title type='text'>Hadits Tentang Perpecahan Umat Dan Perkataan Ulama Tentangnya</title><content type='html'>Oleh; Abu Nabiela eL Medina&lt;br /&gt; Dari Abdullah bin Amru beliau berkata; berkata Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam; “umatku akan berpecah menjadi 73 golongan, semuanya di neraka kecuali satu, (yaitu) apa yang saya dan sahabatku berada di atasnya”. Dalam riwayat yang lain yang diriwayatkan dari Bintu sa’d atau sa’dah;  “.....semuanya di neraka kecuali satu, dan dia adalah al jama’ah”.&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt; Sobat muda, golongan-golongan yang memisahkan diri dari al jama’ah secara garis besar terdiri dari empat golongan pokok. Empat golongan inilah yanng bercabang dan darinyalah pemahaman sesat berakar dan menancapkan pengaruhnya hingga bercabang cabang dalam jumlah yang sangat banyak.&lt;br /&gt; Adapun keempat sumber pokok golongan sesat tersebut adalah sebagaimana yang diriwayatkan oleh al Imam Ibnu Batthah-rahimahullah- ketika beliau menjelaskan makna dalam hadits perpecahan umat, beliau berkata;”....telah berkata kepada kami Abu Bakr Ahmad bin Sulaiman an Najjaad, dan Abu Umar Ubaidullah bin Muhammad bin Ubaidul ‘Athaar, dan Abu Bakr Muhammad bin al Husain, dan Abu Yusuf Ya’qub bin Yusuf, mereka semua berkata;” telah berkata kepada kami Abu Bakr Abdullah bin Sulaiman bin al Asy’ats as Sijistaany Beliau berkata; “telah berkata kepada kami al Musayyib bin Waadhih Beliau berkata; saya mendengar Yusuf bin Asbaath berkata; “pokok bid’ah ada empat; ar Rawaafidh, al Khawaarij, al Qadariyyah dan al Murji’ah, kemudian setiap golongan tersebut bercabang kedalam 18 golongan, maka itu berjumlah 72 golongan, dan golongan yang ke 73adalah al jama’ah yang telah Rasulullah katakan bahwasanya dialah an Naajiyah(golongan selamat)”.&lt;br /&gt; Dan perlu kita ketahui bahwa Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam tidak pernah menyebutkan bahwa golongan ulama fiqih adalah yang termasuk dalam golongan yang masuk neraka. Kenapa demikian? Karena mereka berselisih atau berbeda pendapat dalam masalah cabang ilmu fikih sedangkan mereka telah sepakat dalam masalah pokok dalam agama. Mereka berbeda pendapat dalam cabang ilmu fikih yaitu hukum halal dan haram. Pandangan ulama terhadap perbedaan pendapat dalam masalah cabang fikih ada dua yaitu;&lt;br /&gt;Yang pertama; pendapatyang memandang bahwa ulama yang berbeda pendapat tersebut semuanya adalah mujtahid, mereka semua hanya berbeda dalam cabang fikih dan semuanya benar(mendapat pahala).&lt;br /&gt;Yang kedua; pendapat yang memandang bahwa salah satu pihak yang berselisih mendapat satu pahala, dan yang lainnya bersalah tapi tidak sampai pada mensesatkannya. &lt;br /&gt; Kita tegaskan bahwa perselisihan dalam masalah cabang senantiasa berdasarkan ijtihad atas dalil-dalil yang benar, shahih dan jelas. Jika terdapat dalil yang shahih, maka wajib untuk merujuk padanya. Karena Allah Ta’ala berfirman; “Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu. kemudian jika kamu berlainan Pendapat tentang sesuatu, Maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Quran) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.” (an Nisaa:59.)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3022497434294946353-8626637177749058390?l=wahdahbaus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wahdahbaus.blogspot.com/feeds/8626637177749058390/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wahdahbaus.blogspot.com/2010/12/hadits-tentang-perpecahan-umat-dan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3022497434294946353/posts/default/8626637177749058390'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3022497434294946353/posts/default/8626637177749058390'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wahdahbaus.blogspot.com/2010/12/hadits-tentang-perpecahan-umat-dan.html' title='Hadits Tentang Perpecahan Umat Dan Perkataan Ulama Tentangnya'/><author><name>Wahdah Baubau</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15405677071714657436</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/-aBl-7r7sHsg/Te31dc9cmfI/AAAAAAAAADE/IlpFzINeVE8/s220/165630_1416119181437_1786339031_795827_7721175_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3022497434294946353.post-6684328787470017403</id><published>2010-12-27T07:29:00.000-08:00</published><updated>2010-12-27T07:30:54.715-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Dakwah'/><title type='text'>Peringatan Untuk Tidak Berpecah</title><content type='html'>Oleh; Abu Nabiela eL Medina&lt;br /&gt;Peringatan Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam&lt;br /&gt;Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam senantiasa memberikan petunjuk kepada umatnya dalam setiap amalan yang dilakukan oleh umatnya baik berupa amal kebaikan maupun keburukan. Beliau telah memperingatkan kepada umatnya untuk tidak terjatuh pada perpecahan, mengikuti hawa nafsu dan berbuat bid’ah sekaligus Beliau juga mengabarkan bahwa umatnya akan terjatuh di dalamnya hingga yang tersisa dan selamat adalah satu kelompok saja yaitu umatnya yang senantiasa berpegang teguh pada alqur’an dan assunnah. Meraka itulah yang disebut dengan ahlussunnah waljama’ah.&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam berwasiat dengan sabdanya; “dan hendaklah kalian (bersama) jama’ah karena sesungguhnya tangan Allah di atas jama’ah” juga sabdanya; “karena sesungguhnya setan bersama dengan yang sendiri dan dia(setan) terhadap yang berdua sangat jauh”, juga sabdanya; “barang siapa yang melihat sesuatu yang ia benci dari pemimpinnya, maka hendaklah ia bersabar atasnya, karena barang siapa yang menyelisihi jama’ah ukuran sejengkal; maka sungguh ia telah melepas ikatan tali Islam dari lehernya” juga sabdanya; “barang siapa yang mendatangi kalian dan (atau) salah seorang laki-laki dari kalian memerintahkan kalian dengan maksud untuk memecah belah persatuan kalian, maka tebaslah lehernya dengan pedang siapapun orangnya”. &lt;br /&gt;Hadits-hadits tersebut dalah ajakan yang sangat jelas dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wasallam untuk menyatukan pendapat dan menjauhi perpecahan dan perbedaan. Di dalamnya juga kita dilarang untuk keluar dari pemerintahan yang sah. Semuanya merupakan petunjuk yang jelas akan wajibnya berkumpul dalam naungan al-Qur’an dan as Sunnah yaitu jalan yang lurus.&lt;br /&gt;Telah diriwayatkan secara mutawatir bahwasanya Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda; “senantiasa akan ada sekelompok dari umatku yang berada diatas kebenaran sampai datangnya hari kiamat” ini adalah kabar gembira bagi umat Islam bahwa kebenaran akan tetap eksis dan berjaya sampai hari kiamat, juga bahwa akan ada kelompok dari umat ini yang berada di atas jalan yang lurus, berpegang teguh pada petunjuk Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam dan tentu saja mereka akan mendapatkan pertolongan dari Allah Subhanahu Wata’ala. Untuk itu, janganlah kamu bersedih dan putus asa atas musibah perpecahan yang menimpa umat Islam. Justru, seharusnyalah kamu kita bangkit menuju kemuliaan Islam dan kaum muslimin dengan menjaga persatuan umat, selalu berjamaah dan berpegang teguh pada al-Qur’an al Kariim dan Hadits Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam yang shahih.&lt;br /&gt;Peringatan Dari Generasi Shalih Terdahulu&lt;br /&gt; Pendahulu kita dari kalangan para sahabat dan generasi shalih setelahnya juga telah mengikuti jejak al-Qur’an dan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam dalam memperingatkan umat ini akan bahaya bid’ah dan memperturutkan hawa nafsu. Setelah perpecahan muncul dan memecah belah barisan umat, para sahabat dan generasi shalih terdahulu tidaklah tinggal diam, merekalah mengambil posisi di saf terdepan untuk menghadapi para pelaku perpecahan dan bid’ah tersebut. Mereka bangkit untuk beramar ma’ruf nahi mungkar dan menasehati umat. Pada pembahasan ini, kita hanya akan memaparkan sebagian dari perkataan mereka yang menunjukkan bahwa mereka memiliki  perhatian yang besar terhadap musibah perpecahan ini. &lt;br /&gt; Umar bin Khatthab pernah berkata; “waspadailah para pemilik para pemuja akal karena sesungguhnya para pemuja akal adalah musuh-musuh sunnah, mereka telah bercapek-capek menghafal hadits namun mereka (memahami hadits) berdasarkan akalnya; lalu merekapun tersesat dan menyesatkan” peringatan umar ini telah terbukti. Kita telah melihat munculnya golongan khawarij di akhir pemerintahan utsman bin affan. Mereka  memahami alqur’an dan hadits dengan pemahaman yang salah dan berdasarkan akalnya yang terbatas. Selain itu, ada juga golongan yang menolak hadits, mencari-cari ayat yang mutasyaabihaat yaitu ayat-ayat yang mengandung beberapa pengertian dan Hanya Allah yang mengetahui seperti ayat-ayat yang berhubungan dengan yang ghaib sehingga merekapun salah paham dan tersesat.&lt;br /&gt; Abdullah Bin Mas’ud berkata; waspadailah apa-apa yang dibuat manusia berupa bid’ah, karena sesungguhnya agama tidaklah pergi dari hati sekaligus, akan tetapi setan membuatkan untuknya bid’ah sehingga keluarlah iman dari hatinya, dan dikhawatirkan manusia akan meninggalkan apa-apa yang telah Allah lazimkan kepada mereka berupa fardhuNya dalam shalat, dan puasa dan halal dan haram dan mereka berbicara tentang Tuhannya Azza Wajalla, maka barang siapa yang mendapati zaman itu, hendaklah ia melarikan diri, dikatakan; wahai Abu Abdurrahman, lalu kemana(melarikan diri)? Beliau berkata; tidak kemana-mana, beliau berkata; melarikan diri dengan hatinya, dan agamanya, tidak duduk (bersama) seorang pun dari pelaku bid’ah”. &lt;br /&gt;Sa’id bin al Musayyib-rahimahullah- berkata; “jika manusia berbicara tentang Tuhannya, dan tentang malaikat, setan akan muncul kepadanya(mendatanginya) lalu mendorongnya kepada penyembahan patung-patung”. &lt;br /&gt;Berkata Abul ‘Aliyah;”berpegang teguhlah pada sunnah nabi kalian Shallallahu ‘Alaihi Wasallam dan yang para sahabatnya berada diatasnya, dan tinggalkanlah al ahwaa(orang-orang yang memperturutkan hawa nafsu) yang melontarkan permusuhan dan kebencian diantara manusia.”&lt;br /&gt;Berkata Imam asy Sya’by;”pendapat(akal) itu hanyalah semisal bangkai, jika manusia membutuhkannya ia memakannya, dan pendapat(akal) dalam agama pada hakikatnya landasannya adalah hawa nafsu, sedangkan agama berpondasi diatas wahyu, dan tidak ada kesempatan didalamnya untuk berijtihad(berpendapat sendiri-sendiri).”&lt;br /&gt;Berkata Sufyan ats Tsaury –Rahimahullah- ;”bid’ah itu lebih disenangi iblis ketimbang maksiat. Orang bertaubat dari maksiat, dan(sebaliknya) orang tidak dapat bertaubat dari bid’ah”. Karena Terkadang orang yang berbuat maksiat lebih bisa diharapkan taubatnya daripada orang yang berbuat bid’ah karena kuatnya anggapan mereka bahwa amalan yang mereka kerjakan itu benar meskipun tidak ada contohnya dari Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam.&lt;br /&gt;Imam al Baghawy-rahimahullah- dalam kitabnya syarhussunnah berkata; “ulama salaf(terdahulu) dari kalangan ahlussunnah waljama’ah telah sepakat atas pelarangan tentang perdebatan dan saling berbantah dalam masalah sifat-sifat(Allah), dan atas pelarangan untuk terjun ke dalam ilmu kalam(logika) dan mempelajarinya”.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3022497434294946353-6684328787470017403?l=wahdahbaus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wahdahbaus.blogspot.com/feeds/6684328787470017403/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wahdahbaus.blogspot.com/2010/12/peringatan-untuk-tidak-berpecah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3022497434294946353/posts/default/6684328787470017403'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3022497434294946353/posts/default/6684328787470017403'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wahdahbaus.blogspot.com/2010/12/peringatan-untuk-tidak-berpecah.html' title='Peringatan Untuk Tidak Berpecah'/><author><name>Wahdah Baubau</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15405677071714657436</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/-aBl-7r7sHsg/Te31dc9cmfI/AAAAAAAAADE/IlpFzINeVE8/s220/165630_1416119181437_1786339031_795827_7721175_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3022497434294946353.post-7907760223381348050</id><published>2010-12-27T07:27:00.000-08:00</published><updated>2010-12-27T07:29:00.670-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Dakwah'/><title type='text'>Ancaman Bagi Pengikut Hawa Nafsu Dan Pemecah Belah Umat</title><content type='html'>Oleh; Abu Nabiela eL Medina&lt;br /&gt; Masalah perpecahan dan perpselisihan adalah sangat penting dan memprihatinkan. Oleh sebab itu, kami akan menyebutkan ancaman dan peringatan keras dari Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam untuk tidak terjatuh dalam perpecahan apalagi sampai tersesat. Na’udzubillah min dzalik. Disamping itu, perkataan generasi shalih terdahulu juga sangat tepat untuk kita jadikan sebagai petunjuk dalam meniti jalan penuh syubhat dan syahwat ini. &lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;1. Al Quran melarang umat Islam untuk berpecah dan berselisih &lt;br /&gt;Al Qur’an telah menjelaskan kepada kita bahwasanya perpecahan itu pasti akan terjadi dan tidak akan bisa dihindari. Perpecahan adalah sunnatullah yang tidak akan pernah tergantikan atau diubah pada setiap kaum dan manusia secara keseluruhan. Namun, Telah banyak pula ayat yang menyebutkan tentang larangan dan peringatan untuk tidak berpecah yang ditujukan kepada ahlul kitab dan umat-umat terdahulu yang berpecah, berselisih dan bercerai berai menjadi suatu kelompok, partai dan golongan. Padahal, Allah telah menurunkan kepada mereka petunjuk berupa kitab-kitab supaya mereka mewaspadai perpecahan tersebut, Allah juga telah mengirim Rasul-rasulnya agar manusia senantiasa bersatu di dalam kebenaran yang datangnya dari Allah Ta’ala semata bukan selainnya.  &lt;br /&gt; Dan ayat-ayat yang menjelaskan akan hal itu sangatlah banyak, diantaranya; firman Allah Ta’ala; “dan bahwa (yang Kami perintahkan ini) adalah jalanKu yang lurus, Maka ikutilah Dia, dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan (yang lain) karena jalan-jalan itu mencerai beraikan kamu dari jalanNya. yang demikian itu diperintahkan Allah agar kamu bertakwa.”(al An’am: 153.)  jalan yang lurus adalah Al Qur’an dan Islam. Jalan yang lurus adalah fitrah yang telah Allah tanamkan dalam diri manusia sejak lahir. Sedangkan jalan-jalan yang lain adalah hawa nafsu, perpecahan, bid’ah dan perkara-perkara baru. Mujahid –rahimahullah- ketika mengomentari firman Allah; “dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan (yang lain)” Beliau berkata ; yakni bid’ah dan syubhat-syubhat dan kesesatan-kesesatan”.&lt;br /&gt; Allah Ta’ala telah mengabarkan bahwasa ada sebagian orang yang memperturutkan nafsunya untuk mengetahui  perkara syubhat yaitu masalah –masalah yang hanya Allah saja yang tahu. Allah menyebutnya sebagai Ahlu azzaigh dan al Fitnah yaitu orang-orang yang memperturutkan hawa nasunya dan pemecah belah umat., Allah Ta’ala berfirman; &lt;br /&gt;Dia-lah yang menurunkan Al kitab (Al Quran) kepada kamu. di antara (isi) nya ada ayat-ayat yang muhkamaat, Itulah pokok-pokok isi Al qur'an dan yang lain (ayat-ayat) mutasyaabihaat. Adapun orang-orang yang dalam hatinya condong kepada kesesatan, Maka mereka mengikuti sebahagian ayat-ayat yang mutasyaabihaat daripadanya untuk menimbulkan fitnah untuk mencari-cari ta'wilnya, Padahal tidak ada yang mengetahui ta'wilnya melainkan Allah. dan orang-orang yang mendalam ilmunya berkata: "Kami beriman kepada ayat-ayat yang mutasyaabihaat, semuanya itu dari sisi Tuhan kami." dan tidak dapat mengambil pelajaran (daripadanya) melainkan orang-orang yang berakal.(Ali Imran: 7)&lt;br /&gt;Ayat yang muhkamaat ialah ayat-ayat yang terang dan tegas maksudnya, dapat dipahami dengan mudah. Termasuk dalam pengertian ayat-ayat mutasyaabihaat: ayat-ayat yang mengandung beberapa pengertian dan tidak dapat ditentukan arti mana yang dimaksud kecuali sesudah diselidiki secara mendalam; atau ayat-ayat yang pengertiannya hanya Allah yang mengetahui seperti ayat-ayat yang berhubungan dengan yang ghaib-ghaib misalnya ayat-ayat yang mengenai hari kiamat, surga, neraka dan lain-lain.&lt;br /&gt; Allah Tabaaraka Wata’ala telah melarang umat ini dari apa yang telah membuat umat-umat terdahulu terjatuh dalam perpecahan dan perselisihan setelah datang kepada mereka penjelasan, Allah juga telah menurunkan kepada mereka kitab-kitab. Allah Ta’ala berfirman; &lt;br /&gt;dan janganlah kamu menyerupai orang-orang yang bercerai-berai dan berselisih sesudah datang keterangan yang jelas kepada mereka. mereka Itulah orang-orang yang mendapat siksa yang berat,(Ali Imran: 105) dalam ayat yang lain, Allah juga telah mengancam orang-orang yang melakukan perpecahan dengan adzab yang besar. Allah menjelaskan tentang keadaan mereka kelak di akhirrat dalam firmanNya;”pada hari yang di waktu itu ada muka yang putih berseri, dan ada pula muka yang hitam muram. ".(Ali Imran:106) Ibnu Abbas berkaata; “wajah para pengikut sunnah putih berseri dan wajah pelaku bid’ah hitam muram”.&lt;br /&gt; Diantara ketetapan Allah Ta’ala atas hamba-hambaNya adalah bahwa mereka senantiasa akan berselisih dan berpecah kecuali yang mereka yang dirahmati olehNya. Allah telah menetapkan ini sebagai cobaan dan takdir yang takkan bisa diubah oleh siapapun, Allah berfirman; “Jikalau Tuhanmu menghendaki, tentu Dia menjadikan manusia umat yang satu, tetapi mereka Senantiasa berselisih pendapat,”(Huud : 118.) &lt;br /&gt;Allah –tabaaraka wata’ala- mencela kedua belah pihak yang berpecah dalam firmanNya Ta’ala; “tetapi mereka Senantiasa berselisih pendapat, kecuali orang-orang yang diberi rahmat oleh Tuhanmu.” (Huud:118-119) Allah mengecualikan orang yang mendapatkan rahmat dari perselisihan (tersebut), begitupula FirmanNya Ta’ala; “yang demikian itu adalah karena Allah telah menurunkan Al kitab dengan membawa kebenaran; dan Sesungguhnya orang-orang yang berselisih tentang (kebenaran) Al kitab itu, benar-benar dalam penyimpangan yang jauh (dari kebenaran).” (al Baqarah: 176.)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3022497434294946353-7907760223381348050?l=wahdahbaus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wahdahbaus.blogspot.com/feeds/7907760223381348050/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wahdahbaus.blogspot.com/2010/12/ancaman-bagi-pengikut-hawa-nafsu-dan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3022497434294946353/posts/default/7907760223381348050'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3022497434294946353/posts/default/7907760223381348050'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wahdahbaus.blogspot.com/2010/12/ancaman-bagi-pengikut-hawa-nafsu-dan.html' title='Ancaman Bagi Pengikut Hawa Nafsu Dan Pemecah Belah Umat'/><author><name>Wahdah Baubau</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15405677071714657436</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/-aBl-7r7sHsg/Te31dc9cmfI/AAAAAAAAADE/IlpFzINeVE8/s220/165630_1416119181437_1786339031_795827_7721175_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3022497434294946353.post-2222197952529742406</id><published>2010-12-27T07:24:00.000-08:00</published><updated>2010-12-27T07:26:59.010-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Dakwah'/><title type='text'>JANGAN BERPECAH!</title><content type='html'>Oleh; Abu Nabiela eL Medina       &lt;br /&gt;        Saudaraku, Sesungguhnya perpecahan kaum muslimin saat ini tidak ada hubungannya dengan Islam sebagai agama yang benar. Akan tetapi semua itu diakibatkan oleh kurangnya ilmu dalam memahami syariat Allah, menuhankan akal, sifat fanatik, atau kemunafikan. Semuanya adalah konsekuensi dari umat yang tidak mau berpegang pada al-Qur’an dan hadits sesuai pemahaman orang shalih terdahulu dari kalangan sahabat, tabi’in dan at-ba’ut tabi’in..&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt; Mengenal aliran sesat bukanlah untuk menebar perpecahan dalam tubuh umat Islam. Karena yang haq telah nyata dari yang bathil. Namun, sebagai langkah cerdas menuju shiraathal mustaqiim, jalan keselamatan yang kita idam-idamkan. Kenalilah musuhmu sebagai bekal menuju remaja muslim yang tangguh dalam menampik serangan-serangannya. &lt;br /&gt;I. Pengertian perpecahan&lt;br /&gt;Secara bahasa, iftiraq(perpecahan) adalah lawan dari persatuan. Allah Ta’ala berfirman; dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, ..(Ali Imran:103) Allah Ta’ala melarang kita berpecah setelah awalnya kita bersatu.  Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda; “ penjual dan pembeli (boleh) menawar selama keduanya belum berpisah” maksudnya penjual dan pembeli boleh melakukan tawar menawar dalam praktek jual beli selama keduanya belum berpisah dari tempat akad tersebut, sehingga keduanya pun berpaling satu sama lain. &lt;br /&gt;Secara istilah, iftiraq bisa diartikan dalam beberapa makna;&lt;br /&gt;a. Perpecahan dalam agama dan perselisihan di dalamnya. Sebagaimana firman Allah Ta’ala; dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, ..(Ali Imran:103) juga sabda Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam; “ kamu yahudi berpecah menjadi 71 atau 72 golongan” perpecahan dalam makna ini adalah perpecahan dalam maslah prinsip pokok agama yang mengarah kepada perselisihan dalam agama dan keluarnya seseorang dari  jalan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam.&lt;br /&gt;b. Perpecahan dalam tinjauan syariat juga bisa diartikan sebagai memisahkan diri/keluar dari jama’ah kaum muslimin. Yaitu jama’ah kaum muslimin di zaman Rasulullah, sahabat, jamaah Ahlussunnah yang masih dan senantiasa konsisten di atas petunjuk mereka(Rasulullah dan sahabat) setelah terjadinya perpecahan. Maka, barang siapa yang menyelisihi jalan mereka pada masalah-masalah prinsip yaitu dalam aqidah dan menyelisihi manhaj(metode) mereka dalam beragama, keluar dari pemimpin kaum muslimin yang sah ataumenghalalkan darah(bolehnya membunuh) kaum muslimin, semuanya bisa masuk dalam pengertian iftiraq. Rasulullah bersabda; dalam lafazh muslim “barang siapa yang keluar dari ketaatan(pada pemimpin) dan yang menyelisihi jamaah(kaum muslimin) kemudian mati, maka ia mati dalam keadaan jahiliyah”. &lt;br /&gt; Untuk lebih jelasnya, kita bisa katakan bahwa yang dikatakan berpecah adalah yang menyelisihi  jamaah, keluar dari ketaatan pada pemimpin kaum muslimin yang sah, menghalalkan darah kaum muslimin, memberontak dan berperang dibawah bendera, kelompok, suku, partai atau perkumpulan dengan maksud dan tujuan yang tidak syar’i, semua karakter tersebut bisa masuk dalam kategori orang yang mengadakan perpecahan, menyelisih dan mengikuti hawa nafsu. &lt;br /&gt;Saudaraku, perpecahan ini tidak terlepas dari peran setan La’natullahi ‘Alaihi. Bahkan, inilah media utama bagi setan untuk menarik sebanyak-banyaknya pengikut ke neraka. Lewat perpecahan inilah setan menghancurkan barisan kaum muslimin sejak zaman kenabian sampai detik ini. Yah, sampai saat kamu membaca buku ini, kaum muslimin masih dilanda perselisihan dan perpecahan. Nampak dalam banyak kerusuhan dan pertikaian yang menimbulkan korban harta dan nyawa yang tidak sedikit disebabkan oleh perpecahan dengan berbagai latar belakangnya.&lt;br /&gt;Namun, kami tegaskan bahwa pembahasan kita ini bukanlah ungkapan rasa bahagia atas tersesat dan jauhnya kaum muslimin dari jalan hidayah. Bukan pula atas keinginan untuk menginjak-injak kehormatan mereka dengan membeberkan dan memunculkannya dipermukaan. Bukan juga sebagai sikap setuju dan sekedar menjadi penonton setia atas musibah ini. &lt;br /&gt;Sejarah membuktikan bahwa pemecah belah umat selama ini adalah para pelaku bid’ah yaitu orang-orang  yang mengada-adakan sesuatu dalam agama atau membuat syariat selain dari syariat Allah dan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam. Bid’ah yang mereka adakan mencakup bid’ah dalam aqidah, perkataan maupun perbuatan bahkan ada yang mengumpulkan ketiga jenis bid’ah tersebut. &lt;br /&gt;Jadi, pelaku bid’ah dapat pula kita sebut sebagai pemecah belah umat karena syariat baru yang dibuatnya membuat umat tersesat dan jauh dari jalan yang ditentukan oleh Allah dan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam. Namun tidak semua orang yang melakukan bid’ah bisa kita hukumi sebagai orang yang telah keluar dari  jalan Rasulullah karena diantara mereka ada yang melakukannya bukan ata dasar kesengajaan tapi atas dasar ketidaktahuan atau hasil dari ijtihad(usaha maksimal dalam mengeluarkan dan menetapkan hukum  dalam masalah syariat berdasarkan dalil-dalail yang ada)yang dilakukan oleh para ulama, bid’ah tersebut bukan bid’ah yang berat yang berkonsekuensi pada kekafiran dan pelakunya tidak menyebarkan bid’ah tersebut.  Sebagaimana yang terjadi pada beberapa ulama Ahlussunnah waljama’ah seperti Qatadahdengan perkataannya dalam maslah takdir, Abdurrazzak bin hammam dan al Hakim an Naissabuury dalam masalah tasyayyu’(pro terhadap Ali bin Abi Thalib), Ibnu Hajar dan An Nawawy dalam masalah ta’wil(penafsiran) tentang nama-nama dan sifat Allah. –semoga Allah merahmati mereka semua-&lt;br /&gt; Saudaraku, mari berkhidmat untuk Islam. Kita singkirkan benih-benih perpecahan yang telah mengacaukan barisan kaum muslimin. Ajaklah umat ini untuk bersatu dengan mengungkap sumber utama penyebab perpecahan yang selama ini melanda mereka. Karena kembali kepada kebenaran dan persatuan adalah cita-cita bersama. Bersatu kembali dan merapatkan barisan untuk melawan serangan musuh sekaligus mengajak mereka kembali ke jalan hidayah dan memeluk Islam dengan penuh keikhlasan.&lt;br /&gt; Ingatlah sobat, umat ini tidak akan berjaya kecuali jika mereka kembali meniti jalan yang membuat umat sebelumnya berjaya. Dan wasiat agung ini telah disampaikan oleh Imam Malik bin Anas –semoga Allah merahmatinya-. &lt;br /&gt; Untuk lebih jelasnya, kami paparkan tujuan pembahasan ini yaitu;&lt;br /&gt;Pertama;mengingatkan kaum muslimin tentang keadaan pendahulu mereka yang mempunyai kemuliaan, kehormatan dan kewibawaan yaitu disaat mereka bersat, satu sikap, hati dan pikiran.&lt;br /&gt;Kedua;mengalihkan perhatian mereka kepada keadaan yang sedang mereka alami berupa kerugian dan kekacauan akibat dari perpecahan.&lt;br /&gt;Ketiga;mengarahkan umat kepada persatuan diantara mereka dengan menjelaskan tentang dampak buruk yang ditimbulkan dari perpecahan serta dampak positif atau keuntungan yang diperoleh dari persatuan mereka. &lt;br /&gt;Keempat;menyingkap akar permaslahan dan sebab perpecahan yang telah telah melanda kaum muslimin selama ini agar kaum muslimin menjauhinya dan berhati-hati darinya.&lt;br /&gt;Kelima;mendeteksi perbedaan antara aqidah islam yang shahih dengan aqidah, pemikiran dan pendapat bathil yang sengaja disusupkan dalam tubuh Islam.&lt;br /&gt;Keenam;menguraikan secara mendetail pergerakan dan pemikiran yang dilancarkan oleh para pembelot dari jalan yang lurus. Sehingga nampaklah sepak terjang mereka dalam memecah belah kesatuan umat Islam. Karena pada hakikatnya musibah yang melanda umat terdahulu telah terjadi pula di zaman ini akibat dari penyimpangan terhadap petunjuk alquran dan as sunnah.&lt;br /&gt; Jadi, sesungguhnya perpecahan yang terjadi saat ini tidak lepas dan erat sekali hubungannya dengan Pikiran dan pemahaman kaum sesat terdahulu yang telah mereka wariskan dan sebarkan secara turun temurun dari generasi ke generasi.&lt;br /&gt;Ketujuh;mempelajari jalan golongan yang lurus yang mengambil selalu berpegang teguh pada alqur’an dan as sunnah serta menjauihi pemahaman sesat dan menyimpang dari aqidah yang shahih.&lt;br /&gt;Kedelapan;membentengi diri sekaligus mengadakan perlawanan terhadap syubhat-syubhat yang dihembuskna oleh musuh Allah Ta’ala.&lt;br /&gt;Kesembilan;memberikan motivasi kepada kaum muslimin untuk melakukan penelitian ilmiah dalam mengungkap kesesatan musuh dan mencegah usaha mereka dalam merusak akidah umat dengan membantah syubhat-syubhat mereka lewat dakwah lisan dan tulisan.&lt;br /&gt; Saudaraku di jalan Allah, walaupun tokoh-tokoh utama golongan sesat telah tiada, perang melawan mereka tentu saja tidak akan pernah berhenti begitu saja. Walaupun ulama kita telah mencurahkan waktu dan pikiran mereka untuk melawan musuh dengan menulis buku-buku dan dakwah di mimbar-mimbar. Karena, musuh dan ancaman umat Islam tidaklah terbatas pada tokoh dan zaman saja melainkan pemikiran dan pemahaman sesat yang senantiasa diwariskan hingga saat ini. &lt;br /&gt; Sebuah contoh, mu’tazilah. Pemikiran golongan ini masih mengakar kuat sampai saat ini. Golongan ini ditunggangi oleh orang-orang  yang pemikirannya telah dipengaruhi oleh kemajuan zaman baik di negri barat maupun timur. Mereka mengagungkan akal dan menjadikannya sumber hukum pada setiap permasalahan. bagi mereka, yang tidak menggunakan akal adalah terbelakang. Pada hakikatnya, mereka ingin keluar dari aturan dan metode Islam namun mereka masih menyembunyikannya. Pemikiran mereka nampak dalam pergerakan dakwah khususnya dikalangan generasi muda Islam. Pemikiran dan pemahaman mereka berasal dari golongan khawarij terdahulu. Seperti mengkafirkan sesama muslim dan menghalalkan darah mereka. &lt;br /&gt; Demikian pula golongan sufiyah dengan ajarannya yang semakin merebak dalam masyarakat. Seperti berkembangnya khurafat, tahayul dan penafsiran mimpi yang kemudian dijadikan sebagai sumber hukum, mengundang roh-roh dan membaha s hal-hal ghaib tanpa dasar dalil yang shahih, mengagungkan orang tertentu disertai ghuluw/fanatik berlebihan. Pemahaman dan ajaran mereka pun tidak lepas dari warisan pendahulu mereka dari golongan al baathiniyyah dan Syiah yang identik dengan sikap ghuluw. Dan masih banyak lagi yang belum kita bahas pada bab ini.&lt;br /&gt; Jadi, selain mempelajari sejarah golongan sesat terdahulu, dalam pembahasan masalah perpecahan ini, secara otomatis kita juga telah mempelajari golongan sesat masa kini karena hubungan erat antara keduanya sebagaimana telah kita paparkan sebelumnya. Bahkan, dapat kita katakan bahwa pemikiran dan pemahaman sesat telah menghiasi keseharian para generasi muda Islam. Sehingga sikap diam dan tidak mau mendakwahkan kesesatan musuh adalah menggugurkan kewajiban amar ma’ruf nahi mungkar. Al hasil, mempelajari perpecahan umat dan golongan sesat adalah kebutuhan mendesak dan darurat melihat banyaknya maslahat(manfaat) di dalamnya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3022497434294946353-2222197952529742406?l=wahdahbaus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wahdahbaus.blogspot.com/feeds/2222197952529742406/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wahdahbaus.blogspot.com/2010/12/jangan-berpecah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3022497434294946353/posts/default/2222197952529742406'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3022497434294946353/posts/default/2222197952529742406'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wahdahbaus.blogspot.com/2010/12/jangan-berpecah.html' title='JANGAN BERPECAH!'/><author><name>Wahdah Baubau</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15405677071714657436</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/-aBl-7r7sHsg/Te31dc9cmfI/AAAAAAAAADE/IlpFzINeVE8/s220/165630_1416119181437_1786339031_795827_7721175_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3022497434294946353.post-4199911130800459460</id><published>2010-11-28T06:43:00.000-08:00</published><updated>2010-11-28T06:45:46.324-08:00</updated><title type='text'>Ketika Kemaksiatan Begitu Mudah</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Saat ini, keberadaan maksiat dipandang sebagai sebuah tradisi yang wajar. Bahkan dianggap kebutuhan pokok oleh sekelompok orang. Walhasil, pancaindera kita pun akrab dengan pelbagai bentuk kemaksiatan. Mulai dari yang kecil hingga yang serius. Padahal Islam mengajarkan, maksiat betapa pun kecil dan remeh bentuknya akan membawa dampak negatif bagi kehidupan pribadi pelakunya dan masyarakat. Tak hanya di akhirat kelak, namun juga di dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin seorang yang bermaksiat mendapatkan kesenangan saat melakukan kemaksiatan itu. Mungkin juga ia mendapatkan kenikmatan yang dirasakan ketika tengah berkubang dalam kemaksiatan tersebut. Namun, kesenangan yang dirasakannya itu hanyalah kesenangan yang menipu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenikmatan yang dirasakan itu tak lain adalah kenikmatan palsu. Semua itu karena pelaku maksiat tersebut hanya akan membuat murka Allah, Dzat yang telah menciptakan dirinya. Sekaligus menantang permusuhan kepada-Nya. Pelaku maksiat juga telah menyerobot sesuatu yang bukan menjadi hak dia untuk dikerjakan. Sehingga, bagaimana mungkin dia bisa hidup dengan damai? Dan bagaimana jiwanya bisa tenang? Sedangkan Allah  سبحانه وتعلى  berfirman di dalam Al-Qur’an, artinya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dan barangsiapa yang mendurhakai Allah dan rasul-Nya dan melanggar ketentuan-ketentuan-Nya, niscaya Allah memasukkannya ke dalam api neraka sedang ia kekal di dalamnya; dan baginya siksa yang menghinakan." (QS. An-Nisa: 14).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PENYEBAB UTAMA KEMAKSIATAN   &lt;br /&gt;Imam Ibnu Qayyim mengatakan, “Penyebab utama timbulnya semua kemaksiatan baik yang besar maupun yang kecil ada tiga, yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, keterkaitan hati kepada selain Allah. Kedua,  menuruti dorongan amarah. Ketiga,  menuruti dorongan syahwat. Keempat, kemaksiatan tersebut terwujud dalam perbuatan syirik, kezhaliman dan perbuatan-perbuatan keji.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bentuk keterkaitan hati kepada selain Allah cabang-cabangnya begitu banyak dan tingkatan tertinggi di cabang tersebut ialah syirik serta mengakuai keberadaan ilah selain Allah. Sedangkan bentuk menuruti dorongan amarah juga memiliki cabang-cabang di ataranya membunuh jiwa yang diharamkan Allah, inilah cabang tertinggi. Dan bentuk menuruti dorongan syahwat yang tertinggi dalam cabang-cabangnya ialah melakukan perbuatan zina. Oleh karena itulah Allah    mengumpulkan ketiganya dalam firman-Nya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dan orang-orang yang tidak menyembah Tuhan yang lain beserta Allah dan tidak membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) kecuali dengan (alasan) yang benar, dan tidak berzina,…" (QS. Al-Furqan: 68).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga perbuatan di atas saling tarik menarik. Syirk menarik seseorang kepada kezhaliman dan perbuatan keji, sebagaimana ikhlas dan tauhid akan menjauhkan seseorang dari kezhaliman dan kekejian itu. Demikian juga kezhaliman, ia menarik seseorang pada syirik dan pebuatan keji, sebab syirik adalah puncak dari segala kezhaliman seperti yang difirmankan oleh Allah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezhaliman yang besar."  (QS. Luqman: 13).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan perbuatan keji itu sendiri juga dapat menyeret pelakunya kepada perbuatan syirik dan kezhaliman. Ketiganya saling berkaitan, yang satu mengajak kepada yang lain. Jika perbuatan ketiga di atas ada di dalam diri seseorang  maka itu adalah akar dari kemaksiatan yang akan menjadi besar ketika seseorang itu tidak mengetahuinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;AKIBAT MAKSIAT&lt;br /&gt;Rasulullah صلى الله عليه وسلم telah memberitahukan kepada kita, bahwa perbuatan dosa dan maksiat bisa membahayakan hati seseorang. Efek ini akan semakin parah jika pelaku kemaksiatan itu makin menjadi-jadi dalam kemaksiatan, serta enggan beristighfar dan bertaubat. Sebaliknya, efek negatif ini akan semakin menyusut seiring dengan berkurangnya maksiat, disertai dengan istghfar dan taubatan nashuha.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di hari kiamat kelak, tidak ada seorang pun yang dapat menyelamatkan dirinya sendiri dari dahsyatnya hari tersebut, kecuali orang yang menghadap Rabb-nya dengan hati yang bersih dari syubhat yang menyesatkan, dan syahwat yang mencelakakan. Sebagaimana firman Allah سبحانه وتعلى, artinya,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Di hari harta dan anak-anak laki-laki tak berguna, kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih." (Asy-syu’ra : 88-89).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم juga menggambarkan hati seseorang ketika melakukan kemaksiatan dan seseorang yang sering beristghfar, beliau bersabbda,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;إِنَّ الْمُؤْمِنَ إِذَا أَذْنَبَ ذَنْبًا نُكِتَتْ فِي قَلْبِهِ نُكْتَةٌ سَوْدَاءُ فَإِذَا هُوَ نَزَعَ وَاسْتَغْفَرَ وَتَابَ سُقِلَ قَلْبُه&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sesungguhanya seorang mukmin jika melakukan sebuah dosa, maka akan tertitik di hatinya noktah hitam. Maka jika ia tidak mengulanginya lagi dan beristighfar  dan bertaubat, hatinya akan kembali putih bersih." (HR. Ahmad).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah gambaran orang-orang yang melakukan kemaksiatan, apabila seorang pelaku maksiat terus-menerus mengerjakan dosa, maka perbuatannya itu akan menutup hatinya sehigga ia tidak dapat menerima kebenaran kecuali dengan izin-Nya. Inilah yang dimaksud dengan ran (tutup) seperti yang disebutkan di dalam Al-Qur’an, artinya,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sekali-kali tidak (demikian), sebenarnya apa yang yang selalu mereka usahakan itu menutup hati mereka." (QS. Al-Muthaffifin: 14).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi orang-orang yang sering melakukan maksiat maka hatinya akan sulit menerima kebenaran, walaupun seluruh manusia dan jin dikumpulkan di permukaan bumi ini untuk memberikan ketenangan pada hatinya atau kebenaran maka mereka takkan sanggup. Karena hanya Allahlah yang dapat memberikan ketenangan hati kepada hamba-hamba-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah سبحانه وتعلى juga mengancam dengan neraka Jahannam-Nya bagi orang-orang yang tidak mempergunakan hatinya, matanya dan telinganya dengan baik. Seperti di dalam firman-Nya, artinya,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk isi neraka Jahannam kebanyakan dari jin dan menusia. Mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah). Dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakan untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah). Dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakan untuk mendengarkan (ayat-ayat Allah). Mereka itu seperti binatang ternak, bahkan mereka itu lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai." (QS. Al-A’raf: 179).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MAKSIAT BESELUBUNG TAKDIR&lt;br /&gt;Pelaku maksiat ketika ditanyakan kepadanya, mengapa Anda terus-menerus melakukan kemaksiatan? Maka mereka pun berdalih, “Kalau memamang Allah telah menakdirkanku untuk berbuat maksiat sebelum aku diciptakan bahkan sebelum langit dan bumi diciptakan bagaimana mungkin aku menghindari sesuatu yang telah ditakdirkan-Nya terjadi padaku?" Maka apa jawaban kita kepada mereka yang berdalih seperti itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan tegas kita katakan kepadanya bahwa Al Qur’an telah menjelaskan kebatilan dalih mereka. Juga telah mematahkan anggapan dan pemahaman keliru mereka, serta menerangkan bahwa semua itu tidak ada gunanya bagi mereka pada hari kiamat kelak. Masalah takdir  adalah masalah rahasia yang tidak diketahui oleh siapa pun selain Allah. Masalah takdir baru akan diketahui oleh selain-Nya setelah takdir tersebut terjadi. Lalu dari mana seorang pelaku maksiat mengetahui kalau Allah telah menakdirkannya  melakukan maksiat, sehingga ia dengan sesuka hati melakukan kemaksiatan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah سبحانه وتعلى telah memuliakan manusia dengan memberikan mereka akal dan pemahaman. Dia juga telah menurunkan kitap suci dan mengutus para rasul untuk memberikan penjelasan kepada kaumnya agar mereka mudah memahami dengan benar antara yang haq dan yang batil. Tidak hanya sampai di situ, Allah سبحانه وتعلى juga menganugerahkan kepada hamba-Nya rasa iradah (kemauan) dan qudrah (kemampuan), di mana keduanya bisa ia pergunakan untuk menempuh salah satu jalan dari dua jalan yang ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Misalnya, ketika seseorang diperhadapkan dengan suatu masalah. Yaitu ketika seseorang ingin mengadakan suatu perjalanan ke suatu negeri, dan dia memiliki dua alternatif jalan yang bisa dilewatinya. Yang pertama, jalan yang sangat mudah lagi aman. Sedangkan jalan yang kedua, jalan yang sulit dan penuh bahaya, maka secara akal sehat pasti orang itu lebih memilih jalan yang pertama dan tidak memilih melewati jalan yang kedua. Bukankah seandainya jika dia memilih jalan yang kedua dan berdalih bahwa yang demikian sudah ditakdirkan oleh Allah terjadi padanya, tentulah orang-orang akan mengatakan kepadanya sebagai orang yang tidak memiliki “akal sehat”? Mengapa? Karena ia sudah tahu masalah tersebut sebelum ia mengerjakanya. Jadi ketika suatu kemaksiatan yang sudah diketahui dampak keburukannya bagi seseorang, mengapa masih dikerjakan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya persoalan ini sudah jelas titik terangnya. Namun hawa nafsu pelaku maksiat itulah yang membutakan dan menulikan jiwanya. Dan dalih yang dipakai oleh si pelaku maksiat untuk membenarkan maksiatnya kepada Allah itu tidak bisa dibenarkan, karena ia melakukan kemaksiatan itu dengan sengaja. Ia sebenarnya tidak tahu apakah hal tersebut telah ditakdirkan oleh Allah terjadi pada dirinya. Sebab memang tidak ada seorang pun yang dapat mengetahui hal itu kecuali Allah, atau hal itu benar-benar telah terjadi. Sebagai mana firman-Nya,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dan tiada seorang pun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan diusahakannya besok…" (QS. Luqman: 34).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika demikian halnya, maka bagaimana mungkin bisa dibenarkan seseorang yang berdalih dengan hal-hal yang tidak diketahuinya ketika ia telah melakukan maksiat, kemudian menginginkan dispensasi untuk maksiatnya tersebut?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TAUBAT SEBELUM AJAL&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iblis telah dilaknat dan diturunkan dari tempat kediamannya yang penuh kemulian hanya karena dia tidak mengerjakan satu sujud yang diperintahkan kepadanya. Nabi Adam  Alaihissalam telah dikeluarkan dari surga hanya disebabkan oleh sesuap makanan. Maka janganlah seseorang merasa aman bila kelak Allah memasukkan dirinya ke dalam neraka hanya karena satu maksiat yang telah kita lakukannya. Sebagaimana firman-Nya, artinya,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dan Allah tidak takut terhadap akibat tindakan-Nya itu." (QS. Asy-Syams: 15).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kehidupan seseorang memang tergantung kepada amalan akhirnya yang diperbuatnya. Siapa saja yang shalat kemudian berhadats sesaat sebelum salam, maka shalatnya secara keseluruhan manjadi batal. Begitu juga orang yang di akhir kehidupannya dia melakukan dosa sesaat sebelum matinya, maka dia akan bertemu dengan Allah dengan keseluruhan usianya yang tidak mendatangkan manfaat baginya. Maka adakah orang yang mengetahui akhir kehidupannya? Jika memang tidak ada, maka apalagi yang kita tunggu? Marilah kita segera bertaubat dengan taubat yang sungguh-sungguh kepada-Nya.Abdul Rasyid Yusuf .&lt;br /&gt;sumber : (Al Fikrah)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3022497434294946353-4199911130800459460?l=wahdahbaus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wahdahbaus.blogspot.com/feeds/4199911130800459460/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wahdahbaus.blogspot.com/2010/11/ketika-kemaksiatan-begitu-mudah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3022497434294946353/posts/default/4199911130800459460'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3022497434294946353/posts/default/4199911130800459460'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wahdahbaus.blogspot.com/2010/11/ketika-kemaksiatan-begitu-mudah.html' title='Ketika Kemaksiatan Begitu Mudah'/><author><name>Wahdah Baubau</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15405677071714657436</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/-aBl-7r7sHsg/Te31dc9cmfI/AAAAAAAAADE/IlpFzINeVE8/s220/165630_1416119181437_1786339031_795827_7721175_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3022497434294946353.post-2086408886673722608</id><published>2010-10-31T06:32:00.000-07:00</published><updated>2010-10-31T06:42:00.156-07:00</updated><title type='text'>DASAR-DASAR MEMAHAMI TAHUID</title><content type='html'>&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketahuilah wahai saudaraku, semoga Allah melimpahkan rahmat kepadamu......&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahwasanya tauhid merupakan hal yang sangat penting, para Rasul diutus untuk mendakwahkan tauhid. Bahkan Allah mengharamkan masuk surga orang yang mati dalam keadaan sebagai musyrik. &lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Allah berfirman [artinya]: "Sesungguhnya orang yang mempersekutukan [sesuatu dengan] Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang zalim itu seorang penolongpun". (Al-Maidah:72) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu perlu memahami dan mengamalkan tauhid dengan benar, pada kesempatan ini akan dibahas beberapa hal yang sangat penting, sebagai dasar agar bisa memahami tauhid dengan benar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I. MUSYRIKIN YANG DIPERANGI OLEH RASULULLAH, MEYAKINI TAUHID RUBUBIYAH&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketahuilah wahai saudaraku, semoga Allah melimpahkan rahmat kepadamu......&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahwasanya orang-orang kafir yang diperangi oleh Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam, mereka meyakini bahwa Allah sebagai Pencipta, Pemberi rizki, Yang menghidupkan, Yang mematikan, Yang memberi manfaat, Yang memberi madzarat, Yang mengatur segala urusan (tauhid rububiyah). Tetapi semuanya itu tidak menyebabkan mereka sebagai muslim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alllah mengisahkan keadaan mereka: "Katakanlah: Siapa yang memberi rizki kepadamu dari langit dan bumi, atau siapa yang kuasa [menciptakan] pendengaran dan penglihatan, dan siapa yang mengeluarkan yang mati dari yang hidup, dan siapa yang mengatur segala urusan? Maka mereka akan menjawab:Allah. Maka katakanlah:Mengapa kamu tidak bertakwa [kepada-Nya]." (Yunus:31) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah juga berfirman [artinya]: "Katakanlah:Kepunyaan siapa bumi ini dan semua yang ada padanya, jika kamu mengetahui? Mereka menjawab: Kepunyaan Allah. Katakanlah: Mengapa kamu tidak ingat? Katakanlah:Siapa yang mempunyai langit yang 7 dan yang mempunyai Arsy yang besar? Mereka menjawab: Kepunyaan Allah. Katakanlah:Mengapa kamu tidak bertakwa? Katakanlah:Siapa yang ditangan-Nya berada kekuasaan atas segala sesuatu sedang Dia melindungi, tetapi tidak ada yang dapat dilindungi dari [adzab] Nya, jika kamu mengetahui? Mereka akan menjawab:Kepunyaan Allah. Katakanlah: [Kalau demikian], maka dari jalan mana kamu ditipu?" (Al-Muminun:84-89)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;II. MAKSUD MEREKA (MUSYRIKIN) AGAR DEKAT KEPADA ALLAH DAN MENDAPATKAN SYAFAAT&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketahuilah wahai saudaraku, semoga Allah melimpahkan rahmat kepadamu......&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahwasanya mereka (musyrikin) berdoa kepada Nabi dan orang-orang shaleh yang telah mati, agar mereka dapat mendekatkan diri kepada Allah dengan sedekat-dekatnya dan mendapatkan syafaat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka (musyrikin) berkata: "Kami tidak berdoa kepada mereka (Nabi, orang-orang shalih dll) kecuali agar bisa mendekatkan kepada Allah dan mereka nantinya akan memberi syafaat. Maksud kami kepada Allah, bukan kepada mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalil tentang mendekatkan diri yaitu firman Allah [artinya]: "Dan orang-orang yang mengambil pelindung selain Allah [berkata]: "Kami tidak menyembah mereka melainkan supaya mereka mendekatkan kami kepada Allah dengan sedekat-dekatnya" (Az-Zumar: 3)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun dalil tentang syafaat yaitu firman Allah [artinya]:"Dan mereka menyembah selain Allah apa yang tidak dapat mendatangkan kemudharatan kepada mereka dan tidak pula kemanfaatan, dan mereka berkata: "Mereka itu adalah pemberi syafaat kepada kami di sisi Allah".(Yuunus: 18)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;III. SYIRIK BUKAN HANYA MENYEMBAH BERHALA SAJA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketahuilah wahai saudaraku, semoga Allah melimpahkan rahmat kepadamu......&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya Nabi shallallahu alaihi wa sallam menerangkan kapada manusia tentang macam-macam sistem peribadatan yang dilakukan oleh musyrikin. Diantara mereka ada yang menyembah Nabi, orang-orang shaleh, para wali, para malaikat, pepohonan, bebatuan, matahari dan bulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka semua diperangi oleh Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam, dalilnya adalah firman Allah [artinya]:"Dan perangilah mereka sehingga tidak ada lagi fitnah [kemusyrikan], dan dien ini menjadi milik Allah semuanya." (Al-Baqarah:193)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;IV. MUSYRIKIN ZAMAN SEKARANG LEBIH PARAH KESYIRIKANNYA DARI PADA MUSYRIKIN DAHULU&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketahuilah wahai saudaraku, semoga Allah melimpahkan rahmat kepadamu......&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya kaum musyrik zaman kita labih parah kesyirikannya dibanding musyrikin zaman dahulu, sebab musyrikin zaman dahulu, mereka berdoa secara ikhlas kepada Allah ketika mereka ditimpa bahaya, akan tetapi mereka berbuat syirik ketika mereka dalam keadaan senang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan orang-orang musyrik zaman sekarang, mereka terus menerus melakukan perbuatan syirik, baik dalam bahaya maupun ketika sedang senang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini sebagaimana diterangkan Allah dalam Al-Quran [artinya]: "Maka apabila mereka naik kapal mereka berdoa kepada Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya, maka tatkala Allah menyelamatkan mereka sampai ke darat, tiba-tiba mereka [kembali] mempersekutukan [Allah]." (Al-Ankabut: 65)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga Allah menjadikan kita sebagai muwahid dan menjauhkan kita dari kesyirikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3022497434294946353-2086408886673722608?l=wahdahbaus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wahdahbaus.blogspot.com/feeds/2086408886673722608/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wahdahbaus.blogspot.com/2010/10/dasar-dasar-memahami-tahuid.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3022497434294946353/posts/default/2086408886673722608'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3022497434294946353/posts/default/2086408886673722608'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wahdahbaus.blogspot.com/2010/10/dasar-dasar-memahami-tahuid.html' title='DASAR-DASAR MEMAHAMI TAHUID'/><author><name>Wahdah Baubau</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15405677071714657436</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/-aBl-7r7sHsg/Te31dc9cmfI/AAAAAAAAADE/IlpFzINeVE8/s220/165630_1416119181437_1786339031_795827_7721175_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3022497434294946353.post-4255498498166226767</id><published>2010-10-09T08:34:00.001-07:00</published><updated>2010-12-27T07:22:54.738-08:00</updated><title type='text'>PRINSIP PRINSIP AQIDAH AHLU AS-SUNNAH WAL JAMA’AH</title><content type='html'>أصول عقيدة أهل السنة والجماعة&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;OLEH&lt;br /&gt;DR. SHALEH  FAUZAN&lt;br /&gt;PENERJEMAH, ABU AASIA&lt;br /&gt;EDITOr, MUH YUSUF HARUN MA., MUH. MU’INUDINILLAH, ABU MIQDAD&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Sekapur sirih dari&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penerjemah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Segala puji hanya milik Allah yang telah menunjuki kita semua jalan-Nya yang lurus, dan semoga shalawat serta salam senantiasa Allah limpahkan kepada junjungan kita penutup kenabian dan kerasulan Muhammad bin Abdillah r beserta keluarga, shahabat, dan pengikutnya yang setia hingga akhir zaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersamaan dengan bangkitnya dunia Islam dan kembalinya manusia kepada jalan penguasa alam semesta ini. Umat Islam dan kaum muslimin dituntut untuk memahami ajaran yang diyakininya dengan pemahaman yang benar sesuai yang telah difahami dan dicontohkan oleh As-salafus shalih ( para pendahulu umat ini yang shalih ) agar dia tidak terperosok ke dalam manhaj dan ajaran yang sesat dan menyesatkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam pada itu pemahaman ajaran dan manhaj Ahluussunnah wal jama’ah harus mendasari keyakinan setiap muslim sebab dengan ajaran dan manhaj inilah seorang muslim insya Allah akan terjamin dari adzab neraka di akherat kelak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan syekh doctor Sholeh bin Fauzan bin Abdillah Al Fauzan salah seorang di antara anggota dewan majlis ‘Ulama-ulama besar di Saudi Arabia dengan buku ini beliau sedikit banyak akan menjelaskan sekelumit tentang hal-hal yang telah saya kemukakan di atas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya kita berdo’a kepada Allah semoga kita dikaruniai cahayaNya untuk mengarungi sisa hidup ini dengan ajaran dan hidayah-Nya dan kita diselamatkan dari segala adzab dan murka-Nya baik di dunia maupun di akherat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penerjemah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ABU AASIA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PENDAHULUAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Segala puji bagi Robb semesta alam yang telah menunjuki kita semua kepada cahaya Islam dan sekali-kali kita tak akan mendapat petunjuk jika Allah tidak memberi kita petunjuk, kita mohon kepada-Nya agar kita senantiasa di tetapkan di atas hidayah-Nya sampai akhir hayat sebagaimana difirmankan Allah Y :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;]يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ اتَّقُواْ اللّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُم مُّسْلِمُونَ [ (102) سورة آل عمران&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“hai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kepada Allah dengan sebenar-benar taqwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati kecuali dalam keadaan Islam ( surat Ali Imran : 102)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;begitu pula kita memohon agar hati kita tidak di condongkan kepada kesesatan setelah kita mendapat petunjuk, Allah berfirman :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;]رَبَّنَا لاَ تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِن لَّدُنكَ رَحْمَةً إِنَّكَ أَنتَ الْوَهَّابُ[ سورة آل عمران&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ Ya Allah, janganlah Engkau palingkan hati-hati kami setelah Engkau memberi kami hidayah, dan berilah kepada kami dari sisi-Mu kerahmatan sesungguhnya Engkau Maha Pemberi” ( surat Ali Imran : 8)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan semoga shalawat serta salam senantiasa Allah limpahkan kepada Nabi kita, suri tauladan dan kekasih kita, Rasulullah r, yang telah diutus sebagai rahmat bagi alam semesta. Dan semoga ridha-Nya selalu dilimpahkan kepada para shahabatnya yang shaleh dan suci, baik dari kalangan Muhajirin maupun Anshar, serta kepada para pengikutnya yang setia selama ada waktu malam dan siang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wa ba’du : Inilah kalimat ringkas tentang penjelasan ‘Aqidah Ahlus Sunnah Wal Jama’ah yang pada kenyataan hidup masa kini diperselisihkan oleh umat Islam sehingga mereka berpecah belah. Hal itu terbukti dengan tumbuhnya berbagai kelompok (dakwah) kentemporer dan jamaah-jamaah yang berbeda-beda. Masing masing menyeru manusia (umat Islam) kepada golongannya; mengklaim bahwa diri dan golongan merekalah yang paling baik dan benar, sampai-sampai seorang muslim yang masih awam menjadi bingung, kepada siapakah dia belajar Islam dan kepada jemaah mana dia harus ikut bergabung. Bahkan seorang kafirpun yang ingin masuk kedalam Islam ikut ikutan bingung. Islam apakah yang benar yang harus didengar dan dibacanya; yakni ajaran Islam yang bersumber dari Al Qur’an dan As Sunnah yang telah diterapkan dan tergambar dalam kehidupan para sahabat Rasulullah yang mulia dan telah menjadi pedoman hidup sejak berabad-abad yang lalu, namun justru ia hanya bisa melihat Islam sebagai sebuah nama besar tanpa arti bagi dirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah yang pernah dikatakan oleh seorang orientalis tentang Islam: “ Islam itu tertutup oleh kaumnya sendiri”, yakni orang-orang yang mengaku-ngaku muslim tetapi tidak konsisten (menetapi) dengan ajaran Islam yang sebenarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami tidak mengatakan bahwa Islam telah hilang seluruhnya, dikarenakan telah menjamin kelanggengan Islam ini dengan keabadian kitabNya, sebagaimana Dia telah berfirman :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;]إِنَّا نَحْنُ نَزَّلْنَا الذِّكْرَ وَإِنَّا لَهُ لَحَافِظُونَ[(9) سورة الحجر&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ sesungguhnya Kamilah yang telah menurunkan Al Qur’an, sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka, pastilah akan senantiasa ada segolongan kaum muslimin yang akan tetap teguh (konsisten) memegang ajarannya dan memelihara serta membelanya sebagaimana difirmankan Allah Y :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;}يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ مَن يَرْتَدَّ مِنكُمْ عَن دِينِهِ فَسَوْفَ يَأْتِي اللّهُ بِقَوْمٍ يُحِبُّهُمْ وَيُحِبُّونَهُ أَذِلَّةٍ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ أَعِزَّةٍ عَلَى الْكَافِرِينَ يُجَاهِدُونَ فِي سَبِيلِ اللّهِ وَلاَ يَخَافُونَ لَوْمَةَ لآئِمٍ { (54) سورة المائدة&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ Hai orang-orang yang beriman, barang siapa di antara kamu yang murtad dari agamanya (dari Islam), maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan merekapun mencintaiNya, yang bersikap lembut terhadap orang-orang mukmin, yang bersikap keras terhadap orang-orang kafir, yang berjihad di jalan Allah dan yang tidak takut kepada celaan orang-orang yang suka mencela”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan firman Allah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;]هَاأَنتُمْ هَؤُلَاء تُدْعَوْنَ لِتُنفِقُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ فَمِنكُم مَّن يَبْخَلُ وَمَن يَبْخَلْ فَإِنَّمَا يَبْخَلُ عَن نَّفْسِهِ وَاللَّهُ الْغَنِيُّ وَأَنتُمُ الْفُقَرَاء وَإِن تَتَوَلَّوْا يَسْتَبْدِلْ قَوْمًا غَيْرَكُمْ ثُمَّ لا يَكُونُوا أَمْثَالَكُم[ (38) سورة محمد&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ Ingatlah kamu ini, orang- orang yang di ajak untuk menafkahkan ( hartamu ) di jalan Allah, maka di antara kamu ada yang bakhil, barang siapa bakhil berarti dia bakhil pada dirinya sendiri, Allah Maha Kaya dan kamu orang-orang yang membutuhkannya, dan jika kamu berpaling, niscaya Dia  akan menggantikan ( kamu ) dengan kaum selain kamu  dan mereka tidak akan seperti kamu ( ini )”. ( QS. Muhammad : 38)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;golongan atau jamaah yang dimaksud adalah yang disabdakan oleh Rasulullah r dalam haditsnya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" لا تزال طائفة من أمتي على الحق ظاهرين لا يضرهم من خذلهم ولا من خالفهم حتى يأتي أمر الله تبارك وتعالى وهم على ذلك "&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ akan senantiasa ada segolongan dari umatku yang tetap membela al- haq, mereka senantiasa unggul, yang menghina dan menentang mereka tidak akan mampu membahayakan mereka hingga datang keputusan Allah Y, sedang mereka tetap dalam keadaan yang demikian” Dikeluarkan oleh  Imam Al Bukhari 4/ 3641, 7460, dan Imam Muslim 5/ juz : 13, hal: 65-67, pada syarah Imam Nawawi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bertolak dari sinilah kita dan siapa saja yang ingin mengenal Islam yang benar beserta pemeluknya yang setia harus mengenal golongan yang diberkahi ini dan mewakili  Islam yang benar. Semoga Allah menjadikan kita termasuk dalam golongan ini agar kita bisa mengenal contoh dari mereka, dan agar supaya orang kafir yang ingin masuk Islam itupun dapat mengetahui untuk kemudian bisa bergabung.&lt;br /&gt;AL-FIRQOTUN NAJIYAH&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ADALAH&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;AHLUS SUNNAH WAL JAMAAH&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada masa kepemimpinan Rasulullah r kaum muslimin itu adalah umat yang satu, sebagaimana yang difirmankan Allah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;]إِنَّ هَذِهِ أُمَّتُكُمْ أُمَّةً وَاحِدَةً وَأَنَا رَبُّكُمْ فَاعْبُدُونِ [ (92) سورة الأنبياء&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ seungguhnya kalian ini adalah umat yang yang satu, dan Aku (Allah) adalah Robb kalian, maka beribadahlah kepada-Ku”.( QS. Al Anbiyaa: 92)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka kemudian sudah beberapa kali kaum yahudi dan munafiqun berusaha memecah belah kaum muslimin pada zaman Rasulullah r, namun mereka belum pernah berhasil. orang munafiqun berkata seperti yang dikisahkan oleh Allah Y:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;]لا تُنفِقُوا عَلَى مَنْ عِندَ رَسُولِ اللَّهِ حَتَّى يَنفَضُّوا[ (7) سورة المنافقون&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ Janganlah kamu berinfaq kepada orang-orang yang berada di sisi Rasulullah, supaya mereka bubar”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang kemudian dibantah langsung oleh Allah Y( pada lanjutan ayat yang sama ):&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;] وَلِلَّهِ خَزَائِنُ السَّمَاوَاتِ وَالأَرْضِ وَلَكِنَّ الْمُنَافِقِينَ لا يَفْقَهُونَ[(7)سورة المنافقون&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ pada hal milik Allah-lah perbendaharaan langit dan bumi, akan tetapi orang-orang munafiq itu tidak mengetahui.( QS.munafiqun : 7)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;demikian pula, kaum yahudipun berusaha memecah belah  dan memurtadkan mereka dari agama mereka :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;]وَقَالَت طَّآئِفَةٌ مِّنْ أَهْلِ الْكِتَابِ آمِنُواْ بِالَّذِيَ أُنزِلَ عَلَى الَّذِينَ آمَنُواْ وَجْهَ النَّهَارِ وَاكْفُرُواْ آخِرَهُ لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ[ (72) سورة آل عمران&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ Segolongan (lain) dari Ahli Kitab telah berkata (kepada sesamanya) : “ (pura-pura) berimanlah kamu kepada apa yang diturunkan kepada apa yang diturunkan kepada orang-orang yang beriman ( para shahabat Rasul ) pada permulaan siang dan ingkarilah pada akhirnya, mudah-mudahan ( dengan cara demikian ) mereka ( kaum muslimin ) kembali kepada kekafiran”.( QS, Ali Imran : 72)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;walaupun demikian, makar yang seperti itu tidak pernah berhasil kerena Allah menelanjangi dan menghinakan usaha mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian mereka berusaha untuk kedua kalinya, mereka berusaha kembali memecah belah kesatuan kaum muslimin (Muhajirin dan Anshar) dengan mengipas-ipas kaum Anshar tentang permusuhan di antara mereka sebelum datangnya Islam  dan perang syair di antara mereka.  Allah membongkar makar mereka dalam firmanNya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;]يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوَاْ إِن تُطِيعُواْ فَرِيقًا مِّنَ الَّذِينَ أُوتُواْ الْكِتَابَ يَرُدُّوكُم بَعْدَ إِيمَانِكُمْ كَافِرِينَ [(100) سورة آل عمران&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ Hai orang-orang yang beriman, jika kalian mengikuti segolongan orang-orang yang diberi Al Kitab niscaya mereka akan mengembalikan kalian menjadi orang kafir sesudah kalian beriman”. (QS. Ali Imran : 100)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sampai pada firman Allah Y :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;] يومَ تبيضُّ وجوهٌ وتسودُّ وجوهٌ [&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ Pada hari yang di waktu ada wajah-wajah berseri-seri, dan muram…”. (QS. Ali Imran : 106)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka kemudian Nabi r mendatangi kaum Anshar menasihati dan mengingatkan mereka akan nikmat Islam, dan bersatunya mereka melalui Islam , sehingga pada akhirnya mereka saling bersalaman dan berpulukan kembali setelah hampir hampir terjadi perpecahan, dengan demikian gagallah pula makar yahudi, dan tetaplah kaum muslimin berada dalam persatuan .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah memang memerintahkan mereka untuk bersatu di atas Al Haq dan melarang perselisihan  dan perpecahan, sebagaimana firmanNya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;]وَلاَ تَكُونُواْ كَالَّذِينَ تَفَرَّقُواْ وَاخْتَلَفُواْ مِن بَعْدِ مَا جَاءهُمُ الْبَيِّنَاتُ[(105) سورة آل عمران&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ Dan jamganlah kamu menyerupai orang-orang yang berpecah belah dan berselisih sesudah datangnya keterangan yang jelas”( QS. Ali Imran : 105)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan firmanNya pula :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;]وَاعْتَصِمُواْ بِحَبْلِ اللّهِ جَمِيعًا وَلاَ تَفَرَّقُواْ [ (103) سورة آل عمران&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali ( agama ) Allah , dan janganlah kamu berpecah-pecah” ( QS. Ali Imaran : 103)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan sesungguhnya Allah telah menyariatkan persatuan kepada mereka dalam melaksanakan berbagai macam ibadah; seperti shalat , dan shiyam, menunaikan haji dan dalam mencari ilmu, Nabi Muhammad r telah memerintahkan kaum muslimin ini agar bersatu dan melarang mereka dari perpecahan dan perselisian. Bahkan beliau telah memberikan suatu berita yang berisi anjuran untuk bersatu dan larangan untuk berselisih, yakni berita tentang akan terjadinya perpecahan pada umat ini sebagaimana hal tersebut telah terjadi pada umat-umat sebelumnya, sabda Beliau r :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" فإنه من يعش منكم فسيرى اختلافا كثيرا فعليكم بسنتي وسنة الخلفاء الراشدين المهديين من بعدي "&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ Sesungguhnya barang siapa yang masih hidup di antara kalian dia akan melihat perselisihan yang banyak , maka berpegang teguhlah kalian dengan sunnahku dan sunnah Khulafaur rasyidin yang mendapat petunjuk setelah Aku” Dikeluaekan oleh Abu Dawud: 5/4607 dan tirmidzi : 5/2676  dan dia berkata hadits ini hasan shaheh, juga oleh Imam Ahmad : 4/ 126-127, dan Ibnu Majah : 1/ 43.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan sabdanya pula :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"افترقت اليهود على إحدى وسبعين فرقة وافترقت النصارى على اثنين وسبعين فرقة وستفترق هذه الأمة على ثلاث وسبعين فرقة كلها في النار إلا واحدة. قلنا : من هي يا رسول الله ؟ قال من كان على مثل أنا عليه اليوم وأصحابي.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Telah berpecah kaum yahudi menjadi tujuh puluh satu galongan , dan telah berpecah kaum nashrani menjadi tujuh puluh dua galongan , sedang umatku akan berpecah menjadi tujuh puluh tiga golongan , semuanya akan masuk neraka kecuali satu. Maka kamipun bertanya: siapakah yang satu ini ya Rasulullah ? beliau menjawab : yaitu barang siapa yang berada pada apa-apa yang aku dan para shahabatku jalani ini” Diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi : 5/ 2641, dan Al Hakim dalam mustadraknya : 1/ 128-129, dan Imam Al Ajuri dalam Asy Syari’ah : 16, dan Imam Al Lalikaai dalam syarah ushul I’tiqaaq Ahlis sunnah Wal jamaah: 1/ 145-147.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya telah nyata apa-apa yang telah diberitakan Rasulullah r maka berpecahlah umat ini pada akhir generasi sahabat walaupun perpecahan tersebut tidak berdampak besar pada kondisi umat semasa generasi yang dipuji oleh Rasulullah dalam sabdanya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" خيركم قرني ثم الذين يلونهم ثم الذين يلونهم "&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ Sebaik baik kalian adalah generasiku, kemudian generasi yang dating sesudahnya, kemudian yang datang sesudahnya” ( HR. Bukhari:3/3650. dan Muslim : 6/ 86)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perawi hadits ini berkata: “ saya tidak tahu apakah Rasulullah r menyebut setelah generasinya dua atau tiga generasi”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang demikian tersebut bisa terjadi karena masih banyaknya ulama dari kalangan muhadditsin, mefassirin, dan fuqaha. Mereka termasuk sebagai ulama tabiin dan pengikut para tabiin serta para imam yang empat dan murid-murid mereka. Juga disebabkan masih kuatnya daulah-daulah Islamiyyah pada abad-abad tersebut sehingga firqah-firqah menyimpang yang mulai ada pada waktu itu mengalami pukulan yang melumpuhkan baik dari segi hujjah maupun kekuatannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah berlalunya abad-abad yang dipuji ini bercampurlah kaum muslimin dengan pemeluk beberapa agama-agama yang bertentangan . diterjemahkan kitab ilmu ajaran kuffar dan para raja Islampun mengambil beberapa kaki tangan pemeluk ajaran kafir untuk dijadikan menteri dan penasihat kerajaan, maka semakin dasyatlah perselisihan dikalangan umat dan percampurlah berbagai ragam golongan dan ajaran. Begitulah madzhab-madzhab yang bathilpun ikit bergabung dalam rangka merusak persatuan umat. Hal itu terus berlangsung hingga zaman kita sekarang dan sampai masa yang dikehendaki Allah. Karena Al Firqatun Najaih Ahlus Sunnah Wal Jamaah masih tetap berpegang teguh dengan ajaran Islam yang benar dan berjalan di atasnya, dan menyeru kepadanya, bahkan akan tetap berada dalam keadaan demikian sebagaimana diberitakan dalam hadits Rasulullah tentang keabadiannya, keberlangsungannya dan ketegarannya. Yang demikian itu adalah karunia dari Allah demi langgengnya hujjah atas para penentangnnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya kelompok kecil yang diberkahi ini berada di atas apa-apa yang pernah ada semasa para sahabat y, bersama Rasulullah r baik dalam perkataan, perbuatan, maupun keyakinannya seperti yang disabdakan oleh beliau:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" هم من كان على مثل ما أنا عليه اليوم وأصحابي "&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ Mereka yaitu barang siapa yang berada pada apa-apa yang aku dan para sahabat jalani hari ini”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sesungguhnya mereka itu adalah sisa-sisa yang baik dari orang-orang yang tentang meraka Allah telah firmankan :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;]فَلَوْلاَ كَانَ مِنَ الْقُرُونِ مِن قَبْلِكُمْ أُوْلُواْ بَقِيَّةٍ يَنْهَوْنَ عَنِ الْفَسَادِ فِي الأَرْضِ إِلاَّ قَلِيلاً مِّمَّنْ أَنجَيْنَا مِنْهُمْ وَاتَّبَعَ الَّذِينَ ظَلَمُواْ مَا أُتْرِفُواْ فِيهِ وَكَانُواْ مُجْرِمِينَ[ (116) سورة هود&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ Maka mengapakah tidak ada umat-umat sebelum kamu orang-orang yang mempunyai keutamaan (keshalehan) yang melarang dari berbuat kerusakan di muka bumi kecuali sebagian kecil di antara orang-orang yang telah kami selamatkan di antara mereka, dan orang –orang yang dzalim hanya mementingkan kemewahan yang ada pada mereka, dan mereka adalah orang-orang yang berdosa” ( QS. Huud : 116).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NAMA-NAMA AL-FIRQATUN NAJIYAH&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DAN ARTINYA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah kita mengetahui bahwa kelompok ini adalah golongan yang selamat dari kesesatan, maka tibalah giliran kita untuk mengetahui pula nama-nama beserta ciri-cirinya agar kita dapat mengikutinya. Sebenarnya kelompok ini memiliki nama-nama agung yang membedakannya dari kelompok-kelompok lain. Dan di antara nama-namanya adalah : Al-firqatun Najiyah ( golongan yang selamat ) ; Ath thooifatul Manshuroh (golongan yang di tolong ) dan Ahlus Sunnah Wal Jamaah, yang artinya adalah sebagai berikut :&lt;br /&gt;Bahwasanya kelompok ini adalah kolompak yang selamat dari api neraka, sebagaimana yang telah dikecualikan oleh Rasulullah r ketika menyebutkan kelompok-kelompok yang ada pada umatnya dengan sadbanya : “ seluruhnya di neraka kecuali satu; yakni yang tidak masuk ke dalam neraka”&lt;br /&gt;Bahwasanya kelompok ini adalah kelompok yang tetap berpegang teguh kepada AlQur’an dan As Sunnah dan apa-apa yang dipegang oleh assabiqunal awwalun (para pendahulu yang pertama) baik dari kalangan Muhajirin maupun Anshar, sebagaiman disabdakan Rasulullah r. “ Mereka itu adalah orang-orang yang berjalan di atas apa yang aku dan sahabatku lakukan hari ini”.&lt;br /&gt;bahwasanya pemeluk kelompok ini adalah mereka yang menganut paham Ahlus Sunnah Wal Jamaah. Mereka itu bisa dibedakan dari kelompok lainnya pada dua hal penting: pertama, berpegang teguhnya mereka terhadap As-sunnah sehingga mereka disebut sebagai pemeluk sunnah (Ahlus sunnah). Berbeda dengan kelompok-kelompok lain karena mereka berpegang teguh dengan pendapat-pendapatnya, hawa nafsunya, dan perkataan para pemimpinnya. Oleh karena itu, kelompok-kelompok tersebut tidak dinisbahkan kepada Sunnah, akan tetapi dinisbahkan kepada bi’dah-bid’ah dan kesesatan-kesesatan yang ada pada kelompok itu sendiri, seperti Al Qadariyah dan Al Murji’ah, atau dinisbatkan kepada para imamnya seperti Al Jahmiah, atau dinisbatkan kepada pekerjaan-pekerjaannya yang kotor seperti Ar Rafidhah dan Al Khawarij.&lt;br /&gt;Adapun perbedaan yang kedua adalah bahwasanya   mereka itu Ahlul Jamaah karena kesepakatan mereka untuk berpegang teguh dengan Al Haq dan jauhnya mereka dari perpecahan. Berbeda dengan kelompok-kelompok lain, mereka tidak bersepakat untuk berpegang teguh dengan Al Haq akan tetapi mereka itu hanya mengikuti hawa nafsu mereka, maka tidak ada kebenaran pada mereka yang mampu menyatukan mereka.&lt;br /&gt;Bahwasanya kelompok ini adalah golongan yang ditolong Allah sampai hari kiamat, karena gigihnya mereka dalam menolong agama Allah, maka Allah menolong mereka seperti difirmankan Allah :          &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;إنْ تَنْصُرُوا اللهَ ينصرْكُم &lt;br /&gt;“ Jika kamu menolong Allah niscaya Allah akan menolong kalian”  ( QS. Muhammad : 7)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu pula Nabi Muhammad r telah bersabda :&lt;br /&gt;" لا يضرهم من خذلهم ولا من خالفهم حتى يأتي أمر الله تبارك وتعالى وهم على ذلك"&lt;br /&gt; “ Tidaklah yang menghina dan menentang mereka itu akan mampu memadharatkan (membahayakan) mereka sampai datang keputusan Allah tabaaraka wata’ala sedang mereka itu tetap dalam keadaan demikian”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PRINSIP-PRINSIP&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;AHLUS SUNNAH WAL JAMAAH&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya Ahlus Sunnah Wal Jamaah berjalan di atas prinsip-prinsip yang jelas dan kokoh baik dalam I’tiqad, amal maupun perilakunya, seluruh prinsip-prinsip yang agung ini bersumber pada kitab Allah dan Sunnah Rasul-Nya dan apa - apa yang dipegang teguh oleh para pendahulu ummat dari kalangan sahabat, tabi’in dan pengikut mereka yang setia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prinsip-prinsip tersebut teringkas dalam butir-butir berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prinsip pertama : beriman kepada Allah, para malaikat-Nya, Kitab-kitab-Nya, Rasul- rasul-Nya, Hari Akhir dan Taqdir baik dan buruknya.&lt;br /&gt;Iman kepada Allah:&lt;br /&gt;Beriman kepada Allah artinya berikrar dengan macam macamnya tauhid yang tiga serta beri’tiqad dan beramal dengannya, yaitu tauhid Rububiyah, tauhid Uluhiyah, dan tauhid Asma’ dan sifat.&lt;br /&gt;Adapun tauhid Rububiyah adalah mentauhidkan segala apa yang dikerjakan Allah baik mencipta, memberi rizki, menghidupkan dan mematikan; dan bahwasanya Dia itu adalah Raja dan Penguasa segala sesuatu.&lt;br /&gt;Tauhid Uluhiyah artinya mengesakan Allah melalui segala pekerjaan hamba yang dengan itu mereka dapat mendekatkan diri kepada Allah, apabila memang hal itu disyariatkan oleh-Nya seperti berdo’a, takut, berharap, cinta, penyembelihan, nadzar, istianah( minta pertolongan, istighatsah ( minta bantuan), minta perlindungan, shalat, puasa, haji, berinfaq di jalan Allah dan segala apa saja yang disyariatkan dan diperintahkan Allah dengan tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatu apapun baik seorang malaikat, nabi, wali, maupun yang lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan makna tauhid  Al Asma’ Wash- shifat adalah menetapkan apa-apa yang Allah dan RasulNya telah tetapkan atas Dirinya baik itu berkenaan dengan nama-nama maupun sifat-sifat Allah  dan mensucikannya dari segala ‘aib dan kekurangan sebagaimana hal tersebut telah disucikan oleh Alloh dan Rasul-Nya. Semua ini kita yakini tanpa melakukan tamtsil (perumpamaan), tanpa tasybih (penyerupaan), dan tahrif (penyelewengan ), ta’thil ( penafian), dan tanpa takwil; seperti difirmankan Allah Y :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;]ليس كَمِثْلِهِ شَيْءٌ وَهُوَ السَّمِيعُ البَصِيرُ[(11) سورة الشورى&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ tak ada sesuatu apapun yang menyerupaiNya dan Dia Maha Mendengar lagi Maha mengetahui” ( QS. Asy- Syura : 11)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;]وَلِلّهِ الأَسْمَاء الْحُسْنَى فَادْعُوهُ بِهَا [ (180) سورة الأعراف&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ Dan Allah mempunyai nama-nama yang baik, maka berdo’alah kamu dengannya” ( QS. Al- A’raf : 180)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iman kepada para Malaikat-Nya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yakni membenarkan adanya para malaikat, dan bahwasanya mereka itu adalah makhluk dari sekian banyak makhluk Allah, diciptakan dari cahaya. Allah menciptakan malaikat dalam rangka untuk beribadah kepada-Nya dan menjalankan perintah-perintah-Nya di dunia ini, sebagai mana difirmankan Alloh :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;]بَلْ عِبَادٌ مُّكْرَمُونَ(26) لا يَسْبِقُونَهُ بِالْقَوْلِ وَهُم بِأَمْرِهِ يَعْمَلُونَ[ سورة الأنبياء&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ … Bahkan malaikat-malaikat itu adalah makhluk yang dimuliakan, mereka tidak mendahuli-Nya dalam perkataan dan mereka mengerjakan perintah-perintah-Nya”( QS. Al-Anbiyaa: 26-27)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;] جَاعِلِ الْمَلَائِكَةِ رُسُلا أُولِي أَجْنِحَةٍ مَّثْنَى وَثُلَاثَ وَرُبَاعَ يَزِيدُ فِي الْخَلْقِ مَا يَشَاء[ (1) سورة فاطر&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ Allahlah yang menjadikan para malaikat sebagai utusan yang memiliki sayap dua, tiga dan empat, Allah menambah para makhluk-Nya apa-apa yang Dia kehendaki” ( QS. Fatiir : 1)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iman kepada Kitab- kitab-Nya: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yakni membenarkan adanya Kitab-kitab Allah beserta segala kandungannya baik yang berupa hidayah (petunjuk) dan cahaya serta mengimani bahwasanya yang menurunkan Kitab-kitab itu adalah Allah sebagai petunjuk bagi seluruh manusia. Dan bahwasanya yang paling agung di antara sekian banyak kitab-kitab itu adalah tiga kitab yaitu; Taurat, Injil, dan Al-Qur’an, dan di antara kitab agung di atas yang teragung lagi adalah Al-Qur’an yang merupakan mukjizat yang agung. Allah berfirman :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;]قُل لَّئِنِ اجْتَمَعَتِ الإِنسُ وَالْجِنُّ عَلَى أَن يَأْتُواْ بِمِثْلِ هَذَا الْقُرْآنِ لاَ يَأْتُونَ بِمِثْلِهِ وَلَوْ كَانَ بَعْضُهُمْ لِبَعْضٍ ظَهِيرًا [ (88) سورة الإسراء&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ Katakanlah ( hai Muhammad ) :” Sesungguhnya jika manusia dan jin berkumpul untuk membuat yang serupa dengan Al- Qur’an niscaya mereka tidak akan mampu melakukannya walaupun sesama mereka saling bahu-membahu” ( QS. AL –Isra: 88)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan Ahlus Sunnah Wal Jamaah mengimani bahwa Al Qur’an itu adalah kalam (firman) Allah, dan dia bukanlah  makhluk baik huruf maupun artinya. Berbeda dengan pendapat golongan Jahmiah dan Mu’tazilah, mereka mengatakan bahwa Al-Qur,an adalah makhluk baik huruf maupun maknanya. Berbeda pula dengan pendapat Asy’ariyah dan yang menyerupai mereka, yang mengatakan bahwa kalam ( firman Allah ) hanyalah artinya saja, sedangkan huruf-hurufnya adalah makhluk. Menurut Ahlus Sunnah Wal Jamaah kedua pendapat tersrbut adalah bathil, berdasarkan firman Allah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;]وَإِنْ أَحَدٌ مِّنَ الْمُشْرِكِينَ اسْتَجَارَكَ فَأَجِرْهُ حَتَّى يَسْمَعَ كَلاَمَ اللّه[ِ (6) سورة التوبة&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ Dan jika ada seorang dari kaum musyrikin meminta perlindungan kepadamu maka lindungilah ia, sehingga ia sempat mendengar kalam Allah ( Al- Qur’an ) ( At Taubah : 6)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;] يريدون أن يبدلوا كلام الله [&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ Mereka itu ingin merubah kalam Allah” (QS. Al Fath : 15)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disitu tegas dinyatakan bahwa Al Qur’an sebagai Kalam Allah, bukan kalam yang selainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iman kepada para Rasul:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;yakni membenarkan semua rasul-rasul baik yang Allah sebutkan nama mereka maupun yang tidak, dari yang pertama sampai yang terakhir, dan penutup para nabi tersebut adalah nabi kita Muhammad r. Artinya pula, beriman kepada para rasul seluruhnya dan beriman kepada nabi kita secara terperinci, serta mengimani bahwasanya bahwa beliau adalah penutup para nabi dan para rasul dan tidak ada nabi sesudahnya. Maka barang siapa yang keimanannya kepada para rasul tidak demikian berarti  dia telah kafir. Termasuk pula beriman kepada para rasul adalah tidak melalaikan dan tidak berlebih-lebihan terhadap hak mereka dan harus berbeda dengan kaum Yahudi dan Nasrani yang berlebih-lebihan terhadap para rasul mereka, sehingga mereka menjadikan dan memperlakukan para rasul itu seperti memperlakukannya terhadap tuhan (Allah), sebagaimana yang difirmankan Allah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;] وقالت اليهود عزير ابن الله وقالت النصارى المسيح ابن الله [&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ Dan orang-orang Yahudi berkata: ‘Uzair itu anak Allah, dan orang-orang Nashrani berkata:  Isa Al Masih itu anak Allah” (QS. At Taubah : 30)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedang orang-orang sufi dan para Ahli filsafat telah bertindak sebaliknya. Mereka telah merendahkan dan menghinakan hak para rasul, dan lebih mengutamakan para pemimpin mereka, sedang kaum penyembah berhala dan atheis telah kafir kapada seluruh para Rasul tersebut. Orang yahudi telah kafir kepada Nabi Isa dan Muhammad r, sedang orang Nashrani telah kafir kepada nabi Muhammad r , dan orang- orang yang mengimani sebagian dan mengingkari sebagian (para rasul) maka dia telah mengingkari seluruh Rasul, Allah telah berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;]إِنَّ الَّذِينَ يَكْفُرُونَ بِاللّهِ وَرُسُلِهِ وَيُرِيدُونَ أَن يُفَرِّقُواْ بَيْنَ اللّهِ وَرُسُلِهِ وَيقُولُونَ نُؤْمِنُ بِبَعْضٍ وَنَكْفُرُ بِبَعْضٍ وَيُرِيدُونَ أَن يَتَّخِذُواْ بَيْنَ ذَلِكَ سَبِيلاً(150) أُوْلَئِكَ هُمُ الْكَافِرُونَ حَقًّا وَأَعْتَدْنَا لِلْكَافِرِينَ عَذَابًا مُّهِينًا[ سورة النساء&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya orang-orang yang kafir kepada Allah dan Rasul-rasulNya dan bermaksud memperbedakan antara ( keimanan kepada) Allah dan RasuNya, dengan mengatakan :  kami beriman kepada yang sebagian dan  kami kafir kepada sebagian ( yang lain ) , serta bermaksud ( dengan perkataan itu )  mengambil jalan di antara yang demikian ( iman dan kafir )  merekalah orang-orang yang kafir sebenar benarnya, kami telah menyediakan untuk mereka siksa yang menghinakn” ( QSAn-NISA’ :150-151)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan juga Allah telah berfirman :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;] لاَ نُفَرِّقُ بَيْنَ أَحَدٍ مِنْ رُسُلِهِ [&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ Kami tidak membeda bedakan satu  diantara Rasul rasul Nya” ( QS. Al Baqarah : 285)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iman kepada hari kiamat:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yakni membenarkan apa-apa yang akan terjadi setelah kematian dari hal-hal yang telah diberitakan Allah dan Rasul-Nya, baik tentang adzab dan nikmat qubur, hari kebangkitan dari qubur,, hari berkumpulnya manusia di padang mahsyar, hari perhitungan dan ditimbangkannya segala amal perbuatan, dan pemberian buku laporan amal dengan tangan kanan atau tangan kiri, tentang jembatan ( shirath ), serta surga atau neraka, di samping itu keimanan untuk bersiap sedia dengan amalan shaleh, dan meninggalkan amalan sayyiaat ( jahat ) serta bertaubat dari padanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan sungguh telah mengingkari adanya hari akhir orang-orang musyrik dan kaum dahriyyun, sedang orang-orang Yahudi dan orang-orang Nashrani tidak mengimani hal ini dengan keimanan yang benar sesuai dengan tuntunan, walau mereka beriman akan adanya hari akhir. Firman Allah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;}وَقَالُواْ لَن يَدْخُلَ الْجَنَّةَ إِلاَّ مَن كَانَ هُوداً أَوْ نَصَارَى تِلْكَ أَمَانِيُّهُمْ قُلْ هَاتُواْ بُرْهَانَكُمْ إِن كُنتُمْ صَادِقِينَ{ (111) سورة البقرة&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ Dan mereka( Yahudi dan Nashrani ) berkata : sekali-kali tidaklah masuk surga kecuali orang-orang ( yang beragama ) Yahudi dan Nashrani, demikianlah angan-angan mereka….(QS. Al Baqarah : 111)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;] وقالوا لن تمسنا النار إلا أياما معدودة [&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ Dan mereka berkata: kami sekali-kali tidak akan disentuh api neraka kecuali hanya dalam beberapa hari saja” ( QS.Al Baqarah : 80)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam kepada takdir:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yakni beriman bahwasanya Allah itu mengetahui apa-apa yang telah terjadi dan yang akan terjadi; menentukan dan menulisnya dalam mahfudz; dan bahwasanya segala sesuatu yang terjadi, baik maupun buruk, kafir, iman, taat, maksiat, itu telah dikehendaki, ditentukan, dan diciptakan-Nya, dan bahwasanya Allah itu mencintai ketaatan dan membenci kamaksiatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedang hamba Allah itu mempunyai kekuasaan, kehendak, dan kemampuan memilih terhadap pekerjaan-pekerjaan yang menghantar mereka pada ketaatan atau kemaksiatan, akan tetapi semua itu mengikuti kemauan dan kehendak Allah. Berbeda dengan pendapat golongan jabariah yang mengatakan bahwa manusia terpaksa dengan pekerjan-pekerjaannya, tidak memiliki pilihan atau kemampuan, sebaliknya golongan qadariyah mengatakan bahwasanya hamba itu memiliki kemauan yang berdiri sendiri dan bahwasanya dialah yang menciptakan pekerjaan dirinya, kemauan dan kehendak itu terlepas dari kemauan dan kehendak Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah benar-benar telah membantah kedua pendapat di atas dengan firmanNya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;] وما تشاءون إلا أن يشاء الله رب العالمين [ &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ Dan Kamu tidak bisa berkemauan seperti itu kecuali apabiala Allah menghendakinya” ( QS. At Takwir : 29)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan ayat ini Allah menetapkan adanya kehendak bagi setiap hamba sebagai bantahan bagi jabariyah yang ekstrim, bahkan menjadikannya sesuai dengan kehendak Allah, hal ini merupakan bantahan atas golongan qadariyah. Dan beriman kepada takdir dapat menimbulkan sikap sabar sewaktu seorang hamba menghadapi berbagai cobaan dan menjauhkannya dari segala perbuatan dosa dan hal-hal yang tidak terpuji, bahkan dapat mendorong orang tersebut untuk giat bekerja dan menjauhkan dirinya dari sikap lemah takut dan malas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prinsip kedua :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan di antara prinsip-prinsip Ahlus Sunnah Wal Jamaah adalah : bahwasanya iman itu perkataan, perbutan, dan keyakinan yang bisa bertambah dengan ketaatan dan bisa berkurang dengan kemaksiatan,maka iman itu bukan hanya perkataan  dan perbuatan tanpa keyakinan sebab yang demikian itu merupakan keimanan kaum munafiq, dan bukan pula iman itu hanya sekedar ma’rifah (pengetahuan) dan meyakini tanpa ikrar dan amal sebab yang demikian itu merupakan keimanan orang-orang kafir yang menolak kebenaran. Allah berfirman :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;]وَجَحَدُوا بِهَا وَاسْتَيْقَنَتْهَا أَنفُسُهُمْ ظُلْمًا وَعُلُوًّا فَانظُرْ كَيْفَ كَانَ عَاقِبَةُ الْمُفْسِدِينَ[ (14) سورة النمل&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ dan mereka mengingkarinya karena kadzoliman dan kesombongan (mereka), padahal hati-hati mereka meyakini kebenarannya, maka lihatlah kesudahan orang-orang yang berbuat kerusakan” ( Al Annaml : 14).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;] فإنهم لا يكذبونك ولكن الظالمين بآيات الله يجحدون [&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ … karena sebenarnya mereka bukan mendustakanmu, akan tetapi orang-orang yang dzalim itu menentang ayat-ayat Allah” (QS. Al Al’am : 33)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;]وَعَادًا وَثَمُودَ وَقَد تَّبَيَّنَ لَكُم مِّن مَّسَاكِنِهِمْ وَزَيَّنَ لَهُمُ الشَّيْطَانُ أَعْمَالَهُمْ فَصَدَّهُمْ عَنِ السَّبِيلِ وَكَانُوا مُسْتَبْصِرِينَ[ (38) سورة العنكبوت&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan kaum ‘Aad dan Tsamud, dan sungguh telah nyata bagi kamu kehancuran tempat-tempat tinggal mereka. Dan syetan menjadikan mereka memandang baik perbuatan mereka sehingga menghalangi mereka dari jalan Allah pada hal mereka adalah orang-orang yang berpandangan tajam” ( QS. Al Ankabut : 38)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bukan pula iman itu hanya satu keyakinan dalam hati atau perkataan dan keyakinan tanpa amal perbuatan, karena yang demikian adalah keimanan golongan murjiah, Allah sering kali menyebut amal perbuatan termasuk iman sebagaimana tersebut dalam firmanNya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;]إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ الَّذِينَ إِذَا ذُكِرَ اللّهُ وَجِلَتْ قُلُوبُهُمْ وَإِذَا تُلِيَتْ عَلَيْهِمْ آيَاتُهُ زَادَتْهُمْ إِيمَانًا وَعَلَى رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُونَ(2) أُوْلَئِكَ هُمُ الْمُؤْمِنُونَ حَقًّا [ (4) سورة الأنفال&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ Sesungguhnya orang-orang yang beriman hanyalah meraka yang apabila ia disebut nama Allah bergeter hatinya, dan apabila dibacakan ayat-ayat Allah bertambahlah imannya dan kepada Allah-lah mereka bertawakkal, ( yaitu ) orang-orang yang mendirikan shalat dan yang menafkahkan apa-apa yang telah dikaruniakan kepada mereka, merekalah orang-orang mukmin yang sebenarnya( QS. Al Anfaal : 2-4)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;] وما كان الله ليضيع إيمانكم [&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ Dan Allah tidak akan menyia-nyiakan iman kalian” ( QS. Al Baqarah : 143)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;yaitu shalatmu dengan menghadap ke baitul Maqdis, maka shalat di sini dinamakan iman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prinsip ketiga :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan di antara prinsip-prinsip aqidah Ahlus Sunnah Wal Jamaah adalah bahwasanya mereka tidak mengkafirkan seseorang dari kaum muslimin kecuali apabila dia melakukan perbuatan yang membatalkan keislamannya. Adapun perbuatan dosa besar selain kemusyrikan dan tidak ada dalil yang menghukumi pelakunya sebagai kafir, misalnya meninggalkan shalat karena malas, maka pelaku (dosa tersebut) tidak dihukumi kafir akan tetapi di hukumi fasiq dan imannya tidak sempurna. Apabila ia mati sedang dia belum bertaubat maka dia berada dalam kehendak Allah. Jika Ia berkehendak Ia akan mengampuninya dan jika Ia berkehendak Ia akan mengazdabnya, namun sipelaku tidak kekal di neraka, Allah telah berfirman :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;] إن الله لا يغفر أن يشرك به ويغفر مادون ذلك لمن يشاء[&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni  dosa syirik dan Dia mengampuni dosa-dosa selainnya bagi siapa yang di kehendakiNya ..(QS. An Nissa’ : 48)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan madzhab Ahlus Sunnah Wal Jamaah dalam masalah ini di antara tengah-tengah khawarij yang mengkafirkan orang-orang yang melakukan dosa besar walau bukan termasuk syirik, dan murjiah yang mengatakan si pelaku dosa besar sebagai mukmin sempurna imannya, dan mereka mengatakan pula tidak berarti suatu dosa maksiat dengan adanya iman, sebagaimana tak berarti suatu perbuatan taat dengan adanya kekafiran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prinsip keempat :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan di antara prinsip-prinsip Ahlus Sunnah Wal Jamaah adalah wajibnya taat kepada pemimpin kaum muslimin selama mereka tidak memerintahkan untuk berbuat maksiat, apa bila mereka memerintahkan berbuat maksiat di kala itulah kita dilarang untuk mentaatinya namun tetap wajib taat dalam kebenaran lainnya, sebagaimana firman Allah Y :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;] يا أيها الذين آمنوا أطيعوا الله وأطيعوا الرسول وأولي الأمر منكم [&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ Hai orang-orang yang beriman, taatlah kamu kepada Allah dan taatkan kepada Rasul serta para pemimpin di antara kalian ..” ( QS. An Nisaa :59)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan sabda Nabi r :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" أوصيكم بتقوى الله والسمع والطاعة وإن تأمّر عليكم عبد "&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ Dan aku berwasiat kepada kalian agar kalian bertaqwa kepada Allah dan mendengar dan taat walaupun yang memimpin kalian seorang hamba”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan Ahlus Sunnah Wal Jamaah memandang bahwa maksiat kepada seorang amir yang muslim itu merupakan maksiat kepada Rasulullah r , sebagaimana sabdanya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" من يطع الأمير فقد أطاعني ومن عصى الأمير فقد عصاني "&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ Barang siapa yang taat kepada amir ( yang muslim ) maka dia taat kepadaku dan barang siapa yang maksiat kepada amir maka dia maksiat kepadaku “( HR. Bukhari Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian pula Ahlus Sunnah Wal Jamaah memandang bolehnya shalat dan berjihad di belakang para amir dan menasehati serta mendoakan mereka untuk kebaikan dan keistiqomahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prinsip kelima:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan di antara prinsip-prinsip Ahlus Sunnah Wal Jamaah adalah haramnya keluar untuk memberontak terhadap pimpinan kaum muslimin apabila melakukan hal-hal yang menyimpang, selama hal tersebut tidak termasuk amalan kufur. Hal ini sesuai dengan perintah Rasulullah r tentang wajibnya taat kepada mereka dalam hal-hal yang bukan maksiat dan selama belum tampak pada mereka kekafiran yang jelas. Berlainan dengan Mu’tazilah yang mewajibkan keluar dari kepemimpinam para imam pemimpin yang melakukan dosa besar walaupun belum termasuk amalan kufur, dan mereka memandang amalan tersebut sebagai amar ma’ruf nahi mungkar. Sedang pada kenyataannya Mu’tazilah seperti ini merupakan kemungkaran yang besar karena menuntut adanya bahaya bahaya yang besar baik berupa kericuan, keributan, dan kerawanan dari pihak musuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prinsip keenam :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan diantara prinsip Ahlus Sunnah Wal Jamaah bersihnya hati dan mulut mereka terhadap para sahabat Rasuly, sebagaimana hal ini telah digambarkan oleh Allah Y ketika mengkisahkan sahabat Muhajirin dan Anshar dan pujian-pujian terhadap mereka :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;]وَالَّذِينَ جَاؤُوا مِن بَعْدِهِمْ يَقُولُونَ رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَانِنَا الَّذِينَ سَبَقُونَا بِالْإِيمَانِ وَلَا تَجْعَلْ فِي قُلُوبِنَا غِلًّا لِّلَّذِينَ آمَنُوا رَبَّنَا إِنَّكَ رَؤُوفٌ رَّحِيمٌ[(10) سورة الحشر&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ Dan orang-orang yang datang sesudah mereka mengatakan : ya Allah, ampunilah kami dan saudara-saudara kami yang telah mendahului kami dalam iman dan janganlah Engkau jadikan dalam hati kami kebencian kepada orang-orang yang beriman; ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Penyantun lagi Maha Penyayang” ( QS. Al Hasyr : 10)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan sesuai sabda Rasulullah r :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" لا تسبوا أصحابي فوالذي نفسي بيده لو أنفق أحدكم مثل أحد ذهبا ما بلغ مد أحدهم ولا نصيفه"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ Janganlah kamu sekali-kali mencela sahabat-sahabatku, maka demi dzat yang jiwaku di tanganNya, kalau seandainya salah seorang di antar kalian menginfaqkan emas sebesar gunung Uhud, niscaya tidak akan mencapai segenggam kebaikan salah seorang di antara mereka tidak juga setengahnya”( HR. Bukhari: 3/ 3673,dan Muslim:6/92-93)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berlainan dengan sikap dengan orang-orang ahlul bid’ah baik dari kalangan Rafidhah maupun khawarij yang mencela dan meremehkan keutamaan para sahabat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ahlus Sunnah memandang bahwa para khalifah setelah Rasulullah r adalah Abu Bakar, kemudian, Umar bin Khatab, ‘Utsman bin Affan, dan Ali bin Abi Thalib RA. Barang siapa yang mencela salah satu khalifah di antara mereka, maka dia lebih sesat dari pada keledai karena bertentangan dengan nash dan ijma’ atas kekhalifahan mereka dalan urutan seperti ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prinsip ketujuh:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan di antara prinsip-prinsip Ahlus Sunnah Wal Jamaah adalah mencintai ahlul bait sesuai dengan wasiat Rasulullah r dalan sabdanya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" أذكركم الله في أهل بيتي "&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ Sesungguhnya aku mengingatkan kalian dengan ahli baitku “&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedang yang termasuk ahli bait ( keluarga ) beliau adalah istri-istrinya sebagai ibu kaum mu’minin RA. Dan sungguh Allah telah berfirman tentang mereka setelah menegur mereka :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;] يا نسآء النبي [&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ Wahai wanita-wanita Nabi …( QS. Al Ahzaab : 32)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kemudian mengarahkan nasihat-nasihat kepada mereka dan menjanjikan mereka dengan pahala yang besar, Allah berfirman :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;] إنما يريد الله ليذهب عنكم الرجس أهل البيت ويطهركم تطهيرا [&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu, hai ahlul bait dan mensucikan kamu sesuci-sucinya ( QS. Al Ahzaab: 33)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada pokoknya ahlul bait itu adalah saudara-saudara dekat Nabi r dan yang dimaksudkan di sini khususnya adalah yang shaleh di antara mereka. Sedang saudara-saudara dekat yang tidak shaleh, seperti pamannya, Abu Lahab, maka mereka tidak memiliki hak. Allah berfirman :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;] تبت يدآ أبي لهب وتب [&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ Celakalah kedua tangan Abu Lahab, dan sungguh celaka dia” ( QS. Al Lahab : 1)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka sekedar hubungan darah yang dekat dan bernisbat kepada Rasul r tanpa keshalehan dalam beragama ( Islam ) tidak ada manfaat dari Allah sedikitpun baginya, Rasul r bersabda :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" يا معشر قريش اشتروا أنفسكم لا أغني عنكم من الله شيئا, يا عباس عم رسول الله  لا أغني عنك من الله شيئا, يا صفية عمة رسـول الله لا أغني عنك من الله شيئا, يا فاطمة بنت محمد سليني من مـالي ما شئت لا أغني عنك من الله شيئا"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ Hai kaum quraisy, belilah diri-diri kamu, sebab aku tidak dapat memberi kamu manfaat di hadapan Allah sedikitpun, wahai Abbas paman Rasulullah , aku tidak dapat memberikan manfaat apapun di hadapan Allah. Wahai Shafiah bibi Rasulullah , aku tidak dapat memberi manfaat apapun di hadapan Allah, wahai Fathimah anak Muhammad, mintalah dari hartaku semaumu, aku tidak dapat memberikan manfaat apapun di hadapan Allah” (HR. Bukhari: 3/ 2753, dan Muslim : 3/80-81)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan saudara-saudara Rasulullah  r yang shaleh tersebut mempunyai hak atas kita berupa penghormatan, cinta dan penghargaan, namun kita tidak boleh berlebih-lebihan dengan mendekatkan diri dengan suatu ibadah kepada mereka. Adapun keyakinan bahwa mereka memiliki kemampuan untuk memberi manfaat atau madlarat selain dari Allah adalah bathil, sebab Allah telah berfirman :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;] قل إني لا أملك لكم ضرا ولا رشدا [&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ Katakanlah( hai Muhammad) bahwasanya aku tidak kuasa mendatangkan kemadharatan dan manfaat bagi kalian: (QS, Al Jin : 21)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;] قل لا أملك لنفسي نفعا ولا ضرا إلا ما شاء الله , ولو كنت أعلم الغيب لاستكثرت من الخير وما مسني السوء [&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ Katakanlah ( hai Muhammad ) : Aku tidak memiliki manfaat atau madlarat atas diriku kecuali apa-apa yang dikehendaki oleh Allah , kalaulah aku mengetahui yang ghaib sungguh aku akan perbanyak berbuat baik dan aku tidak akan ditimpa kemadlaratan ( QS. Al A’raf : 188)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila Rasulullah r saja demikian , maka bagaimana pula yang lainnya. Jadi apa yang diyakini sebagian manusia terhadap kerabat Rasulullah r adalah suatu keyakinan yang bathil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prinsip kedelapan :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan di antara prinsip Ahlus Sunnah Wal Jamaah adalah membenarkan adanya karomah para wali, yaitu apa-apa yang Allah perlihatkan melalui tangan-tangan sebagian mereka berupa hal-hal yang luar biasa sebagai penghormatan kepada mereka sebagaimana hal tersebut telah ditunjukkan dalam Al Qur’an dan As Sunnah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedang golongan yang mengingkari adanya karomah-karomah tersebut di antaranya mu’tazilah dan Jahmiah, yang pada hakekatnya mereka mengingkari sesuatu yang diketahuinya. Akan tetapi kita harus mengetahui bahwa ada sebagian manusia pada zaman kita sekarang yang tersesat dalam masalah karomah, bahkan berlebih-lebihan, sehingga memasukkan apa-apa yang sebenarnya bukan termasuk karomah, baik berupa jampi-jampi, pekerjaan para ahli sihir, syetan-syetan dan para pendusta. Perbedaan karomah dan kejadian yang luar biasa lainnya itu jelas. Karomah adalah kejadian luar biasa  yang diperlihatkan Allah kepada para hamba-Nya yang shaleh, sedang sihir adalah keluarbiasaan yang biasa diperlihatkan para tukang sihir dari orang-orang kafir dan atheis dengan maksud untuk menyesatkan manusia dan mengaruk harta-harta mereka. Karomah bersumber pada kataatan, sedang sihir bersumber pada kekafiran dan kemaksiatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prinsip kesembilan :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan di antara prinsip-prinsip Ahlus Sunnah Wal Jamaah adalah bahwa dalam berdalil selalu mengikuti apa-apa yang datang dari Kitab Allah dan Sunnah Rasulullah r  baik secara lahir maupun batin dan mengikuti apa-apa yang di jalankan oleh para sahabat dari kaum Muhajirin maupun Anshar pada umumnya dan khususnya mengikuti Al-Khulafaurrasyidin sebagaimana wasiat Rasulullah r dalam sabdanya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" عليكم بسنتي وسنة الخلفاء الراشدين المهديين "&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ Berpegang teguhlah kamu kepada sunnahku, dan sunnah Khulafaurrasyidin yang mendapat petunjuk”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan Ahlus Sunnah Wal Jamaah tidak mendahulukan perkataan siapapun terhadap firman Allah dan sabda Rasulullah r. Oleh karena itu mereka di namakan Ahlul Kitab was Sunnah. Setelah mengambil dasar Al Qur’an dan As Sunnah  mereka mengambil apa-apa yang telah disepakati ‘ulama umat ini. Inilah yang disebut dasar ketiga yang selalu dijadikan sandaran setelah dua dasar yang pertama; yakni Al Qur’an dan As Sunnah. Segala hal yang diperselisihkan manusia selalu dikembalikan kepada Al Kitab dan As Sunnah. Allah telah berfirman :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;] فإن تنازعتم في شيء فردوه إلى الله والرسول إن كنتم تؤمنون بالله واليوم الآخر ذلك خير وأحسن تأويلا [&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ Maka jika kalian berselisih tentang sesuatu , maka kembalikanlah kepada Allah dan Rasul-Nya jika kamu benar-benar beriman pada Allah dan hari akhir, yang demikian itu adalah lebih baik bagimu dan lebih baik akibatnya” ( An Nisa’: 59)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ahlus Sunnah tidak meyakini adanya kema’suman seseorang selain Rasulullah r dan mereka tidak berta’assub ( fanatik) pada suatu pendapat sampai pendapat tersebut bersesuaian dengan  Al Kitab dan As Sunnah. Mereka meyakini bahwa mujtahid itu bisa salah dan benar dalam ijtihadnya. Mereka tidak boleh berijtihad sembarangan kecuali mereka yang telah memenuhi persyaratan tertentu menurut ahlul ‘ilmi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perbedaan perbedaan di antara mereka dalam masalah ijtihad tidak boleh mengharuskan adanya permusuhan dan saling memutuskan hubungan di antara mereka, sebagaimana yang di lakukan oleh orang-orang yang taassub  ( fanatik ) dan ahli bid’ah. Sungguh mereka tetap mentolerer perbedaan yang layak (wajar), bahkan mereka tetap saling mencinta, berwali (berloyalitas ) satu sama yang lain; sebagian mereka tetap shalat di belakang yang lain betapun ada perbedaan masalah far’I (cabang) di antara mereka. Sedang ahli bid’ah memusuhi, mengkafirkan dan menghukumi sesat kepada setiap orang, yang menyimpang dari golongan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PENUTUP&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian dengan adanya prinsip-prinsip yang telah dikemukakan di muka, mereka senantiasa berakhlak mulia sebagai pelengkap aqidah yang diyakini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di antara sifat-sifat yang agung itu adalah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka beramar ma’ruf dan nahi mungkar seperti yang diwajibkan syari’at dalam firman Allah berikut ini :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;]كُنتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِاللّهِ [ (110) سورة آل عمران&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ Jadilah kalian umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, beramar ma’ruf dan nahi mungkar dan kalian beriman kepada Allah”( QS, Ali Imran : 110)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" من رأى منكم منكرا فليغيره بيده فإن لم يستطع فبلسانه، فإن لم يستطع فبقلبه,وذلك أضعف الإيمان "&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ Barang siapa di antara kamu menyaksikan suatu kemungkaran , maka hendaklah ia merubahnya dengan tangannya, apabila tidak mampu maka robahlah dengan lisannya, dan apabila tidak mampu maka dengan hatinya, dan yang demikian itulah selemah-lemahnya iman ( HR. muslim : 2/ 22, syarah Nawawi )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekali lagi , amar ma’ruf dan nahi mungkar hanya terhadap apa-apa yang diwajibkan oleh syari’at, sedang orang-orang Mu’tazilah dalam beramar ma’ruf dan nahi mungkar keluar dari apa-apa yang diwajibkan oleh syar’I, sehingga mereka berpandangan  bahwa amar ma’ruf dan nahi mungkar adalah keluar dari ketaatan kepada para pemimpin kaum muslimin apabila mereka melakukan perbutan maksiat, walaupun belum termasuk perbuatan kufur, sedang Ahlus Sunnah Wal Jamaah memandang wajib menasihati mereka dalam hal kemaksiatannya tanpa harus keluar memberontak mereka. Hal ini dilakukan dalam rangka mempersatukan kalimat  dan menhindari perpecahan dan perselisihan. telah berkata Syaikhul Islam Ibnu Taimiah : barang kali hampir tidak dikenal  suatu kelompok keluar  memberontak terhadap pemilik kekuasaan kecuali lebih banyaknya kerusakan yang terjadi katimbang terhapusnya kemungkaran (melalui cara pemberontakan tersebut ).&lt;br /&gt;Ahlus Sunnah Wal Jamaah tetap menjaga tegaknya syi’ar Islam baik dengan menegakkan shalat jum’at dan shalat berjamaah sebagai pembeda pembeda terhadap kalangan ahli bid’ah dan orang-orang munafiq yang tidak mendirikan shalat Jum’at maupun shalat jamaah.&lt;br /&gt;Memberikan nasehat bagi setiap muslim, bekerja sama dan tolong menolong dalam kebajikan dan taqwa sebagaimana sbda Nabi Muhammad r :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" الدين النصيحة قلنا : لمن، قال : لله ولكتابه ولرسوله ولأئمة المسلمين وعامتهم "&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ Addin ( agama ) itu nasihat; kami bertanya: untuk siapa ? Beliau menjawab : Untuk Allah, Kitab-Nyaو RasulNya dan para imam kaum muslimin serta kaum muslimin pada umumnya( HR. Muslim : 2/ 36, Syarah Nawawi )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" المؤمن للمؤمن كالبنيان يشد بعضه بعضا "&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ Orang mu’min bagi orang mu’min yang lain bagaikan satu bangunan  yang satu sama yang lain saling mengokohkan” (HR, Bukhari : 4/ 6026), Muslim : 16/139 syarah Nawawi )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka tegar balam menhadapi ujian-ujian dengan sabar ketika mendapat cobaan dan bersyukur ketika mendapatkan kenikmatan dan menerimanya sesuai dengan ketentuan Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahwasanya mereka selalu berakhlak mulia dan beramal baik, berbuat baik kepada orang tua, menyambung tali persaudaraan, berlaku baik dengan tetangga, dan mereka senantiasa melarang dari sikap bangga, sombong, dzalim, sesuai dengan firman Allah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;‎]‏وَاعْبُدُواْ‮ ‬اللّهَ‮ ‬وَلاَ‮ ‬تُشْرِكُواْ‮ ‬بِهِ‮ ‬شَيْئًا‮ ‬وَبِالْوَالِدَيْنِ‮ ‬إِحْسَانًا‮ ‬وَبِذِي‮ ‬الْقُرْبَى‮ ‬وَالْيَتَامَى‮ ‬وَالْمَسَاكِينِ‮ ‬وَالْجَارِ‮ ‬ذِي‮ ‬الْقُرْبَى‮ ‬وَالْجَارِ‮ ‬الْجُنُبِ‮ ‬وَالصَّاحِبِ‮ ‬بِالجَنبِ‮ ‬وَابْنِ‮ ‬السَّبِيلِ‮ ‬وَمَا‮ ‬مَلَكَتْ‮ ‬أَيْمَانُكُمْ‮ ‬إِنَّ‮ ‬اللّهَ‮ ‬لاَ‮ ‬يُحِبُّ‮ ‬مَن‮ ‬كَانَ‮ ‬مُخْتَالاً‮ ‬فَخُورًا‮ ‭[‮  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun. Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu bapak, karibkerabat, anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat, dan yang jauh, teman sejawat, ibnu sabil dan hamba sahayamu, sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri” ( QS. An Nisaa: 36)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" أكمل المؤمنين إيمانا أحسنهم خلقا "&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ Yang paling sempurna imannya diantara kaum mu’minin  adalah yang baik akhlaknya” ( ( HR, Ahmad : no : 7396, tirmidzi : 3/ 1162, Abu daud : 5/ 4682, dan Al haitsamy , no: 1311,1926)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita memohon kepada Allah Y agar berkenan menjadikan kita semua bagian dari mereka dan tidak menjadikan hati kita condong kepada kekafiran setelah diberi petunjuk ( hidayah-Nya ) dan semoga shalawat  serta salam terlimpah kepada  Nabi kita Muhammad r , keluarganya beserta sahabat-sahabatnya. Aamin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3022497434294946353-4255498498166226767?l=wahdahbaus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wahdahbaus.blogspot.com/feeds/4255498498166226767/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wahdahbaus.blogspot.com/2010/10/prinsip-prinsip-aqidah-ahlu-as-sunnah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3022497434294946353/posts/default/4255498498166226767'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3022497434294946353/posts/default/4255498498166226767'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wahdahbaus.blogspot.com/2010/10/prinsip-prinsip-aqidah-ahlu-as-sunnah.html' title='PRINSIP PRINSIP AQIDAH AHLU AS-SUNNAH WAL JAMA’AH'/><author><name>Wahdah Baubau</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15405677071714657436</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/-aBl-7r7sHsg/Te31dc9cmfI/AAAAAAAAADE/IlpFzINeVE8/s220/165630_1416119181437_1786339031_795827_7721175_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3022497434294946353.post-9154233553383350255</id><published>2010-08-28T20:38:00.000-07:00</published><updated>2010-08-28T20:39:44.547-07:00</updated><title type='text'>Agar Sulit Bermaksiat</title><content type='html'>Seorang laki-laki datang kepada Ibrahim bin Adham rahimahullah, Dia berkata: “Ya Abu Ishaq, aku sering berbuat maksiat. Katakan sesuatu kepadaku sebagai nasihat yang bisa membantuku.”&lt;br /&gt;Ibrahim berkata: “Jika kamu menerima 5 perkara dan kamu mampu melakukannya, niscaya kemaksiatan tidak akan merugikanmu.”&lt;br /&gt;Dia menjawab, “Katakan wahai Abu Ishaq”&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Ibrahim berkata, “Pertama, jika kamu hendak bermaksiat kepada Allah ta’ala maka jangan kamu makan rizki-Nya”&lt;br /&gt;Laki-laki itu berkata, “Dari mana aku makan sementara semua yang ada di bumi adalah rizki-Nya?”&lt;br /&gt;Ibrahim berkata, “Wahai Bapak, apakah pantas engkau memakan rizki-Nya, sementara itu engkau bermaksiat kepada-Nya?”&lt;br /&gt;Laki-laki itu menjawab, “Tidak pantas. Katakan yang kedua.”&lt;br /&gt;Ibrahim menjawab, “Jika kamu hendak bermaksiat kepada-Nya, maka jangan tinggal di bumi-Nya.”&lt;br /&gt;Laki-laki itu menjawab, “Yang ini lebih berat. Dimana saya akan tinggal?”&lt;br /&gt;Ibrahim berkata, “Wahai Bapak, pantaskah engkau bermaksiat kepada-Nya, sementara engkau makan rizki-Nya dan tinggal di bumi-Nya?”&lt;br /&gt;Laki-laki itu menjawab, “Tidak pantas. Katakan yang ketiga.”&lt;br /&gt;Ibrahim berkata, “Jika kamu hendak bermaksiat kepada-Nya, kamu makan rizki-Nya dan tinggal di bumi-Nya, maka carilah tempat dimana Dia tidak melihatmu. Disitulah kamu bisa melakukannya.”&lt;br /&gt;Laki-laki itu menjawab, “Wahai Ibrahim, apa ini? Mana mungkin, sementara Dia mengetahui perkara-perkara yang tersembunyi.”&lt;br /&gt;Ibrahim berkata, “Wahai Bapak, apakah pantas kamu makan rizki-Nya, tinggal di bumi-Nya, lalu kamu bermaksiat kepada-Nya, padahal Dia melihatmu, mengetahui apa yang kamu tampakkan dan kamu rahasiakan?”&lt;br /&gt;Laki-laki itu menjawab, “Tidak. Katakan yang keempat.”&lt;br /&gt;Ibrahim menjawab, “Jika Malaikat maut datang kepadamu untuk mencabut nyawamu, maka bilang kepadanya, “Nanti dulu, aku mau bertaubat dengan benar-benar dan beramal kerana Allah.”&lt;br /&gt;Laki-laki itu berkata, “Dia tidak mungkin akan menerima.”&lt;br /&gt;Ibrahim berkata, “Wahai Bapak, jika engkau tidak mampu menolak malaikat maut supaya engkau bisa bertaubat dan engkau mengetahui bahwa jika dia mendatangimu dia tidak memberimu kesempatan, lantas bagaimana engkau berharap selamat?”&lt;br /&gt;Laki-laki itu berkata, “Katakan yang kelima?”&lt;br /&gt;Ibrahim berkata, “Jika malaikat Zabaniyah mendatangimu pada hari Kiamat untuk menyeretmu ke Neraka, maka jangan engkau menurutinya.”&lt;br /&gt;Laki-laki itu berkata, “Mereka tidak akan membiarkanku dan tidak akan menerimaku.”&lt;br /&gt;Ibrahim bertanya, “Bagaimana engkau bisa berharap selamat?”&lt;br /&gt;Laki-laki itu berkata, “Ya Ibrahim, cukup..cukup.., aku meminta ampun dan bertaubat kepada Allah.”&lt;br /&gt;Laki-laki itu benar-benar memenuhi janji taubatnya. Dia rajin beribadah dan menjauhi maksiat sampai dia meninggal dunia.&lt;br /&gt;Dimbil dari “Mausu’ah Qishashis Salaf”, edisi bahasa Indonesia “Ensklopedi Kisah Generasi Salaf” karya Ahmad Salim Baduwailan, penerbit Elba&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3022497434294946353-9154233553383350255?l=wahdahbaus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wahdahbaus.blogspot.com/feeds/9154233553383350255/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wahdahbaus.blogspot.com/2010/08/agar-sulit-bermaksiat.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3022497434294946353/posts/default/9154233553383350255'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3022497434294946353/posts/default/9154233553383350255'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wahdahbaus.blogspot.com/2010/08/agar-sulit-bermaksiat.html' title='Agar Sulit Bermaksiat'/><author><name>Wahdah Baubau</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15405677071714657436</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/-aBl-7r7sHsg/Te31dc9cmfI/AAAAAAAAADE/IlpFzINeVE8/s220/165630_1416119181437_1786339031_795827_7721175_n.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3022497434294946353.post-3391581786925517533</id><published>2010-08-28T20:21:00.000-07:00</published><updated>2010-08-28T20:37:07.105-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Remaja'/><title type='text'>REMAJA NOL</title><content type='html'>oleh: Abu Nabiela eL Medina&lt;br /&gt;Bangsa yang kalah akan selalu mengikut atau mengekor pada bangsa yang menang. Dulu orang eropa selalu menunggu karya kaum muslim untuk diikuti karena masa itu adalah masa keemasan Islam. Allah telah memenangkan kaum muslimin dalam banyak peperangan melawan bangsa Persia dan romawi. Kedua emperium besar ini tunduk di bawah pengaruh dan kekuasaan Islam. &lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Ketahuilah sobat, tak lain dan tak bukan. Penyebab utama kejayaan Islam waktu itu adalah karena kaum muslimin masih berpegang teguh pada al Quran dan Hadits sebagai pedoman hidup mereka. Keduanya adalah pusaka warisan seorang hamba, nabi dan rasul pilihan Allah. Dialah Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam.&lt;br /&gt;Namun, waktu cepat berlalu. Keadaan telah terbalik, justru saat ini kaum muslimin menjadi bulan-bulanan korban penindasan musuh. Negeri kaum muslimin telah dijajah. Pusaka nabi telah dilupakanlah kini. Sebagian besar kaum muslimin telah mengekor bahkan tunduk kepada musuh. Na’udzu billah min dzalik.&lt;br /&gt;Dapat dibayangkan, musibah demi musibah terjadi. Korban bergelimpangan. Kita bahkan hanya bisa menonton saudara-saudara kita menjadi korban kebiadaban Amerika(Nashrani), Israel(Yahudi), Iran(Syiah) dan sekutu-sekutunya. &lt;br /&gt;Kemajuan yang musuh raih sungguh menyilaukan mata. Seakan tak bisa dibendung lagi, semua yang keluar dari mereka kita telan mentah-mentah. Tak ada lagi filter iman. Yah, memang peperangan ini akan terus berlanjut hingga akhir zaman. Namun, siapakah yang rela menggadaikan imannya? Bukankah iman adalah syarat masuk surga-Nya? Apakah penjajahan ini telah mencabut iman kaum muslimin? Terus bagaimana dengan para generasi muda Islam. Bagaimana jadinya ya, kalo mereka telah mengekor dan berpihak pada musuh? Pertanyaan ini mudah-mudahan dapat mengalihkan perhatian kamu pada Islam. &lt;br /&gt;Sobat muda, pembahasan kita kali ini adalah tentang penyakit remaja Islam yang tentunya harus dihindari. Besar kemungkinan penyakit itu adalah hasil suntikan virus mematikan dari musuh-musuh Islam. Nah, remaja penyakitan tersebut kita namakan dengan “remaja nol”. &lt;br /&gt;Hakikat Remaja Nol&lt;br /&gt; Saudaraku, kita semua tentu sudah tau tentang pemutus kelezatan dunia, banyak orang yang takut dan mau lari darinya. Dialah kematian. Maut adalah akhir bagi semua makhluk. Tapi, tentu saja terpaut jauh antara orang yang mati konyol dengan yang mati dalam kemuliaan. Sangatlah jauh berbeda antara orang yang mati dalam ketaatan kepada Allah Subhanahu Wata’ala dengan yang mati dalam kemaksiatan kepada Allah Ta’ala. Sungguh berbeda antara pemuda yang mati sedangkan hatinya senantiasa terbakar dalam semangatnya memperjuangkan Islam, sangatlah berbeda dengan mereka yang mati dalam syahwat dunia dan kelezatannya yang menyilaukan mata para pemujanya. Bukankah sudah tiba saatnya bagi pemuda dan pemudi untuk menyadari apa hakikat dan tujuan hidup ini, untuk apa kita diciptakan?.&lt;br /&gt;Kerakteristik remaja nol&lt;br /&gt;1. Malas&lt;br /&gt;Remaja nol adalah sosok pemuda yang tidak pernah mau membebani dirinya dengan suatu kesibukan. Bahkan sampai kepentingan dirinya sendiri pun mereka tidak mau ambil pusing. Bayangin deh, bagaimana hancurnya gaya hidup remaja ini. Tak ada yang bisa kita harapkan darinya. Kita akan melihat remaja nol malas belajar, malas mengerjakan tugas-tugasnya hingga kebutuhan hidupnya yang urgen sekalipun ia malas untuk memikirkannya dan yakin saja ia kan malas untuk mewujudkannya. &lt;br /&gt;Lalu, apa yang akan kita katakan tentang ibadahnya, shalat malam, witir, sunnah rawatib, puasa sunnah, membaca al-qur’an dan ibadah wajib dan sunnah lainnya.&lt;br /&gt;Sungguh berat bagi remaja nol untuk melakukan yang wajib apalagi yang sunnah. Sehingga sangat dikhawatirkan mereka mempunyai sifat yang sama dengan orang-orang munafik yang digambarkan oleh Allah Ta’ala dalam firman-Nya;&lt;br /&gt;…dan apabila mereka berdiri untuk shalat mereka berdiri dengan malas. mereka bermaksud riya (dengan shalat) di hadapan manusia. dan tidaklah mereka menyebut Allah kecuali sedikit sekali. [an Nisaa:142]&lt;br /&gt;Riya Ialah melakukan sesuatu amal tidak untuk keridhaan Allah tetapi untuk mencari pujian atau popularitas di masyarakat. mereka shalat hanyalah sekali-sekali saja, Yaitu bila mereka berada di hadapan orang.&lt;br /&gt;Lalu bagaimanakah keadaan remaja nol jika dihadapkan dengan permasalahan umat Islam? Sudikah mereka memikirkan keadaan saudaranya muslim? Bagaimanakah si remaja nol ini memposisikan diri dalam barisan dakwah? “Allahumma inniy a’udzu bika minal’ajzi wal kasl wa minal jubni wal bukhl” artinya; Ya Allah sesungguhnya aku berlindung kepadaMu dari ketidakberdayaan, dan kemalasan, dan dari kepengecutan, dan kebakhilan” inilah diantara doa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, Beliau senantiasa meminta kepada Allah untuk dijauhkan dari sifat malas. Sobat muda, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam meminta perlindungan kepada Allah untuk dijauhkan dari sifat yang tercela yaitu sifat malas. Sebagaimana kita juga dianjurkan untuk meminta perlindungan kepada Allah dari syaithan. Ini menunjukkan buruknya sifat ini. Sifat yang harus kita buang sejauh-jauhnya.&lt;br /&gt;2. Mencukupkan diri dengan cita-cita yang rendah padahal ia mampu untuk menggapai yang lebih tinggi dan yang terbaik.&lt;br /&gt;Remaja dengan sifat yang kedua ini adalah remaja nol yang obsesi da cita-citanya adalah untuk sesuatu yang biasa-biasa saja.&lt;br /&gt;Ibnul Jauzi pernah berkata dalam kitab Shaidul Khaathir; diantara cirri-ciri kesempurnaan akal adalah cita-cita yang tinggi sedangkan yang merasa puas dengan yang rendah adalah orang yang hina dan saya belum melihat aib yang nyata pada manusia sebagaimana aibnya orang tidak mau mencapai kesempurnaan.&lt;br /&gt;Beliau juga berkata; seandainya derajat kenabian bisa diperoleh dengan ijtihad(kesungguhan), maka aku akan bersungguh-sungguh untuk mendapatkannya.&lt;br /&gt;Allah Ta’ala berfirman yang artinya; “Dan orang orang yang berkata: "Ya Tuhan Kami, anugrahkanlah kepada Kami isteri-isteri Kami dan keturunan Kami sebagai penyenang hati (Kami), dan Jadikanlah Kami imam bagi orang-orang yang bertakwa”. (al Furqan:74)&lt;br /&gt;Lihatlah sobat, “Jadikanlah Kami imam bagi orang-orang yang bertakwa” Allah tidaklah mengatakan “Jadikanlah kami diantara orang-orang yang bertaqwa” lihatlah! Allah mendidik kita untuk senantiasa mempunyai semangat yang tinggi lagi suci terbukti dengan amalan nyata.&lt;br /&gt;Dengarkanlah sabda Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam;”jika kalian meminta surge kepada Allah, maka mintalah kepadaNya surga firdaus yang tinggi”&lt;br /&gt;Kenapa kita mesti meminta surga firdaus yang tinggi? Karena seorang muslim adalah pribadi yang senantiasa berada dalam kebenaran, ia hidup dalam kemuliaan dan takkan rela untuk dihinakan, jika ia mati ia pun mati dalam kemuliaan yaitu syahid di jalan Allah Ta’ala. Seorang muslim selalu menjadikan Allah sebagai tempat untuk berlindung sehinga Jannah yang tertinggi adalah balasan yang setimpal untuknya.&lt;br /&gt;Imam Ahmad pernah berkata; masa peristirahatan seorang mukmin adalah awal menginjakkan kakinya di surga. &lt;br /&gt;Sobat muda, kita takkan pernah lepas dari fitnah dan cobaan maupun masalah. Menuntut ilmu adalah masalah, apatah lagi berkorban di jalan Allah Ta’ala. Bahkan dalam kubur, padang mahsyar pun kita masih perlu untuk berjuang. Jadi, kapankah kita lepas dari masalah? Yah, Surga adalah tempat peristirahatan yang hakiki. Maka semua orang akan masuk surga kecuali yang menolak. Yaitu orang-orang yang berpaling dari petunjuk al-qur’an dan sunnah.&lt;br /&gt;3. Tidak punya tujuan atau skala prioritas dan tidak mau berusaha mencoba hal yang baru.&lt;br /&gt;Merasa puas dengan bangun jam 5 subuh untuk shalat subuh tanpa ada keinginan dan usaha untuk bangun lebih awal padahal itu adalah yang terbaik bagi seorang muslim.&lt;br /&gt;Murid Imam Ahmad pernah berkata; aku menemani beliau(Imam Ahmad) selama kurang lebih 20 tahun. Setiap hari selama 20 tahun itu, selalu saja saya melihat Imam Ahmad mengalami perubahan kearah yang lebih baik.&lt;br /&gt;Perinsip seorang muslim: setiap hari mengalami perubahan kearah yang lebih baik, tidak puas dengan yang ada sekarang ini.&lt;br /&gt;Sobat muda, saat ini menghabiskan waktu adalah fenomena yang melanda para remaja. Seorang ulama yaitu Syaikh Jamaluddin al Qaasimy di damaskus, beliau pernah lewat disebuah warung kopi dimana di dalamnya banyak orang yang duduk-duduk minum dengan santainya, beliau berkata; seandainya waktu mereka bisa kubeli maka sungguh aku akan membelinya.&lt;br /&gt;Fenomena menghabiskan waktu sungguh sangat memprihatinkan. Seharusnya kopi tersebut bisa diminum dalam beberapa menit saja tapi, kebanyakan orang rela membuang waktunya berjam-jam dihadapn secangkir kopi.&lt;br /&gt;Beliau juga pernah diundang pada sebuah acara perjamuan, beliau bersedia untuk ikut dengan syarat beliau di izinkan untuk membawa buku yang akan ia baca. Hal itu Beliau lakukan demi untuk menggunakan waktunya kepada hal-hal yang bermanfaat.&lt;br /&gt;4. Terlalu dini mengucapkan kata “mustahil” dan “saya tidak bisa”.&lt;br /&gt;Sejenak, kita menoleh kebelakang, disana ada negeri yang pernah ramai oleh para penuntut ilmu. Imam Abu Hanifah, Imam Malik, Imam asy Syafi’I, Imam Ahmad, Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah, Imam Bukhari dan muridnya Imam Muslim adalah diantara nama-nama yang terkenal di masa bangkitnya para pemuda untuk menuntut ilmu agama dan nama-nama itu akan terus dikenang sepanjang masa. Kenapa muncul nama-nama ulama tersebut dalam sejarah? Terus kenapa kita tidak tercatat dalam sejarah? Jawaban yang paling tepat adalah karena belum apa-apa kita sudah berkata mustahil.&lt;br /&gt;Seorang panglima romawi yang bernama Napoleon Boneoparte pernah ditanya; bagaimana anda bisa menanamkan jiwa kesatria dalam jiwa pasukan anda? Ia menjawab; saya senantiasa memberikan  tiga solusi atas tiga masalah yang dilontarkan kepadaku, jika ada yang berkata; aku tidak mampu, kukatakan padanya; berusahalah. Jika ada yang berkata; saya tidak tahu, kukatakan padanya; belajarlah, dan jika ada yang berkata; mustahil, kukatakan padanya; cobalah.&lt;br /&gt;Jadi, inilah tradisi orang sukses. Tidak ada kata mustahil dalam diary mereka. So, jadilah remaja yang berani berkata “aku bisa insyaAllah”. Karena setiap orang akan mendapatkan sesuai apa yang ditanamnya. hanyalah keberhasilan itu berpihak pada orang yang berani mengetuk pintu. Promise!&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3022497434294946353-3391581786925517533?l=wahdahbaus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wahdahbaus.blogspot.com/feeds/3391581786925517533/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wahdahbaus.blogspot.com/2010/08/remaja-nol.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3022497434294946353/posts/default/3391581786925517533'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3022497434294946353/posts/default/3391581786925517533'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wahdahbaus.blogspot.com/2010/08/remaja-nol.html' title='REMAJA NOL'/><author><name>Wahdah Baubau</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15405677071714657436</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/-aBl-7r7sHsg/Te31dc9cmfI/AAAAAAAAADE/IlpFzINeVE8/s220/165630_1416119181437_1786339031_795827_7721175_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3022497434294946353.post-1242419558403838178</id><published>2010-08-25T23:16:00.000-07:00</published><updated>2010-08-25T23:20:03.300-07:00</updated><title type='text'>Saudariku...! Inilah cercah pesonamu dalam surga Tuhanmu</title><content type='html'>Oleh : Abu Shafwah Al Munawy&lt;br /&gt;Bismillahirahmanirrahim, Alhamdulillahirabbil 'alamin, wassholatu wassalam ala nabiyina Muhamadan Waala Alihi Wasallam, wa ba'du:&lt;br /&gt;Mungkin dikalangan kaum hawa telah banyak muncul pertanyaan tentang bagimanakah nasib mereka disurga kelak, atau ganjaran apakah yang Allah sediakan buat mereka? Bahkan tidak sedikit dari mereka merasa penasaran dengan hal ini dan ingin mengatehuinya dengan jelas.&lt;br /&gt;Tentu, hal ini bukanlah aib bagi mereka, dan tidaklah semestinya diingkarinya karena manusia pada umumnya telah terbiasa berpikir dan merenung tentang gambaran masa depannya, apalagi jika kenikmatan Syurga tidaklah khusus diperuntukkan bagi kaum laki-laki saja tanpa wanita, Allah ta'ala berfirman.&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Artinya :&lt;br /&gt;"Barangsiapa yang mengerjakan amal-amal saleh, baik laki-laki, maupun wanita sedang ia beriman, maka mereka itu masuk kedalam syurga". (QS. An-Nisa : 124)&lt;br /&gt;Bahkan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam tidaklah mengingkari hal semacam ini dari para sahabatnya ketika mereka menanyakan tentang surga dan apa yang ada didalamnya. Salah satu contohnya, yang diriwayatkan oleh At-Tirmidzi bahwa para sahabat bertanya kepada beliau : "Terbuat dari apakah bangunan-bangunan surga itu? Beliau menjawab :"Terbuat dari batu bata emas dan perak". (HR. At-Tirmidzi (2526) dan dishohihkan oleh Al Albany dalam Al Misykat (5630)&lt;br /&gt;Dan jiwa manusia, baik laki-laki maupun wanita pasti bersemangat dan merasakan rindu, tatkala disebutkan padanya tentang surga dan segala kenikmatan didalmnya, sifat ini, tidaklah tercela bahkan dianjurkan dengan syarat bukan hanya sekedar angan-angan belaka tanpa adanya hasrat dan ijtihad untuk meraih angan-angan tersebut dengan iman dan amal saleh. Allah ta'ala berfirman :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya : "Dan itulah Surga yang diwariskan kepada kamu disebabkan amal-amal yang dahulu kamu kerjakan. (QS. Az-Zukhruf : 72)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan dianjurkan bagi kaum wanita untuk senantiasa menghadirkan dalam hatinya kenikmatan surga Allah, serta memperbanyak pengetahuan tentangnya sebagaimana hal ini dianjurkan bagi kaum lelaki. Hendaklah seorang wanita tahu, bahwa sekedar ia menginjakkan kakinya dalam surga, akan sirnalah segala kepedihan dan penderitaan yang ia alami, dan berubah dengan keceriaan yang tiada henti dan kebahagiaan yang abadi.&lt;br /&gt;Cukuplah bagimu –wahai saudariku- firman Allah ta'ala :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya : "Mereka tidak merasa lelah didalamnya dan mereka sekali-kali tidak akan dikeluarkan daripadanya" (QS. Al-Hijr : 48)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya : "Dan didalam surga itu terdapat segala apa yang diingini oleh hati dan sedap (dipandang) manusia dan kamu kekal didalamnya. (QS. Az-Zukhruf : 71)&lt;br /&gt;Sungguh, betapa banyak Allah 'Azza wa Jalla menyebutkan dalam kitabNya Al Qur'an serta Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dalam hadits-haditsnya tentang surga dengan aneka kenikmatan didalamnya, berupa ru'yatullah (memandang wajah Allah ta'ala), makanan dan minuman, istan-istana megah, pakain-pakaian indah serta rupa mereka yang elok, namun mungkin akan terbesit dalam benak para wanita sebuah pertanyaan :   &lt;br /&gt;"Sesungguhnya Allah ta'ala telah menyemangati dan menggugah hati kaum lelaki untuk meraih surga dengan menyebutkan bagi mereka sebuah kenikmatan didalamnya berupa wanita dan bidadari-bidadari cantik, namun mengapa Dia tidak menyebutkan hal semacam ini lagi bagi kaum wanita?"&lt;br /&gt;Jawaban dari pertanyaan ini adalah bahwasanya Allah tidaklah sepantasnya ditanya tentang apa yang Dia kerjakan, sebagaimana firmanNya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya : "Dia tidak ditanya tentang apa yang diperbuatNya, dan merekalah yang akan ditanya." (QS. Al Anbiya : 23)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan tetapi, perlu diketahui bahwa Allah tidak melakukan hal ini kecuali dengan tujuan dan hikmah agung, diantaranya :&lt;br /&gt;1) Salah satu sifat yang Allah fitrahkan atas wanita adalah, sifat malu, jadi, Allah ta’ala tidaklah menggugah hati mereka terhadap surga dengan menyebutkan balasan berupa pasangan hidup mereka dalam kitab-Nya, disebabkan adanya rasa malu mereka terhadap hal tersebut.&lt;br /&gt;2) AsSyaikh Ibnu Utsaimin berkata : “Sesungguhnya Allah menyebutkan istri-istri bagi kaum lelaki (dalam kitabNya) karena seorang suamilah yang mencari dan menyukai seorang wanita, dengan sebab ini “istri-istri” disebutkan bagi kaum lelaki di dalam surga. Dan Dia tidak menyebutkan “Suami” bagi para wanita. Namun hal ini, tidaklah bermaksud bahwa para wanita di surga kelak tidak memiliki suami sama sekali, tapi bermaksud bahwa semua suami mereka hanya berasal dari bani adam ‘alaihissalam.” (Al Majmu’ AtTsamin (1/571)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, didalam syurga, para wanita hanyalah mendapatkan suami dari kalangan bani adam ‘alaihissalam, sedangkan kaum lelaki, selain meka mendapatkan istri-istri dari bani adam, mereka juga mendapatkan para bidadari, syurga yang Allah ‘Azza wa Jalla ciptakan dari za’faran. Dan inilah penjelasan tentang siapakah yang berhak menjadi suami para wanita disurga kelak:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama : jika seorang wanita wafat sebelum menikah, maka Allah akan menikahkannya dalam surga dengan lelaki penduduk bumi, karena didalam surga tidak ada seorangpun yang tidak menikah. Rasulullah bersabda :&lt;br /&gt;?? ?? ????? ????&lt;br /&gt;“Tidaklah ada dalam surga itu, yang tidak menikah” HR. Muslim (4381)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua : Jika ia wafat setelah diceraikan dan belum sepat menikah lagi, maka nasibnya seperti nasib wanita yang pertama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga : Apabila seorang wanita masuk surga, sedangkan suaminya masuk neraka, nasibnya seperti yang pertama dan kedua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keempat : Jika ia wafat setelah pernikahannya, ia akan tetap menjadi milik suaminya yang ia tinggalkan di dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelima : seorang wanita yang suaminya wafat, dan ia hidup sepeninggalnya tanpa menikah lagi sampai wafat, ia tetap akan menjadi milik suaminya tersebut dalam surga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keenam : sedangkan perempuan yang suaminya wafat, lalu menikah lagi dengan laki-laki setelahnya, maka ia akan menjadi milik suaminya yang terakhir, walaupun ia memiliki banyak suami, sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam :&lt;br /&gt;Artinya : “Wanita itu diperuntukkan bagi suaminya yang terakhir (dalam surga)” (Assilsilatu Al Ahadits Asshohihah : (1821)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Juga diriwayatkan dari Hudzaifah radhiyallahu 'anhu bahwa ia berkata kepada istrinya : “Jika engkau menjadi istriku didalam surga, maka janganlah menikah sepeninggalku karena wanita (bani adam) di dalam surga menjadi milik suaminya yang terakhir.” (Assilsilatu Al Hadits Asshohihah (1821)&lt;br /&gt;Oleh sebab itu, Allah mengharamkan atas istri-istri nabi untuk dinikahi sepeninggal beliau, karena mereka adalah istri-istri beliau didalam surga.&lt;br /&gt;Diantara nikmat lain atas wanita penghuni surga adalah bahwasanya Allah Azzawajalla menjadikan mereka muda belia, serta mengembalikan keperawanan mereka, sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam : “Sesungguhnya surga tidaklah dimasuki oleh wanita yang telah renta…, Sesungguhnya jika Allah memasukkan mereka kedalam surga, Dia mengubah mereka menjadi perawan (kembali). (HR. Abu Nu’aim dalam sifatuljannah (143) dengan dihasankan AlAlbany dalam Al Irwa’ : 375)&lt;br /&gt;Didalam atsar juga disebutkan bahwa wanita bani adam yang menjadi penghuni surga lebih elok dan cantik dibandingkan dengan para bidadari, hal ini disebabkan ibadah mereka kepada Allah Azza Wajalla. (Haadilarwah,223) Mereka didalamnya senantiasa tertutup dalam istana-istana megah dan mereka senantiasa menundukkan pandangan kecuali terhadap suami-suami mereka.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3022497434294946353-1242419558403838178?l=wahdahbaus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wahdahbaus.blogspot.com/feeds/1242419558403838178/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wahdahbaus.blogspot.com/2010/08/saudariku-inilah-cercah-pesonamu-dalam.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3022497434294946353/posts/default/1242419558403838178'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3022497434294946353/posts/default/1242419558403838178'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wahdahbaus.blogspot.com/2010/08/saudariku-inilah-cercah-pesonamu-dalam.html' title='Saudariku...! Inilah cercah pesonamu dalam surga Tuhanmu'/><author><name>Wahdah Baubau</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15405677071714657436</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/-aBl-7r7sHsg/Te31dc9cmfI/AAAAAAAAADE/IlpFzINeVE8/s220/165630_1416119181437_1786339031_795827_7721175_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3022497434294946353.post-1028348165005587453</id><published>2010-08-10T22:14:00.000-07:00</published><updated>2010-08-22T19:17:03.564-07:00</updated><title type='text'>Puasa Dan Kejujuran</title><content type='html'>Imam Hasan Al Bashri Rahimahullah mendekati seorang anak yang sedang menggembalakan puluhan domba milik majikannya. Sang imam membujuk agar anak itu bersedia menjual seekor domba gembalaannya kepadanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Namun sang anak gembala yang tidak mengetahui kalau pria itu adalah Imam Hasan Al Bashri menolaknya dengan alasan bahwa domba-domba itu bukan miliknya. Hasan Al Bashri pun terus membujuk dengan berkata, “Bukankah majikanmu tidak akan mengetahui kalau dombanya dijual satu ekor saja.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang anak gembala pun menjawab, “Memang majikan saja tidak tahu, tapi Allah yang berada di atas langit sana pasti maha mengetahuinya.” Ia pun menunjuk ke arah langit. Melihat kejujuran anak gembala itu, sang Imam terkesima lalu memeluk dan menciumi kepala anak itu. Bahkan dalam sebuah riwayat beliau juga berdoa bagi kebaikan anak gembala itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kejujuran yang dimiliki anak gembala tersebut rasanya pada zaman sekarang ini merupakan sifat yang langka. Bahkan saat ini negara kita sulit mencari manusia-manusia yang memiliki sifat mulia tersebut. Hal itu dapat diukur dari semakin maraknya praktek korupsi, kolusi, manipulasi, dan budaya ‘mark-up’ di negeri ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kejujuran (ash shidq) merupakan salah satu sifat utama yang harus dimiliki orang-orang beriman. Begitu pentingnya sifat mulia itu, sehingga tidak kurang dari 145 kali disebut dalam Al Quran. Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam pun memerintahkan umatnya untuk berbuat jujur sebagaimana sabdanya : “Hendaklah kalian berlaku jujur karena sesungguhnya kejujuran itu mengantarkan kepada kebaikan dan sesungguhnya kebaikan itu mengantarkan (pelakunya) ke surga,” (HR Bukhari).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibadah puasa yang kita laksanakan pada bulan suci Ramadhan ini merupakan sarana untuk melatih kita berbuat jujur. Sebab hanya kita sendiri dan Allah Subhaana Wa Ta'ala lah yang mengetahui bahwa kita benar-benar berpuasa atau tidak. Tidak sedikit di antara umat Islam yang di hadapan orang lain terlihat berpuasa, ikut makan sahur, dan turut berbuka puasa, namun secara diam-diam dia sebenarnya tidak berpuasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, orang yang benar-benar berpuasa dilatih kejujurannya. Memang secara hukum puasanya tidak batal ketika seseorang berbuat tidak jujur, namun ibadah puasanya telah rusak, artinya ia tidak mendapatkan pahala, malahan dosa yang diperolehnya, meskipun ia telah merasakan haus dan lapar. Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam bersabda: “Banyak orang yang berpuasa tetapi ia tidak mendapatkan apa-apa selain lapar dan haus.” (HR Bukhari).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian, marilah kita jadikan ibadah puasa Ramadhan yang kita laksanakan sebagai sarana meraih derajat takwa, yang salah satu kriterianya adalah senantiasa berlaku jujur. Marilah kita jaga setiap amanah (termasuk amanah jabatan dan kekuasaan) yang dipercayakan kepada kita. Marilah kita ciptakan keamanan dan ketenangan hidup bermasyarakat dengan berlaku jujur. Sebab Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam bersabda dalam sebuah Hadits : “Kejujuran itu menciptakan ketenangan.” Wallahua’lam.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3022497434294946353-1028348165005587453?l=wahdahbaus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wahdahbaus.blogspot.com/feeds/1028348165005587453/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wahdahbaus.blogspot.com/2010/08/puasa-dan-kejujuran.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3022497434294946353/posts/default/1028348165005587453'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3022497434294946353/posts/default/1028348165005587453'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wahdahbaus.blogspot.com/2010/08/puasa-dan-kejujuran.html' title='Puasa Dan Kejujuran'/><author><name>Wahdah Baubau</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15405677071714657436</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/-aBl-7r7sHsg/Te31dc9cmfI/AAAAAAAAADE/IlpFzINeVE8/s220/165630_1416119181437_1786339031_795827_7721175_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3022497434294946353.post-473188635127228333</id><published>2010-07-25T07:26:00.000-07:00</published><updated>2010-08-22T19:19:32.629-07:00</updated><title type='text'>BIOGRAFI SINGKAT IMAM BUKHORI</title><content type='html'>Nama Imam Bukhori, Kunniyah, dan Nasab Beliau :&lt;br /&gt;Nama beliau adalah : Muhammad bin Ismail bin Ibrahim bin Al Mughiroh bin Bardizbah (ada yang berpendapat Badzduzbah) Al Ju’fi&lt;br /&gt;Kunniyah beliau adalah : Abu Abdillah&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Ayah beliau adalah salah seorang ulama hadits yang sangat terkenal dan Ibu beliau merupakan wanita yang taat beribadah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bentuk Fisik dan Akhlak Beliau :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam yang telah nampak kecerdasannya sejak belia ini seorang yang bertubuh kurus, tidak tinggi dan juga tidak pendek serta berkulit kecoklatan.&lt;br /&gt;Beliau merupakan satu dari tanda kebesaran Allah Subhanahu wa Ta’ala di muka bumi ini, dikenal masyarakat dengan kewara’annya, penyayang, dan merupakan teladan dalam berinfak. Beliau juga seorang yang banyak beribadah pada malam hari, cekatan dalam mengendarai kuda dan piawai dalam membidikkan panah.&lt;br /&gt;Kelahiran dan Asal Negeri Beliau&lt;br /&gt;Sang alim ini bukan orang Arab, beliau lahir di negeri Bukhara yang kepadanya beliau dinisbatkan sehingga dikenal dengan nama Bukhari. Negeri Bukhara sekarang lebih dikenal dengan Uzbekistan. Beliau lahir pada hari Jumat, tanggal 13 Syawal tahun 194 H.&lt;br /&gt;Perkembangan Ilmu Beliau dan Rihlah dalam Menuntut Ilmu&lt;br /&gt;Allah Azza wa Jalla telah mengaruniakan kepada beliau hati yang bersih, otak yang cerdas, dan hapalan yang sangat kuat hingga boleh dikatakan bahwa dalam usia yang sangat muda beliau telah sejajar dengan beberapa ulama di negaranya. Ketika usianya baru mencapai 16 tahun beliau sudah menghafal buku-buku Imam Abdullah bin Mubarak dan Waki’ bin Jarrah serta menguasai pendapat dan pokok-pokok pemikiran Ahli Ra’yi.&lt;br /&gt;Beliau tumbuh dalam asuhan sang Ibu. Pada tahun 210 H bersama ibu dan ditemani kakaknya Ahmad, sang imam ini menunaikan ibadah haji kemudian menetap (di Makkah) untuk menuntut ilmu hadits dan kadang-kadang berangkat ke Madinah. Di sela-sela waktu tersebut beliau mengarang beberapa kitab. Di antaranya adalah At Tarikh Al Kabir yang beliau susun di sisi kuburan Rasululah صلى الله عليه وسلم.&lt;br /&gt;Selain di Mekkah dan Medinah beliau juga telah mengadakan rihlah untuk menuntut ilmu ke berbagai negara diantaranya Syam (Damaskus dan sekitarnya), Mesir, Kufah, Bashrah dan Baghdad.&lt;br /&gt;Guru-guru beliau&lt;br /&gt;Imam Bukhari telah bertemu dan belajar dari para ulama yang sangat banyak dari berbagai belahan dunia, beliau pernah mengatakan : “Saya telah menuntut ilmu dari 1080 orang yang kesemuanya adalah ahli hadits”&lt;br /&gt;Diantara guru beliau yang terkenal :&lt;br /&gt;1. Abu ‘Ashim An Nabil, Dhahhak bin Makhlad Asy Syaibani Al Bashri (wafat 212 H)&lt;br /&gt;2. Abu Nu’aim, Fadhl bin Dukain (wafat tahun 218/2
